Pengamat dan Pelaku Politik 8

Sabtu, 11 Apr '09 17:07

Sebaiknya mana yang duluan ya? menjadi pengamat atau pelaku? Logikanya, seorang pengamat akan lebih baik jika pernah menjadi pelaku, sehingga dia punya feeling atas apa yang terjadi .. been there and done that!

Kalau di dunia penerbangan, ada Pak Chappy Hakim yang mantan pelaku dunia penerbangan, dan sekarang menjadi pengamat dan banyak menulis ulasan mengenai penerbangan. Begitu juga di dunia manajemen, ada Pak Robby Djohan, mantan CEO Bank Niaga, Garuda Indonesia, dan Bank Mandiri, yang menjadi pengajar dan menulis buku tentang manajemen. Sebagai pengamat, mereka sudah layak mengatakan been there, done that di dunia masing-masing.

Bagaimana dengan dunia politik? Kita mengenal banyak yang sebaliknya. Ada sahabat saya, Indra J. Piliang sebagai caleg Golkar, yang tadinya adalah pengamat politik yang handal di CSIS dan banyak menulis di media. Juga ada Andi Mallarangeng, pengamat politik yang kemudian bergabung ke Demokrat. Mereka adalah pengamat yang mengubah haluan menjadi pelaku.

Nah, siapa ya pengamat politik yang ada saat ini yang mantan pelaku? Orang ini tentu memiliki feeling politik yang tinggi, been there and done that. Ada nggak ya, mantan pelaku politik yang bersedia menjadi pengamat dan memberikan ulasan yang komprehensif?

Pak Amien Rais itu masih kita kategorikan pelaku, atau pengamat ya? ... jangan-jangan di dunia politik, posisi pengamat dan pelaku itu bisa bertukar setiap saat sesuai kebutuhan, jadi gak penting-penting amat. Ada disertasi doktor Pak Akbar Tanjung mengenai perpolitikan Golkar. Tetapi seberapa jauh Pak Akbar bisa menjaga jarak dengan obyek yang diamati / ditelitinya? Soalnya beliau juga masih pelaku, dan penelitian dalam ilmu sosial, terutama penelitian dengan basis interpretive epistemology sangat kental dengan subyektivitas ...

Atau jangan-jangan kondisinya seperti saya ini, yang sok jadi pengamat politik amatir, dan membahasnya pun berdasarkan analisis yang mungkin tanpa feeling terhadap touch dunia politik itu sendiri .. he he he ..

Atau memang gak penting prinsip been there and done that itu ... siapapun boleh menjadi pengamat, ya nggak? Tinggal kita mau percaya atau tidak.

Jangan-jangan hal inilah yang membuat kita bingung tentang politik ...

he he he ... hati-hati, jangan begitu saja percaya tulisan saya ini ... :)


Tag: pelaku politik, pengamat politik

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Terkait:

Media Terkait:

    Siapa saja yang merating artikel ini:

    Komentar:

    GaraMata 0 0
    katanya sih hidup sendiri itu adalah politik, jadi semua orang adalah pelaku politik.
    Riri Satria 0 0
    ha, good opinion Dana ... : ) ... mungkin perlu kita pisahkan definisi politik dalam artian luas (memperjuangkan kepentingan bersama), sama dalam artian sempit (merebut / mempertahankan kekuasaan) ... he he he ...
    Mas Paman 0 0
    Pengamat politik itu siapa pun yang ngomongin soal pemerintahan dan partai : D
    Xaliber von Reginhild 0 0
    Dengan memilih di pemilu itu kita juga bukannya sudah jadi pelaku politik? : p

    *komentar repetisi*

    Jadi pengamat dulu untuk mempersiapkan langkah jadi pelaku; atau jadi pelaku dulu untuk mengetahui situasi lapangan baru mengamati kondisi? : p
    Riri Satria 0 0
    Mas Paman ... ha ha ha ... iya lah ... gak peduli ikut-ikutan atau profesional ... pokoke gitu lah ... ha ha ha
    Riri Satria 0 0
    Xaliber ... jadi pemilih, kita belum menjadi pelaku, melainkan menjadi konsumen ... sama dengan bisnis, menjadi pembeli bukanlah pelaku bisnis ... : )
    syaifuddin 0 0
    amatir atau pro itu hanya "cap"nya saja bung. pada dasarnya kita adalah pelaku politik, meski tak terjun langsung di partai kita adalah pemain politik yang menentukan. karena tanpa kita warga biasa, politik itu nonsen.
    Riri Satria 0 0
    Mas Syaifuddin ... ya, itu tergantung definisi yang kita gunakan ... terima kasih atas komentarnya ...

    Silahkan login untuk memberikan pendapat