Pemilu baru, seru 4

Kamis, 9 Apr '09 19:14

Tadi siang, iseng-iseng saya nengok TPS di lingkungan tempat tinggal saya. Ternyata udah dimulai penghitungan suaranya.  Lumayan bisa lihat hasil perolehan suara sementara. Saya pun mulai membaca daftar perolehan suara caleg untuk DPR pusat karena baru itu saja surat suara yang sudah selesai dihitung.

Hmm... semua tampak normal sampai saya membaca tulisan terakhir, yaitu jumlah surat suara yang tidak sah dan tidak terpakai. Dan jumlahnya adalah..... 89 diantara 281 pemilih. Wow angka yang mencengangkan. Saya lebih kaget lagi ketika saya dikasih tahu teman saya bahwa di tempatnya angka golput mencapai 120-an diantara 263 pemilih. What!! saya sampe terlonjak mendengarnya. Bahkan di TPS tempat saya, yang memperoleh suara terbanyak tidak sampai 70.Setelah rasa kagetnya ilang, saya teruskan melihat proses penghitungan suara. Lama-lama nyaman juga telinganya mendengar teriakan "Tidak sah" dari petugas penghitung suara.

Tiba-tiba saja pak petugas tertawa, tentu saja yang lihat pada kaget. "Stress apa ni orang" batin saya tentu saja. Ternyata dia tertawa setelah melihat tulisan yang tertera di salah satu gambar partai. Disitu tertulis jelas nama "Gus Dur" dan juga terdapat contrengan. Tentu saja itu bukan karena keteledoran KPU dalam membuat surat suara, tapi memang tangan-tangan jahil yang menulisinya.

Yang mendapat bagian terakhir untuk dihitung adalah kertas suara untuk DPD. Tentu saja saya mengharapkan untuk melihat kejutan lagi. Benar saja, baru sebentar dimulai sudah terdapat kertas suara yang fotonya dijadikan lukisan. Ada yang ditambahin kacamata, kumis, tahi lalat.... pokoknya menggelikan deh. Kalau dipikir-pikir, KPU bener juga. Dengan cara mencontreng, pemilih jadi lebih leluasa untuk menuangkan kreativitasnya untuk melukis di kanvas eh maksudnya surat suara. Akhirnya acara mencontreng pun berubah menjadi acara lomba lukis.

Tak peduli siapa besok yang terpilih, yang penting "contreng cincaylah!!"


Tag: golput, contreng

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Media Terkait:

    Siapa saja yang merating artikel ini:

    Komentar:

    Red-White Porridge 0 0
    Kalau dipikir-pikir, KPU bener juga. Dengan cara mencontreng, pemilih jadi lebih leluasa untuk menuangkan kreativitasnya

    ( kan tahun industri kreatif)...halah.. : )
    sawung 0 0
    @5cmlegacy
    yang membuat aturan mencontreng itu DPR bukan KPU.
    Red-White Porridge 0 0
    oh iya yah... saya cuma copas dari tulisannya ... bingung...neh
    masoglek 0 0
    sawung
    Oh DPR ya berarti salah donk, maap deh

    Silahkan login untuk memberikan pendapat