Agnostik - Ateis 37

Selasa, 21 Apr '09 12:49

Seorang agnostik adalah yang berpikir bahwa keberadaan Tuhan tak dapat dibuktikan berdasarkan fakta-fakta yang ada sekarang, tapi tak mengingkari kemungkinan Tuhan itu ada. Yah, agnostik hanya selangkah dari ateis, yang berpikir tuhan tak ada, case closed. Jika keduanya mendapati semak yang terbakar dan berbicara, "Aku adalah Aku", si agnostik akan mencari tip rekorder yang mungkin saja tersembunyi sementara si ateis cuma mengangkat bahu pesimis lalu membakar marshmallow.

Dua orang Irlandia sedang minum di sebuah pub ketika mereka melihat seorang pria botak minum sendirian di pojok pub.
Pat: Bukankah yang di pojokan itu Winston Churcill?
Sean: Nah. Tak mungkin. Winston Churcill tak mungkin ada di tempat ini.
Pat: Aku serius. Lihat baik-baik. Sumpah, itu Winston Churchill. Aku bertaruh 5 quid aku benar.
Sean: Coba saja.
Lalu si Pat menuju ke pojok pub dan berkata pada pria botak itu, "Kamu Winnie Churchill, kan?"
Dan pria botak itu berteriak, "Menyingkir dari depanku, idiot!"
Pat kembali ke Sean dan berkata, "Aku rasa kita tidak akan pernah tahu siapa dia"

Itulah bagaimana cara agnostik berpikir.
Ateis adalah lain cerita. Para filsuf setuju dari dulu bahwa perdebatan antara ateis dan orang yang percaya Tuhan tidak pernah menghasilkan sesuatu. Ini karena mereka menginterpretasi semua hal dengan berbeda. Untuk berdebat, harus ada sesuatu yang menjadi pijakan, common ground, sehingga pendebat bisa berkata, "Aha! Jika kamu menerima x, maka kamu harus menerima y!" Ateis dan orang percaya tak pernah menemukan sebuah x yang mereka setujui bersama. Argumennya tak akan pernah dimulai, karena masing-masing melihat segalanya dari sudut pandang yang berbeda. Itu abstraknya, cerita ini bermaksud membumikannya.

Nyonya Kristen yang tua selalu keluar tiap pagi di depan terasnya dan berteriak, "Terpujilah Tuhan"
Dan setiap pagi seorang ateis di sebelah rumahnya berteriak balik, "Tak ada Tuhan!"
Ini terjadi berminggu-minggu. "Terpujilah Tuhan" teriak sang nyonya. "Tak ada Tuhan!"
balas tetangganya.
Seiring waktu berjalan, sang nyonya terkena krisis finansial dan kesulitan membeli makanan. Dia keluar menuju teras dan meminta Tuhan untuk membantunya, dan berkata, "Terpujilah Tuhan"
Esoknya ketika dia keluar menuju teras, di sana terdapat bahan makanan yang dimintanya kemarin. Tentu saja ia berteriak, "Terpujilah Tuhan"
Lalu si ateis melompat dari belakang semak dan berkata, "Ha! Aku yang membeli bahan makanannya. Sudah kubilang tak ada Tuhan!!"
Sang nyonya melihat si ateis dan tersenyum. Dia berteriak "Terpujilah Tuhan! Kamu tak hanya menyediakan kebutuhanku. Tuhan, Kamu juga membuat Setan membayar bahan makanannya !"

http://www.facebook.com/note.php?note_id=73528306858&ref=mf


Tag: OOT, facebook, Feature, Test, Development, Bug, Fix

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Terkait:

Media Terkait:

    Siapa saja yang merating artikel ini:

    Komentar:

    denologis ybs 0 0
    sebenarnya mau rating Menarik, tapi gara2 endingnya jadi Lucu. : ))
    Sri Kirana 0 0
    Funny, yeah : D
    Dan ini memang sedikit banyak memberi gambaran apa itu agnostik dan atheis : D
    GaraMata 0 0
    : ))
    LCFR 0 0
    Jadi kepingin nulis cerita soal agnostik militan.

    Kita punya hak untuk berkata MUNGKIN!!!
    Herman Saksono 0 0
    Cerita gunung sinai kok ndak masuk : D
    Striding Cloud 0 0
    [ http://cafesalemb…ecision.html ]
    Alex© 0 0
    *ngakak guling2*

    Ceritanya kena. Nyentil euyy! : ))
    kakilangit 0 0
    Herman Saksono dihaluskan jadi semak yang terbakar saja : D
    Ronsen 0 0
    Ayo pindah ke non-theis biar gak debat kusir. : D
    gunawanrudy 0 0
    [...] Para filsuf setuju dari dulu bahwa perdebatan antara ateis dan orang yang percaya Tuhan tidak pernah menghasilkan sesuatu. Ini karena mereka menginterpretasi semua hal dengan berbeda. Untuk berdebat, harus ada sesuatu yang menjadi pijakan, common ground, sehingga pendebat bisa berkata, "Aha! Jika kamu menerima x, maka kamu harus menerima y!" Ateis dan orang percaya tak pernah menemukan sebuah x yang mereka setujui bersama. Argumennya tak akan pernah dimulai, karena masing-masing melihat segalanya dari sudut pandang yang berbeda. [...]


    Ketika saya membuka kolom komentar untuk mencerahkan saya yang sedang terombang-ambing antara Deis-Agnostik-Ateis, masih banyak yang mengambil sudut pandang Teistik (walau sebenarnya Deis pun serumpun dalam Teis) dalam 'memberikan pencerahan'. Lha piye... : ))
    un-own 0 0
    huahahaha
    bisa aja, endingnya bikin lucu
    padahal udah serius di depannya
    asmar 0 0
    Gak tau deh mo bilang apa.... yang jelas lucu! : )
    babyloniamaria 0 0
    gerakan atheis ini bukan lucu..serius....
    mereka bukan meningitis tapi perampok, pencuri dan pemerkosa.
    sebaiknya media tipi dan radio lebih tajam soal dakwah dan syiar kristen

    walaupun saya katolik, tapi belom tentu dengan yang kristen pendakwah itu cocok...

    ajaib...
    akew 0 0
    temen ku pernah bilang kalo atheis itu memikirkan tuhan dalam kerangka negasinya
    warjito 0 0
    ajaibnya di mana tie?
    Striding Cloud 0 0
    akew
    [... temen ku pernah bilang kalo atheis itu memikirkan tuhan dalam kerangka negasinya ...]

    Tidak2, kerangka negasi itu namanya Via Negativa.

    Itu bukan Atheist. Saya cenderung melihatnya semi agnostic.
    kakilangit 0 0
    gunawanrudy: taruhan Pascal berikut mungkin membantu menambah kebingunganmu : D

    Pascal yang senang dengan probabilitas itu, berpendapat bahwa memutuskan apakah Tuhan itu ada atau tidak adalah seperti taruhan. Jika kita memilih untuk bertindak seolah-olah Tuhan itu ada dan pada akhirnya tidak ada, itu bukan masalah besar. Ya, mungkin kita kehilangan kenikmatan 7 deadly sins : )), tapi itu seperti kerikil kecil dibandingkan alternatifnya. Jika kita bertaruh bahwa Tuhan tidak ada dan pada ujung jalan ternyata Tuhan eksis, boom, kita kehilangan Big Chocolate Tortilla Ice Cream Enchilada : D; kebahagiaan abadi. Strategi Pascal sih bermain aman. Yah, itu cuma Pascal, Blaise Pascal.
    GaraMata 0 0
    Walah, baru denger lagi tentang bermain aman ini. : ))
    kakilangit 0 0
    GaraMata: hehehe, ini taruhan Pascal yang lebih lengkap dan tanpa guyon http://plato.stan…ascal-wager/
    gunawanrudy 0 0
    Agnostisisme bukan hanya ada di ranah filsafat barat. Dalam filsafat timur bahkan ada yang serupa.

    Secara implisit ajaran Konfusius menyatakan bahwa jalan teraman adalah jalan yang membiarkan apa yang tak diketahui, sambil menerima kemungkinan akan keberadaan dan misterinya. Konfusius sendiri tidak menyatakan tentang asal-usul dan penciptaan. Dia pikir MUNGKIN ada sesuatu di luar kehidupan. Pandangannya terhadap arwah dan hal gaib adalah tidak perlu merepotkan hal semacam itu, karena baginya bagaimana mungkin bisa melayani sesuatu yang gaib sedangkan tidak bisa melayani manusia. Jalan aman lagi, tapi dengan landasan yang sedikit berbeda. : p
    Bee 0 0
    Tidak mungkin ada ateis kalo Tuhan itu benar2 tidak ada. ; ) Lupa sapa yg bilang. : D

    LCFR 0 0
    Bee:
    Pasti yang ngomong Theist.
    Bee 0 0
    Pascal? Bukannya yg ini? Hahahaha... sempat juga promosi Pascal di Politikana. : ))

    Bee 0 0
    Duh, masang link di sini gmn sih? Kok gak standar kayak di wordpress? : ( Maksud saya: http://www.freepascal.org/
    Alex© 0 0
    Bee ;

    Hahaha... freepascal. Jadi ingat pertama pake linux di kampus dulu : ))

    *oot*
    LCFR 0 0
    Semalem habis diskusi sedikit soal ini, dan jadi kepikiran untuk mengkoreksi cerita Gunung Sinai di atas. IMO, seorang atheislah yang akan mencari tape recorder itu karena mereka bukan hanya bersikap skeptis, tapi akan selalu aktif merasionaliskan hal-hal irasional.

    Sementara kaum agnostik mungkin malah mewawancara itu api sambil bertanya mengenai bagaimana hidup di alam sana atau soal biaya hidup jadi api di masa resesi di mana harga bahan bakar melonjak tinggi.
    Adagio for String 0 0
    Atheist: orang yang menganggap bahwa orang lain tidak ber-tuhan (atau lebih tepatnya menyembah tuhan yang lain)

    percaya atau tidak, orang kristen (pengikut kristus) dan islam dulu dianggap sebagai atheist oleh orang-orang 'pagan' di daerahnya masing-masing, karena mereka menyembah tuhan yang lain dari tuhan mereka.

    ide monotheism (tuhan universal) sendiri baru keluar beberapa abad Sebelum Masehi (di banding permulaan manusia mulai hidup berkelompok beberapa ribu tahun SM)

    Pertanyaan: "Apakah mungkin seorang atheist bersifat spirtual?" --- menurut saya "Ya"

    permasalahannya sebenarnya ada didalam diri manusia (sebagai makhluk hidup) dan istilah "Tuhan" yang di buat/disepakati oleh para manusia untuk menunjukkan sesuatu gagasan

    Kadang hanya perbedaan istilah, walaupun hal yang di tunjuk sebenarnya sama - kadang memang idenya agak berlainan, tetapi istilahnya sama : )
    PuTri 0 0
    klo tidak ada tuhan..setelah mati qt kmana donkk..sedih deh idupnya hanya beberapa saat..n ga ada yg yg ngasih kalo qt pgen minta sesuatu..emg manusia bisa apa seeh..
    Striding Cloud 0 0
    PuTri:

    Anak Sejarah?
    PuTri 0 0
    H O D :
    bukan..
    Striding Cloud 0 0
    PuTri:
    Yakin? : D
    Leksa 0 0
    Striding Cloud: gyahaha : ))
    Striding Cloud 0 0
    Leksa:
    : )) gw cuma teringat soal cintha, cinta, dan umbaran, yang semuanya 'sama'-sama anak sejarah....

    Gw pikir ada anak sejarah baru.
    PuTri 0 0
    H O D :
    lg nyari.. ya..sorry ngecewakeun.. ;>
    PuTri 0 0
    H O D:
    oho gethu..salam aja dech bt anak 'sejarah' mu itu..
    conscientizacao 0 0
    Striding Cloud: wakakaka : )) Parno!
    Yojimbo Usagi 0 0
    Striding Cloud:
    mungkin kita bakal tertipu lagi dan menyanyikan lagu Crying game sama seperti kata Red-White Eagle tapi gimana ya ? kadang tertipu itu enak : ))

    Silahkan login untuk memberikan pendapat