Matanya Anak 8

Kamis, 9 Apr '09 15:03

"Pak, itu anak-anak suruh pada pergi saja, jangan ngerubungi meja KPPS," kata seorang Ibu kepada saya. Hari ini saya diberi tugas dari salah satu NGO untuk memantau berlangsungnya Pemilu Legislatif di DKI Jakarta. Tugas mudah namun cukup menyita waktu dan tenaga mengingat banyaknya lokasi TPS yang harus saya pantau. Banyak orang menyangka saya adalah orang KPU, akibat ID Card resmi yang diberikan KPU kepada para pemantau. Itu pula yang membuat Ibu tadi meminta tolong kepada saya untuk membubarkan anak-anak yang heboh mengelilingi petugas KPPS di salah satu TPS daerah Cipulir.

"Maaf Bu, saya tidak diperkenankan melakukan tindakan apa pun. Saya hanya diberi tugas untuk mengamati. Tidak lebih dari itu," jawab saya menerangkan. "Mungkin Ibu bisa bilang kepada pak Hansip untuk membubarkan anak-anak tersebut."

Tak lama kemudian Ibu itu memanggil bapak Hansip dan mengatakan apa yang telah dikatakan kepada saya tadi. "Anak-anak itu Pak, tolong dibubarkan, nanti menganggu jalannya proses penghitungan suara."

Bapak Hansip melihat suasana. Dengan langkah mantap dia hampiri anak-anak yang berada di belakang petugas KPPS yang sedang sibuk meghitung. "Hayo, bubar-bubar. Jangan pada berdiri disini," katanya sambil melebarkan tangan seolah hendak merangkul anak-anak tersebut.

"Lho, ada apa ini?"

"Ini anak-anak saya bubarkan Pak. Nanti bisa mengganggu jalannya penghintungan suara," jawab pak Hansip kepada petugas KPPS yang menegurnya tadi.

"Lho, jangan. Biarin mereka tetap disini. Mereka membantu saya untuk melihat tanda contreng. Mata saya pusing melihatnya." Petugas tersebut melambai-lambaikan tangannya memanggil anak-anak untuk kembali berkumpul tanpa menghiraukan pak Hansip yang masih terlihat bingung. "Ayo sini, bantu Bapak melihat tanda contreng," kata petugas KPPS disambut teriakan-teriakan kecil dari anak-anak yang kembali mendatangi meja petugas.

Anak-anak itu, mereka begitu bersemangat membantu petugas yang pusing melihat tanda contreng. Mereka menganggap hal tersebut sebagai permainan, siapa yang dapat menemukan terlebih dahulu, merekalah yang menjadi pemenang. Sementara petugas KPPS memeriksa keabsahan tanda contreng yang ditemukan, anak-anak kembali mencari tanda contreng pada kertas berikutnya.


Tag: Pemilu

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Media Terkait:

    Siapa saja yang merating artikel ini:

    Komentar:

    Riyono 0 0
    Ini termasuk "eksploitasi anak" atau "pendidikan politik" ya? : D
    AndyMSE 0 0
    Lebih enakan nyoblos kan??? bisa diterawang... : D
    Fauzan 0 0
    eksploitasi yang mendidik : )
    Riyono 0 0
    Kalau kata orang yang bisa menerawang sih...
    (menerawang apa coba?)
    timpakul 0 0
    lain kalli nyontrengnya pake arang aja.... ^_^
    C e l o 0 0
    dan setelah dicari, ternyata surat suaranya tidak diberi coretan apapun (lmao)
    kang tutur 0 0
    mungkin anak-anak itu berpikir kejadian ini semacam, Show? ; ))
    suprie_d 0 0
    ngakak puolll...

    Silahkan login untuk memberikan pendapat