Kamu Tidak Bisa Masuk Surga 98

Sabtu, 9 Mei '09 15:06

Kerja bakti adalah sarana bergaul paling efektif di kampung. Menjadi kebiasaan di kampungku, ketika para bapak bekerja-bakti, maka para ibu membuat kegiatan lain seperti berolah-raga bersama, membuat snack bersama atau hanya sekedar kongkow-kongkow mengakrabkan diri. Sementara anak-anak riuh dengan permainan mereka sendiri.

Ketika sedang asyik-asyiknya para bapak mengangkati kotoran dari dalam selokan, tiba-tiba saja anak perempuan tetanggaku yang baru berumur sekitar 5 tahun berlari ke arah ayahnya. Begitu dapat memeluk, ia mulai menangis terisak, semakin lama semakin keras. Semula kami, para bapak, hanya menganggap hal yang sepele saja. Paling-paling berantem antarsesama anak-anak. Ya, biasalah anak-anak ketika berkumpul dan bermain bersama, pasti akan terjadi cekcok-cekcok kecil yang akan terselesaikan hanya dalam waktu sekejap…Tetapi karena tangisnya tak juga reda, akhirnya tetangga saya bertanya juga kepada anaknya tentang penyebab tangisnya.

“Aku tidak bisa masuk surga…”, jawab anak itu di antara senggukkannya.

“Loh, kenapa?”

“Karena aku bukan …”, katanya sembari menyebutkan salah-satu agama. Duh!! Tiba-tiba saja suasana menjadi sunyi dan semua berhenti bekerja. Entah itu karena lambang empati spontan kami atas kegundahan yang dialaminya, atau karena menjadi merasa jengah karena tema ini tiba-tiba saja muncul di antara kami yang selama ini selalu menjunjung tinggi toleransi di antara warga sekampung . Entahlah…

Syukurlah tak lama si anak berhenti menangis dan suasana tegang pun berlalu. Ketika hendak kembali ke teman-temannya, sambil melepaskan pelukan ayahnya, ia berujar mantap, “Malah cuma kita yang bisa masuk surga ya kan, Pak..?” Duh lagi !!

Selepas kerja bakti, aku segera beranjak pulang. Tiba-tiba saja aku menjadi sangat rindu kepada anakku yang baru berumur 3,5 tahun. Bersyukur aku masih punya kesempatan untuk mengajarinya tentang banyak hal. Tentang kebaikan, tentang saling mengasihi, tentang tolong-menolong, tentang kejujuran, tentang semua perbuatan baik yang bisa mengantarkannya masuk surga kelak.

 


Tag: agama, surga, kebersamaan

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Terkait:

Media Terkait:

    Siapa saja yang merating artikel ini:

    Komentar:

    Google 0 0
    Jangan salahkan agamanya, salahkan politikana : ))
    ariau 0 0
    Google: : ))
    Adagio for String 0 0
    jangan-jangan ada monopoli untuk masuk surga? : D
    hamatamu 0 0
    @surya_arifien; ada mafia surga juga?
    Red-White Porridge 0 0
    Adagio for String

    masuk surga tidak melalaui start tidak terima Rp. 2000,- : D
    arno 0 0
    ato salah kan bapaknya ajah : ))
    Adagio for String 0 0
    but seriously ...
    bukannya ini problem typical kita?
    Agama kok malah jadi masalah untuk kebersamaan kita (para manusia) ...
    arno 0 0
    yap, setuju dg bung begawan.. harusanya SARA ga d jadiin masalah utk kebersamaan kita, umat manusia..
    R A P 0 0
    arno : padahal banyak sekali "bapak" seperti itu di keseharian kita.. : (
    krisnov 0 0
    Bapak mertua saya seorang aktifis gereja, setiap kali kami bertemu....beliau selalu mengajak berdiskusi dan menyampaikan Firman Tuhan.

    Saya sangat menghargai beliau, saya sangat mengerti mengapa beliau selalu berusaha mengajak saya percaya dan menerima Yesus sebagai TUhan, karena dalam iman beliau....saya tidak akan masuk surga.

    Saya justru jadi terharu, itu tandanya beliau sayang kepada saya....beliau tidak ingin saya masuk neraka....makanya beliau tidak pernah menyerah menyampaikan firman Tuhan kepada saya.

    Sayangnya.....saya juga begitu meyakini kebenaran agama saya.

    Untukmu surgamu dan untukku surgaku.

    Surga adalah rahasia Tuhan, satu hal yang pasti manusia dimasukkan ke dalam neraka/surga berdasarkan akumulasi amalnya....perhitungan amal yang begitu detail dan teliti seteliti-telitinya...sampai tidak ada satu makhlukpun yang merasa diperlakukan tidak adil.

    Sri Kirana 0 0
    Ah, surga dan neraka tidak ketahuan ada atau tidak kecuali sudah pernah ke sana. Tetapi saya tidak memusingkan masalah agama siapa masuk surga, agama siapa tidak masuk surga. Kalau berbuat baik ya pasti masuk surga, jahat ya masuk neraka. Beres... *cabut*
    R A P 0 0
    krisnov said : Surga adalah rahasia Tuhan, satu hal yang pasti manusia dimasukkan ke dalam neraka/surga berdasarkan akumulasi amalnya....perhitungan amal yang begitu detail dan teliti seteliti-telitinya...s ampai tidak ada satu makhlukpun yang merasa diperlakukan tidak adil.

    Seo Hye Ling said : Tetapi saya tidak memusingkan masalah agama siapa masuk surga, agama siapa tidak masuk surga. Kalau berbuat baik ya pasti masuk surga, jahat ya masuk neraka. Beres...

    ____________________________________
    setuju dengan Anda berdua... : ))
    Google 0 0
    Ada gk yah, org yg masuk kategori taat beragama, tapi tidak berbuat baik?
    krisnov 0 0
    Ibarat sekolah....pada umumnya murid-murid yang rajin belajar akan menjadi siswa pintar...dan yang paling rajin, paling pintar....menjadi juara kelasnya.

    Yang malas...ogah ogahan belajar...akan jadi bodoh dan bisa tinggal kelas.

    Tidak adil rasanya kalo yang malas, bodoh, nakal, tetap naik kelas atau malah jadi juara kelas. Tidak adil bagi murid yang pintar dan sudah susah payah belajar sampai mengorbankan waktu bermainnya, ketika murid yang biasa-biasa aja malah jadi juara kelas.

    Begitu juga dengan manusia beragama....siapa yang paling beriman dan bertakwa....paling banyak perbuatan baiknya yang menyangkut hubungannya dengan Tuhan, dengan dirinya sendiri dan dengan sesama mahluk....dialah yang akan masuk surga atau mendapatkan surga terindah.

    Tidak adil kalo yang beramal sedikit disamakan dengan yang beramal banyak.

    Makanya surga itu ada tingkatannya. Begitu juga dengan neraka.

    Paling berat dan susah payah menjadi muslim, harus solat 5 waktu, harus puasa, harus zakat, harus menjalankan ibadah haji, harus makan makanan yang halal dan baik, tidak boleh zina, tidak boleh minum minuman keras, tidak boleh pacaran, harus menutup aurat, dll.
    yashumi 0 0
    sampaikan sama anaknya ...cup...cup..cup nggak usah nangis ya....cepet sana ganti baju,...habis kerja bakti ayah mandi dulu....terus kita pergi jalan2...enakan masuk Dufan kok!
    boiga 0 0
    Google: Ada gk yah, org yg masuk kategori taat beragama, tapi tidak berbuat baik?
    ________________________________
    TIDAK ADA. masalah agama adalah masalah kebaikan, menjalankan agama berarti menerapkan segala kebaikan yang diajarkan agama tersebut. orang yang merasa taat beragama tapi tidak berbuat baik sebenernya ya tertipu oleh perasaan bangganya sendiri..

    padahal, berbuat baik pun, kalo dia merasa bahwa dia cukup taat atau cukup shaleh, itu juga bisa salah, karena ia terjebak rasa puas diri..
    yashumi 0 0
    @boiga: asik nih pencerahannya, ngomong2 jumat depan jadwalnya kosong ga?
    Google 0 0
    makasih boiga

    Motif org menjadi beragama kbanyakan karena alasan klise : cinta tuhan dan takut masuk neraka.

    Cinta tuhan, terlalu melankolis, tidak semua org hatinya sepeka itu
    takut masuk neraka: masuk anal

    Ada motif lain?
    R A P 0 0
    @ Google : biar bisa punya KTP ? : D
    Casper 0 0
    Menyentuh sekali ceritanya : ). Mungkin anak kecil memang lebih baik dididik esensi moralitas dulu sebelum doktrin agama. Kasian kalo belum2 di kepalanya sudah tergambar api yg menyala2.
    Logical Fallacy 0 0
    Casper - Setuju. Sekarang ini malah yang diajarkan duluan adalah seringkali bahasa-bahasa asing, tata cara ritual, matematika, atau yang lain. Punya anak pintar tapi hatinya kering... kasihan anaknya.
    kang tutur 0 0
    Menarik, Menyentuh...
    Bila setiap agama memiliki Tuhan yang berbeda, memiliki Neraka yang berbeda dan juga memiliki Sorga yang berbeda: Maka tentu orang-orang baik penganut agama itu pasti akan memasuki Sorganya.

    Namun kalo hanya ada 1 Tuhan, 1 Neraka, 1 Sorga, tentu kita harus "mencari" Agama yang manakah itu? Dan menjadi penganut yang baik agama tersebut.

    Eh, pentingkah menjadi orang baik kalo hanya agar terhindar dari Neraka dan berharap masuk Sorga?
    Bukankah... bersama-sama dan berkasih-kasihan dengan Tuhan sudah serasa sorga?
    hamatamu 0 0
    kang tutur; tapi saat ini rasanya lebih penting meng-kavling surga ; ))
    Google 0 0
    Orang-orang yang kafir kepada Tuhannya, amalan-amalan mereka adalah seperti abu yang ditiup angin dengan keras pada suatu hari yang berangin kencang.
    Mereka tidak dapat mengambil manfaat sedikitpun dari apa yang telah mereka usahakan (di dunia). Yang demikian itu adalah kesesatan yang jauh

    : )
    Casper 0 0
    Mungkin akan ada yg menjawab : Tdk ada yg kafir thd tuhannya masing2 : D.
    Google 0 0
    Casper, poin nya adalah

    Amalan/perbuatan baik dari org kafir, adalah seperti abu yang ditiup angin dengan keras dan adalah kesesatan yang jauh
    Casper 0 0
    Makanya jarang ada yg bilang, "maaf, saya kafir". Paling2 bilang,"sorry goo, tuhan saya X, bukan Y". Jd nggak kafir pada tuhannya : D

    *hehehehehe...*
    Google 0 0
    Siapa kafir dia agamamu? Siapa kafir di agama mereka?
    Itu cukup menjelaskan term "kafir"

    Lalu silahkan insert term tersebut ke ayat tersebut : )

    Yg berarti, perbuatan baik yg dilakukan oleh org2 kafir tsb adalah seperti abu yang ditiup angin dengan keras dan adalah kesesatan yang jauh ; ))
    Casper 0 0
    Itu logika terbalik. Siapa suruh masukin term agama. Btw, silakan dipakai logika itu klo berkenan, tapi siap - siap baju tahan api ya.. : D
    yusro 0 0
    Terasa di surga, menikmati diskusi ini.
    Google 0 0
    Casper
    Siapa suruh masukin term agama
    ------------

    Karena ayat itu ada di QS. Ibrahim, 14 : 18
    makanya saya bawa term tsb ke agama : )

    Ada bahasannya http://isykarima.…63&Itemid=75
    boiga 0 0
    kangtutur:..bersama-sama dan berkasih-kasihan dengan Tuhan sudah serasa sorga?
    __
    yang gampang aja kangtutur.. kita ngarep hujan dan ternyata hujan segera turun, itu aja bisa sangat menyenangkan lho..

    goog satu motivasi lagi buat google: cinta buta, karena merasa kita rendah dan DIA segala hebat.. itu cukup sebagai motivasi untuk menjalankan semua perintahNYA..
    boiga 0 0
    kangtutur:..bersama-sama dan berkasih-kasihan dengan Tuhan sudah serasa sorga?
    __
    yang gampang aja kangtutur.. kita ngarep hujan dan ternyata hujan segera turun, itu aja bisa sangat menyenangkan lho..

    satu motivasi lagi buat google: cinta buta, karena merasa kita rendah dan DIA segala hebat.. itu cukup sebagai motivasi untuk menjalankan semua perintahNYA..
    Google 0 0
    Kesimpulannya :

    Siapapun orangnya, apapun agamanya, termasuk juga di dalamnya orang tidak beragama, kalau dia berbuat amal baik pasti mendapat amal baik di akhirat dari tuhan dan orang itu berhak mendapatkan surga

    ...adalah: SALAH, menurut ayat tersebut

    Anda gugur boiga : )
    hamatamu 0 0
    Google; apakah mungkin ada tafsir lain bung? : D
    Casper 0 0
    Google mencuplik ayat. Dari logika awal aja dah kurang klop, lantas menarik ke bahasan general bermodal sepotong ayat itu. Hehe. Daripada ngelantur, abaikan saja.
    hamatamu 0 0
    Casper; kenapa tidak di konfrontir dengan anda menyajikan pandangan dari surat yang memuat ayat tersebut misalnya? Good , krisnov, iloenx, anyone?
    Google 0 0
    Ah.. jgn berburuk sangka dulu pak Budi, bahasannya ada disini http://isykarima.…63&Itemid=75

    Gk salah kan saya belajar, mumpung bahasannya ttg surga dan ada beberapa "kafir" disini : ))
    Casper 0 0
    Kayaknya kemarin saya sudah ngomong mengapa saya ga ngambil ayat2, ya karena ini politikana. Rasanya nggak pas aja forumnya.
    hamatamu 0 0
    Casper; toh akhirnya bahasannya tentang surga juga, padahal politikana : ))
    Google 0 0
    PakDos , krisnov, irfan darsina
    Google 0 0
    PakDos , krisnov, irfan darsina, saya yakin mereka adalah org2 yg setuju dengan penjabaran tsb

    Asal jangan bawa2 org JIL aja .... *kabooerrrr.........
    Casper 0 0
    Saya melihat politikana dlm kaitannya dgn berbangsa. Bicara agama adalah bicara keyakinan. Dan itu hal yg melelahkan untuk dibicarakan. Terus terang saja saya malas : D.
    Casper 0 0
    Google ini pasti sering masuk forum2 debat agama. Capek, ngabisin waktu : D.
    Google 0 0
    Saya juga malas debat2 dengan org2 "beragama" di forum2 agama mereka, pada ngalor ngidul, penuh dengan dogma2 yg maksa

    Makanya nimbrung disini, org nya rasional semua, dari berbagai agama lg hehehe
    hamatamu 0 0
    Google; "Good, krisnov, iloenx, saya yakin mereka adalah org2 yg setuju dengan penjabaran tsb" ah yakin sekali anda ya bung? : )
    Google 0 0
    Asal bukan ama JIL aja, cuma ama mereka saya bisa kapok!!
    Casper 0 0
    Jangan2 kamu yg JIL ya goog? : D
    hahaha...
    Google 0 0
    Masya allah http://politikana…mbidik-agama
    C e l o 0 0
    yah, masalah basi deh yang seperti ini.
    Saya akan bersyukur sekali bila ternyata setelah mati manusia hanya akan membusuk, tidak ada surga atau pun tuhan.
    durianmonthok 0 0
    seru mengikuti komentar-komentar di atas... : ))
    saya menangkap ternyata konsep "surga" juga belum jelas ya? Ternyata banyak surga bagi banyak orang.. Tadinya saya berpikir surga itu satu saja, khusus untuk orang-orang yang benar/baik selama hidupnya, tidak ada lagi kapling-kapling di sana...

    *penasaran tapi ngga mau cepet-cepet pergi ke sana... : D
    Casper 0 0
    @ Google
    Hohoho, cukup menjelaskan. Anda ternyata orang yg kebingungan dalam hidup : D. Anda orang yang harus didakwahi... : D

    *sorban saya mana ya...*
    Striding Cloud 0 0
    Ada seorang sufi teman saya yang menulis ini:
    [ http://somethingd…t-kesalehan/ ]
    Google 0 0
    Yoi, surga telah dikapling2 oleh agama2 tertentu yg merasa paling benar, tuh salah satu jabarannya : ))
    Google 0 0
    Sutra deh, entar ente2 tambah tercemari lagi kalo dibahas ayat2 lain, malah ada yg siap2 pake sorban mau islamisasi : ))

    Back to politik
    MIB 1 suka | 0
    Kalau saya terlahir jadi orang eskimo, dan kebetulan tidak pernah punya kesempatan untuk keluar dari sana selama hidup. Dimana menurut kepercayaan disana, Tuhan ada di bawah laut bersama ikan-ikan paus.

    Apakah dia tidak bisa menjadi seorang manusia eskimo yang baik terhadap sesamanya?
    Atau - kebaikan seorang eskimo ini tidak bisa dianggap valid? cacat? atau bagaimana?

    Padahal "niat-baik" si eskimo (misal) sering membantu teman untuk membersihkan rumah / lingkungan itu jelas-jelas sesuatu yang nyata.

    Di sisi lain, kalau saya memeluk agama dengan kuat (secara ritual) tapi kelakuan saya sebenarnya jauh dari itu, atau bahkan tidak mau membantu orang yang beragama lain - Apakah itu lebih baik dari si eskimo yang punya kepercayaan agak aneh itu?
    C e l o 0 0
    yah, masalah basi deh yang seperti ini.
    Saya akan bersyukur sekali bila ternyata setelah mati manusia hanya akan membusuk, tidak ada surga atau pun tuhan.
    C e l o 0 0
    jah kedobel ngirimnya.
    Dasar modem kafir!
    Casper 0 0
    @ Melati
    Biar Tuhan yg menentukan. Setahu saya Dia nggak bodoh.

    @ Celo
    Kasi stiker agamis makanya : D
    arno 0 0
    konsep simpel ; yg berbuat kebaikan akan mendapatkan kebaikan, begitu juga yg melakukan kejahatan juga akan mendapatkan sesuatu yg buruk/jahat. karma berlaku dimana-mana.

    yg banyak berbuat baik, surga kian dekat
    yg jahatnya plg banyak, tu neraka dikelopak mata..
    Sri Kirana 0 0
    Pada doyan amat kalau ngebahas agama? :?
    dony 0 0
    Krisnov

    Begitu juga dengan manusia beragama....siapa yang paling beriman dan bertakwa....paling banyak perbuatan baiknya yang menyangkut hubungannya dengan Tuhan, dengan dirinya sendiri dan dengan sesama mahluk....dialah yang akan masuk surga atau mendapatkan surga terindah.

    berarti manusia udah dari "sono" nya merupakan mahluk sosial yah (sosialisme??)

    *.....*
    kang tutur 0 0
    Sri Kirana: Pada doyan amat kalau ngebahas agama? :?

    *aku sedang mbahas setan & neraka, kok...!*
    Striding Cloud 0 0
    Casper:
    [...
    Biar Tuhan yg menentukan. Setahu saya Dia nggak bodoh.
    ...]

    Astaga, kebetulan sekali saya sedang browsing2 kembali blog temen saya:

    [ http://somethingd…ia-negativa/ ]

    amat kebetulan... ckckckck

    "coincidentally, there is no coincidence"
    Rizma Adlia 0 0
    Jadi inget obrolan sama temen Ma di kampus, yang ngotot abis abisan kalo surga dan neraka cuma buat satu agama *yang jelas agamanya dia*, dan orang agama lain itu jadi bahan bakar di neraka itu,, : p

    dan Ma sampe bingung apa temen Ma itu ga ngerasa dia sadis dengan ngomong kaya gitu,, : |
    Casper 0 0
    Lhah,.. kayaknya saya pernah liat link barusan...,

    O iya,.. derajat kesalehan. Wah, mau pakai sorban juga ni si tuvoc belajar ginian : D

    *dari tadi ga ketemu ya sorban saya....*
    Google 0 0
    Jiah ini orang2.. masih berharap surga, dah jelas2 ditulis di ayat itu kesimpulannya :

    Siapapun orangnya, apapun agamanya, termasuk juga di dalamnya orang tidak beragama, kalau dia berbuat amal baik pasti mendapat amal baik di akhirat dari tuhan dan orang itu berhak mendapatkan surga

    ...adalah: SALAH, menurut ayat tersebut

    Makanya pada masuk Islam!!
    C e l o 0 0
    Google salah ahh... yang benar itu:

    Siapapun orangnya, apapun agamanya, termasuk juga di dalamnya orang tidak beragama, kalau dia berbuat amal baik pasti mendapat amal baik di akhirat dari tuhan dan orang itu berhak mendapatkan surga

    ...adalah: SALAH!!!

    Makanya pada masuk [insertyourreligionhere]!!
    Google 0 0
    Gak salah, ayat itu dari ayatnya orang Islam, napa malah jd nyuruh masuk agama lain
    Ah ente..
    GaraMata 0 0
    untung saya masih di surga. : p
    kang tutur 0 0
    GaraMata, tetaplah disana, jangan keluar-keluar lagi. : ))
    C e l o 0 0
    karena ayat yang serupa atau mengarah ke ayat yang itu bisa ditemukan di agama lain : p
    asep1974 0 0
    emang surga ada?
    Google 0 0
    C e l o
    Hanya Yahudi yg mempunyai ayat se "egois" itu
    Adagio for String 0 0
    c1nk ...

    Ada!, di telapak kaki ibu ...
    kang tutur 0 0
    Yahudi emang Yahuuuud.... (katanya)
    asep1974 0 0
    surga itu hanya berlaku di kepala orang yg belum atau baru mengenal tuhan, sehingga untuk mematuhi perintah tuhan, perlu diiming-imingi surga.

    barangsiapa mengenal tuhan secara dekat, maka ia tak butuh lagi iming-iming itu.
    Striding Cloud 0 0
    asep1974

    Well said. I could not agree more.
    R A P 0 0
    selamat malam @all...,
    wah, ternyata diskusi masih berlanjut sampai dini hari.. : ))
    Monggo..., monggo... kita bebas menginterpretasikan arti dan makna "surga" seindah kita yang kita dambakan, sejujur yang kita percayai.
    Ada juga yang mengatakan surga sebenarnya ada di hati kecil setiap manusia (ngga cuman di telapak kaki ibu.. : p nglirik begawan)... mungkin ini maksudnya setiap lahir perbuatan baik dari diri seseorang, maka memunculkan surga (sesuatu yang damai dan indah) bagi orang lain. Well..., apapun pendapat saya dan anda, mari kita ngobrol dalam suasana persahabatan.. : ))

    *LAN*UT*AN *pinjem mottonya kangtutur : D
    kang tutur 0 0
    bolakbalik-atasbawah

    jadi inget: "ngomong sendiri berdua...!

    kerling Google + Striding Cloud

    : D
    Google 0 0
    Baru tahu kalo surga itu cuma iming2
    Udah 72 bidadari nya gk jelas, azab di neraka juga mungkin cuma ancaman bohong

    http://www.cmm.or…1782_0_3_0_M

    Jangan2 agama itu dusta : D
    C e l o 0 0
    Google, bukannya ada satu lagi *nggak mau sebut merk* yang mengisi neraka dengan mereka yang dilabeli kafir secara sepihak juga tentunya, apa sih yang nggak*
    Google 0 0
    Yg sempat saya baca cuma kitab agama samawi, Hindu, Budha, Kong Hu cu. Bahasan kitab2 itu juga banyak di inet

    Dan term "kafir" hanya ada pada 2 agama diatas tadi
    boiga 0 0
    google:
    kesimpulannya: Siapapun orangnya, apapun agamanya, termasuk juga di dalamnya orang tidak beragama, kalau dia berbuat amal baik pasti mendapat amal baik di akhirat dari tuhan dan orang itu berhak mendapatkan surga

    ...adalah: SALAH, menurut ayat tersebut

    Anda gugur boiga : )
    __

    google:
    Siapa kafir di agamamu? Siapa kafir di agama mereka?
    Itu cukup menjelaskan term "kafir"
    __

    where did i go wrong?
    why such conclusion?

    pendapat di atas yang men-SALAH-kan kesemua kategori yang ada saya setuju, karena berdasarkan agama masing-masing tentu ada pihak yang masuk dan yang tidak akan bisa masuk ke dalam apa yang dinamakan surga. tapi ente tidak melanjutkan teori yang diajukan karena keburu mengambil kesimpulan SALAH, walau baru sampai di bagian tengah artikel sumber ente. coba baca dulu sampai selesai, tentu anda cukup pintar menangkap maksudnya.

    __adalah: SALAH, menurut ayat tersebut, yang benar adalah...
    Wonggantenk 0 0
    "Tuhan, ampunilah aku, karena hanya ampunan dan rahmat Engkaulah yang bisa menyelamatkanku"
    mandolo02 0 0
    Wellcome to Islam...
    Kalo mau memahami Islam carilah sumber yang tepat. Seperti kala lo mau belajar komputer lo harus cari yang ahli komputer bukan yang ahli komporin.

    Untuk google loe fallacy banget ya...
    kemarin ngaku google sbgai God loe sekarang gunakan term Islam.

    Kalo gunakan google jadi rujukan apa kata dunia?
    hamatamu 0 0
    ah pagi @mandolo, penggunaan term "fallacy" anda pada kalimat diatas begitu mengesankan : )
    mandolo02 0 0
    google:eso dele sore tempe......Inkonstenten pull....gimana mau bimbing orang ya
    mandolo02 0 0
    pagi ndaru... thanks.


    *cukek2 mata*
    Google 0 0
    mandolo02 kenapa yah? Udah baca dari atas belum, klo belum jgn marah2 ke gw dong
    Ane cuma menjabarkan apa yg ada di ayat, toh gk ada yg yg bisa mendebat juga, semua pada muter2

    Santai bro, jangan stress gara2 agama, itu baru jabaran 1 ayat lho : D
    Toh anjuran gw kan bagus tuh, supaya org masuk Islam tuh ; ))
    hamatamu 0 0
    mandolo02; mungkin Google memang tidak bertujuan membimbing (baca;menyetir) orang, paling tidak, mungkin tidak seperti anda.
    semoga dengan mahir menaruh kata "fallacy" pada kalimat dan melabelkannya pada orang lain, anda tidak jatuh pada kesalahan yang sama, semoga : )
    hamatamu 0 0
    nah kalau Good yang staff pengajar tidak menjawab, krisnov juga tidak, iloenx juga tidak, kita panggil Tuhan aja deh, sesuai usul GaraMata : D
    GaraMata 0 0
    mandolo02

    Sumber yang tepat itu Tuhan kah? Atau apa?
    hamatamu 0 0
    GaraMata; coba tanya suryosumirat: )
    hamatamu 1 suka | 0
    baiklah saya akan mengutipkan tulisan seorang kafir pada pembicaraan tentang surga ini, judulnya 'Agama Seorang Ibu Tua'




    Seorang ibu tua yang terlalu saleh, kurang puas dengan semua agama yang ada. Maka ia mendirikan agamanya sendiri.

    Pada suatu hari seorang wartawan, yang secara tulus ingin mengetahui keyakinan dan pendiriannya, bertanya:

    'Apakah Ibu betul-betul percaya, seperti dikatakan banyak orang, bahwa tidak ada orang yang masuk surga kecuali Ibu dan pembantu Ibu?'

    Ibu tua itu menimbang-nimbang sejenak, lalu menjawab:

    'Mengenai pembantuku Minah, saya kurang begitu yakin'




    kisah ke 89 dari buku berjudul 'Burung Berkicau' oleh Anthony de Mello SJ, terbitan Yayasan Cipta Loka Caraka, Cetakan 7, 1994
    GaraMata 0 0
    aha... akhirnya keluar renungan yang mantaf.
    Catshade 1 suka | 0
    Komentar pamungkas saya:

    Anda-anda tahu dari mana kalau sekarang ini kita masih di dunia? Jangan-jangan sebenarnya kita semua sekarang sudah ada di neraka... : D
    R A P 0 0
    Catshade : make sense... karena sudah kebanyakan setan di dunia... : D

    Silahkan login untuk memberikan pendapat