AADJ (Ada Apa Dengan Jakarta)? 2
Sabtu, 21 Mar '09 00:30
Seperti diberitakan oleh detik.com (Jumat 20 Maret 2007), mantan presiden Partai Keadilan Sejahtera Hidayat Nur Wahid memandang Jakarta sebagai barometer (hasil pemilu) Indonesia. Kemenangan di Jakarta, menurutnya, akan menjadi gambaran umum bagi seluruh wilayah di Indonesia.
Benarkah seperti itu?
Di beberapa bidang tentu ada hal yang memungkinkan untuk bisa dijadikan sebagai barometer atau acuan. Misal di pasar modal, saham dari suatu perusahaan yang sangat berpengaruh (atau pemimpin) di sebuah industri tertentu bisa kita jadikan sebagai barometer perkembangan dari industri tersebut.
Di kancah politik, seperti yang coba "dibudayakan" oleh tokoh kita di atas, hasil pemilu suatu daerah kadang dijadikan barometer untuk memprediksi hasil pemilu keseluruhan. Daerah yang dijadikan sebagai barometer ini dalam bahasa Inggris dikenal dengan nama Bellwether (electoral district). Di Amerika, State of Missouri dikenal sebagai barometer hasil pemilihan Presiden di Amerika, karena semenjak pemilihan presiden dari tahun 1904 hingga 2008, mereka hanya salah dua kali (1956 dan 2008). Namun hasil yang berbeda tahun lalu, membuat gelar mereka sebagai barometer politik di Amerika mulai diragukan.
Terkait dengan hal tersebut diatas, Prof. Edward R. Tufte, seorang ahli statiska (The New York Times bahkah menggambarkan beliau sebagai Da Vinci of Data) memberikan sebuah bahasan dan penjelasan menarik dalam bukunya: Data Analisis for Politics And Policy (bisa diunduh secara gratis di sini).
Dalam pembahasannya, Prof. Tufte menggunakan data pemilihan presiden dari tahun 1916-1968 atau 14 kali pemilihan, jumlah data tersebut tetap lebih banyak jika dibandingkan dengan jumlah data yang bisa diperoleh dari pemilihan presiden (atau pemilu) langsung yang pernah kita lakukan. Di akhir pembahasannya Prof. Tufte menyimpulkan bahwa dari sudut pandang ilmiah, tidak ada satu daerahpun yang bisa dijadikan barometer politik dan dijadikan landasan untuk memprediksi suatu hasil pemilu.
Ketika seorang ahli, didukung oleh data dan analisis menyeluruh, berpendapat bahwa menjadikan suatu daerah sebagai barometer politik adalah hal yang tidak perlu dan tidak bisa dipertangggung jawabkan secara ilmiah, lalu apa yang menjadi landasan Bapak Hidayat Nur Wahid untuk menjadikan Jakarta sebagai barometer (hasil pemilu) Indonesia? Ada apa dengan Jakarta?
-EN-
Tag: jakarta, Hidayat Nur Wahid, Barometer pemilu
Terkait:
-
Liburan ke Pulau Bidadari
13 jam yang lalu -
Mr.Obama Batalin Acara Pulang kampung ke Jakarta
16 jam yang lalu -
Teknologi Anyar, Proyeksi Video Tiga Dimensi
Minggu, 14 Mar '10 21:16
Media Terkait:
Siapa saja yang merating artikel ini:
-
Roby Muhamad: Bagus
-
eshape: Bagus
-
AndyMSE: Menarik
-
didinu: Menarik
-
gunawanrudy: Menarik


KRMT Roy Suryo Notodiprojo, Anggota Komisi I DPR RI

Komentar:
Jadi gak ada apa-apa dengan Jakarta kok !
Silahkan login untuk memberikan pendapat