Zaman Batara Yudho dan Batara Kalla 8

Sabtu, 21 Mar '09 16:34, dibaca 355 kali

Aku tidak mengerti dan tidak paham banget dengan pewayangan dan segala falsafahnya. Namun kok, tiba-tiba kaget oleh ulasan seorang kawan baru di kota Mpek-mpek, Palembang ketika berkeliling kota dengan becaknya yang terjebak macet karena iring-iringan simpatisan partai yang sedang berkampanye. Taktanggung-tanggung, Jurkamnya hari ini adalah orang penting di negara ini, dari pusat, Jakarta.

"Yah, beginilah Kang. Menjelang pemilu ini kita mesti sabar. Mereka berjanji dan akan peduli pada rakyat. Baru saja kampanye, tukang becak, aja jadi repot. Mana setorannya mahal", tutur Kang Momon.

"Tapi kan, cuma beberapa minggu saja Kang.", bujukku

Dia tak sempat mengayuh. tapi mendorong becaknya.

"Ngomong-ngomong sudah punya Calon yang mau dicentang, Kang?", tanyaku ketika jalan sudah mulai lancar.

"Belum, tapi aku sih pengennya yang sekarang diganti saja. Tak usah dipilih lagi."

"Kenapa?"

"Menurut kisah wayang, tidak banyak manfaat bagi kita jelata kalau mereka masih memimpin negeri ini."

"Apa hubungannya Kang?", aneh pikirku.

"Emang, Shakespeare, mengatakan What is a Name. Tapi, nama itu penting loh, Kang.", gila juga nih Kang Becak.

Eh, tapi jaman sekarang kan banyak intelektual yang nyambi, nyari sampingan. Kali aja dia ini, Dosen Mata Kuliah Sastra atau SosPol.

"Emang kenapa, Kang?", tukasku sekenanya.

"Menurut, falsafah wayang ini zaman Batara Yudho dan Batara Kalla..."

"Maksudnya...?!"

"Lah, iyo Yudho itu kan Perang, sedangkan Kalla itu simbol dari Kalajengking", jelasnya.

Makin menarik nih...!

"Terus... terus!!!", pancingku.

"Ya, sudah terjemahkan saja sendiri. Aku takut, nanti diposting ke Blog. Kan bahaya... Kang Tutur kan? Blogger kan?, tanyanya menutup perbincangan.

Kamipun sampai di Taman Iwak, sebuah Taman Wisata Kota di Palembang.


Tag: Pemilu, kampanye, Batara Yudho, Batara Kalla

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Terkait:

Siapa saja yang merating artikel ini:

Komentar:

C e l o 0 0
opo ki? =))

pemerintahan yang sekarang perang kalajengking? Scorpion King?

LMAO.
AndyMSE 0 0
jangan terlalu vulgar dong! hihihi
dragz 0 0
ooh,, bukan batara kala toh
Arten® 0 0
ralat sedikit kang tutur, itu namanya bukan Taman Iwak tapi Kambang Iwak. : )
Blue Sea 0 0
"apalah arti sebuah nama"
Tapi kadang2,ternyata nama juga bisa jadi "perlambang"yah kang...
hahahah
Herman Saksono 0 0
Ini ngambang bgt ya : ))
gunawanrudy 0 0
*nunggu sambungannya minggu depan*
Upik 0 0
weleh mwksudnya begitu tho pak.... yach, aku setuju diganti saja... hehehe

Silahkan login untuk memberikan pendapat