Untungnya Pacar Saya Tidak Mirip Megawati 84
Jumat, 8 Mei '09 17:04, dibaca 1051 kali
Kadang saya berpikir tentang teman-teman muda saya yang memilih dengan kurang rasional sewaktu pemilihan legislatif lalu. Alasan-alasan mengapa mereka memilih seorang caleg -yang sebenarnya seharusnya lebih kepada performa politik, background, integritas, dan visi-misi mereka- terkadang sangat absurd.
Salah satu teman yang saya kenal menyatakan bahwa "Gue milih si Anu, soalnya itu temennya pacar gue". Kabar terakhir, si Anu masuk DPR. Beruntunglah si Anu karena berteman dengan orang yang benar.
Teman yang lain, menyatakan memilih si Ani karena menurut dia, "Titelnya paling banyak. Berarti dia pinter."
Ada yang memilih dengan sangat asal: begitu masuk bilik suara dia langsung mencoblos salah satu nama secara random, benar-benar random, seakan-akan ini adalah acara The Master dan Deddy Corbuzier mencoba menebak nama mana yang dia pilih.
Ada yang ketika sudah di bilik suara, kebingungan, dia lalu menelepon temannya minta diberikan petunjuk. Seakan-akan ini adalah Who Want's to Be A Millionaire, dan dia baru menggunakan bantuan Phone a Friend.
Ada seorang teman, kali ini sudah cukup tua, yang memilih karena nomor urut si caleg rendah. Katanya dengan muka serius, "Nomor urut rendah, biasanya berarti dia gak punya banyak duit buat beli nomor urut yang atas, kita kan harus membela orang yang lemah!". Sungguh, baik hati sekali teman saya itu. Saya jadi merasa terharu.
Sebelum pemilu berlangsung, beberapa teman saya first time voters yang baru lulus SMU ramai-ramai merencanakan memilih seorang X dari Gerindra karena kata mereka "Ih dia ganteng banget lho di baliho itu". Mereka kompakan, janjian ingin memilih X. Pada akhirnya, mereka mengurungkan niat untuk untuk memilihnya karena "pas di tipi ternyata jelek!" Gedubrak.
Tentu, tidak semua teman muda saya seperti itu.
Ada mereka yang memang informed voters, terutama teman kampus. Yah, walaupun kebanyakan juga pseudo-intellectual juga (you know, yang di setiap percakapan bawaannya nge-quote Hegel, Weber, atau Marx. Berasa keren ya, Bang?). Tapi setidaknya, mereka lebih punya basis yang lebih "asik" dalam memilih.
Kembali lagi, salah satu alasan paling absurd dari teman saya ketika menentukan pilihannya, get this: "Gue milih dia habisnya, mukanya mirip pacar gue."
Gedubrak.
Bisa jadi, mereka yang terpilih di DPR adalah mereka yang mukanya paling banyak mirip dengan pacar orang-orang, mereka yang ganteng, atau mereka yang punya banyak titel. Either way, ada yang salah dengan sosialisasi parpol atau ada yang salah dengan anak-anak muda... atau mungkin, saya berteman dengan orang yang salah.
Bagaimana dengan Pilpres nanti?
Masih ada alasan ganteng, banyak titel, mirip pacar?
Entahlah,
Tapi untungnya, pacar saya tidak mirip Megawati.
Terkait:
-
Gus Dur : The Godfather
Kamis, 8 Apr '10 14:50 -
Kecendrerungan Media Dalam Pemilu 2009
Senin, 5 Apr '10 15:39 -
Jangan Pernah Menyerah tetapi juga jangan pernah serakah dan takabur?.
Kamis, 4 Mar '10 10:07
Siapa saja yang merating artikel ini:
-
hamatamu: Biasa
-
Yesterday is Today: Lucu
-
Po': Lucu
-
Mas Paman: Lucu
-
Google: Lucu
-
The Crew: Lucu
-
opiniherry: Menarik
-
rakjat ketjil: Biasa
-
Irfani Latif: Lucu
-
ariau: Lucu
-
wahyu dhyatmika: Lucu
-
arno: Lucu
-
rif: Keren
-
Nenda Fadhilah: Lucu
-
Upik: Bagus
-
kodama: Lucu
-
curiosity: Bagus
-
Wonggantenk: Penting
-
enda: Lucu
-
Retno I Palupi: Lucu
-
Catshade: Menarik
-
kakilangit: Lucu
-
uceenk: Lucu
-
Sri Kirana: Lucu
-
gunawanrudy: Biasa
-
dony: Lucu
-
kalipaksi: Lucu
-
percha bhaltazor: Lucu
-
Ghazi Tjokroamidjojo: Lucu
-
ajuz: Biasa
-
Riyono: Keren
-
vhan: Lucu
-
galih18: Biasa
-
Yuniarty Utami: Keren
-
nuarika: Lucu
-
ndableg: Lucu
Komentar:
(but honestly, emang banyak temen yang milih kemaren karena tampang >__>)
Raditya Dika: tergantung sih, senyum Prabowo kan katanya manis dan mirip bayi sehat. (Kata Mas Paman yah kalo nggak salah?)
Pedy; mending selesein sharianomics-mu dulu bung ...
Raditya Dika, nambahin nih. Ada juga yang pilih partai karena katanya lagi ngetrend...
*ngelus dada*
Apakah anda pernah maling ayam ?
jiaah...
dia bukan maling ayam Tuvok, dia maling kambing
saya suka semua kalimat d paragraf kelima dan paragraf terakhir.
nah lho radit beneran?
jiahh.. gue kira kloningan ...
hati hati banyak kloningan disini dit.. hihihii
hiks...coba gw bs pake hak gw bwt milih caleg n presiden..sayang..usia tak mendukung..ya..walaupun gw ga ngerti bnr tntg politik..tp gw suka sm tulisan2nya raditya,hehehehe lucu,lumayan bwt refreshing..
Tapi untungnya, pacar saya tidak mirip Megawati."
aduuh...kamu nakal! nanti saya bilangin ibu lho!
P.A.
emangnya kita tau resume para caleg kemaren? latar belakangnya gimana, bersih apa kaga dari segi hukum, visi-misi dan seterusnya?
kita kan cuma liat poster dengan berbagai kreativitas yang ga nunjukkin kadar intelektual ataupun performa politis?
jadi wajar atuh...
Cerita kecil dari pojok bekasi di rumah temen. Dia ceritanya digampar bapaknya gara-gara nyontreng satu nama yang paling familiar di telinganya.
Nama orang yang dicontreng itu adalah Ginandjar Kartasasmita.
apalagi dengan embel-embel haram kalau golput.
jadi menurutku, permasalahan ini harusnya dijawab oleh pihak KPU. kalau diasosiasikan dengan pasar modal... KPU ini broker-nya. tp kan pemegang saham tetap rakyat, jadi ya rakyat donk yang harus membaca laporan sejarah kinerja calon perusahaan (dalam hal ini caleg)
bebas gonta-ganti
kecuali pas bagian terakhir wkwkwkwkwk, ngakak PUOLLL
Saya memahami perasaan anda...
BTT, untungnya kemaren golput gara2 gak kedaftar, hahahaha... tapi iya sih, rata2 yang milih nyari yang mukanya dikenal, yang kira2 ganteng, yang kira2 cakep, hahahaha...
ariau
Heh, ada apa nunggu2?
apalagi kalo ditambah Google Striding Cloud krisnov Yesterday is Today Wonggantenk
kang tutur apa?
ariau
Dituduh plirting noh...
Po'
Ah, saya juga nggak tahu, kira2 ada apa dengan saya dan kang tutur ya?
ngomong2 soal kang tutur, ini orangnya aja belom komentar ke sini dari tadi...
nggak tau lagi semedi kali.. terakhir sih baru sampe rumah katanya...
mungkin perlu dikonfirmasi gosipnya, supaya nggak jadi gosip... Halah
Jiaaaaah.. avatar baru?
udah ada yang join KFC belom?
( kang tutur fans club) ada lho di FB
saya dah join lho (bangga)... anggotanya ada 5000an, saya nggota ke 5112
hahaha, dikonfirmasi biar nggak jadi gosip, bukannya malah jadi gosip beneran ya?
Hehehe, iseng aja ganti...
jiah... emangnya belom tahu?
eh iya yah....
Jah, saya buka fesbuk sehari cuma sekali, paling liatin notification, tutup, tidur...
Jadi mau menunggu konfirmasi atau topik ini di-drop aja?
drop!
Ngomong soal pacar, nih baru ketemu mantan pacar jadi males login
*menjura ke kambing jantan: Raditya Dika *
Dijamin tambah heboh deh Politikana.Com
Saya riset beberapa hari untuk memantapkan pilihan. Trus kecewa banget melihat hanya segelintir caleg Dapil II Jakarta yang punya website atau blog. Lebih kecewa lagi pas email saya hanya dibalas oleh satu-dua. Padahal niat banget tuh buat riset visi misi mereka.
jumpa lagi kitah!!
saya pun sempat browsing, bahkan di website KPU pun tidak ada selain versi pdf dari lembaran yang waktu itu akan kita contreng....
waktu itu golek'i profile-e caleg2 kui loh...
nemunya poto tok...
ada yg mirip pacar nya g?
haha
klw dr analisa mhasiswa politik kyak abang kambing ini,,siapa yg patut dcontreng di pilpres..
nb;biasanya klw lw mau gaya2an sok intelek,,lw m'quote siapa,,bang...
masa kudu GOLPUT
Silahkan login untuk memberikan pendapat