Masih Memilih Partai & Caleg Yang Berpoligami? 44

Senin, 30 Mar '09 21:45

Setelah Komnas Perempuan melaporkan 154 perda yang diskriminatif terhadap perempuan, kini Solidaritas Perempuan Indonesia mengumumkan juga hasil temuan caleg dan politisi parpol yang merupakan pelaku dan pendukung poligami.

Praktek poligami dianggap sebagai praktek yang merendahkan martabat perempuan dan politisi yang masih melakukan praktek ini dapat dituding tidak menghormati hak wanita, apalagi ketika wanita tersebut kemudian juga sama-sama duduk di DPR atau di kursi pemerintahan lainnya.

11 nama politisi dan partainya yang merupakan pelaku dan pendukung poligami adalah sebagai berikut:

PARTAI PERSATUAN PEMBANGUNAN

1. Akhmad Muqowam dari PPP (Ketua DPD PPP dan Ketua Komisi V), status pelaku poligami.

2. Endin J Soefihara (caleg DPR RI Jabar no urut 1), status pendukung poligami karena pernyataannya di Kontan 1 Maret 2003, "masa poligami kekerasan, perempuan senang kok dijadikan istri kedua, hahaha..."

3. H Syahrizal D dari FPPP (caleg DPR RI Dapil Riau I no 6 dan Ketua FPPP DPRD Riau), status pelaku poligami.

4. Usamah Muhammad Al Hadar FPPP (anggota Komisi I DPR, caleg no 1 DPR RI dapil 2 Jatim) - Dalam sebuah pertemuan dengan Komnas Perempuan Usamah menyatakan, "poligami bukan hal yang negatif. Saya setuju poligami". Usamah menambahkan, jumlah wanita di Indonesia sekarang lebih banyak dari jumlah pria. "Kalau satu pria kawin satu, ada yang nggak kebagian."


PARTAI KEADILAN SEJAHTERA

5. Dr H Daud Rasyid MA (caleg PKS untuk DPR RI dapil Sumut III no 2), status pendukung poligami karena menjadi pembicara utama dalam penganugerahan Poligami Awards di Hotel Aryaduta 24 Juli 2003.

6. Didin Amaruddin (Wakil Bendahara Umum DPP PKS), status pelaku poligami.

7. Tifatul Sembiring (Presiden PKS, caleg DPR RI dapil Sumut I), pelaku poligami.

8. Anis Matta (Sekjen PKS, caleg DPR dapil Sulsel I), pelaku poligami.

9. Zulikifliemansyah (Waka FPKS caleg DPR RI dapil Banten), pelaku poligami.


PARTAI KEBANGKITAN BANGSA

10. Effendi Choirie (caleg PKB), pendukung poligami karena menolak revisi PP No 45 tahun 1990, revisi PP No 10 tahun 1983 tenyang izin perkwainan dan perceraian bagi PNS.

PARTAI AMANAT NASIONAL

11. AM Fatwa dari PAN (Wakil Ketua MPR, calon anggota DPD Jakarta), pelaku poligami.


Tag: caleg, partai, poligami

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Media Terkait:

    Siapa saja yang merating artikel ini:

    Komentar:

    AndyMSE 0 0
    saya pelaku poligami... tapi ndak masalah, apalagi saya bukan caleg : D
    nicowijaya 0 0
    terlalu berlebihan jika praktek poligami dianggap merendahkan martabat perempuan. bagaimana dengan TTS ato BBC?
    sofiakartika 0 0
    praktek poligami memicu kekerasan terhadap perempuan dan anak. tidak akan memilih caleg yang berpoligami. saya berharap ada temu blogger dengan PKS : D , mau tanya soal poligami dan komitmen terhadap isu kependudukan ples kesehatan reproduksi.
    Upik 0 0
    Poligami yach??? Memangnya ada yang salah terdapat para petinggi partai yang menjadi palku poligami?? ..... (doh)
    hamatamu 0 0
    nicowijaya

    Apa itu TTS dan BBC? Apa status hukumnya jika dibandingkan dengan pernikahan?
    andyanto 0 0
    saya tidak mendukung caleg yang selingkuh dan main perempuan.
    pejabat yang selingkuh saja dimaafkan, kenapa yang poligami justru dipertanyakan?
    selingkuh lebih merendahkan martabat perempuan...
    hamatamu 0 0
    upik;

    Benar bahwa poligami masih lebih mendingan daripada melakukan zina. Tapi tetap saja, kedua hal itu sama-sama mengindikasikan ketidakmampuan seorang laki-laki untuk mengendalikan nafsu mereka. Caleg yang tidak bisa menahan nafsunya soal wanita kemungkinan besar juga tidak memiliki kemampuan untuk menahan diri soal tahta dan harta dalam hidup mereka ...

    Kalau saya tidak salah tanggap dan rangkum dari yang saya baca - baca, tujuan "mulia" dari poligami (pada kondisi & waktu itu) adalah;

    * perempuan yang dinikahi adalah perempuan yang sulit mendapatkan suami DAN istri pertama mengijinkan
    * istri pertama dalam keadaan sakit DAN meminta suami menikah lagi
    * Negara dalam keadaan berperang, dan menikah lagi adalah langkah politik untuk masa itu

    Nah berapa banyak yang berpoligami dengan kondisi diatas? Saya memang tidak punya dan tidak bisa membuktikan tapi istri kedua caleg tersebut pasti lebih yahud daripada istri pertamanya : p

    Tolong, sebelum lebih jauh dimaknai isu poligami adalah isu sosial, bukan isu agama! Karena pembelaan pelaku dan pendukung poligami acapkali menggunakan dalil agama
    asep1974 0 0
    baik poligami maupun zina sama buruknya: sama2 merendahkan martabat perempuan
    hamatamu 0 0
    waduh ga bisa klik edit ya, seharusnya di komentar saya di atas diawali dengan kata "TIDAK"

    Maaf : D
    heriyadi 0 0
    Ngga setuju sama yang poligami, gua satu aja ngga dapat2 malah ada yang ngambil dua-tiga huahahaha j/k.

    Beneran tapi ngga setuju sama yang poligami, tapi kalo mau adil mestinya yang selingkuh yang korupsi diumumin juga, kalo kaya gini kesannya memang cuma menyasar partai tertentu.
    hamatamu 0 0
    heriyadi

    Kalau Solidaritas Perempuan Indonesia ngomong masalah korupsi apa ya 'nggenah mas?
    'Ndak didarani menyaingi kiprah KPK nanti : D
    heriyadi 0 0
    hamatamu

    Ngga mesti Solidaritas Perempuan yang ngumumin : D
    Maksudnya memang mesti lebih banyak yang memperhatikan dan kalo perlu memberikan rekomendasi caleg mana sih yang bagus, mana yang jelek ngga cuma sejumlah nama tidak jelas apa kemampuan dan prestasinya di kertas suara.

    Ada yang sudah melakukan itu sayang masih sebatas caleg daerah Jadetabek (di kaskus)
    hamatamu 0 0
    heriyadi

    oh yang ini ya; http://litsuscale…rdpress.com/
    ya sayang sih yg ini baru sebatas jakarta dan sekitarnya

    Tapi disini kan konteksnya masalah "Caleg poligami & Perempuan" to pak lik : D
    hersamin 0 0
    Sayang yah PP10 sudah nggak ada, kalau ada mungkin caleg yang jago berkelit ttg poligami kena aturan ini.
    heriyadi 0 0
    hamatamu

    Iya deh ngaku salah hehehe ok deh Solidaritas perempuan ayo umumkan semua caleg yang Poligami, selingkuh, tidak setia, melakukan KDRT yah pokoknya semua merendahkan perempuan (baik dari ucapan atau perbuatan)
    dragz 0 0
    umumkan juga caleg yang tidak berkualitas dong..
    cm4nk 0 0
    Nafsu syahwat begitu gampang disembunyikan di belakang kata2 "menjalankan perintah agama" ck..ck..
    yusro 0 0
    Setelah diumumin, trus ngapain? Pelaku poligami kan punya hak politik yang sama dengan yang monogami. Jadi biarkan saja mereka nyaleg.

    Soal dipilih atau tidak, itu hal yang berbeda. Nah di sini Komnas Perempuan, berhak juga untuk berkampanye kepada mayarakat untuk tidak meilih caleg yang poligami.
    missmaharrani 0 0
    Setubuh.
    Tapi sebagai perempuan aku bicara
    Istri satu aja udah repot pastinya..
    Jadi kenapa harus punya lebih dari satu?
    Hidup kok dibikin susah
    Laki-laki oh laki-laki..!
    jafis 0 0
    menunggu postingan enda tentang golkar... heheheheh..

    Sumiharjo 0 0
    Bapak-bapak dan Ibu-ibu boleh saja tidak poligami, tapi jangan ditentang dong. Menahan hasrat poligami itu tak semudah yang dipikirkan oleh bapak2 muda disini, rasanya seperti menahan untuk tidak pacaran ketika muda dulu(ABG). Coba lah bapak-bapak disini tua dulu, hidup berkecukupan dan rasakan bagaimana menggeloranya hasrat ingin mempunyai pasangan hidup lain. Saya tunggu curhat bapak-bapak muda disini 10-15 tahun lagi.
    Ibu-ibu juga tidak usah mati-matian membela perempuan lain yang memang rela di poligami dengan alasan yang beragam. Ibarat menahan orang yang ingin masuk surga dengan jalan memperjuangkan jiwa raganya, tak akan bisa bu, sekalipun mereka terluka tapi mereka rela.
    Rane 0 0
    lha.. susah ini.. wong pendiri negara kita juga poligamis hehe..
    Herman Saksono 0 0
    Negara harus melindungi warganya yang ingin berpoligami, dengan asumsi ketiga belah pihak sepakat dan sadar untuk membangun rumahtangga poligamis.

    Tetapi bagaimanapun juga laporan ini tidak dapat diabaikan begitu saja. Dari keputusan berpoligami, sebetulnya masyarakat bisa menentukan value yang dipegang si caleg dan juga bisa memprediksi legislasi apa yang akan diperjuangkan.

    Jadi kita tidak perlu mendismiss laporan ini, apalagi menuduh macam-macam seperti orang kebakaran jenggot. Karena ini adalah data yang berguna untuk pemilih.
    Lemink 0 0
    Bung Enda ingin menyaingi pernyataan tifatul waktu kampanye kemaren "Jangan sampai Caleg tukang korupsi dan tukang selingkuh terpilih lagi" : p. Menurut saya tidak ada yang salah dengan poligami dengan cara yang benar.
    Ndoro Kakung 0 0
    aku jadi penasaran, ingin tahu bagaimana rekam jejak keputusan/suara mereka selama ini ketika di rapat-rapat pembahasan undang-undang yang berkaitan dengan perempuan?
    cm4nk 0 0
    @Sumiharjo
    Paragraf pertama itu rasanya alasan yang paling jujur untuk poligami : ) ,jadi tidak perlu membawa2 surga ataupun agama untuk poligami kan? ironis..
    @Ndoro
    Mereka tidur ketika itu dibahas ndoro. : D
    Sumiharjo 0 0
    cm4nk
    Alasan itu perlu pak, karena yang saya kemukakan hanya potensi seseorang untuk mempunyai pasangan hidup lebih dari satu. Sebab setelah hasrat itu muncul ada bermacam penyelesaian, menikah secara resmi untuk kedua-kalinya, berselingkuh, one night stand atau banyak juga yang mampu selamat tetap dengan seorang istri makanya saya tunggu akankah anda para lelaki merasakan gejolak ini atau tidak, dan yang mengalaminya akan mengambil jalan apa?. Selama semua pihak merasakan kebahagiaan(yang memang tidak dilarang oleh agama),dan juga tidak melanggar hak orang lain untuk ikut bahagia.
    aramichi 0 0
    Saya jadi bertanya tanya kenapa poligami yang ditembak apakah ada kaitannya antara poligami dengan performance caleg? saya lebih setuju kalau rekam jejaknya yang dilihat bagaimana program2nya, aktivitasnya kalau perlu diumumkan saja caleg2 yang ketika di DPR suka bolos, mangkir dari sidang.
    Harrie 0 0
    bisa gak adil sama istri??? kalo ga bisa, gmna mau adil sama rakyat....
    babyloniamaria 0 0
    poligami itu selingkuhan yang jadi isteri...yang memicu penganiayaan terhadap istri sah/istri pertama...
    arsyani 0 0
    setuju dengan Hermansaksono...
    Erbe 0 0
    Setuju dengan Arsyani yang setuju dengan Hermansaksono. Poligami itu urusan masing-masing individu, nggak perlu terlalu jauh disangkut pautkan dengan masalah lain dalam berpolitik. Toh yang istrinya satu juga masih bisa mbelgedes kan waktu jadi pimpinan. Kembali lagi ke Pribadi masing-masing. Hal yang seperti ini cukup jadi pembelajaran untuk masyarakat.
    Bukan berarti yang poligami nggak mampu memimpin. Siapa tau dia bisa adil dalam memimpin ke-4 istrinya. Kalau dia bisa adil sama ke-4 istrinya masa nggak mampu adil sama rakyatnya.
    Intinya jangan menjustisi hanya dari hal-hal seperti ini. Nanti kalo terlalu menjelek-jelekan malah disangka Black Campaign lho. Apalagi kalo udah sebut merek. Hehehe...
    guawijaya 0 0
    agak kontradiktif dengan permainan komposisi wakil perempuan yang dikaitkan dengan jumlah populasi perempuan yang lebih banyak dibanding lelaki.
    Jika mau sebangun, maka poligami harus diperjuangkan oleh para perempuan, karena jumlah perempuan lebih banyak dari pada lelaki.
    Ketika perempuan berusaha utk memperjuangkan anti poligami, secara tidak sadar mereka mengamini pilihan melajang seumur hidup adalah perbuatan yang halal dilakukan.
    Untuk lelaki, jika ingin poligami, benar2 bukan karena tuntutan nafsu semata, tetapi lebih kepada sifat dari poligami yang merupakan salah satu saluran distribusi nafkah bagi mereka yang memerlukan.
    novi 0 0
    kekritisan yang dikritis-kritisi. gebyah uyah soal poligami. poligami bisa baik bisa buruk. dan aku anggap ini rahasia illahi.
    Red-White Porridge 0 0
    nggak penting, jawabannya di VALUE/ Nilai ... Nilai setiap orang kan berbeda... Ranah pribadi yang sangat pribadi...
    Pedy 0 0
    poligami nggak usah dirisaukan, perzinahan legal (lokalisasi) itu yang harus dihabisi!
    hamatamu 0 0
    Ndoro Kakung

    Mbah ndoro, saya juga setuju dengan pendapat anda. Bagaimana rekam jejak keputusan/suara mereka selama ini ketika di rapat-rapat pembahasan undang-undang yang berkaitan dengan perempuan?

    Hal itu juga sangat wajar dirisaukan.
    Sri Kirana 0 0
    Ini berpulang ke masing2 pribadi, tetapi caleg yang mendukung poligami dengan alasan "perempuan senang dijadikan istri kedua" itu tidak pantas dipilih menurut saya. Perempuan, bagaimanapun keadaannya, menurut saya tidak ada yang suka apabila dimadu. Saya tidak berkeberatan apabila poligami dilakukan untuk maksud sosial, yaitu menjamin kesejahteraan perempuan tersebut, bukannya untuk memuaskan nafsu syahwat saja.
    FYI, agama saya melarang yang namanya poligami : p
    Taufan 0 0
    Cari Masalah, Nggak Penting.... Yang bikin List KURANG KERJAAN.

    Kalau KOMNAS PEREMPUAN, SOLIDARITAS PEREMPUAN, mau nggak membela wanita yang dikekang kebebasannya memakai Jilbab ditempat kerja?

    KOMNAS PEREMPUAN, SOLIDARITAS PEREMPUAN pernah bikin daftar institusi yang melarang penggunaan jilbab?

    Kalau sampai bikin 2 Jempol Tangan plus 2 Jempol Kaki deh buat yang ngaku-ngaku pembela perempuan.....


    rampok 0 0
    soal poligami atau nggak itu terserah para caleg lah, yang pasti terserah pemilih mau milih mereka atau nggak.

    Sesuai dengan Herman Saksono ini jadi data aja buat kita sebagai bahan pertimbangan ; )
    Xaliber von Reginhild 0 0
    Saya bukan pendukung poligami (dan tidak setuju dengan itu), tapi rasanya ndak ada hubungannya dengan masalah politik. : D

    Yaah, para pelaku poligami juga masih punya hak politik yang sama kok dengan monogamis. Setuju dengan mas Herman Saksono.
    Krisnaji 0 0
    Bahkan nabi marah besar ketika mendengar putri beliau, Fatimah, akan dipoligami Ali bin Abi Thalib. Nabi pun langsung masuk ke masjid, naik mimbar dan berkhutbah di depan banyak orang, “Beberapa keluarga Bani Hasyim bin al-Mughirah meminta izin kepadaku untuk mengawinkan putri mereka dengan Ali bin Abi Thalib,” sabda Nabi, “innî lâ ‘âdzan, (saya tidak akan izinkan), tsumma lâ ‘âdzan (sama sekali, saya tidak akan izinkan), tsumma lâ âdzan illâ an ahabba ‘ibn Abî Thâlib an yuthalliq ‘ibnatî, (sama sekali, saya tidak akan izinkan, kecuali bila anak Abi Thalib (Ali) menceraikan anakku dahulu).”

    Lalu nabi melanjutkan, “Fâthimah bidh‘atun minnî, yurîbunî mâ ‘arâbahâ wa yu’dzînî mâ ‘adzâhâ, Fatimah adalah bagian dari diriku; apa yang meresahkan dia, akan meresahkan diriku, dan apa yang menyakiti hatinya, akan menyakiti hatiku juga.” (Jâmi’ al-Ushûl, juz XII, 162, nomor hadis: 9026).

    Dari kutipan tersebut dapat dilihat betapa sakitnya hati Muhammad ketika mendengar bahwa putrinya akan dipoligami oleh suaminya. Perasaan sakit yang teramat dalam tersebut diutarakan oleh nabi dengan mengatakan bahwa apabila Fatimah sakit hatinya maka hati nabi pun akan menjadi terluka
    LCFR 0 0
    [ http://www.youtub…=iePya7qm22k ]

    Because someone have to post that song.

    @erbe diem!

    *lagi sakit, males komen panjang-panjang*
    Atrix 0 0
    see .. even our prophet Muhammad feel pity to these poligamy thing ..

    Silahkan login untuk memberikan pendapat