Lakmus Tes untuk Capres Ala Politikana 72

Kamis, 14 Mei '09 12:39

Dengan dukungan dan bantuan teman-teman di Politikana semuanya, saya bermaksud mengajukan usul agar kita bisa memformulasikan sebuah Tes Lakmus untuk Calon Presiden yang nantinya jadi bertarung.

Apakah itu Tes Lakmus?

Sejatinya Tes Lakmus (kertas lakmus) adalah adalah suatu kertas dari bahan kimia yang akan berubah warna jika dicelupkan kedalam larutan asam/basa. Warna yang dihasilkan sangat dipengaruhi oleh kadar pH dalam larutan yang ada.

Tes Lakmus (Lakmus, Wikipedia) karena itu dilakukan untuk menentukan kadar ke-asam-an atau ke-basa-an sebuah zat kimia.

Di dunia politik, Tes Lakmus atau Litmus Test juga dikenal yaitu sebagai seri pertanyaan yang diajukan pada kandidat pemegang jabatan yang mana jawaban yang mereka berikan akan menunjukkan posisi politik dan ideologi mereka.

Tujuan dari Test ini adalah untuk membantu kita menyelami lebih lanjut pikiran, kepercayaan dan visi dari sang capres DAN memudahkan para pemilih (kita) untuk menentukan pilihan secara RASIONAL

Karena siapa yang tahu, selama ini kita memilih A, padahal ternyata calon A memiliki posisi dan kepercayaan yang bertentangan dengan yang kita miliki.


Nah untuk mengadakan Tes Lakmus Capres ini, maka kita membutuhkan set pertanyaan, yg cukup membelah dan tidak memberi ruang pada capres memberi jawaban yang AMBIGU atau AMAN.

Set Pertanyaan ini nantinya akan Politikana ajukan untuk dijawab oleh para Capres, via tim sukses masing-masing Capres tersebut.

TAPI sebelum itu, kita masih harus menentukan nih, pertanyaan2x apa yang akan kita masukan dalam set pertanyaan tersebut. Dan itu yang ingin saya usulkan agar kita diskusikan bersama di posting ini, monggo ajukan pertanyaan yang menurut teman-teman dapat menjadi salah satu pertanyaan di Tes Lakmus Capres tersebut.

Kriteria dari set pertanyaan Tes Lakmus Capres ala Politikana adalah seperti di bawah ini:

  • Jumlah pertanyaan maksimum 7 pertanyaan
  • Simple, sederhana, tidak memberikan ruang gerak untuk menjawab dengan jawaban AMBIGU atau MENGAMBANG
  • Dalam, dan merupakan pertanyaan yang diajukan pada skala Presiden.
  • Urgent dan penting
  • Berskala nasional
  • Membantu pemilih menentukan pilihan.


Bentuk pertanyaan yang terbayang tidak memberikan ruang jawaban mengambang adalah pertanyaan dengan:

  • Jawaban Ya atau Tidak
  • Format pertanyaan dimulai dengan, "Setujukan Anda dengan..."
  • Format pertanyaan dimulai dengan, "Apakah ... menjadi prioritas Anda"
  • Format pertanyaan dimulai dengan, "Mana yang menjadi prioritas terlebih dahulu ... atau ...."


Area pertanyaan yang sudah teridentifikasi adalah seperti di bawah ini, mohon ditambahkan jika kurang:

  • Kepercayaan pada Demokrasi
  • Komitmen pada penegakkan hukum (termasuk korupsi)
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Pluralisme + Toleransi + Keberagaman (termasuk isu pornografi)
  • Kependudukan dan Kewarganegaraan
  • Energi
  • Lingkungan
  • Teknologi (termasuk IT dan Internet)
  • Hubungan Sipil - Militer
  • Keterbukaan Informasi
  • Ketahanan Negara
  • Pemberantasan Kemiskinan
  • Media & Pers
  • Kesejahteraan Rakyat
  • Hak Asasi Manusia


Beberapa contoh pertanyaan yang sempat kita pikirkan misalnya adalah:

  • Setujukah Anda akan pembubaran Ahmadiyah? (Hukum, Keberagaman)
  • Setujukah Anda dengan pencabutan subsidi BBM 100%? (Ekonomi, Kemiskinan)
  • Setujukah Anda dengan peghentian (moratorium) penebangan hutan 100%? (Lingkungan, Ekonomi)
  • Setujukah Anda dengan privatisasi penyediaan listrik? (Ekonomi, Kesejahteraan)
  • Setujukah Anda dengan penghapusan hukuman mati? (Hukum, HAM)
  • Setujukah Anda dengan penghapusan ruang AGAMA di KTP? (Kependudukan, Keberagaman)


Dan mohon masukan yang lebih banyak lagi, agar kemudian bisa kita pilh 7 pertanyan (maksimal) utama untuk kita ajukan bersama.

Tentunya kita semua dengan latar belakang kita masing-masing dapat memberikan ide beragam dengan prioritas masing-masing kurang lebih pertanyaan apa yang ingin kita tanyakan pada Capres nantinya.

Kurang lebih begitu rencananya, mohon masukan pertanyaan-pertanyaan apa yang kira-kira dalam area diatas, agar kita ajukan sebagai salah satu dari Tes Lakmus kita pada Capres nantinya.

Terima kasih semuaaaa, mohooon dibantuuu yaaaa! :D

Vivat Politikana! :D


Tag: politikana, capres, tes lakmus

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Terkait:

Media Terkait:

    Siapa saja yang merating artikel ini:

    Komentar:

    Catshade 0 0
    Nyumbang satu: Setujukah anda dengan nasionalisasi aset-aset pertambangan Indonesia?
    Casper 0 0
    Mengapa tidak langsung pertanyaan dgn jawaban lengkap? Itu mungkin akan lebih mencerahkan, bisa jadi artikel. Bukankah seperti ini justru pengkotak2an?
    Catshade 0 0
    Casper: Maksudnya? kok saya kurang ngeh... : |
    enda 0 0
    Casper jawaban panjang dan menerangkan tentu boleh, tapi kita perlu jawaban jelas dan definitive juga agar mudah membandingkan satu capres dengan capres lainnya.

    Misalnya bubarkan Ahmadiyah?

    SBY bilang YA
    JK-WR bilang TIDAK
    Casper 0 0
    Labelisasi, n kita untuk selanjutnya menebak pikirannya berdasar label. Setahu saya, banyak yg ideologinya mix. Klo spt ini rasanya spt pengkutuban.
    Casper 0 0
    @ enda
    Saya pikir lebih penting di alasannya sih...
    kalipaksi 0 0
    setuju dengan pendekatan pertanyaan yang simpel, tapi perlu jawaban yang saklek.

    urun rembug:
    "apakah reformasi agraria untuk mengamankan lahan pertanian agar tidak berubah fungsi menjadi peruntukan lain menjadi prioritas kebijakan Anda di bidang pertanian?"
    Catshade 0 0
    *merasa jawabannya nanti bakal banyak yang 'ya, tapi...' atau 'tidak, kecuali...'* : ))
    Casper 0 0
    Kalau nampak menarik untuk rakyat : ya
    klo nggak : nggak. Namanya juga politikus : D. Pertanyaannya harus yg dilematis klo gini.
    Herman Saksono 0 0
    @budytyas: kalau begitu namanya bukan lakmus tes lagi kan?
    Retno I Palupi 0 0
    "Setujukah anda dengan program BLT?" (kesejahteraan, pemberantasan kemiskinan).

    Program ini sering dituding untuk mencuri start kampanye bagi partai yang berkuasa.
    enda 0 0
    alasan penting dan gapapa ada, tapi jawaban simpelnya juga ada

    dan benar di indonesia kan rasanya ideologi yang satu dengan yang lain ga banyak beda, A dan B sama2x bilang iya, nah tapi alasannya berbeda
    Striding Cloud 0 0
    Njawabnya begini: "Apa yang saya setujui itu tidak penting, yang terpenting adalah: Apakah sesuai dengan konstitusi dan hukum yang berlaku? Nah kalau masalahnya sudah begitu, itu sudah urusan legislasi"
    babyloniamaria 0 0
    kalo tidak ada perubahan vvarna pada lakmuz, apa artinya?
    Yudiantoro 0 0
    babyloniamaria: udah mati rasa capresnya : D

    seriously:
    Setujukah anda terhadap penghapusan BUMN? (Ekonomi, Penegakan Hukum)
    ichanx 0 0
    setuju ama Casper .... gak mantep kalo jawaban cuma merah biru ala kertas lakmus... : D
    Casper 0 0
    Politikus itu susah dipaksa kayak anak baru nyari kerja yg ditest kepribadian nurut : D. Wawancara aja kadang masih ga ngerti maksudnya apa. Mbulet ndak jelas.

    *..ngelirik yg orang spikologi.. ; ))*

    @ momon
    Iya, emang ndak.
    laind 0 0
    Kalau jawabannya: Saya tidak setuju, tapi akhirnya dilakukan dan ngeles dengan, "Bukan masalah setuju atau tidak, tapi masalah apa yang terbaik untuk bangsa."

    Contoh:
    "Saya tidak setuju poligami, tapi lha 2 cewek itu minta." : p
    LCFR 0 0
    babyloniamaria: artinya dia presiden golput.
    ari jusuf 0 0
    1. Pendidikan: "Apakah anda akan meningkatkan anggaran untuk pendidikan menjadi 25% terkait dengan usaha menghasilkan sumber daya manusia yang lebih siap?"
    2. Kesehatan: "Apakah anda akan meningkatkan anggaran untuk bidang kesehatan minimal menjadi 15% (APBN 2009 hanya 2.64%) dari APBN untuk:
    - memastikan tersedianya layanan kesehatan yang layak bagi semua orang tanpa diskriminasi termasuk untuk kelompok-kelompok masyarakat yang termarjinalkan seperti: pekerja seks, waria, pengguna narkoba suntik maupun orang yang terinfeksi penyakit menular, termasuk IMS (infeksi menular seksual) dan HIV?"
    - meningkatkan layanan kesehatan untuk menurunkan angka kematian bayi dan ibu?” (angka kematian ibu di Indonesia tertinggi di Asia Tenggara +/- 290 kematian ibu/100rb kelahiran; angka kematian bayi 34 per 1000 kelahiran)
    Herman Saksono 0 0
    usul, pertanyaan bung ari jusuf direword menjadi seperti ini biar jawabanya gak bisa muter2.

    1. Pada tahun keberapa pemerintahan Anda anggaran pendidikan akan menjadi 25% demi peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia Indonesia yang lebih kompetitif?

    tapi ini cuma usul : D
    Gamal 0 0
    Bung Enda,
    Politisi biasanya akan menjawab dengan "amphoteric" answer : )
    Catshade 0 0
    Kalau jawabannya: Saya tidak setuju, tapi akhirnya dilakukan dan ngeles dengan, "Bukan masalah setuju atau tidak, tapi masalah apa yang terbaik untuk bangsa."

    ---

    Tinggal ditanya balik lagi: Apakah menurut anda (misalnya) penghapusan subsidi BBM adalah langkah terbaik buat bangsa ini? : D
    banino14 0 0
    pertanyaan no 7. apakah anda menjawab semua pertanyaan ini dengan jujur?
    enda 0 0
    Sudah ada beberapa tambahan pertanyaan, lumayaaan

    "Apakah reformasi agraria untuk mengamankan lahan pertanian agar tidak berubah fungsi menjadi peruntukan lain menjadi prioritas kebijakan Anda di bidang pertanian? - kalipaksi

    "Setujukah anda dengan program BLT?" (kesejahteraan, pemberantasan kemiskinan) - Retno I Palupi

    Setujukah anda terhadap penghapusan BUMN? (Ekonomi, Penegakan Hukum) - Yudiantoro

    "Apakah anda akan meningkatkan anggaran untuk pendidikan menjadi 25% terkait dengan usaha menghasilkan sumber daya manusia yang lebih siap?" (Pendidikan) - ari jusuf

    "Apakah anda akan meningkatkan anggaran untuk bidang kesehatan minimal menjadi 15% (APBN 2009 hanya 2.64%) dari APBN untuk (1) memastikan tersedianya layanan kesehatan yang layak bagi semua orang tanpa diskriminasi termasuk untuk kelompok-kelompok masyarakat yang termarjinalkan seperti: pekerja seks, waria, pengguna narkoba suntik maupun orang yang terinfeksi penyakit menular, termasuk IMS (infeksi menular seksual) dan HIV?" (2) meningkatkan layanan kesehatan untuk menurunkan angka kematian bayi dan ibu?” (Kesehatan) - ari jusuf

    Pada tahun keberapa pemerintahan Anda anggaran pendidikan akan menjadi 25% demi peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia Indonesia yang lebih kompetitif? reword - Herman Saksono

    Kalau jawaban tetap mengambang, toh kita juga bisa tetap mengambil kesimpulan tentang kualitas si Capres tersebut.

    Ada pertanyaan lagi yang lain?

    Kalau nanti sudah terkumpul, untuk yang di Jakarta, gimana kalau kita bahas sambil ngumpul pertanyaan final yang ingin kita ajukan?
    Sri Kirana 0 0
    Nambah ya...
    Apakah anda akan mengikutsertakan putra Papua/Maluku/Nusa Tenggara dalam kabinet anda? Berapa persentasenya?
    Nenda Fadhilah 0 0
    Dulu pernah bikin yang mirip2 di blog: http://aruta.word…on-presiden/

    mungkin ada yang bisa dipake : D
    heriyadi 0 0
    Bagaimana memeratakan distribusi pendapatan sebab dalam 5 tahun terakhir koefisien Gini Index Indonesia terus memburuk?
    Herman Saksono 0 0
    Apakah Anda bersedia membunuh rakyat Anda demi kestabilan nasional dan tercapainya program Anda?

    Casper 0 0
    Anda nyindir saya???

    *mewakili seorang capres .. : D*
    ichanx 0 0
    Herman Saksono terlalu blak2an!!!! =))
    kang tutur 0 0
    1. Karena UUD 1945 yang asli (sebelum amandemen) memungkinkan Presiden dipilih berkali-kali, setujukah anda kembali ke UUD 1945 itu lagi?

    Casper 0 0
    Anda ikut2 nyindir saya???

    *mewakili seorang capres lagi .. : D*
    kang tutur 0 0
    1. (lagi) Setujukah anda Tes Lakmus ini? ; ))

    Casper... kebanyakan dosa, jadi apa-apa tersindir... yeee... ; ))
    Gamal 0 0
    Ekonomi:
    Apakah anda akan menaikkan tingkat pajak atau menurunkannya?

    Politik:
    Dalam memilih anggota kabinet, apakah anda memilih berdasarkan masukan dari partai pendukung atau berdasarkan profesionalitas?

    Budaya:
    Apakah anda akan memperketat aturan isi tayangan televisi?

    Teknologi:
    Demi kemandirian bangsa, apakah anda akan menerapkan IGOS ke segenap kantor pemerintahan RI?
    heriyadi 0 0
    Momon

    Ngga ada militer yang tangannya tidak berdarah.

    Kalo mau bongkar, bongkar kasus PDI 27 Juli dan Mei 98.
    enda 0 0
    heriyadi kalau pertanyaannya "bagaimana..." rasanya bukan pertanyaan yg diajukan ke presiden

    toh nanti pelaksanaannya dilakukan oleh para pembantunya.

    IMHO presiden itu bukan orang yang harus tau "bagaimana" dia cuma perlu tau arahnya kemana dan bisa mengambil keputusan untuk menuju ke arah tersebut

    Jadi presiden harus tau dia mau ke Z, bagaimana caranya ke Z itu urusan orang2x pintar di sekeliling dia
    Casper 0 0
    Pak Capres, kata kangtutur anda kebanyakan dosa!
    Apakah bapak sadar? Jawab dgn ya atau tidak.
    : D

    Yudiantoro 0 0
    enda: boleh tuh, kumpul2.. apalagi kalo ada doorprize led tv samsung : D : D : D

    enda 0 0
    Herman Saksono, ichanx pertanyaannya 24 - jack bauer sekali heuhehue

    tapi mkn daripada membunuh, diganti dengan mengorbankan kali ya

    "Apakah anda bersedia mengorbankan kesejahteraan rakyat Anda demi kestabilan nasional dan tercapainya program Anda?"
    Yudiantoro 0 0
    nambahin deh:

    Apakah anda mendukung regulasi konvergensi teknologi? (teknologi, ekonomi, pers&media)

    Apakah energi terbarukan merupakan agenda prioritas anda? (energi, lingkungan, kesejahteraan masyarakat

    *mendadak dapet ide pas lagi semedi di wc : D*
    Logical Fallacy 0 0
    "Kalau hanya ada dua pilihan berikut ini mana yang Anda pilih? Mendukung ekonomi ala khilafah atau ekonomi neoliberal?"

    ; ))
    Google 0 0
    Gamal
    Politisi biasanya akan menjawab dengan "amphoteric" answer
    ----------------

    Pasti, tanpa "amphoteric" answer, mereka tidak akan jadi politisi : )
    Denni 0 0
    Setuju kah anda kalau fasilitas umum menjadi tanggung jawab negara(gratis tanpa di pungut biaya)
    Dh2L 0 0
    Setuju Nasionalisasi SDA Tidak Terbarukan

    Setuju Penghapusan Monopoli

    Setuju 2 Pintu Keluar/Masuk Ekspor / Impor Melalui Laut Cina Selatan Selat Malaka , Selat Makasar

    Setuju Pajak Progresif

    Keluar keanggotaan di IMF Bank Dunia ADB

    Setuju Hubungan B TO B

    Setuju hubungan G To G

    Setuju Pengelolaan Utang Negara Terbuka Untik Umum Penggunaaan dan Pengawasan



    Dh2L 0 0
    Ralat :setuju keluar keanggotaan di IMF Bank Dunia ADB
    Dh2L 0 0
    Ralat :Setuju Pengelolaan Utang Negara Terbuka untuk Umum Penggunaandan Pengawasan

    R A P 0 0
    setujukah Anda pada penyederhanaan fasilitas negara bagi Presiden ?
    R A P 0 0
    setujukah Anda pada azas kebebasan beragama bagi seluruh rakyat, termasuk kebebasan untuk membangun sarana ibadah secara adil ?
    Red-White Porridge 0 0
    Usul:

    Saya lebih setuju dengan model pertanyaan Herman Saksono harus dilematis biar langsung Ya atau Tidak.

    Apakah Anda bersedia membunuh rakyat Anda demi kestabilan nasional dan tercapainya program Anda?

    yang diperhalus : D oleh enda menjadi:

    "Apakah anda bersedia mengorbankan kesejahteraan rakyat Anda demi kestabilan nasional dan tercapainya program Anda?"

    ini baru skak mat... dia harus jawab ya atau tidak... ketahuan value pribadinya dan ideologinya, karena kalo pertanyaanya mengarah ke positif pasti jawabannya YA...
    vice versa ...

    Misalnya pertanyaan ini:

    Apakah Anda bersedia memberikan hukuman mati kepada koruptor, walaupun itu berarti anda mengabaikan hak2 asasi manusia?

    Apakah anda bersedia memberikan hukuman mati kepada koruptor demi memberantas korupsi sampai ke akar2nya...?

    mungkin kata kuncinya "bersedia" lalu "demi"/walaupun

    tesa ketemu antitesa... jadinya sintesa..

    gimana menurut teman2 : D

    hamatamu 0 0
    saya setuju Red-White Porridge
    heriyadi 0 0
    enda
    Diubah deh pertanyaannya jadi "Apakah sistem ekonomi anda top to bottom?"
    Red-White Porridge 0 0
    hamatamu : D

    Apakah Anda bersedia memberikan hukuman mati kepada koruptor, walaupun itu berarti anda mengabaikan hak2 asasi manusia?

    Bayangin:

    kalo SBY bilang YA!
    JK bilang TIDAK!


    pertanyaan lagi:

    Apakah anda bersedia menaikkan anggaran pendidikan di APBN, walaupun masih banyak penduduk indonesia yang berada dibawah garis kemiskinan?

    Ya atau tidak akan ketahuan value/ideloginya...
    karena dua duanya sama sama penting...

    paradoksial dan dilematis
    Roby Muhamad 0 0
    Pertanyaan "bagaimana" penting karena presiden harus punya strategi besarnya, dan justru pertanyaan "bagaimana" ini menghadapkan seorang presiden terhadap pilihan dan biasanya pilihan ini ada trade-off nya. Nah, pilihan ini merefleksikan ideologi; jadi bukan omong doang.

    Malah menurut gw sih litmus test ini kurang produktif. Karena realitas itu tidak bisa diketahui dari litmus test. Litmus test mengabaikan kompleksitas realitas. Yang dihasilkan hanya polarisasi tanpa substansi.

    Akhirnya, memberi pertanyaan yg berguna buat capres emang nggak gampang. Harus diolah secara matang agar dapat memperlihatkan cara berpikir capres.

    rif 0 0
    pertanyaan tertutup yes/no, gak pa pa asal dari jawabannya bisa ketauan apakah si capres termasuk liberal, konservatif, sosialis atau supply sided atau religius. Yang udah dilist manteb2 tuh; akhmadiyah, hukuman mati, anti pornografi, pro life/choice... "dikotomi"nya emang harus bener2 dilematis shg si capres gak bisa main aman dengan misalnya "take both sides".

    Pertanyaan dilematis juga bisa mencegah gejala sinterklas-isme kayak kontrak politik Megawati; bbm murah, sembako murah, pendidikan gratis, pajak rendah, tapi gak dijelasin dari mana ongkosnya (jangan2 duitnya dari utangan baru atau nyewain pulau buat pangkalan amrik). Segala sesuatu pasti ada ongkosnya (maksudnye semua udah mencapai pareto optimal), kalo capresnya suka memberikan kelonggaran fiskal (untuk stimulus sektor ril) maka konsekwensi langsungnya adalah penerimaan negara berkurang (gak ada duit buat pendidikan gratis atau puskesmas). Kalo capres menolak impor paha ayam dari amrik maka ekspor udang kita ke amrik pun akan ditolak.
    Striding Cloud 0 0
    Red-White Porridge
    compounded question itu fallacy ndak ya?

    *summon Logical Fallacy
    hamatamu 0 0
    Striding Cloud; : ))
    enda 0 0
    Roby Muhamad tes lakmus mkn simplifikasi, tapi kan tujuannya adalah untuk mengkristalisasi posisi seorang kandidat, untuk mempermudah pemilih menentukan pilihan

    bukan berarti pertanyaan "bagaimana" tidak penting, tapi ya tidak cocok dan buka bentuk pertanyaan lakmus, tapi dalam 7 pertanyaan misalnya bisa aja 1 pertanyaan dalam bentuk yang lebih berupa penjelasann jawabannnya

    yg penting sekarang adalah pertanyaan2x nya apa?
    Logical Fallacy 0 0
    Striding Cloud - Saya sih setuju saja untuk menguji cara berpikir capres-cawapres. Mereka kan juga harus memahami cara berpikir saya. ; ))
    Dh2L 0 0
    * Kepercayaan pada Demokrasi Sila ke 4
    * Komitmen pada penegakkan hukum (termasuk korupsi) Sila 2
    * Ekonomi Sila5
    * Pendidikan Sila 5
    * Kesehatan Sila 5
    * Pluralisme + Toleransi + Keberagaman (termasuk isu pornografi) Sila 1
    * Kependudukan dan Kewarganegaraan Sila 3
    * Energi Sila 5
    * Lingkungan Sila 5
    * Teknologi (termasuk IT dan Internet) Sila 2
    * Hubungan Sipil - Militer Sila 3
    * Keterbukaan Informasi Sila 3
    * Ketahanan Negara Sila 3
    * Pemberantasan Kemiskinan Sila 5
    * Media & Pers Sila 5
    * Kesejahteraan Rakyat Sila 5
    * Hak Asasi Manusia Sila 5


    opiniherry 0 0
    Mudah-mudahan belum terlambat.

    #Apakah anda akan menghapus sistem kerja kontrak?
    Dh2L 0 0
    tul !
    Red-White Porridge 0 0
    Striding Cloud

    compunded question ?

    gak ngerti .. jelasin dwong..
    lakiman 0 0

    -Apakah anda setuju dengan revisi KUHP tentang ancaman hukuman pemerkosa agar ditambah masa hukumannya?
    -Apakah anda setuju dengan ancaman hukuman mati bagi pemerkosa anak?
    botaksakti 0 0
    lakiman: jangan hukuman mati ah..keenakan....disuntik aja biar gede. punya, guede...tapi gak bisa pakai....!!!!asyikkan ???
    rianty 0 0
    ini titipan pertanyaan dari seorang ibu yg punya anak balita dan anak abg:

    terlepas dari setuju atau tidak dengan RUU pornografi, apakah anda punya program untuk melindungi anak-anak di bawah umur dari tayangan dewasa di media umum dan materi dewasa yang dijual bebas tanpa syarat di negeri kita?

    - btw pertanyaan ini menghindari polarisasi pro kontra RUU pornografi, soalnya selama ini yg pro dituding 'anti plural' yg kontra dituding 'liberal pro-porno'..

    saya lebih care ke substansi melindungi anak saya dari bebasnya materi dewasa dijual di indonesia.. lebih bebas dan gak ada aturan dari di amerika serikat.
    abah 0 0
    apakah jawaban itu sekedar iya atau tidak, memilih a atau b...
    dalam membuat keputusan, bukankah ada beberapa sayarat dan kondisi...
    dengan mengajukan pertanyaan pilihan a atau b, ya atau tidak bukankah akan menimbulkan bias?
    babyloniamaria 0 0
    lakmus tes itu dapat diatur..lah kalo lakmus biru dalam larutan basa dan lakmus merah dalam larutan asam..ga ada perubahan kan?
    farranasir 0 0
    teralalu menyederhanakan masalah
    lat 0 0
    nambahin bung sofwan kalipaksi : karena sampai dgn hari ini diperkirakan ada 100 jt bidang tanah di indonesia dan kira2 baru 30% tanah yg telah disetifikasi dan dari 30% tsb. 60-70% di perkotaan..perlu reformasi pertanahan tidak hanya alokasi (zoning)...namun jg status haknya ... utk sertifikat ada pajak, biaya ukur, biaya adm dll (penerimaan pajak dan bukan pajak)...sanggupkah pemerintah minimal memberi hak dulu baru kewajiban itu nanti klo terjadi proses aktifitas ekonomi/peralihan hak...karena ketidakberdayaan ekonomi pedesaan/pertanian krn mereka gak punya sertifikat shg gak bisa nambah modal ke bank krn tanah gak bisa diagunkan..hingga larinya ke rentenir

    "Apakah anda dapat menyediakan anggaran untuk sertifikat tanah gratis untuk tanah pertanian dan pedesaan dalam 5 tahun kedepan?"

    Pan_Tas 0 0
    Kalau saya yg TERpenting itu adalah the MAN behind the gun-nya OK punya dan bisa menimbulkan TRUST di hati kita2.

    PROGRAM APAPUN PASTI AKAN BAGUS hasilnya ditangan mereka2. Demikianpun sebaliknya.
    Ibarat api dan senjata ditangan oknum yg salah, akan jadi malapetaka.

    Jd pertanyaannya #1 hrs yg menjurus ke-itu.
    eequalsemcesquare 0 0
    Analogi Lakmus sepertinya kurang tepat, karena kertas lakmus punya rentang daerah abu-abu yang besar. Sehingga diferensiasi tidak begitu dapat diamati. Kenyataannya sekarang ini hampir semuanya berada pada daerah sama yang susah dibedakan. Entah karena tidak kreatif, saling sontek, atau memang takut untuk jadi berbeda.

    Silahkan login untuk memberikan pendapat