sebagian dari iman 7

Jumat, 27 Mar '09 01:26, dibaca 97 kali

Lagi asik-asiknya bermain car madness di Facebook, diselingi tulisan-tulisan bernas di blog ini, seorang teman yang baru saya kenal 2 hari lalu menyapa. Dan sebuah kalimat terlontar darinya.

"Bro, gue masih kepikiran omonganlu kemaren..."

Aku masih menyelingi bermain, chat dan lalu kembali ke laman ini. Tiba-tiba sebuah pikiran liar nan menyejukkan muncul dikepala :

Di blog ini ada banyak orang yang menulis. Menguntai tulisan-tulisan cerdas yang tak henti membuat saya tercenung. Tulisan-tulisan yang bernas dari orang-orang yang hidup di sebuah negeri bernama Indonesia.

Sekumpulan orang-orang gelisah. Manusia-manusia yang sebenar-benarnya hidup, karena seluruh inderanya masih bekerja dengan baik. Mereka yang telinganya panas anggota legislatif menikmati suite mahal ketika resesi melanda. Matanya masih berisikan air mata yang sewaktu-waktu mengalir melihat penghuni Sidoarjo luluh oleh lumpur. Kepalanya pusing melihat foto-foto wajah tak dikenal merusak pepohonan hijau ditengah musim kampanye. Jejari tangan masih terus mengetik untai-untai kata entah serapah ataupun semangat. Melihat, mendengar, memperhatikan dan memikirkan apa-apa yang tengah terjadi di negeri ini.

Hal yang sama berlaku bagi pembaca blog ini.

Ditengah petikan gitar dan nyanyian rekan-rekan disekelilingku , aku tersenyum.

Terserah apa kata orang akan negeri ini. Selama masih ada orang-orang yang gelisah dan berbagi kegelisahannya, berarti negeri ini sungguh memiliki masa depan yang indah. Seperti anak-anak Aceh yang masih tersenyum ditengah amuk Tsunami.

Sambil kembali ke halaman Facebook, aku mengetikkan sebuah kalimat yang pernah disampaikan oleh seorang guru beberapa tahun yang lalu di kaki gunung Kelud yang dingin kepadaku. Kalimat itu ku ketikkan kepada teman baruku yang sedang gelisah :

"Bagus lah Bro. Gelisah itu sebagian dari iman lagi. Selamat menjadi manusia.."


Tag: indonesia, gelisah, iman, optimis, masa depan

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Siapa saja yang merating artikel ini:

Komentar:

didinu 0 0
hehehe...setuju dg bang Edo, mari lanjutkan perjalanan...
yusro 0 0
yah, kegelisahan adalah awal kratifitas yang membuat manusia tetap "hidup"
AndyMSE 0 0
kegelisahan menumbuhkan gagasan... dari situ bermula banyak hal...
pajolo 0 0
tulisan yang keren mas edo..salut
agitdd99 0 0
hidup gelisah, tanda punya dosa sama Alloh, malu sama manusia lainnya...namun adakah mereka yang tidak merasakan kegelisahan hidup, tandanya mereka bukan manusia, melainkan setan berwujud manusia?
pakdhe.febri 0 0
Klo gelisah itu tandanya masih bisa merasakan perasaan hati. Artinya masih punya hati.

Coba ndak bisa ngerasain hatinya, lagi gelisah, susah ato senang ? Binun tho ?

Apalagi klo mo transplantasi hati.. wuih.. mahal keknya..

(merenung sambil mikir, ini gelisah beneran khan ? bukan geli2 basah tho ?)

Hi3x.
edo 0 0
to agitdd99 : hehehe.. IMHO gelisah itu parameter dasar manusia mas. setan mah menggoda kita ngga bakal gelisah. karena itu adalah "job desk" mereka. gelisah ketika merasa punya dosa sama Allah buat saya mah bagus. artinya masih punya rasa takut. begitu pula dengan gelisah karena ras malu.
yang bahaya yang ngga gelisah. jangan2 bukan manusia : p

Silahkan login untuk memberikan pendapat