Ibas dan Puan: Menguatnya Politik Dinasti di Indonesia? 18
Kamis, 7 Mei '09 12:24
Seperti yang diberitakan Tempointeraktif.com hari ini, tiga besar caleg yang memperoleh suara terbanyak se-Indonesia adalah putra presiden incumbent, putri mantan presiden, dan putri gubernur.
Centre for Electoral Reform memperkirakan perolehan suara anak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Edhie Baskoro Yudhoyono, tertinggi di Indonesia. Peneliti CETRO, Fahmi Ismail, mengatakan perolehan suara Ibas, panggilan Edhie Baskoro, bahkan paling tinggi dalam sejarah pemilihan umum di Indonesia.
[...]
Sedangkan perolehan suara terbanyak kedua diraih puteri mantan Presiden Megawati Soekarnoputri, Puan Maharani. Di daerah pemilihan Jawa Tengah V, Puan memperoleh 242.054 suara. Sedangkan posisi ketiga ditempati Karolin Margret Natasa, puteri Gubernur Kalimantan Barat, Cornelis. Karolin memperolah 222.021 suara.
Apakah ini menandakan masih banyaknya rakyat yang berpikiran bahwa karisma dan kemampuan seorang pemimpin akan menurun ke anaknya (dan dalam hal Soekarno, cucunya)? Bahwa kemakmuran dan kesejahteraan yang dirasakan ketika bapak/eyangnya memerintah dulu akan tetap langgeng ketika anak/cucunya ikut menjabat? Saat membaca berita tersebut, memang hal itulah yang pertama kali terpikirkan oleh saya: betapa feodalnya pola pikir sebagian pemilih kita.
Tapi saya mencoba mencari penjelasan alternatif: Mungkin ini bukan pertanda rakyat kita masih mengaminkan politik dinasti. Mungkin ini 'cuma' berarti bahwa para calon itu punya sumberdaya yang lebih (tapi semoga bukan ditilep dari duit rakyat) untuk berkampanye dan 'bersosialisasi' ke masyarakat, sehingga konsekuensi logisnya mereka dapat suara lebih banyak. Atau mungkin juga mereka ada di urutan satu (ada yang bisa mengkonfirmasi hal ini?), sehingga diuntungkan oleh pemilih yang hanya mencoreng gambar partai.
Ah, entahlah... bagaimana menurut anda?
Tag: Pemilu, caleg, Legislatif, presiden, megawati, wakil rakyat, anggota dpr, yudhoyono, ibas, Puan Maharani, edhie baskoro, dinasti
Terkait:
-
Nasib Partai Bulan Bintang Tergantung Munas
Senin, 12 Okt '09 11:01 -
Hanya Mantan Presiden Habibie yang hadir di Senayan
Selasa, 20 Okt '09 12:36 -
Akhirnya Pelantikan Presiden-Wapres Terlaksana Juga
Selasa, 20 Okt '09 12:19
Media Terkait:
Siapa saja yang merating artikel ini:
-
kak inco: Terkini
-
Chellavin: Menarik
-
Google: Menarik
-
ichanx: Menarik
-
Sri Kirana: Menarik
-
LCFR: Menarik
-
Irfani Latif: Menarik
-
yusro: Menarik
-
Red-White Porridge: Menarik
-
Herman Saksono: Menarik
-
edogawa: Inspiratif
-
heriyadi: Menarik
-
aramichi: Menarik
-
Mas Paman: Menarik
-
Upik: Bagus
-
Ardani P: Penting
-
Ela: Biasa
-
bung jopi:
-
deldut: Penting
-
LeBand: Biasa


KRMT Roy Suryo Notodiprojo, Anggota Komisi I DPR RI

Komentar:
Ini sih counterpart dari "guilty by association", mungkin? Nggak cuma hubungan darah, kalau temenan juga biasanya dapat pandangan positif kok
Balik lagi ke jaman kuda gigit besi ya? Ampun deh... feodalisme... *berpikir untuk nulis artikel lagi*
Bwahahahaa.. malu malu monyet...
btw, Anaknya Soeharto kalo maju ada yang milih gak? ( materi-diabaikan)
kalo mereka malu malu apa?
politik dinasti rupanya akan menjadi trend baru...
mereka telah 'dipersiapkan' untuk mengambil alih tahta generasi sebelumnya....
hati2....jika salah membaca situasi yang timbul adalah KKN....
(1) karena melihat bapak / ibu - nya saja
(2) karena mereka berada pada nomor urut pertama sehingga pada saat masyarakat memilih/mencontreng gambar partai, secara otomatis merupakan suara bagi nomor urut pertama.
soal mengenai kemampuan kedua-nya,
saya pun masih meragukan.
ahhh ...
mau dibawa kemana negara ini ?
*sambil nguap trus nyeruput kopi panas*
yang keliatan2 sekarang aja rata2 dinasti politik:
SBY dari jalur sarwo edhie wibowo
Prabowo dari jalur djojohadikusumo/soeharto
Mega dari pak karno
Dijajaran kementrian yang sekarang juga ada, yang paling kelihatan/berprestasi buat saya adalah pak juwono, dari jalur seorang pentolan partai sosialis.
Dari jalur keraton sudah jelas ada.
Kalau yang dari jalur kaum keluarga R.A. Kartini kalau ndak salah dihabiskan Pak harto, rata2 PKI konon.
Dari jalur sudirman kapan itu juga pernah liat, tapi ecek2 sepertinya.
dinasty H. Agus Salim
dinasty Ir. Soekarno
dinasti Dr. Moh Hatta
dinasty KH. Wachid Hasyim
dinasty Soeharto
dinasty Sultan HB IX
....
lagi?
Silahkan login untuk memberikan pendapat