Politik Pendidikan 6
Senin, 4 Mei '09 13:07
Apa ya definisi politik pendidikan? Jujur saja, saya tidak tahu dengan pasti. Tetapi menurut saya, bisa jadi definisinya adalah skenario di tingkat negara / wilayah untuk membawa pendidikan ke arah tertentu.
Misalnya dulu di zaman orde lama, mahasiswa di perguruan tinggi mendapatkan kuliah manifesto politik atau sejenisnya. Kemudian di zaman orde baru, begitu masuk perguruan tinggi, mahasiswa langsung mendapatkan penataran P4 sebagai ganti kuliah pancasila. Ini sangat jelas ke mana pendidikan mau dibawa, tentu di ke arah paradigma yang selaras dengan kemauan penguasa saat itu.
Hal ini tidak hanya terjadi di tingkat perguruan tinggi, melainkan juga di tingkat dasar dan menengah. Sewaktu saya di SMP dan SMA dulu, ada kuliah pendidikan moral pancasila (PMP) serta pendidikan sejarah perjuangan bangsa (PSPB). Satu hal yang saya ingat, dulu kalau berseberangan pendapat dengan guru, maka siap-siap untuk menerima angka terbakar di rapor.
Hari gini, suasana seperti itu mungkin tidak ada lagi. Maksud saya, kuliah-kuliah atau mata pelajaran doktriner seperti itu sudah tidak ada lagi. Terutama di perguruan tinggi, kebebasan akademis yang akan membawa mahasiswa untuk mampu berpikir bebas dan melakukan pengembaraan akademis sudah terbuka lebar.
Tetapi sekarang, saya mengamati justru politik pendidikan mungkin bergeser makna. Kalau dulu dilakukan secara sistematis dan dimulai oleh suatu skenario makro, maka sekarang kondisinya sudah lain. Sekarang banyak pendidik, baik guru maupun dosen, yang juga menjadi aktor dari partai politik tertentu. Akankah ini mempengaruhi mereka juga dalam menjalankan proses belajar-mengajar? Apakah mereka tidak akan membawa murid atau mahasiswa berpikir selaras dengan paradigma mereka juga? Apakah bisa mereka menerima perbedaan pendapat?
Jika seorang guru atau dosen terjun ke dunia politik praktis sebagai aktor politik, masihkah dia jernih dalam memotret suatu masalah dalam suatu analisis akademis yang "obyektif". Kata-kata obyektif saya kasih tanda quote, karena memang pada dasarnya manusia itu susah berpikir obyektif dan cenderung subyektif. Tetapi subyektif dalam paradigma ilmu pengetahuan tentu akan memperkaya ilmu pengetahuan itu sendiri, selama berpikiran terbuka dan menghargai kebebasan akademis yang luhur. Tetapi subyektif karena pilihan politik tentu akan lain jadinya ...
Bagaimana menurut anda? ... Selamat Hari Pendidikan Nasional ...
Tag: pendidikan, Politik Pendidikan
Terkait:
-
Ada Pelanggaran UN, Adukan!
3 jam yang lalu -
Ibu Guru Cantik
Kamis, 18 Mar '10 04:52 -
PENDIDKAN UNTUK RAKYAT ? NONSENS
Rabu, 3 Mar '10 21:37
Media Terkait:
Siapa saja yang merating artikel ini:
-
arsyad: Bagus
-
Red-White Porridge: Menarik
-
om shanti om: Bagus
-
Sri Kirana: Menarik
-
heriyadi: Menarik
-
Yudiantoro: Menarik
-
babyloniamaria: Biasa
-
Irfani Latif: Menarik
-
kalipaksi: Menarik
-
ariau: Terkini
-
gunawanrudy: Menarik
-
Wonggantenk: Bagus
-
AndyMSE: Menarik
-
Catshade: Menarik
-
Upik: Bagus


KRMT Roy Suryo Notodiprojo, Anggota Komisi I DPR RI

Komentar:
sekolah internasional mana tahu tanggal berapa harkitnas...yang tahu berapa banyak pereknya...
salam kenal pak
Silahkan login untuk memberikan pendapat