Mengapa Boediono? 30

Rabu, 13 Mei '09 12:50

Meski belum resmi, nyaris pasti Susilo Bambang Yudhoyono akan memilih Boediono menjadi calon wakil presiden dalam Pilpres 2009 nanti. Mengapa Boediono?

Pertanyaan itu jelas mengemuka karena SBY dan Partai Demokrat telah menempuh sebuah langkah berisiko. Ya berisiko karena kenyataannya beberapa partai yang sudah setuju berkoalisi dengan mereka menjadi berang.

Bila harus menempuh risiko lumayan besar, tentu ada sebuah tujuan besar yang diidealkan oleh SBY dan PD. Setidaknya itulah menurut pengamatan sekilas saya yang pengamat profesional bukan, sok tau dan amatiran iya.

Pemilihan Boediono sebagai cawapres memiliki tujuan jangka panjang, yakni demi kepentingan PD pada Pemilu 2014 mendatang (kalau 2012 ndak jadi kiamat sih. hehehe). Memilih seorang sosok non-parpol akan menguntungkan PD, khususnya SBY yang kalau nanti terpilih dipastikan tidak bisa maju lagi sebagai capres pada tahun 2014.

Oke, mari berasumsi SBY-Boediono akan memenangi pilpres kali ini.

Dengan demikian, akan sangat mungkin sang wapreslah yang akan maju ke Pilpres 2014. Status Boediono sebagai orang non-partai politik (setidaknya saat ini) memiliki arti strategis bagi PD. Karena nantinya, tidak akan ada satu pun partai yang bisa mengklaim kinerja pemerintah periode 2009-2014 sebagai hasil kerja mereka.

Seperti kita tahu, posisi seorang incumbent sangat berpengaruh ketika seseorang atau sebuah partai mengikuti pemilu berikutnya. Dengan segenap keuntungannya, seorang incumbent sudah satu atau dua langkah di depan dibanding rival yang berasal dari 'luar'.

Coba bayangkan kalau misalnya Wapres SBY adalah Hidayat Nur Wahid atau Hatta Rajasa? Pasti nanti PKS dan PAN akan dengan mudah mengklaim hasil kerja SBY seolah-olah jadi hasil kerja mereka dan hal itu bakal jadi jualan utama di Pilpres 2014.

Malah bisa jadi, di tengah jalan Boediono yang non-partisan itu bakal disuruh 'pindah agama' menjadi seorang kader PD. Hnah!

Kalau soal rekan-rekan koalisi yang geram dengan pilihan SBY dan mulai kasak-kusuk di belakang --sampai ada yang ngancam mau bikin poros alternatif segala--, ya itu risiko. Tetapi SBY dan PD bolehlah percaya diri karena mereka ada di atas angin berbekal hasil suara pemilu legislatif kemarin.

Tampaknya, yang paling galak dari koalisi yang marah itu tinggal PKS dan PAN. Itu wajar, karena dua kader mereka gagal jadi pendamping SBY. Tetapi kalau soal apakah mereka benar-benar berani meninggalkan SBY? Tampaknya tidak.

Foto courtesy of Kompas


Tag: Boediono, SBY, Pilpres

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Terkait:

Media Terkait:

    Siapa saja yang merating artikel ini:

    Komentar:

    kang tutur 0 0
    namun aku kok ngerasa bukan Boediono deh yang bakal diumumkan SBY..., ; ))
    Red-White Porridge 0 0
    pantas ditunggu kinerja dosen di wakil presiden...: D

    Asumsi di 2014? Presiden..? Dosen.. saya pibadi enak kok dengernya...

    tapi patut ditunggu di 2014 "lanjutkan" atau "change.." ini yang paling menarik.. ; )
    arya 0 0
    kang tutur kalo bukan boediono, jgn2 SBY nyerah ditekan parpol? :d

    @5cmlegacy betul, betul
    Pangeran Siahaan 0 0
    ah, gembira sekali jika betul boediono yg dicalonkan sebagai cawapres, bukan karena figur orangnya, melainkan latar belakangnya yg (sampai saat ini) non-partisan
    suryosumirat 0 0
    kalo ane liat, yang merapat ke sby dan demokrat kebanyakan partai Islam, so boleh jadi yang terbentuk poros nasionalis religius. bahaya bagi kepentingan asing.
    naa..... kalo sby ambil boediono jadi wapres, boleh jadi sby mikirin dampak ekonomi, sebab setahu ane boediono orange pro bangat pasar, ...persis kayak sri mulyani. ngga aneh kalo dulu boediono diangkat ....bursa pasar agak lumayan tidak bergejolak he..he..he.. kapitalis lagi ...kapitalis lagi ....rasane pingin cepet revolusi...
    Raden 0 0
    kalo boediono terpilih sbg cawapres sby dan partai pendukungnya melompat ke koalisi lain, maka habislah sudah sb dengan pd -nya.

    sebagian besar kebijakan yang akan dikeluarkan oleh sby-boediono, akan tidak berjalan dikarenakan pada tingkat parlemen dikuasai oleh oposisi.

    maka dengan demikian kinerja pemerintahan kedepan sudah mungkin bisa dipastikan tidak akan berjalan dengan baik.


    hufffhhhhhhhh capek deh sby ...
    Herman Saksono 0 0
    Bukannya sejak awal pemerintahan SBY, DPR secara defacto sudah dikuasai oposisi ya? Nothing new there.
    Edo Segara 0 0
    Selamat buat Boediono, selamat datang Pasar bebas. Ayo komprador asing rame-rame masuk ke Indonesia. Tingkatkan terus hutang Indonesia. Yang kaya semakin kaya, yang miskin semakin semaput : D
    Google 0 0
    Boediono memang sepertinya juga dijadikan umpan dalam komunikasi politik beberapa hari terakhir dengan PDIP, tapi sayangnya umpan tidak ditelan mentah2 oleh PDIP
    septima 0 0
    Masih lebih baik boediono daripada ora ono : D

    SBY rupanya trauma sama JK, wapres yang 1/2 presiden. dia pengennya wapres yg cuma tukang stempel doang kayak di era orde baru...
    yashumi 0 0
    bagi awam, pilihan SBY ini sangat pas, terlihat kalau SBY ga bisa di dikte walaupun sekedar menghidangkan calon, SBY pingin ikut masak menu yg akan di dia pilih, kala HNW, HR, MI, bukan SBY juru masaknya.....rakyat akan dukung SBY-BDN
    arya 0 0
    Raden
    menurut saya tidak sesederhana itu.
    sby tampaknya ingin mengembalikan fitrah sistem presidensiil di indonesia. (good news buat ketatanegaraan tentunya).
    sistem presidensiil itu artinya pemerintahan tdk bisa dijatuhkan oleh parlemen.
    PD sudah 20%+ di dpr, plus PKB dan PPP aja udah aman.
    lagipula, kunci untuk 'meredam' DPR kan sebenernya ya memerintahlah dgn baik :d
    arya 0 0
    septima
    bisa jd, trauma jd salah satu motivasi sby milih cawapres non parpol.
    Google 0 0
    @kelakukan, good news, memangs epertinya presidensil yg akan ditembak SBY

    Lagian, nilai jual SBY bukan di partai koq : D
    LCFR 0 0
    Google: seconded lah, orang partainya yang jualan SBY : )).
    jalansutera 0 0
    siapapun wakilnya, yang penting presidennya SBYeh..
    Eko Sedane Putra 0 0
    pilpres kali ini kurang seru.... masih didominasi politisi lama........

    nah 2014 mungkin lebih seru kali ya....
    bayangin aja...SBY uda g bisa nyalon, Mega pasti malula kalo nyalon lagi (sekarang aja belum tentu nyalon), JK??? uda ketuaan deh.....?? so who's the next president????
    arya 0 0
    Eko Sedane Putra
    betul mas. selain tokoh yg muda scr umur, kalo bisa jg yg bukan tokoh politik lama. jgn sampe 4L deh, lu lagi lu lagi
    kalangwan 0 0
    sebenarnya gak perlu heran soal non-partisan dalam diri wapres. hatta adalah seorang non-partisan, dalam arti dia tak tergabung dengan satu pun partai. menariknya, orang yang non-partisan seperti hatta inilah yang justru bikin MAKLUMAT X: beleid yang memungkinkan lahirnya partai-partai.


    pendexs00 0 0
    apapun wapresnya,.....presidennya SBY aja
    arya 0 0
    kalangwan
    apa krn dia bukan orang partai jd ketika konflik sama soekarno, jd dia yg mental? :d
    kalangwan 0 0
    arya:

    dia bkn orang partai, tp dia representasi dari partai2 yg anti-soekarno. maksudnya, parta-partai macam PSI dan Masyumi itu menganggap Hatta sebagai salah satu sandaran mereka. Hatta terpental, tapi lebih tepat dia memang mengundurkan diri dari posisi wapres.
    Jaka Sembung Bawa Golok 0 0
    SBY itu Jawa banget.. dan cemburuan...
    Loyalitas adalah segala-galanya..
    Dan dia yakin figur Boediono tidak akan mungkin menandingi popularitas dirinya (bukan saingan).

    Pola perilaku yang sama juga diterapkan selama 32 tahun oleh Soeharto. Yang jelas juga "Jawa Banget". Begitu figur Tri Sutrisno populer.. hantam.. figur Sri Sultan HB beken.. cerai..

    Partai Demokrat kalau mau maju harus regenerasi, jangan ngandalin figur SBY melulu.
    Wonggantenk 0 0
    Jaka Sembung Bawa Golok

    : D...yah, begitulah : D
    Google 0 0
    Jaka Sembung Bawa Golok
    Masukan yang bagus, akan kami perjuangkan
    Logical Fallacy 0 0
    Jaka Sembung Bawa Golok & Wonggantenk - Saya tidak setuju. Orang jawa banget itu contohnya Mbah Marijan.
    kang tutur 0 0
    baru tau klo Jawa Banget = Cemburuan ; ))
    Jaka Sembung Bawa Golok 0 0
    Logical Fallacy
    Mbah Marijan for President!!
    Mbah marijan juga cemburuan... doi 'gak rela'/ cemburu bin dongkol ama sayentis alias ilmuwan yang ngeklaim lebih tahu bin lebih dekat dengan kekasihnya (Gunung Merapi)
    Logical Fallacy 0 0
    Jaka Sembung Bawa Golok - Itu bukan cemburu karena nyatanya saintis salah. Tapi saya mendukung Mbah Marijan for President! Aye! Energize! : D
    Jaka Sembung Bawa Golok 0 0
    Logical Fallacy
    Karena Mbah Maridjan udah kelewat beken; maka karena itulah beliau nggak dipilih ama SBY buat jadi Wapres dari kalangan profesional.. hehe

    Silahkan login untuk memberikan pendapat