Kamu Tidak Bisa Masuk Surga 98
Sabtu, 9 Mei '09 15:06
Kerja bakti adalah sarana bergaul paling efektif di kampung. Menjadi kebiasaan di kampungku, ketika para bapak bekerja-bakti, maka para ibu membuat kegiatan lain seperti berolah-raga bersama, membuat snack bersama atau hanya sekedar kongkow-kongkow mengakrabkan diri. Sementara anak-anak riuh dengan permainan mereka sendiri.
Ketika sedang asyik-asyiknya para bapak mengangkati kotoran dari dalam selokan, tiba-tiba saja anak perempuan tetanggaku yang baru berumur sekitar 5 tahun berlari ke arah ayahnya. Begitu dapat memeluk, ia mulai menangis terisak, semakin lama semakin keras. Semula kami, para bapak, hanya menganggap hal yang sepele saja. Paling-paling berantem antarsesama anak-anak. Ya, biasalah anak-anak ketika berkumpul dan bermain bersama, pasti akan terjadi cekcok-cekcok kecil yang akan terselesaikan hanya dalam waktu sekejap…Tetapi karena tangisnya tak juga reda, akhirnya tetangga saya bertanya juga kepada anaknya tentang penyebab tangisnya.
“Aku tidak bisa masuk surga…”, jawab anak itu di antara senggukkannya.
“Loh, kenapa?”
“Karena aku bukan …”, katanya sembari menyebutkan salah-satu agama. Duh!! Tiba-tiba saja suasana menjadi sunyi dan semua berhenti bekerja. Entah itu karena lambang empati spontan kami atas kegundahan yang dialaminya, atau karena menjadi merasa jengah karena tema ini tiba-tiba saja muncul di antara kami yang selama ini selalu menjunjung tinggi toleransi di antara warga sekampung . Entahlah…
Syukurlah tak lama si anak berhenti menangis dan suasana tegang pun berlalu. Ketika hendak kembali ke teman-temannya, sambil melepaskan pelukan ayahnya, ia berujar mantap, “Malah cuma kita yang bisa masuk surga ya kan, Pak..?” Duh lagi !!
Selepas kerja bakti, aku segera beranjak pulang. Tiba-tiba saja aku menjadi sangat rindu kepada anakku yang baru berumur 3,5 tahun. Bersyukur aku masih punya kesempatan untuk mengajarinya tentang banyak hal. Tentang kebaikan, tentang saling mengasihi, tentang tolong-menolong, tentang kejujuran, tentang semua perbuatan baik yang bisa mengantarkannya masuk surga kelak.
Tag: agama, surga, kebersamaan
Terkait:
-
AWAS . . . ! CALO SURGA BERKELIARAN DI MANA-MANA
Sabtu, 1 Agu '09 12:59 -
Bagi Industri, Nyepi Adalah Komoditi
Jumat, 19 Mar '10 10:13 -
Di Balik Gagasan Kekerasan dalam Agama
Kamis, 11 Mar '10 10:03
Media Terkait:
Siapa saja yang merating artikel ini:
-
Google: Menarik
-
hamatamu: Menarik
-
Red-White Porridge: Menarik
-
Adagio for String: Penting
-
arno: Menarik
-
dony: Inspiratif
-
gunawanrudy: Menarik
-
Sri Kirana: Menarik
-
boiga: Penting
-
Casper: Menarik
-
kang tutur: Menarik
-
Logical Fallacy: Menarik
-
Nenda Fadhilah: Menarik
-
yusro: Menarik
-
kalipaksi: Menarik
-
Apprayo: Menarik
-
Denni: Menarik
-
durianmonthok: Inspiratif
-
Irfani Latif: Menarik
-
kangmasngud: Penting
-
Rizma Adlia: Bagus
-
ndarualqaz: Lucu
-
asep1974: Biasa
-
GaraMata: Penting
-
Catshade: Menarik
-
Retno I Palupi: Inspiratif
-
Upik: Bagus


KRMT Roy Suryo Notodiprojo, Anggota Komisi I DPR RI

Komentar:
masuk surga tidak melalaui start tidak terima Rp. 2000,-
bukannya ini problem typical kita?
Agama kok malah jadi masalah untuk kebersamaan kita (para manusia) ...
Saya sangat menghargai beliau, saya sangat mengerti mengapa beliau selalu berusaha mengajak saya percaya dan menerima Yesus sebagai TUhan, karena dalam iman beliau....saya tidak akan masuk surga.
Saya justru jadi terharu, itu tandanya beliau sayang kepada saya....beliau tidak ingin saya masuk neraka....makanya beliau tidak pernah menyerah menyampaikan firman Tuhan kepada saya.
Sayangnya.....saya juga begitu meyakini kebenaran agama saya.
Untukmu surgamu dan untukku surgaku.
Surga adalah rahasia Tuhan, satu hal yang pasti manusia dimasukkan ke dalam neraka/surga berdasarkan akumulasi amalnya....perhitungan amal yang begitu detail dan teliti seteliti-telitinya...sampai tidak ada satu makhlukpun yang merasa diperlakukan tidak adil.
Seo Hye Ling said : Tetapi saya tidak memusingkan masalah agama siapa masuk surga, agama siapa tidak masuk surga. Kalau berbuat baik ya pasti masuk surga, jahat ya masuk neraka. Beres...
____________________________________
setuju dengan Anda berdua...
Yang malas...ogah ogahan belajar...akan jadi bodoh dan bisa tinggal kelas.
Tidak adil rasanya kalo yang malas, bodoh, nakal, tetap naik kelas atau malah jadi juara kelas. Tidak adil bagi murid yang pintar dan sudah susah payah belajar sampai mengorbankan waktu bermainnya, ketika murid yang biasa-biasa aja malah jadi juara kelas.
Begitu juga dengan manusia beragama....siapa yang paling beriman dan bertakwa....paling banyak perbuatan baiknya yang menyangkut hubungannya dengan Tuhan, dengan dirinya sendiri dan dengan sesama mahluk....dialah yang akan masuk surga atau mendapatkan surga terindah.
Tidak adil kalo yang beramal sedikit disamakan dengan yang beramal banyak.
Makanya surga itu ada tingkatannya. Begitu juga dengan neraka.
Paling berat dan susah payah menjadi muslim, harus solat 5 waktu, harus puasa, harus zakat, harus menjalankan ibadah haji, harus makan makanan yang halal dan baik, tidak boleh zina, tidak boleh minum minuman keras, tidak boleh pacaran, harus menutup aurat, dll.
________________________________
TIDAK ADA. masalah agama adalah masalah kebaikan, menjalankan agama berarti menerapkan segala kebaikan yang diajarkan agama tersebut. orang yang merasa taat beragama tapi tidak berbuat baik sebenernya ya tertipu oleh perasaan bangganya sendiri..
padahal, berbuat baik pun, kalo dia merasa bahwa dia cukup taat atau cukup shaleh, itu juga bisa salah, karena ia terjebak rasa puas diri..
Motif org menjadi beragama kbanyakan karena alasan klise : cinta tuhan dan takut masuk neraka.
Cinta tuhan, terlalu melankolis, tidak semua org hatinya sepeka itu
takut masuk neraka: masuk anal
Ada motif lain?
Bila setiap agama memiliki Tuhan yang berbeda, memiliki Neraka yang berbeda dan juga memiliki Sorga yang berbeda: Maka tentu orang-orang baik penganut agama itu pasti akan memasuki Sorganya.
Namun kalo hanya ada 1 Tuhan, 1 Neraka, 1 Sorga, tentu kita harus "mencari" Agama yang manakah itu? Dan menjadi penganut yang baik agama tersebut.
Eh, pentingkah menjadi orang baik kalo hanya agar terhindar dari Neraka dan berharap masuk Sorga?
Bukankah... bersama-sama dan berkasih-kasihan dengan Tuhan sudah serasa sorga?
Mereka tidak dapat mengambil manfaat sedikitpun dari apa yang telah mereka usahakan (di dunia). Yang demikian itu adalah kesesatan yang jauh
Amalan/perbuatan baik dari org kafir, adalah seperti abu yang ditiup angin dengan keras dan adalah kesesatan yang jauh
*hehehehehe...*
Itu cukup menjelaskan term "kafir"
Lalu silahkan insert term tersebut ke ayat tersebut
Yg berarti, perbuatan baik yg dilakukan oleh org2 kafir tsb adalah seperti abu yang ditiup angin dengan keras dan adalah kesesatan yang jauh
Siapa suruh masukin term agama
------------
Karena ayat itu ada di QS. Ibrahim, 14 : 18
makanya saya bawa term tsb ke agama
Ada bahasannya http://isykarima.…63&Itemid=75
__
yang gampang aja kangtutur.. kita ngarep hujan dan ternyata hujan segera turun, itu aja bisa sangat menyenangkan lho..
goog satu motivasi lagi buat google: cinta buta, karena merasa kita rendah dan DIA segala hebat.. itu cukup sebagai motivasi untuk menjalankan semua perintahNYA..
__
yang gampang aja kangtutur.. kita ngarep hujan dan ternyata hujan segera turun, itu aja bisa sangat menyenangkan lho..
satu motivasi lagi buat google: cinta buta, karena merasa kita rendah dan DIA segala hebat.. itu cukup sebagai motivasi untuk menjalankan semua perintahNYA..
Siapapun orangnya, apapun agamanya, termasuk juga di dalamnya orang tidak beragama, kalau dia berbuat amal baik pasti mendapat amal baik di akhirat dari tuhan dan orang itu berhak mendapatkan surga
...adalah: SALAH, menurut ayat tersebut
Anda gugur boiga
Gk salah kan saya belajar, mumpung bahasannya ttg surga dan ada beberapa "kafir" disini
Asal jangan bawa2 org JIL aja .... *kabooerrrr.........
Makanya nimbrung disini, org nya rasional semua, dari berbagai agama lg hehehe
hahaha...
Saya akan bersyukur sekali bila ternyata setelah mati manusia hanya akan membusuk, tidak ada surga atau pun tuhan.
saya menangkap ternyata konsep "surga" juga belum jelas ya? Ternyata banyak surga bagi banyak orang.. Tadinya saya berpikir surga itu satu saja, khusus untuk orang-orang yang benar/baik selama hidupnya, tidak ada lagi kapling-kapling di sana...
*penasaran tapi ngga mau cepet-cepet pergi ke sana...
Hohoho, cukup menjelaskan. Anda ternyata orang yg kebingungan dalam hidup
*sorban saya mana ya...*
[ http://somethingd…t-kesalehan/ ]
Back to politik
Apakah dia tidak bisa menjadi seorang manusia eskimo yang baik terhadap sesamanya?
Atau - kebaikan seorang eskimo ini tidak bisa dianggap valid? cacat? atau bagaimana?
Padahal "niat-baik" si eskimo (misal) sering membantu teman untuk membersihkan rumah / lingkungan itu jelas-jelas sesuatu yang nyata.
Di sisi lain, kalau saya memeluk agama dengan kuat (secara ritual) tapi kelakuan saya sebenarnya jauh dari itu, atau bahkan tidak mau membantu orang yang beragama lain - Apakah itu lebih baik dari si eskimo yang punya kepercayaan agak aneh itu?
Saya akan bersyukur sekali bila ternyata setelah mati manusia hanya akan membusuk, tidak ada surga atau pun tuhan.
Dasar modem kafir!
Biar Tuhan yg menentukan. Setahu saya Dia nggak bodoh.
@ Celo
Kasi stiker agamis makanya
yg banyak berbuat baik, surga kian dekat
yg jahatnya plg banyak, tu neraka dikelopak mata..
Begitu juga dengan manusia beragama....siapa yang paling beriman dan bertakwa....paling banyak perbuatan baiknya yang menyangkut hubungannya dengan Tuhan, dengan dirinya sendiri dan dengan sesama mahluk....dialah yang akan masuk surga atau mendapatkan surga terindah.
berarti manusia udah dari "sono" nya merupakan mahluk sosial yah (sosialisme??)
*.....*
*aku sedang mbahas setan & neraka, kok...!*
[...
Biar Tuhan yg menentukan. Setahu saya Dia nggak bodoh.
...]
Astaga, kebetulan sekali saya sedang browsing2 kembali blog temen saya:
[ http://somethingd…ia-negativa/ ]
amat kebetulan... ckckckck
"coincidentally, there is no coincidence"
dan Ma sampe bingung apa temen Ma itu ga ngerasa dia sadis dengan ngomong kaya gitu,,
O iya,.. derajat kesalehan. Wah, mau pakai sorban juga ni si tuvoc belajar ginian
*dari tadi ga ketemu ya sorban saya....*
Siapapun orangnya, apapun agamanya, termasuk juga di dalamnya orang tidak beragama, kalau dia berbuat amal baik pasti mendapat amal baik di akhirat dari tuhan dan orang itu berhak mendapatkan surga
...adalah: SALAH, menurut ayat tersebut
Makanya pada masuk Islam!!
Siapapun orangnya, apapun agamanya, termasuk juga di dalamnya orang tidak beragama, kalau dia berbuat amal baik pasti mendapat amal baik di akhirat dari tuhan dan orang itu berhak mendapatkan surga
...adalah: SALAH!!!
Makanya pada masuk [insertyourreligionhere]!!
Ah ente..
Hanya Yahudi yg mempunyai ayat se "egois" itu
Ada!, di telapak kaki ibu ...
barangsiapa mengenal tuhan secara dekat, maka ia tak butuh lagi iming-iming itu.
Well said. I could not agree more.
wah, ternyata diskusi masih berlanjut sampai dini hari..
Monggo..., monggo... kita bebas menginterpretasikan arti dan makna "surga" seindah kita yang kita dambakan, sejujur yang kita percayai.
Ada juga yang mengatakan surga sebenarnya ada di hati kecil setiap manusia (ngga cuman di telapak kaki ibu..
*LAN*UT*AN *pinjem mottonya kangtutur
jadi inget: "ngomong sendiri berdua...!
kerling Google + Striding Cloud
Udah 72 bidadari nya gk jelas, azab di neraka juga mungkin cuma ancaman bohong
http://www.cmm.or…1782_0_3_0_M
Jangan2 agama itu dusta
Dan term "kafir" hanya ada pada 2 agama diatas tadi
kesimpulannya: Siapapun orangnya, apapun agamanya, termasuk juga di dalamnya orang tidak beragama, kalau dia berbuat amal baik pasti mendapat amal baik di akhirat dari tuhan dan orang itu berhak mendapatkan surga
...adalah: SALAH, menurut ayat tersebut
Anda gugur boiga : )
__
google:
Siapa kafir di agamamu? Siapa kafir di agama mereka?
Itu cukup menjelaskan term "kafir"
__
where did i go wrong?
why such conclusion?
pendapat di atas yang men-SALAH-kan kesemua kategori yang ada saya setuju, karena berdasarkan agama masing-masing tentu ada pihak yang masuk dan yang tidak akan bisa masuk ke dalam apa yang dinamakan surga. tapi ente tidak melanjutkan teori yang diajukan karena keburu mengambil kesimpulan SALAH, walau baru sampai di bagian tengah artikel sumber ente. coba baca dulu sampai selesai, tentu anda cukup pintar menangkap maksudnya.
__adalah: SALAH, menurut ayat tersebut, yang benar adalah...
Kalo mau memahami Islam carilah sumber yang tepat. Seperti kala lo mau belajar komputer lo harus cari yang ahli komputer bukan yang ahli komporin.
Untuk google loe fallacy banget ya...
kemarin ngaku google sbgai God loe sekarang gunakan term Islam.
Kalo gunakan google jadi rujukan apa kata dunia?
*cukek2 mata*
Ane cuma menjabarkan apa yg ada di ayat, toh gk ada yg yg bisa mendebat juga, semua pada muter2
Santai bro, jangan stress gara2 agama, itu baru jabaran 1 ayat lho
Toh anjuran gw kan bagus tuh, supaya org masuk Islam tuh
semoga dengan mahir menaruh kata "fallacy" pada kalimat dan melabelkannya pada orang lain, anda tidak jatuh pada kesalahan yang sama, semoga
Sumber yang tepat itu Tuhan kah? Atau apa?
Seorang ibu tua yang terlalu saleh, kurang puas dengan semua agama yang ada. Maka ia mendirikan agamanya sendiri.
Pada suatu hari seorang wartawan, yang secara tulus ingin mengetahui keyakinan dan pendiriannya, bertanya:
'Apakah Ibu betul-betul percaya, seperti dikatakan banyak orang, bahwa tidak ada orang yang masuk surga kecuali Ibu dan pembantu Ibu?'
Ibu tua itu menimbang-nimbang sejenak, lalu menjawab:
'Mengenai pembantuku Minah, saya kurang begitu yakin'
kisah ke 89 dari buku berjudul 'Burung Berkicau' oleh Anthony de Mello SJ, terbitan Yayasan Cipta Loka Caraka, Cetakan 7, 1994
Anda-anda tahu dari mana kalau sekarang ini kita masih di dunia? Jangan-jangan sebenarnya kita semua sekarang sudah ada di neraka...
Silahkan login untuk memberikan pendapat