Kampanye Dalam Blek! 26

Minggu, 5 Apr '09 21:23

Black Campaign! Hallah! terlalu mudah untuk ditebak apa reaksi PDI Perjuangan terhadap 'gerakan' Say No To Megawati di Facebook yang saat artikel ini ditulis sudah memecahkan angka 50 ribu pendukung. Bahkan ada facebookers yang menghitung kecepatan pertambahan anggota yang menurut dia mencapai lebih dari 30 orang per menit.  

"..ini termasuk black campaign, sekalipun ia mengaku belum melihat sendiri group itu di facebook," kata Aria Bima, caleg PDI Perjuangan seperti yang dikutip dari Kompas Cybermedia. Lha wong lihat saja belum sudah berani komentar.

Pernyataan ini semakin mempertegas betapa masih perlunya banyak politisi kita ikut "Kejar Paket i"  untuk mengejar ketertinggalan mereka terhadap fenomena jejaring sosial di internet yang kini semakin ramai. Soalnya selama ini mereka kelihatannya lebih banyak kampanye dalam blek (kaleng). Suaranya nyaring tapi hanya tidak mengkikuti perkembangan yang terjadi di luar.

Kalau saya orang PDI Perjuangan, ketimbang misah-misuh, saya akan pelajari seksama fenomena ini.

Bayangkan saja, 50.000 lebih pendukung hanya dalam waktu beberapa hari saja. Bandingkan dengan halaman facebooknya Prabowo Subianto yang menurut saya termasuk hebat dalam memanfaatkan media jejaring sosial ini dan sudah dibentuk jauh sebelumnya. Pendukungnya belum sampai 30.000 saat artikel ini ditulis. Bandingkan pula dengan halaman facebooknya Ibu Megawati Sukarnoputri sendiri yang boro-boro menembus 10.000, setengahnya saja belum.

Selamat datang di era web 2.0 para politisi Indonesia! Sebuah era dimana kita bisa dengan jelas dan mudah melihat gambaran sikap politik orang Indonesia. Memang cuma gambaran karena bagaimanapun tidak bisa mewakili sepenuhnya lebih 170 juta orang pemilih Indonesia. Tapi 50.000 itu harusnya sudah cukup bisa bicara secara statistik dong.

Karena itu saya heran melihat tanggapan salah satu bos Lembaga Survei Indonesia di Kompas terhadap fenomena ini. Seharusnya lembaga-lembaga survei itu bisa memberikan tanggapan yang lebih cerdas ketimbang sekedar membandingkannya dengan jumlah pengakses internet Amerika atau dengan mudah bilang tidak relevan karena pengakses internet Indonesia baru 15 persen. Tapi lihat dong profile pengguna internet di Indonesia. Siapa mereka, apa latar pendidikan mereka, demografi mereka dan seterusnya. Banyak data menarik bisa didapat disini untuk menunjang survei berbiaya mahal lembaga-lembaga itu..

Bisa jadi halaman facebook ini dibuat oleh orang iseng, atau oleh pembenci Megawati, atau partai saingannya PDI Perjuangan, atau mungkin oleh orang PDI Perjuangan sendiri. Tapi kenyataannya, ketika sarana itu dibuat, ada yang menanggapi mulai dari sekedar main-main hingga serius dan jumlah serta kecepatan pertambahan mereka tidak main-main. Tidakkah itu mengatakan sesuatu?

Buat saya sih itu mengatakan bahwa para politisi ini memang benar-benar masih asik kampanye dalam blek dan dengan mudah menuding orang lain melakukan black campaign! Katanya PDI Perjuangan terinspirasi oleh Obama? Ini bukan saya yang bilang lho. Ini kata Pramono Anung !

Menurut anda?


Tag: pemilu 2009, megawati

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Terkait:

Media Terkait:

    Siapa saja yang merating artikel ini:

    Komentar:

    Ipam 0 0
    Mungkin ngga "kejar pake i"-nya dikejar dalam waktu 4-5 bulan ke depan? Paling tidak tim sukses para capres lebih dululah sasarannya..
    Red-White Porridge 0 0
    Huahahaha.... belum liat udah berani komen ...
    terlihatlah kecerdasannya... keciiiiiil....
    Mas Paman 0 0
    "Kejar Paket i". Layak dibikin kaos ini! : D
    Rane 0 0
    @ipam: gak mungkin lah.. biar ada waktu juga nggak mungkin. Mereka kan maunya serba instan hehe
    @donny: jadiin novel don..
    @mas paman: aku pesen dari sekarang kaosnya.. tolong diantar ke jatimakmur : D

    Dari tadi bolak balik ke facebook say no to mega.. ketawa2 sendiri baca komennya. mulai dari yang serius sampai yang ngiklan tukang pijit dan dompet hehehe.. ediaaan kabeeehhh
    Sri Kirana 0 0
    Ada yang iklan jualan cimeng pak Rane : D
    Sekarang sudah tembus 55.000 pendukung...
    Sudah masuk TV segala katanya...
    Heboh ini facebook gara2 pemilu, hahahaha : D
    asep1974 0 0
    @Shouen kebalik: heboh ini pemilu gara2 facebook, hehehe... dalam 3 hari dah tembus 55.555 gejala apa nih?
    kang tutur 0 0
    Setuju dengan kejar paket-i
    kang tutur 0 0
    i is for imut : D

    *kedap-kedip ke Sri Kirana : p
    pico 0 0
    Kalau Megawati pinter, Aria Bima segera diumpetin kemudian ia sendiri mengundurkan diri dari bursa capres agar black campaigner mengincar target lainnya.
    Kalau Aria Bima pinter, ia tidak mendukung pencalonan Megawati sebagai presiden dan mungkin join "say no.." kemudian secara strategis membangun PDIP menjadi partai yang lebih modern dan tangguh pasca Megawati..
    kang tutur 0 0
    Aku berpikir kalau gerakan ini didukung dengan "kesadaran penuh" tentu bagus buat pembelajaran Politik ke depan.
    Namun, jujur saja setelah monitor ke halaman itu, emang telah blunder.
    DAN BANYAK YANG LATAH...
    ....
    ....
    *e... copot, e comot, e condor... e e e...! : D
    Dony Alfan 0 0
    Ada juga 'say yes to megawati', tapi respon di dalamnya juga miring2, haha, lucu!
    Ipam 0 0
    kangtutur : bener, komentar2-nya jadi emosional begitu.
    mungkin tidak tim sukses mega-pdip membalikkan keadaan tsb sebagai usaha menzalimi mereka? lumayan kan bisa meningkatkan simpati...ah sudahlah, basi yang beginian...
    sawung 0 0
    group fb say no nya terlalu kasar.
    parah banget isinya.
    saya ga suka megawati tapi kalo udah menghina-hina kayak begitu keterlaluan.
    syaifuddin 0 0
    pdip itu partai yang (ngakunya) besar tapi sebenarnya masih tradisional. saya ingat ada seorang kadernya mengatakan internet buat mereka tidak prioritas karena 'rakyat' pdip banyak yang belum melek internet. hah? hari gini ngomong kek gitu... bener2 di dalam Blek, bangga pada kebesaran semu, padahal diluaran sana dinamika suara mengenai partai ini begitu kencangnya.
    doeljoni 0 0
    konsekuensi dari lulus kejar paket i adalah transparansi yang luar biasa ..
    emang mereka siap ? : D
    mpokb 0 0
    Kenapa ya sy nangkap kesan bhw akses internet selalu dikaitkan dgn kepemilikan komputer? Apa gak tahu kalo sekarang jaman m-internet? Pake hp jg bisa nimbrung..
    Catshade 0 0
    mpokb: dan warnet tentu saja : D
    mpokb 0 0
    Kenapa ya sy nangkap kesan bhw akses internet selalu dikaitkan dgn kepemilikan komputer? Apa gak tahu kalo sekarang jaman m-internet? Pake hp jg bisa nimbrung..
    doeljoni 0 0
    mpokb : ya jelas .... : proyek ! apalagi .. : p
    BapaJali 0 0
    emang ada kampanye di Indonesia yang nggak pake BLEK...?
    dheeneei 0 0
    30 orang pemenit merupakan angka yang fantastisss ... kalo para politisi cuma anggap remeh jejaring sosial woww lumayan katrok nich... sama aja gak mau tau dunia lain. dan emang harus kayaknya semua politisi ikuti program "Kejar Paket i"biar gak pada katrok...
    jafis 0 0
    BLEk.. jd ingatin id seseorang...wekekekekek
    mutahar 0 0
    Saya rasa mengenai facebook group "say no to megawati" belum tentu Black Campaign. kenapa? karena Black Campaign itu hanya jika dilakukan oleh peserta pemilu dan pesaingnya, tapi kalau group itu dibuat oleh masyarakat sipil yang sudah bosan dan cerdas dalam melihat situasi politik apakah dianggap Black Campaign juga. I dont think so...
    Ipam 0 0
    belum kejawab pertanyaan BapaJali ya?

    *kukur-kukur kepala*
    suleatun 0 0
    hmmm kejar paket i ??? peluang bisnis baru tuh ... ngajarin para politikus lokal soal how to facebook, twitter, plurking dsb dsb he he he he
    Sri Kirana 0 0
    kang tutur : hahahahaha : ))

    Memang banyak yg latah, tetapi ada satu poster yang menyebalkan juga, ada yang kampanye PKS segala. Mau numpang terkenal kali...

    Selatah-latahnya mereka, saya selalu tertawa saat melihat ada yang menggunakan account Megawati untuk membalas postingan para poster...

    Salah satunya, saya copy di sini :
    Megawati Sukarno Putri Awas ya kalo saya menang!!!!!!!!

    saya ngakak baca komentarnya... : ))

    Silahkan login untuk memberikan pendapat