Warga Limbangan Membangun Saluran Air 13

Rabu, 22 Apr '09 13:08

.:Sekedar bercerita OOT di Hari Bumi:.

Desa Limbangan, Kec. Limbangan, Kab. Kendal terletak di lereng barat gunung Ungaran. Sebagaimana desa-desa lain di lereng gunung, Limbangan juga kaya air. Sepanjang tahun tidak pernah sekalipun mengalami kekurangan air, baik untuk kebutuhan rumah tangga, pertanian, dan lain-lain. Sayangnya, kontur tanah yang berbukit-bukit menjadikan tidak semua area mendapatkan distribusi air dengan baik. Sumur tidak mesti bisa dibuat di semua tempat.

Sejak dulu kala sudah terbangun pola peruntukan lahan secara alami. Area-area yang bisa terairi dengan baik berkembang menjadi persawahan. Bukit-bukit yang terjal rimbun oleh pepohonan hutan rakyat. Lahan kering yang tidak terairi sepanjang tahun dimanfaatkan untuk ladang palawija tadah hujan. Sebagian lain untuk perkampungan warga. Dulu, seringkali warga mengalah, memilih menempati lahan yang kurang subur untuk membangun perumahan, karena lahan-lahan subur dimanfaatkan optimal untuk pertanian dan perkebunan. Di masa sekarang, kesadaran itu semakin terkikis. Banyak lahan subur yang justru tidak dimanfaatkan untuk pertanian dan perkebunan, malah dipergunakan untuk perumahan.

Desakan polah tingkah manusia memburu kebutuhannya membuat sumber-sumber alam yang dulunya melimpah makin lama berkurang, termasuk sumber air.

Oh... tidak semua begitu. Masih banyak warga yang ramah lingkungan. Bahkan Desa Limbangan pernah mengeluarkan Perdes (sampai saat ini merupakan satu-satunya perdes -peraturan desa- di Desa Limbangan) tentang lingkungan hidup. Berkat Perdes itu dan berbagai sosialisasi yang dilakukan terus menerus, di Desa Limbangan, saat ini hampir-hampir tidak dijumpai lagi orang berburu binatang liar, meracun dan menyetroom ikan di sungai, juga sudah jauh berkurang perilaku membuang sampah sembarangan terutama di sungai-sungai. Perusakan hutan jauh berkurang, sumber-sumber alam termasuk sumber air terpelihara lebih baik.

Baru-baru ini, warga RW 5, Desa Limbangan membangun saluran air untuk kebutuhan rumah tangga. Sumber airnya mengambil dari perbukitan sebelah timur desa yang berjarak kurang lebih satu kilometer. Sebuah mata air yang keluar dari bawah batu besar di tengah rimbunnya hutan bambu, menjadi andalan warga RW 5 Desa Limbangan untuk mencukupi kebutuhan air.

Proyek swadaya ini mendapat stimulus dari pemerintah berupa material untuk pembangunan saluran distribusi air ke rumah warga, sedangkan warga sendiri berpartisipasi dan bertanggung jawab penuh mulai dari survey dan penelitian, jajak kebutuhan, pelaksanaan termasuk tenaga kerjanya, dan pola distribusi sampai dengan perawatannya. Diharapkan, bulan depan (Mei 2009) proyek ini sudah selesai dan tidak ada lagi permasalahan air di RW 5, Desa Limbangan.

Tulisan ini saya dedikasikan untuk warga Desa Limbangan, Kec. Limbangn, Kab. Kendal, pada Hari Bumi, 22 April 2009


Tag: partisipasi

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Terkait:

Media Terkait:

    Siapa saja yang merating artikel ini:

    Komentar:

    sufehmi 0 0
    Hm, sebetulnya saya mau kasih rating "Keren & Inspiratif", tapi gak bisa : )

    Terimakasih sudah sharing ya mas. Ini adalah inspirasi bagi kita semua.
    AndyMSE 0 0
    Terimakasih mas sufehmi, saya selalu kesulitan menulis soal politik, makanya saya berbagi cerita seadanya saja... Kebetulan saya juga ikut bergiat di sana sebagai pendamping masyarakat.
    memethmeong 0 0
    yang kek gini ini nih, yang mustinya lbh banyak di posting, jd makin banyak yg ter inspirasi.

    great job, mas andy : )
    memethmeong 0 0
    oia, lupa mo komen.
    waduuuhhhh itu panggone, baguuuuuuuuuuusssss buangettttt....

    sungai yg bersih, sawah, gunung.....
    weewwww..kapan pihak2 terkait itu sadar akan keindahan negeri ini?
    AndyMSE 0 0
    Makasih mbak memethmeong, anda sangat menyemangati saya.
    Ada keprihatinan lain di Desa Limbangan yaitu soal privatisasi air. Di banyak sumber air, begitu sudah dikuasai oleh swasta, masyarakat kehilangan sama sekali hak untuk ikut memanfaatkannya... Yah... saya tulis lain kali saja. : )
    memethmeong 0 0
    privatisasi air : ( : (

    iya tuh....jahat bgt itu...
    tp kenapa pejabat dan pihak2 yg berkepentingan diam2 aja ya *rasanya pgn nginjek2 mereka, nyekap mrk, trus dipaksa puasa ga boleh minum blas*
    *emosi mode on*

    harus di posting itu, mas andy.
    supaya banyak pihak yg terbuka betapa masalah air bersih bukan masalah remeh temeh lg.
    ke depan, ada prediksi, konflik antar negara ga lagi disebabkan perebutan sumber bahan bakar, tp air bersih.

    mana yg di jawa ini, saya lihat, mentang2 air berkelimpahan, trus blm ada kesadaran utk merawatnya.

    saya tunggu postingannya mas andy : )
    AndyMSE 0 0
    Mbak memethmeong, bila berkenan, saya bersedia menjadi pemandu untuk menikmati wisata pedesaan di Limbangan. Beberapa kali kami di Limbangan sudah berhasil "menjual" paket wisata pedesaan yang meliputi: bermain di sawah, susur sungai, menyadap aren, nonton kesenian tradisional, melihat curug Lawe, Selo Arjuno, hutan perawan, dan lain-lain. Untuk turis asing tarifnya satu juta sehari termsuk akomodasi, untuk anak sekolah rombongan, hanya 25ribu per hari tidak termasuk akomodasi (minimal 50 peserta). Untuk mbak memethmeong GRATISSS... : D
    memethmeong 0 0
    woooghhhh....

    tawaran yg suangat2 menarik O.o
    *suka dg jalan2 spt itu*

    ayo ayo warga politikana, kita piknik di desa iniiiii.....
    (dance)
    andyanto 0 0
    Betul-betul kereeennn...
    Bu Noor 0 0
    Jadi ingat, dulu pernah 5 tahun tinggal di Limbangan.
    adi 0 0
    jadi inget ketika KKN dulu...swadaya sama masyarakat

    omong-omong, next time tulis tentang privatisasi air yang sudah merambah desa sampeyan ya mas...
    Syarif 0 0
    hehe ketinggalan, deket ndesoku tu,, kok desaku nggak ikut difoto ya : D
    uda kebanyakan yang rating jd males mu ngrating
    AndyMSE 0 0
    Syarif: lho... ndesone sampeyan mana kang??? tetanggaan ya?

    Silahkan login untuk memberikan pendapat