Kasus Antasari yang "Aneh" 41

Senin, 4 Mei '09 06:41

Hari ini Antasari akan diperiksa oleh Polda Metro Jaya sebagai saksi kasus pembunuhan Nasrudin Zulkarnaen. Ini adalah pemeriksaan pertama oleh polisi sejak kasus ini 'menasional' hari Jum'at pekan lalu.

Antasari sendiri menyatakan akan patuh pada polisi.

Uniknya, Antasari punya dua status hukum. Keduanya bertolak belakang. Menurut surat pemanggilan polisi,  Antasari akan diperiksa sebagai saksi.

Sementara Kejaksaan Agung sebelumnya sudah menyatakan Antasari sebagai tersangka. Ini yang aneh. Bukankah penetapan status saksi atau tersangka adalah kewenangan polisi? Mengapa Kejaksaan terkesan 'berlari' duluan?

Apakah kasus ini akan dijadikan ajang balas dendam kejaksaan pada Antasari? Seperti kita tahu Antasari adalah mantan jaksa yang kemudian menjadi ketua Komisi Pemberantasan Korupsi.

Di awal kerjanya sebagai ketua KPK, ia pernah mempermalukan institusi kejaksaan dengan menangkap jaksa Urip Tri Gunawan dalam kasus suap. Saat itu Urip tertangkap basah menerima suap dari Arthalyta Suryani, orang dekat Syamsul Nursalim. Konon ini terkait putusan bebas bagi Syamsul Nursalim dalam kasus BLBI.

Jika sinyalemen ini benar, sangat menyedihkan dan kekanak-kanakan sikap kejaksaan. Apa memang seperti itu cara menangani kasus? Terkesan kejaksaan ingin cuci piring kotor dari kebobrokan yang selama ini terlanjur melekat.


Tag: syaifuddin sayuti, antasari

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Terkait:

Media Terkait:

    Siapa saja yang merating artikel ini:

    Komentar:

    Knalpot Putih 0 0
    Who's the Godfather behind all?
    soulwind2100 0 0
    kalo beneran bersalah sih ga papa... kalo ternyata orang lain yang melakukan....

    Dimana keadilan???
    heriyadi 0 0
    Setahu gua sih kalo untuk cegah tangkal biasanya memang harus tersangka, saksi doang ngga bisa dicekal.

    Satu lagi biasanya memang kepolisian juga udah yakin orang itu tersangka tapi untuk memenuhi prosedur ya ditetapkan jadi saksi dulu nanti begitu selesai pemeriksaan langsung statusnya berubah jadi tersangka.
    Ndoro Kakung 0 0
    info awal sih memang menyebutkan bahwa polisi menetapkan antasari sebagai tersangka. dari status itu, kejaksaan lalu mengeluarkan surat cegah tangkal. belakangan polisi mengoreksi status antasari sebagai saksi. jadi masalahnya di polisi, bukan kejaksaan. maklumlah, ini kasus besar euy, bisa berubah-ubah dalam sekejap.
    juk lawai 0 0
    KPK--Kejaksaan--Polisi

    *SEGITIGA EMAS*
    babyloniamaria 0 0
    kayaknya ada yang salah dengan sekolah kepolisian di negara ini...
    pelacur dan peram[pok ga pernah ketangkep, penipu juga ga pernah di tangkap, tipi news dummy ga pernah di bredel'
    tapi....ketua KPK yang jelas-jelas saksi di bilang tersangka'

    ini polisi beneran atau polisi bayaran?
    awak tahu lah berapa gaji polisi di jalanan itu....
    Casper 0 0
    Kayak sinetron aja ceritanya. Tp emang cukup untuk mengalihkan fokus publik dari masalah politik. Paling2 ntar motif aslinya muncul, antasari bebas, n tahu2 pemilu dah kelar.

    ...dunia ini..panggung sandiwara....
    hamatamu 0 0
    Casper; as always, jadi ingat Aulia Pohan. btw apakabar dia?
    kang tutur 0 0
    Ngompol atau Om Jak nih?

    Ngompol = Ngomongin Polisi
    Om Jak = Omelin Jaksa

    *ah, sami mawon lah, podho ae...*
    Casper 0 0
    Kok saya ngerasa dia bakalan keluar juga pasca pemilu ya..., entah knapa...
    Harrie 0 0
    yah kita tunggu aja hasil pemeriksaan polisi
    Red-White Porridge 0 0
    Baguslah bisa lompat2
    logikanya, jd kalo ada lg
    kasus kayak beginian,
    masyarakat jd lebih
    dewasa.. - sok dewasa -
    heriyadi 0 0
    Casper
    Entah mengapa mempunyai perasaan yang sama
    Sri Kirana 0 0
    Saya malah berasa kalau AA dijebak? Atau malah seperti ingin diberi peringatan, "jangan terlalu galak kamu", gitu... kali peringatan, lain kali... ; ))

    aah, saya berteori konstipasi... : p
    Wonggantenk 0 0
    Nunggu inpo lanjutan azah gan...takut mempitnah yang benar atawa membela yang tak benar
    Rudy 0 0
    Dengan tidak adanya Mr. AA di KPK, saya pikir KPK akan lebih baik dari sebelumnya. Ini siyh memang hanya firasat saya, karena 4 wakil Ketua yang saat ini mengambil alih pimpinan KPK cenderung namanya bersih di masa lalu.
    republikfoto 0 0
    marilah kita berpikir......
    sebelum otak besar kita mengecil & otak besar kita menghilang : ))

    jangan lupa.... main golf itu berbahaya, bisa tertembak. pilih olahraga yang lain aja : D
    rampok 0 0
    sepertinya memang tindakan balas dendam dari para korban tangkapan AA, atau untuk mencegah AA menjaring korban tangkapan baru.

    Dengan begini fokus publik dan media sudah sangat teralihkan. We took the bait.
    arsyad 0 0
    trus si Rani di mana ya sekarang??
    *utak-atik ranijuliani.blogspot.com*
    asep1974 0 0
    1. Masih ingat sebelum Gusdur dilengserkan? ketika itu ada gosip Gusdur selingkuh. Sas-sus ini menghilang begitu saja setelah Gusdur diganti.

    2. Ada fakta bahwa Nasrudin (korban pembunuhan) telah memberikan data2 A1 kepada KPK (dalam hal ini AA) untuk membongkar korupsi di PT RNI (BUMN). Mengapa polisi tidak melihat bahwa motif pembunuhan Nasrudin mungkin terkait dengan fakta ini?

    Berpikir ala teori konspirasi: membunuh Nasrudin dan menjebloskan AA ke penjara ibarat "sekali mengayuh dua tiga pulau terlampaui"?

    Jika begini asumsinya, saya ingin mengulang pertanyaan Knalpot Putih: Who's the Godfather behind all?
    GaraMata 0 0
    saya nunggu pengadilan saja dah.
    GaraMata 0 0
    oh iya, dan media pun mulai menggambil peran dengan membeberkan betapa kontroversinya jalan Antasari duduk dan menjadi ketua KPK.
    asep1974 0 0
    dana, media kita gak punya agenda dalam pemberitaannya, apalagi yang harian. maka ia gampang "digoda" (untuk tidak mengatakan disetir) oleh isu-isu panas
    Striding Cloud 0 0
    [....
    Jika begini asumsinya, saya ingin mengulang pertanyaan Knalpot Putih: Who's the Godfather behind all?
    ...]

    Ikutan teori konstipasi ah.

    Ada beberapa pemain saya kira di Indonesia.

    Semuanya bisa dilihat dari aliran modal, berurutan berdasar besarnya dana yang digelontorkan:
    1. Aliran modal dari ADIA
    2. Aliran modal dari Open Society People (Soros dkk)
    3. Aliran modal dari New World Order (something dengan kata "freedom" didalamnya)
    4. Modal Lokal (ada beberapa pemain)

    Yang saya pantau dengan cermat adalah yang kedua, karena mereka berhasil membantai bisnisnya keluarga cendana.
    emai 0 0
    hmm...td pagi di tvone ada kabar baru bahwa pihak kejagung yang di wakili oleh jasman panjaitan ketika ditanya pihak tvone, menyatakan bahwa dia menganggap AA sbg saksi...dilain sisi dia malah memberikan pernyataan juga bahwa surat yang dikirimkan mabes polri benar ada nya pada penyantuman saksi/tsk. dia yakin, karena pernah bertugas sebagai penyidik...*aneh*
    berkaitan dg AA dicekal, sekali lagi kejagung berdalih mengumumkan surat tsb berdasarkan AA yg dicekal oleh pihak imigrasi...hmm...

    saya rasa, kejagung ini ingin menebar opini yang menekan AA sebagaimana artikel di atas...terlepas AA sbg saksi/tsk...

    arsyad 0 0
    kalau motifnya soal asmara.. mosok sih AA serendah itu??
    Lagian media juga turut andil dalam membentuk opini kalau AA sudah kadung bersalah padahal polisi belum memeriksa ybs..
    aneh... aneh..
    tadi pagi saya nonton tv one.. itu kok reporternya kayak penyidik aja. mestinya tunggu dong hasil kerja hukum...gimana sih.? media juga jadi ajang justifikasi...
    *geleng-geleng*
    aramichi 0 0
    Kalau saya liat kunci dari pertanyaan itu ada di Sigid
    iloenx 0 0
    bermakmum ke wonggantenk,
    daripada mempitenah yang benar
    atau membela yang salah.....
    (bahasa hukumnya tak mau melanggar
    azas praduga tak bersalah....)
    mending menonton proses hukum berjalan.
    Sambil berdoa terwujudnya ujar2 jawa:
    becik kethithik ala ketara.
    Ev 0 0
    sungguh aneh....
    apakah ada skenario dibalik ini semua????

    banyak kejanggalan yang terjadi...
    seolah-olah terjadi sinetron
    tentang KPK-Kejaksaan-kepolisian-dan pihak lain yang terkait?????(isi sendiri)
    Sri Kirana 0 0
    Antasari sudah ditetapkan sebagai tersangka... wow... babak selanjutnya dibuka...
    Ev 0 0
    hah!!!!sungguh berita yang sangat menggemparkan...
    seakan ini menampar wajah KPK.......
    bosgue 0 0
    "Di awal kerjanya sebagai ketua KPK, ia pernah mempermalukan institusi kejaksaan dengan menangkap jaksa Urip Tri Gunawan dalam kasus suap."

    Ini INFORMASI YG KELIRU. Justru para penyidik KPK yg menangkap Urip ini merahasikan penangkapan mereka selama DUA JAM dari ANTASARI. AGar dia tak bisa turun intervensi

    http://www.tempoi…9-01,id.html
    jangdesur 0 0
    da konspirasi besar di sini bos...
    Elle 0 0
    wah yang bener ada konspirasi? waduhhhh
    Google 0 0
    Ya..ya.. dengan prinsip tebang pilih kasus, KPK telah menunjukkan taringnya, lol

    Dulu sebelum jadi ketua KPK, Antasari adalah jaksa yang menangani kasus Tommy, dan hasilnya mengambang, sampai akhirnya Tommy melarikan diri
    Taufan 0 0
    Pejabat Tinggi Sekelas AA terjebak Cewek Caddy?


    Agara 0 0
    kliatan da tempe didalam tahu tuh.....!!!!
    Miranda 0 0
    semua masih 50:50
    let see....
    bisa karena teori konspirasi yang diamini oleh banyak dari kita [dan dia sebenarnya tidak bersalah]
    bisa juga memang sesimpel itu: cinta buta! [dan dia bersalah sampai ke ujung kuku-rambut]


    kang tutur 0 0
    ini kasus sengaja dibikin blunder...

    *anta lukah dalam aie - anta aie dalam luka*

    tapi yang pasti lakonnyo: anta... sari : p
    Logical Fallacy 0 0
    kang tutur - Antaboga - Antasari = Bogasari
    kang tutur 0 0
    ngakak... guling2x... teken perut... laper...

    *masak mie... : internet!*

    Silahkan login untuk memberikan pendapat