Kekuasaan untuk yang layak - BUKAN untuk yang menginginkannya 6
Rabu, 1 Apr '09 12:43, dibaca 79 kali
Sejak beberapa tahun yang lalu saya bingung dengan sistim "demokrasi" yang banyak di implementasikan di berbagai negara.
Ada banyak cara untuk mengimplementasikan demokrasi. Tapi, kenapa implementasi yang banyak dilakukan adalah yang :
(1) Mendorong mereka yang ingin, bukan yang layak
(2) Memerlukan biaya besar : untuk kampanye, promosi, dst. Bagaimana dengan orang miskin namun sebetulnya bijak & layak untuk memimpin ?
(3) Mendorong loyalitas kepada partai : bukan kepada rakyat
Ini adalah masalah-masalah yang sangat mendasar - dan fatal.
Selama ini belum diperbaiki, maka saya kira akan sangat sulit untuk bisa mendapatkan pemimpin yang bagus untuk negara ini.
Bagaimana pendapat Anda ?
Tag: sistimdemokrasi demokrasi
Siapa saja yang merating artikel ini:
-
babyloniamaria: Menarik
-
Sri Kirana: Menarik
-
AndyMSE: Menarik
-
Riyono: Menarik
-
gunawanrudy: Menarik
-
didinu: Bagus
-
Ipam: Penting
-
Tazlucu: Inspiratif
Komentar:
Saya sependapat dengan Mr.Smith, kadang yang layak justru tidak ingin memimpin, karena takut saat memimpin justru melakukan yang sebaliknya. Atau karena yang layak justru tidak menonjolkan dirinya sendiri.
*jadi ingat Mistari
**yang layak seringkali ditendang oleh yang ingin...
Tidak adanya alat kontrol terhadap rekam jejak dan rekam resources sang elit membuat dia dapat mulus mewujudkan "mimpi"-nya..
Padahal kalau melihat kondisi RI, saya yakin hanya dua jenis manusia yang mau mencalonkan: "orang gila" dan wannabe yang sama sekali tidak mengerti dan tidak mau tahu akan tanggung jawab moral memimpin negeri ini.
Itulah sampai sekarang saya masih bingung, kok mau mencalonkan diri, apa gak takut disumpahi rakyat dan "termakan" sumpah jabatan?
Silahkan login untuk memberikan pendapat