Pengalaman Pemilu 20
Rabu, 8 Apr '09 23:22
Sebagai warga negara ketika sudah berumur 18 tahun telah memiliki hak untuk memilih dan dipilih. Pemilu yang pertama kuikuti adalah pada tahun 1987. Biasalah, karena faktor orang tua aku memilih Golkar,
Berikutnya adalah pada tahun 1992, saat menjadi mahasiswa. Berharap ada perubahan aku memilih PPP. Karena terdaftar di lingkungan kos-kosan di Kota Padang. Setelah itu aku pulang kampung, sekalian ngambil bekal bulanan. Sampai di rumah ternyata, pemilihan masih berlangsung. Rupanya, akupun masuh Daftar Pemilih Tetap (DPT) dan akupun tak menyia-nyiakan kesempatan ini. (maruk banget yaks?) Karena ada kerabat yang nyaleg dari PDI, jadilah aku nyumbang suara ke PDI.
Kemudian di tahun, 1997, di kos-kosan karyawan di Jakarta Timur, kalo gak salah akupun kembali memilih P3? Lupa soalnya?
Reformasi!!! Pemilu dipercepat! Tahun 1999, karena korban krisis, kena PHK, akupun pulkam. Di kampung ditawarkan menjadi Caleg PDI-P. Dengan catatan, prosedur intern telah ditetapkan bahwa yang bakal duduk adalah pemenang dengan perolehan, prosentase, tertinggi. Semi distrik, istilahnya, kalo gak salah.
Belum seperti saat ini, yang marak dengan baliho, poster dan spanduk. Cuman, waktu itu aku (ciee...) selangkah lebih majulah dibanding dengan caleg-caleg lainnya. Khususnya dalam hal "sadar media" promosi dan kampanye.
Aku pergi ke studio untuk berfoto, dengan pose mengangkat tangan dan jari membentuk lambang OK. Jempol dan telunjuk membentuk "O" 3 jari lainnya berdiri tegak. Dengan baju "merah". Dengan sedikit olahan, tempel-tempelan dan semboyan.
Lalu, aku pun bergerak menempel ke setiap tiang listrik, dinding-dinding lepau (baca: pajak / warung). Banyak orang terpana, heran, waktu itu. Hasilnya, sodara! Kelurahan, tempatku tinggal adalah basis P3 yang selalu hijau setiap masa Pemilu itu, akhirnya jadi Merah...!
Menurut, aturan akulah yang pantas dan patut menduduki 1 jatah kursi di DPRD II Payakumbuh. Dan aturan pun segera berubah. Trik trik mulai bergerilya, untuk menjegalku. Singkat cerita, akupun dikalahkan di internal partai pada tingkat Ranting dan Cabang. "Assyeeee....mmm!"
Dari situlah kesimpulan, bahwa sehebat apapun seeorang caleg, ternyata otoritas Partai lebih berkuasa. Menentukan, siapa dapat apa? Biasanya yang dekat dengan para petinggi partai, beruang dan pandai menjilat juga menyogok. Itulah yang dimenangkan. Lemah sekali posisi tawar kita sebagai caleg. Ternyata mereka hanya perlu "vote getter".
Belakangan, ku tahu yang menggantikan posisiku dengan cara tidak valid itu berurusan dengan HUKUM. Yah, begitu lah!
Selanjutnya, kagak usah dibahas dah...! Aku bergabung dengan Partai Putih...!
Yah, setidaknya aku telah mencoba menjalani hak dan kewajiban sebagai warga negara. Ikut memilih dan pernah dipilih...!
Sekarang...... Ooogah aaaaa!!!!!!!!!
Tag: Pemilu, caleg, partai, golput, memilih, Dipilih, Ogah, Putih
Terkait:
-
Ichlasul Amal: Golput itu Sudah Tidak Relevan!
Minggu, 5 Apr '09 12:09 -
Nasib Partai Bulan Bintang Tergantung Munas
Senin, 12 Okt '09 11:01 -
Sijahat Itu Bernama Kekuasaan
Kamis, 30 Apr '09 12:28
Media Terkait:
Siapa saja yang merating artikel ini:
-
GaraMata: Menarik
-
Upik: Bagus
-
ErwienSamantha: Menarik
-
Gagah Putra Arifianto: Menarik
-
asep1974: Bagus
-
opiniherry: Menarik
-
pico: Menarik
-
hamatamu: Menarik
-
Yudiantoro: Menarik
-
Knalpot Putih: Keren
-
Riyono: Menarik
-
Catshade: Menarik
-
Harrie: Menarik
-
AndyMSE: Menarik
-
Sri Kirana: Keren
-
krisnov: Penting
-
almascatie: Menarik
-
Mas Paman: Lucu
-
gunawanrudy: Lucu



KRMT Roy Suryo Notodiprojo, Anggota Komisi I DPR RI

Komentar:
Pantas sekarang suka melucu.
*nyari rating menyedihkan*
Misalnya semaraknya artis nyaleg, yang notabene meraka adalah bagian dari vote getter dari masing2 partai. Wahh jadi negastif thinking kalau mereka ada kontrak politik terselebung .. kalau suatu waktu para artis itu harus rela di recall misalnya ...?
Ada gak yahh caleg artis yang sudah gabung di politikana .. sapa tahu bisa konfirmasi ..
Saya usul, Tragedi. Plus ato minus, entah.
Ternyata kangtutur sejak dulu memang memilih di luar mainstream...
Pemilu Caleg saat ini berkesan hanya mengejar kuota prosentase suara untuk diperdagangkan kembali sebagai dukungan untuk para Capres.. Jadi wajar bila ada partai yang memanfaatkan calon presiden dari partai lain untuk menaikan popularitasnya..
Belum lagi kebingungan para pemilih yang tidak mengenali siapa yang harus dipilih, begitu juga sebaliknya sang calon juga tidak mengenal profil konstituennya..
badut-badutan
Partai Putih, chaiyo...chaiyo....!
wah... wah... wah...!
HEBOH juga ternyata? Belum bisa ngejawab banyak nih... on the way sedang di SMB II Plembang, hotspotnya kencang, keren...
Mo buru-buru nyampe Jakarta, soalnya kata "permaisuri"ku dapat C4 dua. Bingung nih, mo nyoreng di TPS mana?
Angka-angka dibawah ini masih berupa temuan sementara, kemungkinan masih akan bertambah.
berikut angka-angka tersebut:
61.002.354 suara GOLPUT (Politis maupun apolitis)
2250 CALEGagal menderita STRESS BERAT
1352 CALEGagal menderita STRESS SEDANG
3330 CALEGagal menderita STRESS RINGAN
1320 CALEGagal mengalami KEGILAAN
hereuy ieu mah, tur.
-salam-
Menarik = 12
Lucu = 2
Keren = 2
Penting = 2
Bagus = 1
yang lain pade kemane?
GOLPUT = ?
Silahkan login untuk memberikan pendapat