Lakmus Tes untuk Capres Ala Politikana 72
Kamis, 14 Mei '09 12:39
Dengan dukungan dan bantuan teman-teman di Politikana semuanya, saya bermaksud mengajukan usul agar kita bisa memformulasikan sebuah Tes Lakmus untuk Calon Presiden yang nantinya jadi bertarung.
Apakah itu Tes Lakmus?
Sejatinya Tes Lakmus (kertas lakmus) adalah adalah suatu kertas dari bahan kimia yang akan berubah warna jika dicelupkan kedalam larutan asam/basa. Warna yang dihasilkan sangat dipengaruhi oleh kadar pH dalam larutan yang ada.
Tes Lakmus (Lakmus, Wikipedia) karena itu dilakukan untuk menentukan kadar ke-asam-an atau ke-basa-an sebuah zat kimia.
Di dunia politik, Tes Lakmus atau Litmus Test juga dikenal yaitu sebagai seri pertanyaan yang diajukan pada kandidat pemegang jabatan yang mana jawaban yang mereka berikan akan menunjukkan posisi politik dan ideologi mereka.
Tujuan dari Test ini adalah untuk membantu kita menyelami lebih lanjut pikiran, kepercayaan dan visi dari sang capres DAN memudahkan para pemilih (kita) untuk menentukan pilihan secara RASIONAL
Karena siapa yang tahu, selama ini kita memilih A, padahal ternyata calon A memiliki posisi dan kepercayaan yang bertentangan dengan yang kita miliki.
Nah untuk mengadakan Tes Lakmus Capres ini, maka kita membutuhkan set pertanyaan, yg cukup membelah dan tidak memberi ruang pada capres memberi jawaban yang AMBIGU atau AMAN.
Set Pertanyaan ini nantinya akan Politikana ajukan untuk dijawab oleh para Capres, via tim sukses masing-masing Capres tersebut.
TAPI sebelum itu, kita masih harus menentukan nih, pertanyaan2x apa yang akan kita masukan dalam set pertanyaan tersebut. Dan itu yang ingin saya usulkan agar kita diskusikan bersama di posting ini, monggo ajukan pertanyaan yang menurut teman-teman dapat menjadi salah satu pertanyaan di Tes Lakmus Capres tersebut.
Kriteria dari set pertanyaan Tes Lakmus Capres ala Politikana adalah seperti di bawah ini:
- Jumlah pertanyaan maksimum 7 pertanyaan
- Simple, sederhana, tidak memberikan ruang gerak untuk menjawab dengan jawaban AMBIGU atau MENGAMBANG
- Dalam, dan merupakan pertanyaan yang diajukan pada skala Presiden.
- Urgent dan penting
- Berskala nasional
- Membantu pemilih menentukan pilihan.
Bentuk pertanyaan yang terbayang tidak memberikan ruang jawaban mengambang adalah pertanyaan dengan:
- Jawaban Ya atau Tidak
- Format pertanyaan dimulai dengan, "Setujukan Anda dengan..."
- Format pertanyaan dimulai dengan, "Apakah ... menjadi prioritas Anda"
- Format pertanyaan dimulai dengan, "Mana yang menjadi prioritas terlebih dahulu ... atau ...."
Area pertanyaan yang sudah teridentifikasi adalah seperti di bawah ini, mohon ditambahkan jika kurang:
- Kepercayaan pada Demokrasi
- Komitmen pada penegakkan hukum (termasuk korupsi)
- Ekonomi
- Pendidikan
- Kesehatan
- Pluralisme + Toleransi + Keberagaman (termasuk isu pornografi)
- Kependudukan dan Kewarganegaraan
- Energi
- Lingkungan
- Teknologi (termasuk IT dan Internet)
- Hubungan Sipil - Militer
- Keterbukaan Informasi
- Ketahanan Negara
- Pemberantasan Kemiskinan
- Media & Pers
- Kesejahteraan Rakyat
- Hak Asasi Manusia
Beberapa contoh pertanyaan yang sempat kita pikirkan misalnya adalah:
- Setujukah Anda akan pembubaran Ahmadiyah? (Hukum, Keberagaman)
- Setujukah Anda dengan pencabutan subsidi BBM 100%? (Ekonomi, Kemiskinan)
- Setujukah Anda dengan peghentian (moratorium) penebangan hutan 100%? (Lingkungan, Ekonomi)
- Setujukah Anda dengan privatisasi penyediaan listrik? (Ekonomi, Kesejahteraan)
- Setujukah Anda dengan penghapusan hukuman mati? (Hukum, HAM)
- Setujukah Anda dengan penghapusan ruang AGAMA di KTP? (Kependudukan, Keberagaman)
Dan mohon masukan yang lebih banyak lagi, agar kemudian bisa kita pilh 7 pertanyan (maksimal) utama untuk kita ajukan bersama.
Tentunya kita semua dengan latar belakang kita masing-masing dapat memberikan ide beragam dengan prioritas masing-masing kurang lebih pertanyaan apa yang ingin kita tanyakan pada Capres nantinya.
Kurang lebih begitu rencananya, mohon masukan pertanyaan-pertanyaan apa yang kira-kira dalam area diatas, agar kita ajukan sebagai salah satu dari Tes Lakmus kita pada Capres nantinya.
Terima kasih semuaaaa, mohooon dibantuuu yaaaa! :D
Vivat Politikana! :D
Tag: politikana, capres, tes lakmus
Terkait:
-
Kampanye di Politikana: Asal Nyosor!
Jumat, 5 Jun '09 23:28 -
Kampanye dengan Label
Kamis, 4 Jun '09 23:11 -
Ruang Kampanye Capres Politikana
Rabu, 13 Mei '09 23:54
Media Terkait:
Siapa saja yang merating artikel ini:
-
Catshade: Penting
-
kalipaksi: Penting
-
hamatamu: Menarik
-
yusro: Penting
-
Retno I Palupi: Penting
-
babyloniamaria: Biasa
-
Yudiantoro: Penting
-
ichanx: Bagus
-
Alvin Yudistira: Penting
-
LCFR: Lucu
-
Irfani Latif: Keren
-
R A P: Menarik
-
heriyadi: Penting
-
Mas Paman: Keren
-
Logical Fallacy: Menarik
-
banino14: Menarik
-
amalthea: Menarik
-
Sri Kirana: Penting
-
matriphe: Terkini
-
kakilangit: Keren
-
kang tutur: Menarik
-
Google: Penting
-
mufa: Menarik
-
Denni: Biasa
-
Dh2L: Keren
-
Riyono: Penting
-
Red-White Porridge: Penting
-
Upik: Menarik
-
rif: Bagus
-
Ridwan: Keren
-
opiniherry: Penting
-
lakiman: Menarik
-
le thole: Penting
-
Jauhari: Inspiratif
-
abah: Biasa
-
Lea Chen: Biasa
-
andrisetiawan: Penting
-
rakjat ketjil: Penting
-
lat: Inspiratif
-
Forlorn Hermit: Inspiratif
-
Yuniarty Utami: Menarik
-
djongiskhan: Lucu
-
eequalsemcesquare: Biasa
-
Penjor Bramantio: Keren
-
DiNGo: Menarik



KRMT Roy Suryo Notodiprojo, Anggota Komisi I DPR RI

Komentar:
Misalnya bubarkan Ahmadiyah?
SBY bilang YA
JK-WR bilang TIDAK
Saya pikir lebih penting di alasannya sih...
urun rembug:
"apakah reformasi agraria untuk mengamankan lahan pertanian agar tidak berubah fungsi menjadi peruntukan lain menjadi prioritas kebijakan Anda di bidang pertanian?"
klo nggak : nggak. Namanya juga politikus
Program ini sering dituding untuk mencuri start kampanye bagi partai yang berkuasa.
dan benar di indonesia kan rasanya ideologi yang satu dengan yang lain ga banyak beda, A dan B sama2x bilang iya, nah tapi alasannya berbeda
seriously:
Setujukah anda terhadap penghapusan BUMN? (Ekonomi, Penegakan Hukum)
*..ngelirik yg orang spikologi..
@ momon
Iya, emang ndak.
Contoh:
"Saya tidak setuju poligami, tapi lha 2 cewek itu minta."
2. Kesehatan: "Apakah anda akan meningkatkan anggaran untuk bidang kesehatan minimal menjadi 15% (APBN 2009 hanya 2.64%) dari APBN untuk:
- memastikan tersedianya layanan kesehatan yang layak bagi semua orang tanpa diskriminasi termasuk untuk kelompok-kelompok masyarakat yang termarjinalkan seperti: pekerja seks, waria, pengguna narkoba suntik maupun orang yang terinfeksi penyakit menular, termasuk IMS (infeksi menular seksual) dan HIV?"
- meningkatkan layanan kesehatan untuk menurunkan angka kematian bayi dan ibu?” (angka kematian ibu di Indonesia tertinggi di Asia Tenggara +/- 290 kematian ibu/100rb kelahiran; angka kematian bayi 34 per 1000 kelahiran)
1. Pada tahun keberapa pemerintahan Anda anggaran pendidikan akan menjadi 25% demi peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia Indonesia yang lebih kompetitif?
tapi ini cuma usul
Politisi biasanya akan menjawab dengan "amphoteric" answer
---
Tinggal ditanya balik lagi: Apakah menurut anda (misalnya) penghapusan subsidi BBM adalah langkah terbaik buat bangsa ini?
"Apakah reformasi agraria untuk mengamankan lahan pertanian agar tidak berubah fungsi menjadi peruntukan lain menjadi prioritas kebijakan Anda di bidang pertanian? - kalipaksi
"Setujukah anda dengan program BLT?" (kesejahteraan, pemberantasan kemiskinan) - Retno I Palupi
Setujukah anda terhadap penghapusan BUMN? (Ekonomi, Penegakan Hukum) - Yudiantoro
"Apakah anda akan meningkatkan anggaran untuk pendidikan menjadi 25% terkait dengan usaha menghasilkan sumber daya manusia yang lebih siap?" (Pendidikan) - ari jusuf
"Apakah anda akan meningkatkan anggaran untuk bidang kesehatan minimal menjadi 15% (APBN 2009 hanya 2.64%) dari APBN untuk (1) memastikan tersedianya layanan kesehatan yang layak bagi semua orang tanpa diskriminasi termasuk untuk kelompok-kelompok masyarakat yang termarjinalkan seperti: pekerja seks, waria, pengguna narkoba suntik maupun orang yang terinfeksi penyakit menular, termasuk IMS (infeksi menular seksual) dan HIV?" (2) meningkatkan layanan kesehatan untuk menurunkan angka kematian bayi dan ibu?” (Kesehatan) - ari jusuf
Pada tahun keberapa pemerintahan Anda anggaran pendidikan akan menjadi 25% demi peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia Indonesia yang lebih kompetitif? reword - Herman Saksono
Kalau jawaban tetap mengambang, toh kita juga bisa tetap mengambil kesimpulan tentang kualitas si Capres tersebut.
Ada pertanyaan lagi yang lain?
Kalau nanti sudah terkumpul, untuk yang di Jakarta, gimana kalau kita bahas sambil ngumpul pertanyaan final yang ingin kita ajukan?
Apakah anda akan mengikutsertakan putra Papua/Maluku/Nusa Tenggara dalam kabinet anda? Berapa persentasenya?
mungkin ada yang bisa dipake
*mewakili seorang capres ..
*mewakili seorang capres lagi .. : D*
Casper... kebanyakan dosa, jadi apa-apa tersindir... yeee...
Apakah anda akan menaikkan tingkat pajak atau menurunkannya?
Politik:
Dalam memilih anggota kabinet, apakah anda memilih berdasarkan masukan dari partai pendukung atau berdasarkan profesionalitas?
Budaya:
Apakah anda akan memperketat aturan isi tayangan televisi?
Teknologi:
Demi kemandirian bangsa, apakah anda akan menerapkan IGOS ke segenap kantor pemerintahan RI?
Ngga ada militer yang tangannya tidak berdarah.
Kalo mau bongkar, bongkar kasus PDI 27 Juli dan Mei 98.
toh nanti pelaksanaannya dilakukan oleh para pembantunya.
IMHO presiden itu bukan orang yang harus tau "bagaimana" dia cuma perlu tau arahnya kemana dan bisa mengambil keputusan untuk menuju ke arah tersebut
Jadi presiden harus tau dia mau ke Z, bagaimana caranya ke Z itu urusan orang2x pintar di sekeliling dia
Apakah bapak sadar? Jawab dgn ya atau tidak.
tapi mkn daripada membunuh, diganti dengan mengorbankan kali ya
"Apakah anda bersedia mengorbankan kesejahteraan rakyat Anda demi kestabilan nasional dan tercapainya program Anda?"
Apakah anda mendukung regulasi konvergensi teknologi? (teknologi, ekonomi, pers&media)
Apakah energi terbarukan merupakan agenda prioritas anda? (energi, lingkungan, kesejahteraan masyarakat
*mendadak dapet ide pas lagi semedi di wc
Politisi biasanya akan menjawab dengan "amphoteric" answer
----------------
Pasti, tanpa "amphoteric" answer, mereka tidak akan jadi politisi
Setuju Penghapusan Monopoli
Setuju 2 Pintu Keluar/Masuk Ekspor / Impor Melalui Laut Cina Selatan Selat Malaka , Selat Makasar
Setuju Pajak Progresif
Keluar keanggotaan di IMF Bank Dunia ADB
Setuju Hubungan B TO B
Setuju hubungan G To G
Setuju Pengelolaan Utang Negara Terbuka Untik Umum Penggunaaan dan Pengawasan
Saya lebih setuju dengan model pertanyaan Herman Saksono harus dilematis biar langsung Ya atau Tidak.
Apakah Anda bersedia membunuh rakyat Anda demi kestabilan nasional dan tercapainya program Anda?
yang diperhalus
"Apakah anda bersedia mengorbankan kesejahteraan rakyat Anda demi kestabilan nasional dan tercapainya program Anda?"
ini baru skak mat... dia harus jawab ya atau tidak... ketahuan value pribadinya dan ideologinya, karena kalo pertanyaanya mengarah ke positif pasti jawabannya YA...
vice versa ...
Misalnya pertanyaan ini:
Apakah Anda bersedia memberikan hukuman mati kepada koruptor, walaupun itu berarti anda mengabaikan hak2 asasi manusia?
Apakah anda bersedia memberikan hukuman mati kepada koruptor demi memberantas korupsi sampai ke akar2nya...?
mungkin kata kuncinya "bersedia" lalu "demi"/walaupun
tesa ketemu antitesa... jadinya sintesa..
gimana menurut teman2
Diubah deh pertanyaannya jadi "Apakah sistem ekonomi anda top to bottom?"
Apakah Anda bersedia memberikan hukuman mati kepada koruptor, walaupun itu berarti anda mengabaikan hak2 asasi manusia?
Bayangin:
kalo SBY bilang YA!
JK bilang TIDAK!
pertanyaan lagi:
Apakah anda bersedia menaikkan anggaran pendidikan di APBN, walaupun masih banyak penduduk indonesia yang berada dibawah garis kemiskinan?
Ya atau tidak akan ketahuan value/ideloginya...
karena dua duanya sama sama penting...
paradoksial dan dilematis
Malah menurut gw sih litmus test ini kurang produktif. Karena realitas itu tidak bisa diketahui dari litmus test. Litmus test mengabaikan kompleksitas realitas. Yang dihasilkan hanya polarisasi tanpa substansi.
Akhirnya, memberi pertanyaan yg berguna buat capres emang nggak gampang. Harus diolah secara matang agar dapat memperlihatkan cara berpikir capres.
Pertanyaan dilematis juga bisa mencegah gejala sinterklas-isme kayak kontrak politik Megawati; bbm murah, sembako murah, pendidikan gratis, pajak rendah, tapi gak dijelasin dari mana ongkosnya (jangan2 duitnya dari utangan baru atau nyewain pulau buat pangkalan amrik). Segala sesuatu pasti ada ongkosnya (maksudnye semua udah mencapai pareto optimal), kalo capresnya suka memberikan kelonggaran fiskal (untuk stimulus sektor ril) maka konsekwensi langsungnya adalah penerimaan negara berkurang (gak ada duit buat pendidikan gratis atau puskesmas). Kalo capres menolak impor paha ayam dari amrik maka ekspor udang kita ke amrik pun akan ditolak.
compounded question itu fallacy ndak ya?
*summon Logical Fallacy
bukan berarti pertanyaan "bagaimana" tidak penting, tapi ya tidak cocok dan buka bentuk pertanyaan lakmus, tapi dalam 7 pertanyaan misalnya bisa aja 1 pertanyaan dalam bentuk yang lebih berupa penjelasann jawabannnya
yg penting sekarang adalah pertanyaan2x nya apa?
* Komitmen pada penegakkan hukum (termasuk korupsi) Sila 2
* Ekonomi Sila5
* Pendidikan Sila 5
* Kesehatan Sila 5
* Pluralisme + Toleransi + Keberagaman (termasuk isu pornografi) Sila 1
* Kependudukan dan Kewarganegaraan Sila 3
* Energi Sila 5
* Lingkungan Sila 5
* Teknologi (termasuk IT dan Internet) Sila 2
* Hubungan Sipil - Militer Sila 3
* Keterbukaan Informasi Sila 3
* Ketahanan Negara Sila 3
* Pemberantasan Kemiskinan Sila 5
* Media & Pers Sila 5
* Kesejahteraan Rakyat Sila 5
* Hak Asasi Manusia Sila 5
#Apakah anda akan menghapus sistem kerja kontrak?
compunded question ?
gak ngerti .. jelasin dwong..
-Apakah anda setuju dengan revisi KUHP tentang ancaman hukuman pemerkosa agar ditambah masa hukumannya?
-Apakah anda setuju dengan ancaman hukuman mati bagi pemerkosa anak?
terlepas dari setuju atau tidak dengan RUU pornografi, apakah anda punya program untuk melindungi anak-anak di bawah umur dari tayangan dewasa di media umum dan materi dewasa yang dijual bebas tanpa syarat di negeri kita?
- btw pertanyaan ini menghindari polarisasi pro kontra RUU pornografi, soalnya selama ini yg pro dituding 'anti plural' yg kontra dituding 'liberal pro-porno'..
saya lebih care ke substansi melindungi anak saya dari bebasnya materi dewasa dijual di indonesia.. lebih bebas dan gak ada aturan dari di amerika serikat.
dalam membuat keputusan, bukankah ada beberapa sayarat dan kondisi...
dengan mengajukan pertanyaan pilihan a atau b, ya atau tidak bukankah akan menimbulkan bias?
"Apakah anda dapat menyediakan anggaran untuk sertifikat tanah gratis untuk tanah pertanian dan pedesaan dalam 5 tahun kedepan?"
PROGRAM APAPUN PASTI AKAN BAGUS hasilnya ditangan mereka2. Demikianpun sebaliknya.
Ibarat api dan senjata ditangan oknum yg salah, akan jadi malapetaka.
Jd pertanyaannya #1 hrs yg menjurus ke-itu.
Silahkan login untuk memberikan pendapat