Mau nyontreng mbak Sriati [penjual sate] atau yang lain? 13
Sabtu, 21 Mar '09 22:37, dibaca 157 kali
Sriati salah satu caleg ketika ditanya Tukul dalam acara Bukan 4 Mata, bilang kalau alasan dia menjadi caleg adalah karena gaji DPR yang tinggi.
Saking senangnya ikut acara bukan 4 mata, sampai-sampai mbak Sriati, yang sehari-harinya adalah penjual sate, lupa kepanjangan dari DPR.
Hmm .... caleg kayak mbak Sriati ini banyak apa enggak ya?
Jadi makin bingung dalam menentukan partai mana yang paling pas untuk kucontreng.
Berdasar survei acak dari salah satu stasiun TV Swasta, ternyata banyak yang masih belum paham antara mencontreng atau mencoblos.
Ketika ditunjukkan kartu suara yang sebesar itu, komentarpun muncul,"Ini kartu suara apa karpet ya?"
"Wah kartu suara sebesar ini, apa bukan pemborosan?"
Aku sendiri sampai saat ini masih belum menentukan pilihan partai mana yang akan kucoblos.
Kayaknya aku akan pakai metode "penerawangan" lingkunganku saja. Kalau ada caleg di kampungku yang sehari-harinya memang baik, artinya tidak tiba-tiba berubah menjadi baik ketika masa kampanye, maka partai dialah yang nantinya akan kupilih.
Sederhana saja, kalau caleg itu tidak mampu bermanfaat bagi lingkungan "pertetanggannya", maka pasti juga akan kurang bermanfaat bagi lingkungan yang lebih besar.
Anda sependapatkah?
Atau punya rumusan lain, selain golput?
Tag: Pemilu, Coblos, caleg, golput, contreng, kartu suara
Terkait:
-
Saatnya melakukan Perubahan, bukan malah Golput!
Rabu, 8 Apr '09 02:00 -
Jika warna putih tidak lagi dianggap sebagai suatu warna.
Selasa, 7 Apr '09 23:59 -
Apa gunanya memilih jika anda tidak punya pilihan.
Selasa, 7 Apr '09 11:21
Siapa saja yang merating artikel ini:
-
AndyMSE: Menarik
-
nicowijaya: Menarik
-
flightless bird: Lucu
-
gunawanrudy: Menarik
-
Herman Saksono: Penting
-
didinu: Menarik
-
C e l o: Menarik
-
andyanto: Menarik
-
aplikasi politik: Penting
Komentar:
*saking bingunge...
ha..ha..ha.. istilah anyar
GOLRUS
kita sepakat ya mbak Upik
Salam
ntar kita baca rame2
salam
masalahnya begitu udah nyalon, mereka mendadak hilang dari perederaan di lingkungan terkecilnya
he..he..he.. lebih menarik komentarnya dibanding artikel utamanya
ha..ha..ha..
tengkyu buat komentarnya
mas2 dan mbak2
salam
Silahkan login untuk memberikan pendapat