Perjuangan Era Modern 2

Selasa, 7 Apr '09 19:41

Perjuangan para pahlawan kita dahulu tampaknya sudah sangat terlupakan. Pelajaran sejarah di sekolah-sekolah tiada lagi mempunyai makna, yang dihafal nama-nama dan tahun peristiwa kejadiannya hanya untuk mengisi lembar jawaban sola-soal ujian untuk mencari nilai yang bagus, di bangku kuliah nyaris tidak ada kita temuin mata kuliah sejarah perjuangan bangsa Indonesia kecuali di jurusan tertentu yang mereka memang berhubungan dengan sejarah.

Darah-darah perjuangan para pahlawan saat ini tampak terdiam di dinding-dinding museum dan lembaran-lembaran buku, yang hanya segelintir orang membacanya. Mari kita merenung sejenak bagaimana perjuangan mereka yang mengorbankan harta, nyawa, dan keluarganya demi tegaknya bendera merah putih.

Sekarang kita hidup dengan penuh kenikmatan dan kebebasan dari hasil perjuangan mereka. Saat ini kita hidup dengan penuh kenikmatan yang sangat luar biasa. Kita tidak dituntut oleh bangsa ini mengorbankan nyawa demi tegaknya sang merah putih karena ia telah berdiri tegak dan berkibar, tapi ide, kejujuran, sedikit harta, sedikit waktu, dan kebersamaan untuk memajukan bangsa yang sangat dibutuhkan saat ini.

Mari dimulai dari diri kita masing-masing untuk hidup jujur, sedikit berbagi buat mereka yang tidak mampu, melaksanakan tugas masing-masing penuh dengan ke ikhlasan dan tanggung jawab, tidak mementingkan diri pribadi dan golongan.

Jika bukan kita yang memajukan bangsa ini siapa lagi, jangan disiasiakan pengorbanan pahlawan terdahulu, ingat sedikit demi sedikit negara ini diatur oleh aturan negara lain, dari segi bahasa saja, bahasa Indonesai sudah tidak laku lagi buat mencari kerja.

Semoga hari esok menjadi lebih baik.

 

 

 


Tag: Pemilu, korupsi, media, daerah, nasional

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Terkait:

Media Terkait:

    Siapa saja yang merating artikel ini:

    Komentar:

    arsyad 0 0
    dulu ada idiom "Mengisi kemerdekaan dengan pembangunan" seakan-akan kemerdekaan adalah ruang hampa yg perlu diisi. Idiom yang masih dianut banyak orang hingga kini. Kita lupa dan tak peduli pada kemerdekaan dan bagaimana merebutnya lantaran idiom di atas yang meletakkan ekonomi sebagai panglima. Produk siapakah dia gerangan?
    Sitorus 0 0
    mudah-mudahan di Politikana ini rasa nasionalisme kita semua menjadi kuat

    Silahkan login untuk memberikan pendapat