Kembalikan Tentara ke Singgasana! 4

Kamis, 12 Mar '09 02:42

Sudahlah, nggak usah ada koalisi sipil, nggak usah ada pemilu dan kampanye yang menghabiskan uang. Untuk sementara, kata Pak Pendengar, serahkan saja semua jabatan penting, termasuk walikota dan bupati, kepada tentara.

Pak Pendengar, kalau tak salah bernama Bonar, dan saya lupa dari kota apa, barusan pidato berapi-api via telepon. Lontaran benaknya disiarkan secara langsung oleh jaringan Elshinta.

Tak apa. Itulah demokrasi. News and Talk-nya Elshinta sudah memberi tempat sejak "reformasi". Satu topik diangkat (saat ini tentang money politics), lantas pendengar urun rembuk.

Tadi, sebelum pergantian hari, ada dosen obrolan yang melibatkan ilmu politik Arbi Sanit, Erros Djarot (PNBK), Anis Matta (PKS), dan Max Sopacua (Demokrat). Semuanya via konferensi telepon. Pendengar boleh nimbrung. Salah satunya adalah artis Titi Qadarsih.

Sudah lama saya tak mendengar Elshinta. Dulu, pada awal "reformasi", saya malah menjadikan Elshinta sebagai weker, meneruskan kebiasaan lama mengatur alarm radio agar pukul lima pagi langsung menyala dan menyuarakan BBC Indonesia.

Radio miskin musik -- hanya berita dan diskusi -- yang dimiliki Indosiar itu masih bertahan. News and Talk masih laku. Selama dini hari hingga pagi, bila menilik suara penelepon, orang-orang tua pensiunan itu masih bersemangat melontarkan opini.

Akankah itu mengubah keadaan? Entah. Yang penting ada tempat untuk bersuara dan saling menanggapi. Sama seperti Politikana ini. Pada tingkat dasar adalah kebebasan menyatakan pendapat. Termasuk merindukan kembalinya militer, seperti Pak Bonar, karena dia tak sabar melihat sipil yang lamban.

© Ilustrasi: entah


Tag: Demokrat, elshinta, radio, diskusi, news and talk, erros djarot, max sopacua, PNBK, PKS

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Media Terkait:

    Siapa saja yang merating artikel ini:

    Komentar:

    Herman Saksono 0 0
    Bukankah sosok militer sudah pernah diberi kesempatan ya? Dan dia gagal juga... plus meninggalkan negara dalam kondisi carut-marut.
    yusro 0 0
    Tentara itu cuma dibutuhkan ketika perang. Keamanan di alam merdeka serahkan ke polisi. Pemerintahan di masa damai ya sipil.
    AndyMSE 0 0
    to tentara: apa ndak malu ada pulau ilang? patroli dong!
    Boy Avianto 0 0
    Pernah ada yang berpikir kalau tentara itu dipersiapkan untuk membunuh - dalam arti sebenarnya... Membunuh kok dilatih ya...

    Silahkan login untuk memberikan pendapat