Help Me Please ...! 11

Senin, 23 Mar '09 08:32

Pak Dhe terlihat suntuk berpikir di Minggu sore ini.

Biasanya pak Dhe selalu cerah ceria, tapi sore ini dia kok manggil Udin, orang yang selalu jauh dari serius untuk diajak berdiskusi.

"Gini Din", kata Pak Dhe.

"Saat aku masih aktif kampanye dan aktif kegiatan di Masjid, aku punya anak buah yang luar biasa setianya terhadap partai maupun masjid", pak Dhe terdiam sebentar.

"Nah sekarang sudah dekat hari pencontrengan, aku mau menentukan pilihanku. Aku mau pilih dia saja, soalnya sekarang dia keluar dari pekerjaannya dan siap jadi caleg", lanjut pak Dhe.

"Terus apa masalahnya pak Dhe?", Udin bertanya hati-hati, tidak terlihat sifat urakannya, karena memang sebenarnya Udin adalah seorang humoris yang bisa serius bila menghadapi masalah pelik.

"Kalau sampai dia tidak terpilih jadi caleg, aku khawatir ada goncangan yang terlalu keras di kehidupan keluarganya"

"Hmm, terus apa yang mengganggu pak Dhe", penasaran Udin bertanya lagi.

"Kamu lihat pak Once yang tinggal di seberang gereja?" pak Dhe ganti bertanya.

"Iya, aku kenal baik sejak SMA dengan dia"

"Nah, apa kekurangan dia? Tidak ada kan. Dari dulu, sejak habis pemilu yang lalu, sampai sekarang dia selalu saja berbuat baik bersama partainya. Dia tidak tiba-tiba berubah menjadi baik dengan tetangga atau siapapun karena sudah dekat waktu pencontrengan"

"Bener pak Dhe. Dia kukenal sudah suka berbuat baik sejak SMA"

"Nah dia kan memenuhi syarat untuk dicontreng Din?"

"Iya tentu pak Dhe"

"Terus aku musti contreng yang mana?"

"Contreng dua-duanya boleh nggak sih pak Dhe?"

"Mereka kan dari partai yang berbeda Din. Aku juga nggak tahu cara nyontrengnya. Ini sudah tinggal beberapa hari lagi, kok kita belum diberi tahu tata cara nyontreng Din?"

"Emang pak Dhe gak pernah lihat TiVi?"

"Emang kamu pernah lihat aku nonton TiVi?"

Udin jadi garuk-garuk kepala. Kalau pak Dhe saja sudah bingung, apalagi aku [begitu barangkali pikir Udin].

Aku yang menemani Udin mengikuti diskusi inipun akhirnya pulang dengan sebuah pertanyaan.

Siapa yang dapat menolong pak Dhe ya?


Tag: Pemilu, caleg, bingung

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Terkait:

Media Terkait:

    Siapa saja yang merating artikel ini:

    Komentar:

    Riyono 0 0
    Mungkin Mas Paman bisa menolong pak Dhe.

    *eh, kakak adik bukan sih pakdhe dan paman itu? hihihi...*
    AndyMSE 0 0
    pilih pak Once saja... beliau sudah terbukti istiqomah...
    si anak buah itu sementara ini biarlah dipiih oleh orang lain.. begitu pakdhe! : )
    Ahmadmaulana 0 0
    Pa'Dek aja bingung gimana dengan saya : (
    didinu 0 0
    mari bingung berjamaah pakdhe...
    Upik 0 0
    Kalau bingung pegangan pada bilik suara aja pak.. hehehe... akau juga ndak negri harus pilih siapa???...
    Joy Setiawan 0 0
    sama-sama.................bingung !, hehehehe.....
    eshape 0 0
    walah ternyata hanya mas Andy MSE yang gak bingung
    Herman Saksono 0 0
    Pilih yang pendukungnya lebih sedikit aja. dengan demikian keduanya maju ke Senayan : D
    C e l o 0 0
    memilih untuk tidak memilih : D

    memilih anak buah saja, bukankah kalo dia tidak terpilih nanti keluarganya goncang? ya sudah pilih dia saja. Seenggaknya kita sdah berusaha agar keluarganya tidak goncang.

    Soal banyak yang milih Pak Once itu urusan lain : p
    eshape 0 0
    herman Saksono

    pendapat yang bagus dab
    tengkyu

    salam
    eshape 0 0
    @Celo

    wah ini pendapat yang bagus juga
    makasih ya

    salam

    Silahkan login untuk memberikan pendapat