Jangan Percaya: Quick Count, Belum Hitung Golput 40

Kamis, 9 Apr '09 19:25

Quick Count sudah menayangkan hasil hitung sementaranya atas perolehan suara partai-partai peserta Pemilu 2009 yang berlangsung pagi hari tadi (9/4/9). Sudah dapat diduga sebenarnya tanpa Quick Count pun, kita dapat memprediksi Demokrat, Golkar, PDI-Perjuangan, PKS, PAN, Gerindra dan beberapa partai lain yang sebelum gencar beriklan di media, khususnya televisi akan mengungguli.

Namun jangan terpesona dulu. Jangan sampai otak anda termanipulasi oleh data yang ditayangkan oleh lembaga-lembaga Quick Count itu. Kenapa? Sebab mereka hanya menghitung prosentase suara dari suara yang masuk. Kurang "fair" saja rasanya. Sebab SUARA BATAL, SUARA SALAH dan "SUARA TANPA SUARA" diabaikan, alias TIDAK DIHITUNG.

TANYA KENAPA?

Coba deh, kalo suara-suara itu dimasukkan. Lalu dari total suara yang sudah dihitung + SUARA BATAL, SUARA SALAH dan "SUARA TANPA SUARA" itu dijadikan patokan 100% - nya. Aku yakin banget rasanya, Suara-suara ini yang bakal MENANG.

Persoalannya, lembaga Quick Count mana yang berani...??? Hayo....!!!

*dengan tulisan ini, kepada para ahli "statistik" yang ada di setiap lembaga Quick Count, aku menghimbau: "Jagalah nama baik dan kompetensi anda, jangan sampai jadi PELACUR INTELEK deh..., sehingga kalau itu terjadi maka sebutan yang tepat bagi anda adalah Pakar StaLICIK*


Tag: Pemilu, suara, survey, quick count, Bohong

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Terkait:

Media Terkait:

    Siapa saja yang merating artikel ini:

    Komentar:

    aramichi 0 0
    ya memang buat apa dimasukkan, konsekuensi dari SUARA BATAL, SUARA SALAH dan "SUARA TANPA SUARA memang diabaikan, nggak dihitung, dianggap nggak ada itu namanya risiko demokrasi di negeri ini wong banyak yang berhak milih tapi tidak tercantum dalam DPT kok.
    kang tutur 0 0
    Tapi, untuk menghitung TOTAL perolehan suara masing-masing partai akan LEBIH FAIR bila diprosentasekan dari Total suara yang seharusnya masuk, sesuai dengan jumlah Daftar Pemilih Tetap. Ini baru FAIR...!
    rang gurau 0 0
    : D
    ...
    emang ada Pakar staLICIK kang? ; ))
    rukia 0 0
    Iya ya, seharusnya suara batal, tidak sah, atawa golput itu dihitung jadi murni 100%. Kalau seperti ini namanya pengkatrolan (kok kayak ngatrol nilai jaman SMA dulu), lagian apa yang harus ditakuti para ahli statistik kalau menampilkan suara golput? :-?
    Hal seperti ini sudah menunjukkan ketidaktranparanan dalam berdemokrasi : |
    Riyono 0 0
    Memangnya, kalau ada pemilihan ketua kelas (di sebuah kelas yang berisi 40 anak) yang:

    1. 38 siswanya mengatakan "terserah deh siapa yang mau jadi ketua kelas".

    2. 1 siswa mengatakan "saya bersedia jadi ketua".

    3. 1 siswa mendukung yang bersedia.

    lantas, tidak boleh ada ketua kelas?

    *IMHO, golput berarti berkata "terserah, siapa yang mau mewakili saya" atau "terserah deh siapa yang mau memimpin negeri ini"*
    Riyono 0 0
    *menurut saya, kemudian yang bersedia tadi lah yang terpilih menjadi @ketuakelas, eh, ketua kelas.*
    Taufan 0 0
    memang nggak percaya... apalagi yang sudah terbeli 2 milyar .... siapa itu?
    kang tutur 0 0
    rukia: Kok Katrol?
    Misal Total Suara 1.000 pada DPT, maka 1.000 itulah "bilangan pembagi" yang fair.

    Riyono
    Paling tidak, Prosentase GOLPUT itu MUNCUL, pengen tahu saja. Perkara siapa yang mo jadi KETUA, bener kata anda TERSERAH...
    Namun, tingkat legitimasinya TERUKUR dan diketahui RAKYAT sebagai PEMILIH. ; ))
    kang tutur 0 0
    Ah, Riyono Ngeyel..., aku cuman pengen tahu tingkat DUKUNGAN sebenarnya. Itulah LEGITIMASI rakyat kepada PEMIMPIN.
    Herman Saksono 0 0
    Setahu saya KPU juga tidak menghitung SUARA BATAL, SUARA SALAH dan "SUARA TANPA SUARA".

    Kenapa lembaga survey jusru harus menghitung mereka?
    Riyono 0 0
    kang tutur, tunggu saja nanti pengumuman KPU, berapa jumlah suara sah yang diterima, baru deh bandingkan dengan jumlah orang yang tercatat di Daftar Pemilih Tetap, gak usah repot di Quick Count : p
    GaraMata 0 0
    Bukannya dah dihitunng kan. Tadi denger-denger di tipi sih goput lebih dari 30 %. Jadi golput yang memimpin.
    rang gurau 0 0
    Herman Saksono

    (pas diatas anda, kutulis)

    Cuman Pengen Tahu, Boleh kan?
    kang tutur 0 0
    Sebenarnya mereka Menghitung, tapi tidak DITAYANG...!
    hamatamu 0 0
    kang tutur; sederhananya kang kalau ditayangkan dikhawatirkan mengganggu stabilitas nasional karena akan menimbulkan pertanyaan & perdebatan, maka dari itu sesuai petunjuk bapak masyarakat perlu kepastian kalau sistem demokrasi di negeri ini berjalan lancar sehingga tak perlulah tayang, yang penting sistem berjalan dengan semestinya : p
    kang tutur 0 0
    hamatamu
    Bukankah Pemilu itu Pesta Rakyat? Wajar kalo Rakyat berhak tahu.
    Masalah Keamanan? Apa gunanya TNI - Polri dan Satgas-Satgas Partai itu...
    Lagipula, kalo begini terus sampai kapan Kedewasaan berpolitik akan tercapai di Negara ini? : p
    gunawanrudy 0 0
    *nyatet sampel penelitian*
    kang tutur 0 0
    Taruhlah Demokrat atawa PDI-P juga Golkar tertinggi..., Golput nomor berapa? Sekali lagi pengen tahu...!!!
    Riyono 0 0
    pengen tahu? tadi pagi saya beli tahu, 30 potong tahu goreng dijual 10000 rupiah. murah koq kang tutur kalo cuma pengen tahu ; )
    Taufan 0 0
    kangtutur hitung sendiri mas nanti, kalau KPU dah kelar, rumusnya kl gak salah
    DPT dikurangi Jumlah Suara Sah

    bener gak sih? .... : )
    enda 0 0
    Golput itu kayak ga ikut maen, jadi ya ga dapet ranking hehe
    kalangwan 0 0
    "pelacur intelek?" bukannya kalo sudah melacur dg sendirinya sudah tak lagi masuk kategori intelektual?

    : D
    kang tutur 0 0
    Namun bagaimana pun Rakyat Indonesia harus mancari TAHU, berapa jumlah yang tidak memilih. Apakah itu mereka yang tidak memilih memang maunya begitu? Mereka yang tidak memilih karena kesalahan administrasi dst....
    KECIL atau BESAR, jumlah SUARA itu RAKYAT HARUS TAHU, DIBERI TAHU, dan MENCARI TAHU. : D
    GaraMata 0 0
    halah, kang tutur semangat banget. Tenang kang, entar kalo KPU dah mengumungkan rasanya jumlah golput juga akan diumumkan.
    Herman Saksono 0 0
    Itu benar kang, tapi haruskah QUICK? : D
    kang tutur 0 0
    Baru RCTI yang ngebahas ini, jadi agak lega juga hati ini...!
    hirany 0 0
    Enda : golput klo yang niatnya golput kayak kang tutur sih boleh g di itung : D,
    tapi klo niatnya mo ikut tapi g ada di DPT, trus mo daftar tapi g bisa lagi? gimana dong? diskualifikasi? hiks... hiks.. : (
    PErjuangan ini belum selesai kawan, belum apa-apa...
    Kang tutur, g niat bantuin KPU itungin suara golput? : )
    kang tutur 0 0
    Wah, ide yang bagus tuh hirany - besok main ke Hotel Borobudur, yuuuks! : D
    kang tutur 0 0
    Oops... ada yang terlewat...

    @hemansaksono: ku pikir emang harus QUICK juga, sehingga yang merasa MENANG tidak BESAR KEPALA

    kalangwan, seharusnya emang tidak...!

    adakah indikasi "flirting" thd pemenang Quick Count ini bung enda? : D *jadi curiga*
    kang tutur 0 0
    BEGADANG YUK!
    Wiro Wiri 0 0
    Selama ini kita hanya manut. Saatnya bertanya.
    kang tutur 0 0
    Bertanya saja, gak berani. Bijimana?
    kang tutur 0 0
    Udah dapet....!!! : D
    CIRUS : Golput Lebih 40 juta atawa 25%

    Puwaassssssss!!!! Bobok aaaah!!! ; ))
    Wiro Wiri 0 0
    Sukses Kang, Ikut Senang.
    kang tutur 0 0
    Yang telah memilih Suaranya akan digadaikan, bahasa kerennya KOALISI

    *wakakakakakakakakakakak..........*
    Wiro Wiri 0 0
    Siyan deh Lo! : p
    SanKo 0 0
    hitungan sederhana, jika Golput=50% maka semua persentase hasil Pemilu kali ini harus dibagi 2 semua, artinya Partai Demokrat dari hasil quick count hanya memperoleh sekitar 10% suara saja, sementara PDIP dan Golkar cuma 7.5% suara saja.
    kang tutur 0 0
    Asumsi masuk akalnya GOLPUT itu 1 SUARA ; ))
    Ditto 0 0
    I agree with Kang Tutur. Quick count IS unreliable.
    rukia 0 0
    kang tutur

    iya katrol, salah pilih kata ya : D

    seperti yang kang tutur bilang, suara DPT 1000 maka 1000 adalah pembaginya.
    kalo golput ga diitung ya katrol namanya. misal suara DPT 1000, golput 500, 500 sisanya milih. berarti pembaginya kan cuma 500 dan itu akan membuat perolehan suara masing2 parpol makin gede kan, sama aja kayak sistem katrol nilai jaman SMA dulu, nilai 4 dikatrol jadi 8
    *hihihihi....*

    Silahkan login untuk memberikan pendapat