GolPut ..... Haruskah??? ..... 21

Senin, 23 Mar '09 06:55

Tanpa terasa tinggal hitungan hari lagi Pesta Demokrasi dilaksanakan. Rakyat Indonesia pun akan datang ke setiap TPS TPS untuk memberikan suaranya, memilih Partai dan CaLeg yang menurut mereka nantinya mampu memberikan perubahan bagi bangsa ini.

Namun apakah Pesta Demokrasi tahun ini akan seramai seperti PEMILU yang sudah sudah, mengingat masyarakat lebih banyak kecewanya dari pada senangnya dengan hasil PEMILU yang telah berlalu, sehingga banyak juga yang memutuskan untuk tidak akan datang ke TPS atau asal mencontreng pada PEMILU nanti dengan kata lain GolPut

Hal seperti ini sebetulnya sangat merugikan buat kita bersama. Bukan tidak mungkin banyaknya suara yang GolPut akan mengakibat sangat mempengaruhi hasil jumlah suara yang benar-benar memilih dengan yang GolPut

Mungkin alangkah lebih baik sebelum memutuskan utuk GolPut, mempelajari terlebih dahulu Partai dan Caleg yang terdaftar dalam PEMILU nanti.

Untuk yang benar-benar akan memilih sebaiknya benar-benar diteliti kembali apakah pilihannya sudah benar dan tidak akan membuat kecewa nanti.

  1. Kita mesti melihat kembali kinerja Partai seperti apa yang akan kita pilih untuk menjadi pemimpin kita untuk masa 5 tahun yang akan datang, mengingat sekarang ini lebih banyak Partai yang ikut serta dalam PEMILU, yang diketahui pula Partai tersebut adalah pecahan dari Partai yang sudah ada sebelumnya. Kalau yang kita kita pilih adalah Partai yang seperti ini,kitapun haru meneliti juga siapa sajakah orang-orang yang memimpin didalamnya, apakah mereka benar-benar orang yang akan melakukan perubahan yang baik untuk Partainya dan untuk bangsa Indonesia atau sekedar membuat Partai karena rasa kecewa mereka waktu berada didalam Partai sebelumnya.
  2. Untuk Partai yang baru berdiri yang kita pilih nanti, kita perlu cermati pula apakah orang-orang yang ada dalam Partai tersebut adalah Generasi Pembaharuan, artinya Generasi yang bertekad untuk melakukan perbaikan-perbaikan setelah PEMILU nanti. Atau hanya sekedar membuat Partai karena kecewa di Partai sebelumnya. Bukan berarti Partai yang baru tidak bisa kita pilih. Siapa Tahu saja Partai yang baru mampu membawa perubahan untuk Bangsa ini.
  3. Perlu juga kita melihat kesolidan dalam Partai tersebut. Apakah dari sejak berdiri, orang-orang yang ada didalamnya benar-benar solid dalam menggerakkan Partainya dan dalam menjalani program yang ada dalam Partainya untuk masyarakat luas, atau hanya sibuk mengurusi pertikaian-pertikaian dalam Partai mereka. Kalau hal ini saja bisa terjadi dalam Partainya, bagaimana mereka mampu memimpin untuk masyarakat Indonesia yang skalanya lebih luas dari pada partai mereka.
  4. Bagi Pemilih Pemula, janganlah memilih Partai karena ikut-ikutan saja... ibu bapak kita Partai itu dan kita ikutan pula tanpa menilai apakah Partai yang kita pilih benar-benar kita teliti terlebih dahulu. Jagan pula memilih Partai hanya karena ada ikatan dinas, kerena kita takut dipecat atau karena kita takut tidak dipromosikan setelah Partainya kita pilih nanti.
  5. Kita juga harus menyeleksi CaLeg yang telah ditetapkan dalam PEMILU nanti yang akan kita pilih. Pastikan kita memilih bukan hanya karena CaLeg tersebut tetangga atau saudara kita, lantas kita merasa tidak enak kalau tidak memilih. Atau jangan pula karena janji sesaat lantas kita jadi terlena untuk memilih.
  6. Dalam hal ini kita harus pelajari dulu Profile mereka, keseharian mereka baik di lingkungan rumah atau ataupun dilingkungan tempat kerja meraka. Perhatikan juga Program yang mereka tawarkan saat kampenye dilingkungan warga atau selebaran-selebaran mereka, apakah program tersebut memang benar-benar realistis atau hanya sekedar Program Impian saja, yang nantinya setelah terpilih lupa akan program yang pernah ditawarkan.
  7. jangan juga kita memilih CaLeg hanya karena diiming-imingi kalau mereka terpilih nanti, kita akan mendapatkan pekerjaan yang layak atau lingkungan wilayah kita akan diperhatikan oleh meraka dalam hal ini akan melakukan perbaikan-perbaikan diwilayah tempat tinggal kita. Kalau memang seperti ini kita perlu meneliti ulang sejauh mana mereka mampu melakukan perubahan yang ada. Bahkan kalau perlu kita mencatat saat mereka mengucapkan janjinya didepan kita. Dan catatan itu kita jadikan bukti apakah mereka benar-benar menepati janji mereka atau tidak.
  8. Jangan juga kita pilih CaLeg yang niatnya hanya mau mencari keuntungan pribadinya saja. Hanya untuk memperoleh pekerjaan di Gedung Dewan saja atau hanya sekedar numpang tenar saja. Nanti kalau Caleg kita jadi Koruptor bagaimana?...

Memang untuk hal ini tidaklah cukup waktu sebentar saja. Tidak cukup hanya sekedar medengarkan orasi mereka waktu Kampanye saja. ini membutuhkan waktu yang lama, bahkan sampai bertahun-tahun lamanya.

Untuk itu sudah saatnya masyarakat luas perlu pendidikan politik, sudah saatnya masyarakat luas membuka mata hatinya agar tidak salah pilih dan tidak tidak seperti beli kucing dalam karung.

Politik itu busuk bagi orang-orang yang berfikir dan berjiwa busuk yang menggerogoti bangsanya sendiri.

Sadarlah, jangan sampai kita dimanfaatkan hanya untuk kepentingan pribadi orang-orang yang tidak bertanggung jawab.

Bagi yang punya kesempatan memilih, berfikirlah kembali untuk GolPut, karena sesungguhnya apapun pilihan kita sangat berpengaruh pada perubahan Bangsa kita, apakah akan lebih baik atau justru tambah terpuruk.

Ingatlah apapun keputusan kita, baik itu memberikan suara kita ataupun GolPut pada PEMILU nanti akan sama-sama dimintai pertanggung jawaban di Akhirat Kelak.

Semoga pilihan kita pada PEMILU nanti akan menyadarkan kita untuk lebih membuka diri dalam dunia Politik agar kita tidak selalu buat kesalahan dalam memilih pada PEMILU-PEMILU yang akan datang.

Selamat Memilih dan Waspadalah pada bisikan-bisikan manis yang akan menghancurkan diri kita dan Bangsa kita.

Ingat, baik buruknya Bangsa kita ada di tangan kita sendiri...!!!

 


Tag: Pemilu, caleg, golput

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Terkait:

Media Terkait:

    Siapa saja yang merating artikel ini:

    Komentar:

    AndyMSE 0 0
    kok beberapa hal masih sama dengan tulisan yang lalu???
    Upik 0 0
    Yups... karena yang kemarin sifatnya masih global.. hehehe...
    eshape 0 0
    Diulang-ulang gak papa deh
    Biar kita apal

    Salam
    AndyMSE 0 0
    oops... sudah diedit... +1 bagus
    DV 0 0
    Pilihlah partai juga yang menjamin kehidupan (dalam segala aspek) untuk semua warga negara Indonesia yang tak terkecuali agama yang dianutnya, Mbak : )

    Kalau tak ada seperti itu, masih tidak bolehkah untuk bergolput?: )
    Ahmadmaulana 0 0
    Hampir semua kepercayaan masyarakat terhadap wakil-wakil rakyat yang duduk di parlemen sudah usang mbak upik. mungkin jadi mereka memilih untuk GOLPUT saja. lihat saja saudara-saudara kita di area LUMPUR LAPINDO yang sampai sekarang masih juga terkatung2 hidupnya
    yusro 0 0
    Quote: "Ingatlah apapun keputusan kita, baik itu memberikan suara kita ataupun GolPut pada PEMILU nanti akan sama-sama dimintai pertanggung jawaban di Akhirat Kelak."

    Nyontreng bagian dari ibadah?
    aramichi 0 0
    Jangan Golput karena kalau golput berarti memilih yang terjelek. Memilih adalah Ikhtiar kita untuk keadaan yang lebih baik, ikhtiar selalu lebih baik daripada tidak berbuat apa apa.
    Pedy 0 0
    Golput = apatis = geram = mutung ? SALAH!
    Golput = cerdas = berani = beraksi ? BENAR!

    Top 10 Alasan Sesat Wajibnya Pemilu
    m_topx 0 0
    wah.....udah agak mulai terang nih apa yg ditulis mbak upit......, terus dioperasionalkan lagi mbak biar semakin terang benderang, sehingga pemilu jadi sesuatu hal yg memang asyik untuk dilakukan (bc 'gak golput')....!!
    R A P 0 0
    golput juga sebuah pilihan, walaupun tidak pakai mencontreng...
    Upik 0 0
    hahaha... tenang saja pak, karena saya bukanlah penganut GolPut dan penganut asal milih hehehe..
    aramichi 0 0
    Golput memang pilihan tapi itu adalah pilihan orang yang tidak mau bertanggungjawab atas kepentingan bangsa. Sejelek apapun bangsa ini kita tetap harus bertanggungjawab itu kalau kita masih mempunyai rasa memiliki dan rasa cinta Tanah Air.
    Bee 0 0
    Hmmm... saya gak golput kok, tapi golpel alias golpel. : D
    Bee 0 0
    eh, keburu kirim aja... maksud saya: golongan pelangi. : D

    Bozhox 0 0
    aku akan tetap menjadi golput
    aplikasi politik 0 0
    sekarang bukan golput lagi ya tapi pocong putih
    novi 0 0
    DV .. wah, saat jadi rakyat tuntutannya begitu perfect ya. bagaimana nanti kalau pas di pemerintahan.

    aku gak ngerti dengan orang yang berpikir golput. apa keajaiban bisa datang dari langit dan esok hari indonesia berisi orang2 baik dipemerintahan tnpa kita menyaringnya, tnpa kita berbuat.

    mungkin kita harus menunggu-menunggu saja dirumah


    babyloniamaria 0 0
    ada alasan kenapa golput, ga sreg kan??calegnya aja yang di golput kan....yang umbar janji suruh jadi pedagang...saingan ama toke china...
    yang jiwa kepemimpinan kan masih buanyak yang bisa di pilih....tapi itu tipi dan radio komunis di bereskan dulu sesuai undang-undang
    massto 0 0
    walah nggak usah nyuruh orang biar gak GOLPUT..,nanti jugak ada yang nyontreng surat suara yang GOLPUT..!!
    emang kalian pikir kpu/kpud gak nrima pesanan suara raja2 kecil mereka di daerah apa??
    cuma kepala daerah "bego" yang ngebiarin diri & partainya kalah!!!
    Yudiantoro 0 0
    hmmm saya tetep pilih golput aja, soalnya terpaksa memilih juga bukan sebuah tindakan cerdas tho? Sebenernya (ini lebih curcol sifatnya) ada juga sih yang pingin saya pilih, bukan karena platform partainya, tapi karena rekam jejaknya yang excellent, tapi koq ya bukan di dapil saya.. apa perlu saya pindah dapil dulu ya????

    Silahkan login untuk memberikan pendapat