POLITIK DIFITNAH 9
Senin, 27 Apr '09 20:15
Mungkin kita telah bersepakat dalam diam bahwa politik adalah sebuah perbuatan yang kejam dan menghalalkan segala cara, sehingga muncul pendapat bahwa Islam dan orang baik-baik ndak usahlah berpolitik karena politik itu kotor. Itu adalah fitnah yang kejam dan membunuh politikus bersih. Nabi sendiri kalau tak berpolitik bagaimana dia bisa mengatur kepentingan umat, keuangan, kemaslahatan dan kepentingan negara ? Politik adalah mengatur, menata, mengarahkan kepentingan. Mungkin pendefinisian kita yang salah bahwa politik adalah menjegal, mempermalukan, membuka aib orang lain, menelikung kawan, menghalalkan segala cara merebut kekuasaan dan lainya yang menyeramkan. Ketika kader partai Islam disangkutkan, baru disebutkan, dengan kasus Abdul Hadi Jamal, maka kita beranggapan bahwa memang dia terlibat, sementara kader partai sekuler bermaksiat di DPR dan perbuatan bejat lainya kita anggap itu biasa. Atau ketika Hidayat Nur Wahid menolak Volvo mewah MPR dan menolak tidur di hotel mewah ketika rapat, itu dianggap biasa malah berusaha mencari-cari apa fasilitas yang tidak ditolaknya. Saya malah jadi curiga, jangan-jangan kita semua telah termakan dengan paham bahwa politik adalah barang haram dan harus dijauhi oleh orang baik-baik. Dan merelakan negara kita serahkan pada garong-garong yang menyengsarakan rakyat. Ketika kita surplus pangan tidak ada yang mengekspos sebagai prestasi politisi Islam, tetapi ketika BBM diturunkan karena harga internasional memang turun kita apresiasi sebagai prestasi spektakuler dan dosa ketika menaikan dilupakan. Kecemburuan, kebodohan atau ketidaktahuan ? Politik ibarat pisau, tergantung siapa yang menggunakan dan untuk apa digunakan. Tapi jangan pernah mengusulkan untuk menyingkirkan semua pisau, marah ibu-ibu di dapur nanti. Mengusung khilafah tanpa melihat realita hari ini juga kekeliruan yang bisa membuat kita jenuh dan futur. Ikuti permainan yang ada dahulu sambil menawarkan permainan yang lebih menarik, Nabi saja tidak langsung memerintahkan shalat dan melarang khamar ketika di Mekkah dahulu, tetapi harus ada tahapan yang mesti dilalui. Tapi politik tanpa fitnah juga tak asyik.
Tag: politik
Terkait:
-
penguasa NKRI perpanjangan monarch belanda
2 jam yang lalu -
Revolusi !!!!!!!!!!
2 jam yang lalu -
Century
19 jam yang lalu
Media Terkait:
Siapa saja yang merating artikel ini:
-
Striding Cloud: Menarik
-
Yudiantoro: Biasa
-
krisnov:
-
hamatamu: Biasa
-
Catshade:
-
AndyMSE: Bagus
-
spidolhitam:
-
babyloniamaria: Biasa
-
Upik: Bagus


KRMT Roy Suryo Notodiprojo, Anggota Komisi I DPR RI

Komentar:
-------------------
Quote: Tapi politik tanpa fitnah juga tak asyik
Huh? Posioning the well? Atau pure naif?
Namanya Jamilah, bukan jamidonk !
Solusinya Khilafah, bukan Demokrasi bodonk !
asal lewat jalur resmi... bukan kudeta
---
"Kita? Elo aja kaliiii, gue sih nggak!"
silahkan dicoba Bung Krisnov...
asal lewat jalur resmi... bukan kudeta
===========
Terimakasih,...sedang diperjuangkan, ketika mayoritas sudah mendukung, bukan kudeta lagi namanya. He..he..he...
Silahkan login untuk memberikan pendapat