O, Sultan 2

Kamis, 2 Apr '09 18:31

Pesona kekuasaan (tahta) sepertinya memang hanya dapat diimbangi oleh pesona perempuan (wanita) dan pesona kekayaan (harta).

Sultan Jogja, Hamengku Buwono X, terkesan begitu bernafsu untuk maju jadi Presiden RI berikutnya. Ada apa?

Sekadar kilas balik, begitu Indonesia Merdeka, Sultan Hamengku Buwono IX langsung memutuskan untuk bergabung dengan Indonesia. Sebuah pilihan yang bijak dan selangkah lebih maju dibanding dengan Raja-raja Nusantara lainnya. Buktinya hingga kini Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat lebih mendapat tempat dibanding dengan kerajaan-kerajaan lain itu.

Dimasa Soeharto, Sultan HB IX juga hanya mau menjadi Wkail Presiden 1 X saja. Dan konon, beliau tidak menetapkan penggantinya atawa penerusnya. Namun, akhirnya kita tahu masih ada Sultan HB X.

Dan kini akan "bertempur" pada Pemilihan Presiden mendatang. Sekali lagi ada apa?

Aku menemukan beberapa artikel menarik, satu di WIKIPEDIA dan satu lagi di blog MASAD MASRUR.

Perpecahan dan Perebutan Kekuasaan??? Bener sodara!

Belajar dari sejarah, Jogya adalah pecahan dari Kerajaan Mataram yang kini telah menjadi 4 (empat) yaitu:

  1. Kasunanan Kartasura;Amangkurat (1680 - 1742)
  2. Kasunanan Surakarta; Paku Buwono (1745 - Kini)
  3. Kasunanan Mangkunagaran; Mangku Nagara (1757 - Kini), dan
  4. Kasultanan Yogyakarta; Hamengku Bowono (1755 - Kini)
  5. Kadipaten Paku Alaman; Paku Alam (1813 -Kini)

Mataram, sebuah Kerajaan yang hebat dan tangguh itu akhirnya hancur dari dalam oleh perbutan kekuasaan. Dan, di Surakarta saat ini masih belum jelas siapa pelanjut tahta, karena masih terjadi perebutan antara Pangeran Ngabehi dan Pangeran Tejowulan.

Terus terang, aku ragu bila Sultan jadi Presiden RI malah justeru mengembalikan tradisi "Perbeutan Kekuasaan" itu kembali.

Jadi alangkah baiknya beliau menjadi Negarawan saja.

Dan, mungkin yang terjadi saat ini adalah karena "dosa warisan" dimana Sultan HB X dirasuki arwah leluhurnya dan mungkin juga dapat bisikan dari Laut Kidul, lalu kemudian "bernafsu" untuk mendapatkan kekuasaan yang lebih besar dari sekadar Yogyakarta.

Seterusnya?

Entahlah...!

Itu saja...!

 


Tag: Pilpres, Sultan HB X, Ngotot, Maju, Terus

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Media Terkait:

    Siapa saja yang merating artikel ini:

    Komentar:

    heriyadi 0 0
    Buat saya siapa pun yang mampu silahkan mengajukan diri jadi Presiden.

    Pertanyaan besarnya apakah Sultan mampu? Saya pernah sekali hadir dalam diskusi ketika beliau menjadi pembicara dan jujur saya saya jauh dari menarik, calon-calon presiden lain jauh lebih menarik dan memiliki kemampuan menurut saya.

    guawijaya 0 0
    paradox boleh kok, demikian juga mencalonkan diri jadi presiden....

    Tinggal masalah kredibilitas dan acceptabilitas saja, konstituen jua lah yang JUARA.

    Silahkan login untuk memberikan pendapat