Kekerasan 9
Kamis, 7 Mei '09 01:49
Ini sekedar kegelisahan semata ... melihat berita di TV ... baca koran ... kenapa ya kita sering mengutamakan kekerasan dalam menyampaikan pendapat atau protes atau ketidakpuasan?
Tidak puas dengan keputusan wasit dalam pertandingan sepakbola, wasit dipukuli, dihajar, stadion dibakar, mobil-mobil dibikin ringsek, fasilitas umum dirusak ...
Tidak puas dengan hasil penghitungan suara pada pemilu, pilkada, pilkades, ... berkelahi, ribut antar pendukung, lagi-kagi merusak berbagai fasilitas umum, perkantoran ...
Mahasiswa atau intelektual muda demonstrasi, ada sih yang tertib, tapi banyak juga yang pakai bakar-bakaran, mengeroyok orang lain, merusak dan membakar kampus dan fasilitas umum ...
Buruh demonstrasi ... lempar sana-sini, merusak berbagai gedung dan fasilitas umum ...
Beda keyakinan ... bakar, hajar, pukul ... dan itu dianggap bagian dari perjuangan ...
Apakah kalau tidak pakai kekerasan, suara mereka tidak akan didengar?
Apakah kekerasan itu akan menyelesaikan masalah?
Apakah kekerasan bagian dari komunikasi pendapat?
Atau, jangan-jangan kekerasan itu sudah menjadi budaya kita?
Kalau benar kekerasan itu bagian dari budaya kita, jangan-jangan itu sebabnya Tuhan tidak memberikan kemampuan kepada kita untuk menguasai teknologi tinggi, ... karena jangan-jangan kalau kita menguasainya ... kita akan lebih brutal lagi dari apa yang kita lihat sekarang ...
Majapahit melakukan agresi ke mana-ana di zaman dulu ... kalau kita menguasai teknologi tinggi ... jangan-jangan kita sudah mengagresi Singapura, Malaysia, Brunei ...
Ah, kok saya negative thinking ya? sejahat itukah kita? ... mudah-mudahan saya keliru ... kita kan bangsa yang ramah-tamah dan berbudaya ...
Tag: kekerasan, perilaku, destruktif
Terkait:
-
Efek-Efek Kekerasan Pada Televisi
Selasa, 23 Feb '10 21:44 -
Sarungan
Kamis, 11 Feb '10 11:59 -
Kekerasan Di Lembaga Pendidikan, Masih Berlanjut Kah ?
Kamis, 11 Feb '10 10:30
Media Terkait:
Siapa saja yang merating artikel ini:
-
Google: Menarik
-
ariau: Penting
-
Wonggantenk: Bagus
-
Catshade: Menarik
-
curiosity: Penting
-
Irfani Latif: Menarik
-
Upik: Bagus
-
babyloniamaria: Biasa


KRMT Roy Suryo Notodiprojo, Anggota Komisi I DPR RI

Komentar:
koq yo iso ngono?
yang satu Persebaya vs Gresik Utd ... ketidakpuasan kepemimpinan wasit berakhir dengan kerusuhan masal, bakar-bakaran, merusak fasilitas umum, wasit dikeroyok, biasalah ...
pertandingan kedua, Chelsea vs Barcelona, sama, keputusan wasit banyak yg kontroversial, tetapi bedanya gak ada kerusahan, bahkan tersentuh pun badan wasit nggak ada (hanya Didier Drogba yang emosi, itu krn memang berasal dari negara tertinggal) ...
mengapa ya ?
Saya jarang sekali menemukan sekolah yang mengajarkan pendidikan karakter,sekarang siswa dan guru hanya memikirkann bagaimana caranya bisa LULUS....
pertanyaan-nya adalah si Didier Drogba kan dari Afrika trus setelah pindah ke prancis dulu dia ga sekolah deh kyknya...tapi kok profesionalisme-nya tinggi sekali...*gr2 gaji nya gede kali ya
---
Rasanya karena ini. Kelompok dengan posisi inferior merasa jarang didengarkan keluhannya oleh pihak yang punya otoritas, entah itu orangtua, guru, pak lurah, walikota, gubernur, anggota DPR, atau presiden. Jadilah kekerasan dianggap sebagai cara efektif untuk mencuri perhatian.
Tentu ini bukan berarti saya membenarkan tindak kekerasan itu...
sopan sekali...
Silahkan login untuk memberikan pendapat