antara NAOMI dan LSI 9

Selasa, 7 Apr '09 00:39

 

tadi pagi, anak magang lari-lari cari recorder. dia berhenti sebentar di meja saya, dan pinjam telepon. "jam berapa bisa ketemu. saya mau wawancara dulu?"

enggak berapa lama dia nutup telepon. saya cuma pengen basa basi, "nelpon siapa?"

"Fitri."

"Siapa?"

"tantenya peramal cilik. nanti siang peramal ciliknya datang ke acara PNBK, mau ketemu Eros Djarot."

Dia enggak menjelaskan panjang lebar. hanya bercerita, salah seorang asred memerintahkan ia meliput si peramal cilik.

"Namanya Naomi," katanya sebelum benar-benar berlalu dari mejaku.

Otak cepat bekerja. Naomi, peramal? yang mana ya? Kalau pembaca tarot, huehuehueh.. daftar nama tarot reader mulai dari grand master sampe tarot reader yang asik sebagai motivator, sudah saya kuasai. beserta dimana mereka berpraktek. bahkan saya bisa memilah, kalau hati sedang senang pergi ke tarot reader yang mana, dan mana tarot reader yang cuma buat senang-senang tebak gambar kartu tarot. (saking ngaconya dia baca tarot:p) 

Tapi Naomi? Peramal cilik? Hm.. yang suka manggkal di Kafe Galeri itu kah? TIM?

Searching sebentar di Google, ternyata benar. Naomi yang itu.

Saya jadi curious dengan beritanya. Apa yang mau dia buat.

Pemilu 2009 ini kacau, seperti kejadian 1998 dulu. Banyak rusuh. 

Hm? Astaga.. terawangan yang gini ini mau jadi bahan bakal dipublish?

Sebetulnya saya tahu siapa yang akan jadi Presiden. tapi saya enggak mau mendului. Pokoknya orangnya gagah dan baik

Hm..

Saat bertemu dengan asred yang beraninya nyuruh anak magang buat liputan begitu, saya bilang. "Sebetulnya mau buat apa sih? Apa betul tugasnya gitu? Atau mau ambil aspek lain? Seperti misalnya fenomena Ponari dan sistem kesehatan masyarakat yang mahal itu? Jadi mau dibuat Naomi dan kejenuhan terhadap ekspektasi lembaga survei karena dianggap tidak independen, begitu?"

Ajaibnya, dia bilang, "Ramalan dia buat Situ Gintung, bener loh,"

DUER! GUBRAK!

saat penentuan berita, dia pun menyebutkan kata sakti ,"Itu harus publish. Disuruh ama bang (tidak bisa disebutkan namanya). Yah liat dulu lah beritanya,   kan bisa diambil aspek politiknya. Kan dia bilang pemilu bakal rusuh atau gimana calon presidennya."

cleguk.

Tapi terawangan di mata politikus memang masih favorit.Tukang ramal laku loh di petinggi partai. Pembaca tarot level master yang saya kenal itu juga berteman dengan petinggi negeri yang doyan dibaca nasib lewat selembar kartu.

Cuma gag nyangka ajah, kalo koran tempat saya kerja (walo masih memiliki halaman tarot astrologi tiap hari minggu)  bisa juga jadi media ramalan naomi ... hiks.

curhat mode on.

 


Tag: lsi, lembaga survey, naomi, prediksi, estimasi

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Terkait:

Media Terkait:

    Siapa saja yang merating artikel ini:

    Komentar:

    kang tutur 0 0
    +1 Asyik... : )
    almascatie 0 0
    lama-lama mahluk jejadian yang akan mimpin negeri ini
    Gagah Putra Arifianto 0 0
    waduh...kok banyak bener anak kecil sakti sih belakangan ini : (
    Ipam 0 0
    maunya rating bagus, tapi nda bisa dirubah sih ratingnya. Yang jelas dapat konfirmasi kalo wartawan dan redaksi koran juga manusia ... hihihi
    oiseeca 0 0
    @ipam: huahuahua.. bener. masih manusia, mas ipam.
    almascatie: lah DPT nya juga udah fiktif, je. Pemimpinnya "bukan dari alam nyata" xixix
    gagah: iya. tanya kenapa hayo....: D
    kang tutur: asyik...-dance-
    Yudiantoro 0 0
    +1 lucu buat oiseeca -7 mengerikan buat redakturnya : p
    kalangwan 0 0
    tarot di edisi minggu? media di kedoya kayaknya nih.

    kekeke....
    oiseeca 0 0
    xixixix.. ketauan deh kalangwan pembaca setia tarot.. xixixixi.... hari rabu dah ada naskahnya lo masuk email saya.. pan tarot reader sekarang mah udah pake program buat baca nasib :hammer:
    Google 0 0
    Lah masih ada

    Silahkan login untuk memberikan pendapat