Sesat-Pikir Logika Dalam Politik 96

Kamis, 9 Apr '09 14:42

Terakhir Diperbaharui: Minggu, 12 April 2009. Pukul 22.00 WIB. 

Logical fallacy atau sesat-pikir logis adalah suatu komponen dalam argumen, muncul dalam statement klaim yang mengacaukan logika. Sesat-pikir logis menghasilkan kesimpulan yang menyesatkan karena klaim argumennya tidak disusun dengan logika yang benar.

Mudahkah menghindari sesat-pikir logika? Tidak. Justru itu sangat susah. Saya pun masih banyak melakukan kesalahan berlogika dan penyusunan argumen, baik disengaja (?) atau tidak.

Seringkali sesat-pikir logika dilakukan oleh orang-orang yang kurang memahami tentang penalaran logis, orang yang tidak bisa menempatkan dirinya pada posisi orang lain, hingga orang-orang yang berpendapat bahwa ketika pendapat diserang maka egonya diserang. Golongan yang pertama ini disebut Paralogisme, yaitu pelaku sesat-pikir logis yang tidak menyadari sesat-pikir yang dilakukannya. Namun ada juga sesat-pikir logis yang disamarkan menjadi silat lidah, yang dilakukan oleh orang-orang yang berniat memperdaya, yang disebut Sofisme.

Sesat-pikir, terutama dalam politik, akan sangat efektif digunakan dalam provokasi, menggiring opini publik, debat perencanaan undang-undang, pembunuhan karakter, hingga menghindari jerat hukum. Memang, dengan memanfaatkan sesat-pikir logis sebagai silat lidah kita dapat memenangkan suatu diskusi, namun itu menjauhkan kita dari esensi permasalahan.

Di sini saya menuliskan beberapa logical fallacy atau sesat-pikir logika yang sering ditemukan dalam kampanye, debat, maupun diskusi politik--seperti halnya di Politikana ini. Masih banyak sesat-pikir logika yang biasa ditemukan dalam politik yang ingin saya tuliskan, ini hanya sekelumit garis besarnya saja.

Contoh yang saya berikan, walaupun terdapat nama tokoh atau unsur politik yang nyata (tidak fiktif), namun sebagian besarnya hanya karangan saya sendiri saja.

***

Argumentum ad Hominem

Argumentum ad Hominem adalah bentuk argumen yang tidak ditujukan untuk menangkal argumen yang disampaikan oleh orang lain tetapi justru menuju pada pribadi si pemberi argumen itu sendiri. Argumen itu akan menjadi sesat-pikir ketika ia ditujukan menyerang pribadi lawan demi merusak argumen lawan. Kalimat populernya adalah: shoot the messenger, not the message.

Ada banyak bentuk ad hominem, namun yang paling umum dan dijadikan contoh di sini adalah ad hominem cercaan. Ad hominem termasuk dalah satu sesat-pikir yang paling sering dijumpai dalam debat dan diskusi politik, yang biasanya akan membawa topik ke dalam debat kusir yang tak ada ujung pangkal.

Catatan Tambahan: Ad hominem tidak sama dengan penghinaan, celaan, atau cercaan. Sejatinya, ad hominem ada dalam premis dan pengambilan kesimpulan berupa logika yang langsung mengarahkan argumennya pada seseorang dibalik suatu argumen. Dan tendensinya bisa saja bukan merupakan penghinaan, namun hanya mengkaitkan dua hal yang tidak berhubungan sama sekali. Sederhananya, bisa dikatakan ad hominem jika itu berupa premis dan kesimpulan, untuk menjatuhkan argumen lawan.

Contoh:

Kepada anggota dewan yang terhormat, harus saya ingatkan bahwa ketika Bung anggota Fraksi Merdeka yang menanyai saya ini memegang jabatan, tingkat pengangguran berlipat ganda, inflasi terus-menerus melonjak, dan harga sembako naik drastis. Dan Bung ini masih berani menanyai saya tentang masa depan proyek sekolah gratis ini.

(cara yang berbelit-belit untuk mengatakan "no comment", namun juga sekaligus menyerang lawan)

Red Herring

Red Herring adalah argumen yang tak ada sangkut-pautnya dengan argumen lawan, yang digunakan untuk mendistraksi atau mengalihkan perhatian orang dari perkara yang sedang dibahas, serta menggiring menuju kesimpulan yang berbeda.

Sesat-pikir ini biasanya akan keluar jika seseorang tengah terdesak. Ia akan langsung melemparkan umpannya ke topik lain, di mana topik lain ini sukar dihindari untuk tidak dibahas. Itu karena biasanya pemilihan topik lain itu 'baunya' cukup kuat seperti perumpamaan ikan merah (red herring) atau terasi bagi orang Indonesia (meminjam istilah Herman Saksono), antara lain topik yang aktual atau isu yang cukup dengan lawan debat atau audiens.

Contoh:

Andi: Polisi harusnya menindak tegas para aktivis lingkungan yang berdemo hingga menyebabkan macet di beberapa ruas jalan.

Badu: Anda merasa makin panas dan gerah saat macet kan? Kita harus peduli dengan isu global warming itu, bagaimana opini Anda?

(ketika Andi mengemukakan opininya tentang global warming, maka jatuhlah ia ke dalam topik baru)

Straw Man

Straw Man yaitu argumen yang membuat sebuah skenario yang dengan suatu imej yang menyesatkan, kemudian menyerangnya. Untuk membuat 'manusia jerami' (straw man) adalah dengan membuat ilusi telah menyangkal suatu proposisi dengan mensubstitusinya dengan sesuatu yang mirip namun dangkal dan mudah diserang, tanpa pernah benar-benar menyangkal argumen lawan yang sebenarnya.

Seperti namanya, manusia jerami adalah sasaran yang empuk dan mudah untuk diserang. Menyerang manusia jerami yang diciptakan dari manipulasi argumen lawan akan membuat argumen diri sendiri terlihat kuat dan bagus. Pada umumnya, selain terdapat dalam kampanye, manusia jerami ini akan dikeluarkan setelah lawan selesai bicara mengenai perkara yang dibahas.

Contoh:

Tono: Kita harus mengendurkan lagi status hukum ganja.

Rudi: Tidak. Obat-obatan terlarang itu akan merusak generasi muda kita.

(kalimat 'obat-obatan terlarang yang merusak' adalah manusia jerami untuk menggantikan menyerang 'ganja')

Guilt by Association

Guilt by Association berciri-ciri tipe generalisasi umum--yang terlalu cepat mengambil kesimpulan--yang meyakini bahwa sifat-sifat suatu hal berasal dari sifat-sifat suatu hal lain. Sesat-pikir ini bisa berupa ad hominem, biasanya dengan menghubungkan argumen dengan sesuatu hal diluar argumen itu, kemudian menyerang si pembuat argumen.

Ini adalah bentuk ekstrim dari majas Totum pro parte yang mana berupa seolah-olah pengungkapan keseluruhan objek padahal yang dimaksud hanya sebagian. Intinya adalah mencari kesalahan seseorang dari apa saja yang berkaitan dengannya, lalu jadikan hal tersebut argumen untuk menjatuhkannya.

Contoh:

Gusdur banyak bergaul dengan golongan sekuler. Golongan sekuler itu kebanyakan berasal dari Amerika. Pasti Gusdur adalah seorang liberal dan antek-antek Amerika.

(lihat bagaimana dengan mudah menggeneralisasikan seseorang berdasarkan hubungannya dengan hal lain)

Perfect Solution Fallacy

Perfect Solution Fallacy adalah sesat-pikir yang terjadi ketika suatu argumen berasumsi bahwa sebuah solusi sempurna itu ada, dan sebuah solusi harus ditolak karena sebagian dari masalah yang ditangani akan tetap ada setelah solusi tersebut diterapkan.

Asumsinya, jika tidak ada solusi sempurna, tidak akan ada solusi yang bertahan lama secara politik setelah diimplementasi. Tetap saja, banyak orang tergiur oleh ide solusi sempurna, mungkin karena itu sangat mudah untuk dibayangkan.

Contoh:

Penerapan UU Pornografi ini tidak akan berjalan dengan baik. Pemerkosaan akan tetap terjadi.

(argumen yang tidak memperhatikan penurunan tingkat kriminalitas asusila)

Argumentum ad Verecundiam

Argumentum ad Verecundiam terjadi ketika mengacu pada seseorang yang dianggap positif sebagai pakar atau ahli sehingga apa yang diucapkannya adalah sebuah kebenaran.

Otoritas kepakaran seseorang yang mengucapkan suatu hal tersebut kemudian otomatis diakui sebagai sesuatu yang pasti benar, meskipun otoritas itu tidak relevan

Contoh:

Banyak ahli mengakui kapitalisme itu telah runtuh dan banyak boroknya. Jadi mana yang sebaiknya saya percaya, para ahli terkemuka itu atau Anda yang kuliah saja belum lulus?

(tembakan plus ad hominem, dan ya, bisa juga menambahkan sederet nama orang terkenal dalam argumennya)

Poisoning the Well

Poisoning the Well adalah sesat-pikir yang mencegah argumen atau balasan dari lawan dengan cara membuat lawan dianggap tercela dengan berbagai tuduhan bahkan sebelum lawan sempat bicara.

Teknik meracuni sumur ini lebih licik dari sekadar mencela lawan karena akan membuatnya menghina diri sendiri karena menyambut argumen yang telah diracuni tersebut.

Contoh:

Kami menduga Sintong akan melakukan negative campaign untuk menjatuhkan Gerindra.

(dan apa yang Sintong tulis tentang Prabowo dalam bukunya akan dianggap sebagai upaya menjatuhkan Gerindra)

Argumentum ad Temperantiam

Argumentum ad Temperantiam adalah kesesatan yang menyatakan bahwa pandangan pertengahan adalah sesuatu yang benar tanpa peduli nilai-nilai lainnya. Serta juga menganggap jalan tengah sebagai pertanda kekuatan suatu posisi.

Meskipun dapat menjadi nasihat yang bagus, namun kesesatannya disebabkan karena ia tak punya dasar yang kuat dalam argumen karena selalu berpatokan bahwa jalan tengah adalah yang benar. Penggunaannya kadang dengan membuat-buat posisi lain sebagai posisi yang ekstrim.

Contoh:

Daripada mendukung komunisme atau mendukung kapitalisme, lebih baik ideologi Pancasila yang merupakan jalan tengah keduanya.

(sedikitpun tidak menjabarkan kelebihan dan kekurangan masing-masing sistem)

Ipse-dixitism

Ipse-dixitism adalah argumen dengan dasar keyakinan yang dogmatis. Seseorang yang menggunakan Ipse-dixitism mengasumsikan secara sepihak premisnya sebagai sesuatu yang disepakati, padahal tidak demikian.

Premis yang diajukan dalam argumen seolah-olah merupakan fakta mutlak dan telah disepakati bersama kebenarannya, padahal itu hanya dipegang oleh pemberi argumen, tidak bagi lawannya. Sesat-pikir ini akan berujung pada debat kusir.

Contoh:

Ideologi liberalis dan kapitalis telah terbukti gagal dan hanya menyengsarakan rakyat, karena itu harus diganti dengan sistem spiritual.

(ideologi yang gagal itu belum disepakati lawan bicaranya, jadi bagaimana langsung dapat menggulirkan solusi?)

Proof by Assertion

Proof by Assertion adalah kesesatan dimana suatu argumen terus-menerus diulang tanpa mengacuhkan kontradiksi terhadapnya. Kadang ini diulang hingga diskusi pun jenuh, dan pada titik ini akan dianggap sebagai fakta karena belum dikontradiksi.

Sesat-pikir ini sering digunakan sebagai retorika oleh politikus, atau dalam debat sebagai usaha menggagalkan penetapan suatu undang-undang dengan pidato yang amat panjang dan tak habis-habis. Dalam bentuk yang lebih ekstrim lagi, juga bisa menjadi salah satu bentuk pencucian otak. Penggunaannya dapat diamati dari penggunaan slogan politik yang terus-menerus diulang.

Contoh:

Tapi Bapak Menteri, seperti yang telah saya jelaskan selama dua bulan terakhir ini, tak mungkin kita memotong anggaran biaya departemen ini. Tiap posisi dan jabatan di dalamnya amat penting bagi efesiensi kerja dan prestasi departemen. Lihat saja office boy yang selalu mengantarkan kopi, atau mereka yang memunguti penjepit kertas di ruang kerja, maka blablablablablaaa... [dan seterusnya, berbelit-belit]

(selama dua bulan cuek terhadap argumen balasan dan terus mengulang perkara yang sama)

Two Wrongs Make a Right

Two Wrongs Make a Right adalah kesesatan yang terjadi ketika diasumsi bahwa jika dilakukan suatu hal yang salah, tindakan salah yang lain akan menyeimbanginya.

Sesat-pikir ini biasa digunakan untuk menggagalkan tuduhan dengan menyerang tuduhan lain yang juga dianggap salah.

Contoh:

Dedi: Soeharto merebut kekuasaan dari Bung Karno dan akhirnya ia berkuasa dengan tangan besi.

Amir: Tapi Soekarno juga mengangkat dirinya sebagai presiden seumur hidup!

(ya, tapi itu bukan berarti apa yang dilakukan Soeharto itu benar)

Argumentum ad Novitam

Argumentum ad Novitam muncul ketika sesuatu hal yang baru dapat dikatakan benar dan lebih baik, dengan mengasumsikan penggunaan hal yang baru berbanding lurus dengan kemajuan zaman dan sama dengan kemajuan baru yang lebih baik.

Sesat-pikir ini selalu menjual kata 'baru', dengan menyerang suatu hal yang lama sebagai hal yang gagal dan harus diganti dengan yang lebih baru.

Contoh:

Mengganti golongan tua dengan golongan muda serta wajah baru di parlemen akan membuat negara ini lebih baik.

(tapi masalah seperti korupsi bukan perkara tua atau muda)

Argumentum ad Antiquitam

Kebalikan dari Argumentum ad Novitatem, ketika sesuatu benar dan lebih baik karena merupakan sesuatu yang sudah dipercaya dan digunakan sejak lama. Argumen ini adalah favorit bagi golongan konservatif. Nilai-nilai lama pasti benar. Patriotisme, kejayaan negara, dan harga diri sejak puluhan tahun silam.

Sederhananya, sesat-pikir ini adalah kebiasaan malas berpikir. Dengan selalu berpatokan bahwa cara lama telah dijalankan bertahun-tahun, maka itu dianggap sesuatu yang pasti benar.

Contoh:

PDI-Perjuangan telah memperjuangkan nasib wong cilik sejak berpuluh-puluh tahun yang lalu, maka pilihlah moncong putih.

(berpuluh-puluh tahun berjuang, lalu apa hasilnya?)

False Dichotomy

False Dichotomy atau False Dilemma terjadi apabila argumen hanya melibatkan dua opsi, yang seringkali berupa dua titik ekstrim dari beberapa kemungkinan, di mana masih ada cara lain namun tidak disertakan ke dalam argumen.

Biasanya sesat-pikir ini menyempitkan opsi menjadi dua saja, walaupun masih ada opsi lain. Bahkan kadang-kadang menyempitkan opsi menjadi satu, sehingga seolah-olah mau tidak mau harus menyetujuinya.

Contoh:

Sistem pendidikan yang fraksi kami ajukan harus segera disahkan dan dilaksanakan, jika tidak, kemerosotan moral pasti akan menghinggapi generasi muda kita.

(opsi lainnya tidak disertakan sehingga membuat argumennya mau tidak mau harus disetujui)

 

 

***

 

EDITED: Beberapa komentator menyarankan saya agar menuliskan tentang cara menghadapi sesat-pikir, klasifikasi lain, dan juga kaitan dan penggunaannya dalam politik lebih jauh lagi. Dalam waktu dekat saya akan menuliskannya... Salam. :)


Tag: politik, diskusi, debat, fallacy, logika, sesat-pikir, provokasi, pembunuhan karakter, ad hominem, tuduhan, silat lidah, argumen, cacat, retorika

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Terkait:

Media Terkait:

    Siapa saja yang merating artikel ini:

    Komentar:

    nicowijaya 0 0
    disimpen dulu. bacanya belakangan. panjang juga ya...
    hamatamu 0 0
    nicowijaya; emang susah kalo dipendekin, bayangin kalo ga ada contohnya kaya diatas, bisa sesat pikir lagi : ))
    gunawanrudy 0 0
    nicowijaya: buset dah, ini aja mati-matian aku menyinkatnya. Beberapa yang menarik macam ad populum, dicto simpliciter, dll gak kumasukin. : ))

    hamatamu: contoh manakah yang dimaksud? : D *wajah polos*
    GaraMata 0 0
    Contoh False dichotomy

    Jika tidak poligami pasti zina.

    Tul nggak? : D
    hamatamu 0 0
    gunawanrudy; baca komennya GaraMata : p
    gunawanrudy 0 0
    heh kalian berdua ini mancing2... : ))

    aku aja ngasih contoh masih yg halus2 : ))
    hamatamu 0 0
    gunawanrudy; iya iya halus kok : D
    AndyMSE 0 0
    mumets
    Riyono 0 0
    "Beberapa yang menarik macam ad populum, dicto simpliciter, dll gak kumasukin.", Tulis Bagian 2 nya aja mas gunawanrudy
    gunawanrudy 0 0
    Riyono: part 2 malah kepikiran buat nulis cara menangkal logical fallacy...tapi ah, kayaknya bisa ditambahin juga lah. tengkyu.
    Harrie 0 0
    ya mas cepet2 tulis cara menangkalnya juga : D

    menarik dan mumet
    Apprayo 0 0
    Jadi inget buku tentang teori komunikasi. Ada bagian yang membahas 'framing', memberi bingkai (frame) pada apa yang sedang dibahas.

    Contoh kejadian:
    Ada seorang anak naik keledai, keledainya dituntun ayahnya.

    Frame 1:
    Si anak kurang ajar ya, masak ayahnya yang disuruh jalan.

    Frame 2:
    Si bapak baik bener, memang kasihan anaknya, kan masih kecil, capek kalo disuruh jalan juga.

    Satu kejadian yang sama, bisa ditawarkan untuk dipandang dari berbagai sudut yang berbeda dengan 'framing' yang berbeda pula.

    Eh.. nyambung gak sih dengan topik ini? Hehehe...
    choro 0 0
    *kopi paste ke notepad*

    *save as*
    Xaliber von Reginhild 0 0
    Wakaka, ipse-dixitism dan penggantian sistem kapitalis jadi sistem yang spiritual! : ))

    Tambahin cara menangkalnya, bos. : D
    Xaliber von Reginhild 0 0
    Apprayo:
    Itu kayak kasus Palestina vs Israel kemarin ya? : p Framing media massa Indo dan luar negeri bisa beda sekali.
    Ipam 0 0
    penting nih, biar diskusi jadi produktif ... tengkyu
    Herman Saksono 0 0
    Gun, jahat kamu.

    Orang yang gak biasa mikir ndak bisa debat lagi ntar.
    Apprayo 0 0
    @ Xaliber:
    Betul juga..
    Terus orang pada ributin framingnya, bukan mikir gimana biar konflik segera kelar : (
    masoglek 0 0
    info bagus, tapi kok yang ngomen malah jadi pada chatting ya?
    pico 0 0
    bagus juga kalau dijadiin permanen page biar jadi rujukan sekaligus juga berguna menangkal flaming.. : )
    K. Lensa 0 0
    Sayang sekali tidak semuanya dimasukkan dalam artikelnya... Padahal menurutku "argumentum ad populum" lumayan populer penggunaannya dalam dunia politik (dan dunia SMA sehari-hari juga sih... tapi... OOT).

    Mengenai "appeal to novelty", itu kayaknya sering banget dipakai di spanduk-spanduk caleg muda, dengan slogan macam "saatnya membiarkan kader muda berbicara" atau apaaaa gitu, lupa.
    gunawanrudy 0 0
    Apprayo: framing menurut saya sah-sah saja, karena itu bukan berupa klaim/argumen. Yang fallacious mungkin yang seperti "kata-kata bersayap" (saya lupa istilah fallacy-nya apa) seperti kalimat:
    "Liverpool mencuri satu gol di babak pertama, namun usaha keras MU dibayar dengan layak di babak kedua ketika C. Ronaldo menyarangkan bola ke gawang...."

    Pilihan istilahnya itu lho. ; )


    Xaliber von Reginhild: hush hush, kamu ini mancing ya. : ))


    Herman Saksono: aku juga kadang gak bisa mikir kok, Mon. : p
    *pentung Herman*


    masoglek: biasalah, artikelku kadang jadi lahan chatting gini. : D


    K. Lensa: maunya sih nulis banyak, cuma kayaknya disambung aja ke bagian lain. ad populum memang menarik dan sangat serin dijumpai dalam politik. Itu senjata khas orator dan penggerak massa.
    hamatamu 0 0
    K. Lensa; ya gapapa, biar pada baca sendiri : D
    Apprayo 0 0
    @ Gunawan:
    Ya memang sah2 saja sih, kan gak dilarang ya : )
    Tapi kadang (atau malah sering) membuat orang terjebak pada framingnya itu, dan memang disengaja agar orang lupa pada isu intinya.
    gunawanrudy 0 0
    Apprayo: kalau memang framing-nya itu berupa atau disusupi sebuah klaim, bisa jadi itu termasuk red herring. : )
    Boy Avianto 0 0
    gunawanrudy: Thanks ya untuk artikelnya, tadinya mau nulis soal ini juga tapi untunglah sudah ditulis duluan ; ) - Politikana lumayan loh untuk ensiklopedia/sample argumen-argumen fallacy ini (tertarik juga bikin pembahasan artikel plus fallacy yang tertulis di situ hahaha : p)
    gunawanrudy 0 0
    Boy Avianto: beberapa tahun yang lalu (sekitar 2007), blogsfer jadi sampel yang menarik untuk sampel fallacy, sayang sekarang sudah 'mendingin'. Untung ada politikana yang hadir. : ))
    Contoh-contoh yang saya kemukakan di sini...errr... sudah dicoba agar tidak nyerempet langsung ke artikel atau orang yang terkait. Hahaa... : p
    kang tutur 0 0
    kopipaste, bungkus, pindahkan ke word... print!
    untuk dibaca lagi, mbesok-mbesok ; ))
    asep1974 0 0
    Thanks, Gun! Artikel ini sangat berguna
    Boy Avianto 0 0
    gunawanrudy Masalahnya para pelaku fallacy akan menjawab tudingan fallacy dengan fallacy baru. Pusing... : p

    Kebayang kan ada satu artikel plus komentarnya punya lebih dari 5 fallacies. Dan semuanya berbeda tipe.
    GaraMata 0 0
    Gun, mohon disiapkan penangkal jika nanti ada tuduhan anda terlalu menuhankan kriteria fallacy itu yang hanya buatan manusia sahaja. : p
    gunawanrudy 0 0
    Boy Avianto: dan yang paling memperparahnya adalah komentar dengan fallacy bertingkat. : ))
    ad hominem + straw man + ipse-dixitism + false dichotomy... combo deh. : p

    Hal yang akan saya lakukan jika pelaku fallacy terus menerus memberondong dengan peluru fallacy walaupun sudah diperingatkan, ya 'case closed'. Sudah mencoba menyanggah dengan penalaran logika yang tepat, sayangnya pihak lawan bersikeras dengan berbagai macam fallacy. Toh pemecahan masalah tak akan kunjung selesai jika argumen fallacious yang dipakai. : ))
    gunawanrudy 0 0
    GaraMata: hihihiii... ah, memang penalaran logika dalam hal ini adalah logika yang banyak dipakai oleh Filsafat Barat. Ahsudahlah... ; ))
    fisto 0 0
    the coolest article in politikana ever. thanks bung Gunawan. : D
    fisto 0 0
    btw, memilih Golput karena tidak puas dgn sistem yg ada sekarang atau karena tidak ada caleg yg ideal menurut kacamata seseorang itu termasuk sesat pikir bukan ya? kalau iya, termasuk yg mana ya?....saya masih harus baca berulang2 satu2 definisinya... : p
    Boy Avianto 0 0
    fisto mungkin bisa, tapi ironisnya justru argumen fallacy banyak dipakai oleh yang menyuruh jangan Golput hahaha : p
    gunawanrudy 0 0
    fisto: bisa jadi fallacy "Thatcher's Blame" jika itu dibungkus dengan argumen semacam:
    "Saya diminta memilih pada pemilu ini, tapi saya yakin tidak ada caleg yang ideal."
    Kesalahannya logikanya adalah: apapun yang terpilih/menang nantinya dan apapun yang si pemenang lakukan, pasti akan dianggap salah.

    Ya tinggal bagaimana membungkus argumen saja. : p
    Sri Kirana 0 0
    Keren, tapi karena gue udah ngantuk, komennya segini dulu. Yang panjang ntaran, nyusul. Ngutang dulu komen yg seriusnya...
    Pedy 0 0
    Hmm, menarik. Tapi.. err.. just curious.. sejauh mana ya kekuatan logika dari sesat logika ini bisa diukur dan dipertanyakan? Mungkin nggak ya ada yang sesat dari sesat logika ini? Semacam meta logical fallacy gitu.. Kalau ada, bearti yang menelan mentah2 logical fallacy ini juga melakukan falalcy lagi dong, karena mungkin masih ada fallacy within logical fallacy, masih ada langit di atas langit..

    Wah nanti jangan2 saya dituduh menerapkan fallacy baru di sini (apa? combo? quatro? ato pedro? : D), semacam silat lidah-logika-sofis kalee.. : D

    But to be honest, this is really a good article! Thanks Gunawan.. : )
    kakilangit 0 0
    good job, Plato! : )
    Kopral Bambang 0 0
    @ Pedy

    Ah, ya. Ada, Mas, argument from fallacy.

    Bagaimanapun, yang perlu diperhatikan adalah, apabila argumen kita memang lurus adanya, berarti bisa diutarakan secara baik (i.e. sound) tanpa menggunakan fallacy. Apabila merasa terkena argument from fallacy ya solusinya jelas memperbaiki argumentasi yang telah kita susun. : )
    Boy Avianto 0 0
    Pedy yup, anda baru saja menerapkan sebuah fallacy pada argumen anda. Terima kasih untuk contohnya ; )
    Boy Avianto 0 0
    Pedy tambahan, fallacy anda bukan fallacy baru loh, ada tuh dilist yang ditulis di atas : ).
    Gagah Putra Arifianto 0 0
    Waduh penting nih...ijin bookmark & copy paste plis (walo uda diajarin di kelas : D )
    gunawanrudy 0 0
    Pedy: menambahkan penjelasan dari Kopral Bambang, argument from fallacy (fallacy fallacy) alias argumentum ad logicam ini muncul ketika sebuah argumen yang keliru karena diberikan sebagai kesimpulan dari sebuah argumen yang juga keliru. Sederhananya, mengambil kesimpulan atas sebuah argumen yang dilakukan dengan menggunakan kesimpulan lain yang keliru.

    Gagah Putra Arifianto: silakeun diapakeun. : D
    hirany 0 0
    Hmm, ini g ngerti sih. Bahasanya blum pernah dengar juga dibangku kuliah dulu. Straw Man? apa ya.. taunya strawberry : D Kayak bahasa socrates nih, g dong.. Tapi klo dah ada yg copy paste plus contoh2 lainnya yg lebih banyak,mungkin bisa dipake buat nego ama HRD buat kenaikan tunjangan :">
    opiniherry 0 0
    Mantabs...
    Sekarang saya berharap ada yang memberikan teori lain sebagai kritik atau bantahan atas teori ini.
    Sebagaimana melihat Hegel, Marx, Trotsky, Lenin dll.
    Cheers...
    gunawanrudy 0 0
    opiniherry: cara berlogika filsafat timur rada dikit berbeda lho, karena ini memakai cara berlogika filsafat barat. : p
    Sayangnya cara berlogika filsafat timur itu hampir nggak dipakai di zaman sekarang.
    Spoil 0 0
    Karena terlalu panjang, Minta ijin, kapan-kapan tak postinggonku yo Pak di http://budielyas.blogspot.com
    Ditto 0 0
    Finally, an article that makes sense! Thanks for the posting, Mas.
    gunawanrudy 0 0
    Spoil: silakeun, kang!

    *nulis part2-nya*
    Good 0 0
    Gunawan, Tulisanmu menawan!
    Tulis lagi seperti ini dan amalkan untuk memahami syariah... ha ha...: p
    Riyono 0 0
    Mantap, gunawanrudy!
    Leksa 0 0
    sumber dari blog kapucino ngga [ -( ??
    gunawanrudy 0 0
    Good: duh, saya bingung. saya termasuk kaum pemakan babi, mas. : D

    gimana ya, syariah sama sekali gak paham lah saya. ada alasan khusus kenapa saya harus memahaminya? : p


    Leksa: sorry, jal.
    gwa gak liat blogmu. : ))

    *menamatkan buku kedua mengenai filsafat logika*
    hamatamu 0 0
    gunawanrudy; alasannya? supaya kamu berhenti makan babi! : ))
    Good 0 0
    gunawanrudy : uh, saya bingung. saya termasuk kaum pemakan babi, mas. : D

    gimana ya, syariah sama sekali gak paham lah saya. ada alasan khusus kenapa saya harus memahaminya? : p

    kaum pemakan babi, bahkan pemakan buaya pun butuh syariah...Serius ini... : ))
    Soalnya syariah bisa menyelesaikan problem global warming (apa hubungannya?. tapi serius syariah bisa menyelesaikan problem global warming)

    Islam sebagai ideologi tidak hanya untuk wong Islam. Francis Fukuyama dah tau ini (walo ia belum paham banget Islam). Ia pernah bilang:

    "Adalah benar bahwa konstitusi Islam merupakan sebuah ideologi sistemik dan koheren, seperti halnya liberalisme dan komunisme, dengan kodenya sendiri mengenai moralitas dan doktrin keadilan politik dan sosial. Seruan Islam secara potensial adalah universal, yang menjangkau semua manusia sebagai manusia dan bukan hanya untuk anggota-anggota dari kelompok etnis atau bangsa tertentu.”

    Francis Fukuyama aja belajar Islam, masak Gunawanrudy pemakan babi tidak padahal ia pakar logika lho : D

    Jadi kemalaman --tidur ahhhh, jurus macan menerkam bantal--
    GaraMata 0 0
    @Nop

    Yakin saya memang ada bagian di syariah yang dibutuhkan oleh siapa saja (termasuk kaum pemakan babi) , tapi ada juga bagian dari syariah yang tidak mereka butuhkan.
    C e l o 0 0
    Ah apa kata mas Nop ajalah. saya yang bodoh ini tau apa.

    *salah satu logical fallacy favorite*

    coba tebak, komen saya ini masuk yang mana? ada di atas lho uraiannya.
    gunawanrudy 0 0
    hamatamu: dan mengganti ideologi catur-tunggal brotha? *kost di caturtunggal* : ))


    woof, harus kembali back to topic agar tidak terlalu melenceng...

    Good: Saya sudah sering dengar penjelasan seperti itu. bagi saya itu sama aja kayak kesaksian mereka yang akhirnya menerima Kristus, dan pengakuan para Muallaf. : )
    Saya perlu "penceraheun", tentunya bukan di kolom komentar ini, karena selain OOT tentu bukan media yang pas untuk memberi penjabaran yang lengkap dan sistematis.

    Ditunggu arikelnya lagi. Suwun.
    sandalycan 0 0
    gunawanrudy dan Good boleh lho kencan makan siang berduaan sambil membahas syariah.
    Sri Kirana 0 0
    C e l o : Poisoning the well bukan? : D

    Ah, mas Nop... saya rasa syariah atau bukan, selama ada keteraturan dan bisa menjamin rakyat makan enak, tentu akan diterima dengan baik oleh semua golongan bukan?
    gunawanrudy 0 0
    sandalycan: oke, kang. Reservasi 3 meja di BIE Nologaten ya. Ntar ta traktir njenengan deh.

    Sri Kirana: *nagih janji*



    *halah, jadi makin OOT ini mah*
    makan heula!
    hamatamu 0 0
    Sri Kirana; konsepsi mereka yang menyeluruh tentang pelaksanaan hukum islam dalam hukum positif negara membuat menjadi demikian, sepertinya ada dalam tumpukan komentar saya entah di bagian mana.
    hamatamu 0 0
    gunawanrudy & Sri Kirana; saya menyarankan warung babi dekat TVRI, atau warung babi guling bu komang di sowowajan. btw happy easter guys!
    sandalycan 0 0
    gunawanrudy
    sorry, I eat no meat : p
    C e l o 0 0
    #kogaku... salah dong, kan diriku tidak merendahkan target : D

    #sandalian... kamu pasti siwi™

    #gun... yang OOT itu yang bahas logical falacynya atau yang menanggapi bang nop tho sebenarnya?
    gunawanrudy 0 0
    Sudah diluruskeun kok, dengan meminta Good menuliskan argumennya tentang syariah di artikel baru, bukan di kotak komentar di sini.

    Sudah lurus. Semoga.
    *menahan diri untuk tidak menanggapi hamatamu dan @sandlian*
    Sri Kirana 0 0
    gunawanrudy : sabar tho cu...

    Yak, komen yang lurus-lurus saja...

    Saya suka sekali artikel ini. : D ide yang bagus untuk bersilat lidah nantinya dengan orangtua, teman, saudara, ataupun atasan, hihihi : D
    sufehmi 0 0
    gunawanrudy - blogsfer jadi sampel yang menarik untuk sampel fallacy, sayang sekarang sudah 'mendingin'
    ------------

    **gdubrak** : D

    btw; terimakasih banyak untuk rangkumannya ini. Saya usul ini dicantumkan juga (paling tidak, ada link ke artikel ini) di FAQ Politikana. Ini artikel penting & bagus.
    gunawanrudy 0 0
    Sri Kirana:
    Sebenarnya ada teknik-teknik memelintir logical fallacy ini sehingga terlihat kayak argumen yang valid, padahal cuma silat lidah. : p
    Mau ta kirim bukunya? : p *cari perkara*


    sufehmi: Kenapa gdubrak, mas? : D
    Apa mas sufehmi termasuk korban? Oh yang di forum MyI***m jadi korban juga kah? : D

    Ini cuma rangkuman singkat dari beberapa yang sering keluar di politik saja. Niat saya sih, nulis rangkuman yang mencakup banyak jenis dan contoh.
    GaraMata 0 0
    gunawanrudy

    Mas sufehmi pernah terkena kasus fallacy di postingan geddoe kalo tidak salah.
    Sri Kirana 0 0
    gunawanrudy : eh boleh, tapi ongkos kirimnya situ yg nanggung juga ya? : D
    gunawanrudy 0 0
    Sri Kirana: enak saja, dikasih malah ngelunjak ini beruang madu. : |

    GaraMata: cek TKP dulu. suwun bro.
    Good 0 0
    @ Gunawanrudy : Gue jadi laris banget dikomentari. : p
    Jadi banyak pesanan tulisan. : ) Alhamdulillah....Insya Allah dapat pahala dari dakwah di Politikana.com
    Apalagi kalau Gunawanrudy jadi mau belajar Islam dan tidak lagi makan babi serta memeluk Islam, InsyaAllah gue dapat pahala banyak..Amien
    Honestly, maaf yang sabar ya atas permintaan tulisannya yang terlambat. : ))
    gunawanrudy 0 0
    eh iya, artikel ini kayaknya akan cukup sering di-update.

    *baru update bagian ad-hominem*

    Good: Amen. *bikin tanda salib*
    Kopral Bambang 0 0
    Kecap Cap Kopral, lima ribu dapet tiga! Ibu-ibu, lima ribu dapet tiga!
    C e l o 0 0
    Kecap Cap Celo, lima ribu dapet 4! Ibu-ibu, beli ima langsung masuk surga!
    Sri Kirana 0 0
    gunawanrudy : apa itu beruang madu dbawa2? mw ngomong gue imut ya kayak winnie the pooh? waah, makasih loh, ditunggu kiriman bukunya : D
    Eits, situ bukannya agnostik? : p
    dony 0 0
    aku yang awam politik jadi ada pencerahan nih.....Thx man
    ekselent artikel.......hik hik hik
    Yudiantoro 0 0
    gun...dul aku baru balik tapa di garut baca tulisanmu langsung tersepona... copy paste ahhhh : D : D : D
    ekowanz 0 0
    *nelfon org MLM untuk janjian makan siang dengan Gun*
    hamatamu 0 0
    ekowanz; orang mlm-nya bisa makan babi ga?
    gunawanrudy; saya hari ini terpingkal-pingkal bung, terimakasih anda layak dapat traktiran babi guling : D
    laind 0 0
    Tambahkan yang juga sering muncul, kakak: http://en.wikiped…etic_fallacy
    Genetic Fallacy.

    Misal,
    Tahukah kamu bahwa Natal berasal dari hari raya pagan. Berarti orang Kristen yang merayakan natal itu bodoh.

    atau,

    Easter itu sebenarnya bukan Paskah. Tapi hari raya pagan yang berdekatan dengan Paskah. Yang hari raya Paskah sebenarnya adalah Passover. Jadi orang Kristen yang bilang Happy Easter itu sesat.

    dlsb...
    laind 0 0
    Biasanya juga digunakan untuk mempertahankan tradisi yang sudah tidak sesuai dengan jaman.
    babyloniamaria 0 0
    dnial yang anda maksud tuh hoax yaitu cara-cara menyesatkan atau membuat kacau-balau.
    negara ini udah mengalaminya sejak 03
    massto 0 0
    logika provokator berbaju palsu,
    lempar batu dari kerumunan,
    tambah gaduh honornya tambah,

    ahhhh, jangan kita lengah,

    masturbasi dulu ahhhh
    gunawanrudy 0 0
    Kopral Bambang & C e l o:
    Sana bikin artikel jualan kecap sendiri, jangan ngerusuh di lapak orang, gan!


    Sri Kirana:
    Lu beli aja di Beijing sonoh, aslinya buku luar kok.
    Moga terbit di sana, ntar gw kasih tau judul dan pengarangnya.


    ekowanz & hamatamu:
    MLM dan babi ada kaitannya ya?


    laind:
    Siplah, buat part2 ntar.
    Thanks. : D


    babyloniamaria & massto:
    Hahaaa, ada-ada saja. : p
    massto 0 0
    sori bos, komen saya diatas tertuju buat pencinta khilafah alias pelempar batu dari kerumunan..,mbuh pesenan siapa kelakuan mereka itu????

    gunawanrudy 0 0
    massto: hahaa, no prob. : p


    Btw, arikel ini saya rencanakan akan terus di-update sesuai perkembangan di politikana.
    Bagian ad hominem sudah saya tambahkan, agar nggak terjadi miskonsepsi lagi.

    Jika ada usulan bagian mana yang kurang jelas, atau ingin menambahkan jenis fallacy baru dalam kategori politik, silakeun bantu saya di sini. : D

    Terima kasih. : )
    Logical Fallacy 0 0
    Ternyata nama saya disebut-sebut. Pantesan berasa gak enak dari tadi. : ))
    Blontank Poer 0 0
    wah, kaya Studium Generale jaman Pak Fuad Hassan. lebih panjang yang ini, ding...
    Wonggantenk 0 0
    Great posting
    Osama Umar 0 0
    puyeng... puyeng ??????
    Pena gua gak punya nama 0 0
    mata kuliah logika nih!
    keren. baca ini gua gak usah masuk kelas.
    empis2 0 0
    terima kasih. perlu baca ulang biar lebih paham.

    Silahkan login untuk memberikan pendapat