Politikana: Enak diKlon & Perlu 45
Sabtu, 16 Mei '09 15:14
Manusia tak lepas dari dua sisi: baik dan buruk, lembut dan kasar, berani dan penakut...dst. Keluar masuk dari kedua sisi itu, sejatinya manusia berada di tengah. Ada akal yang cenderung baik dan postif - juga ada nafsu yang cenderung buruk dan negatif.
Kita tentu pernah menonton film, seorang Kriminal di dunia Siber, ternyata adalah seorang Dermawan di dunia Nyata. Kita juga pernah tahu, berapa banyak Koruptor di negeri ini juga sekaligus seorang Donatur berbagai even amal.
Kepribadian Ganda? Boleh jadi! Namun, tentang ini para Psikologlah yang tepat menuliskannya. Tapi dari segi astrologi, konon, yang bernaung di zodiak Gemini dan Libra cenderung berkepribadian ganda. Bimbang Sana - Bimbang Sini (Gemini) Timbang Sana - Timbang Sini (Libra).
Persoalan timbul, ketika menyentuh wilayah publik. Peran mana yang mau dimainkan dan wajah mana yang mau ditampakkan. Aku dapat melihat jelas bagaimana Presiden SBY "menata manis mimik wajahnya" di depan kamera TV dan sekaligus merasakan "kegeraman hatinya" ketika menjawab tudingan dari saingan politiknya.
Kloning, Solusinya...! ( asyem... kok tiba-tiba kepikiran kloning yah? )
Di wilayah publik, normalnya manusia menginginkan terlihat baik. Kloning adalah sarana pengaman untuk menjaga pencitraan.
Seorang, Amirul Mukminin Umar bin Khatab r.a, pernah mengkloning dirinya untuk mengetahui opini ummat tentang dirinya. Hingga-hingga, dia pun dengan susah payah memikul sekarung gandum ke rumah seorang ummatnya yang sedang kelaparan. (wah, kalo kloning kek gini, perlu ditiru nih...)
Di ranah perjuangan, Tan Malaka dikenal sebagai politisi multi-kloning, untuk menyelamatkan diri agar dapat meneruskan perjuangannya.
Di jagad blog, seorang Wicaksono yang memang sudah Bijak (dari) Sana (nya), mungkin merasa lebih "wise" lagi dengan menjadi seorang NdoroKakung, ketimbang menggunakan nama aslinya. (Mohon Konfirmasi, Ndoro...)
Yep..., wilayah publik adalah ranah topeng pencitraan. Tahukah kita, apa yang dirasakan oleh seorang isteri Antasari Azhar, ketika dia "harus" menerima ciuman suaminya di depan kilatan kamera wartawan? Sedangkan suaminya, ditengarai berselingkuh. Ough... Arrrghh...!
Jadi, rasa-rasanya kita tak perlu lagi lah esmosi ketika menemukan celetukan-celetukan aneh seorang Eduard, kegenitan seorang Tiara-Tiara, keganjilan seorang Fallacy, kesangaran seorang Imam Samudera, militansi seorang HalimaH, kemalu-maluan seorang RAP (a.k.a: KuraCantik) dan juga kemisterian seorang Google dan Tuvok.
Demi sebuah CITRA.... Hiks... hiks... Puwas... puwas... ;))
PS: Postingan Khas Sabtu Malam Minggu (halah... gak penting banget!)
Gambar: Asli Nyolong (...swear!!!)
Tag: politikana, citra, cerita, kloning
Terkait:
-
Mari Masukkan Setan ke Dalam Neraka
Sabtu, 9 Mei '09 21:36 -
[copas] Sembilan Ketidak-otentikan Yudhoyono
Selasa, 9 Mar '10 10:37 -
Makan-Makan Warga Politikana Dibayarin Punggawa, Setuju? (via Tentukan.com)
Minggu, 7 Mar '10 18:42
Media Terkait:
Siapa saja yang merating artikel ini:
-
hamatamu: Keren
-
Yudiantoro: Penting
-
mufa: Menarik
-
R A P:
-
gunawanrudy: Lucu
-
dony: Lucu
-
Upik: Bagus
-
ndarualqaz: Lucu
-
arno: Lucu
-
Red-White Porridge: Menarik
-
Catshade: Menarik
-
Sri Kirana: Lucu
-
jeung Medya:
-
LCFR: Lucu



KRMT Roy Suryo Notodiprojo, Anggota Komisi I DPR RI

Komentar:
Misalnya, bangun tidur ketika matahari telah tinggi.
Terbitnya matahari: Fakta yang terjadi.
Bangun tidur: Reaksi otomatis.
Demikian pula,
Imam Samudera = Edo Segara: Fakta
Muscle memory: Reaksi otomatis
Demikian penjelasan saya, semoga dapat difahami dengan hati yang lapang.
Halaahh... masak kemaluan di klon...
*menujura ke: Dh2L : Silahkan Baginda Tengku Rajo Mangkutak nan Kalamak dek Nyo Seh
makanya nothing absolutly..just killing them is the best
Tidak ada yang bilang mereka goblog (setidaknya saya tidak)
Menurut saya, mereka itu terlalu self-centered, tidak ada usaha untuk mencoba menjelaskan apa yang mereka pikirkan, cuma yang penting bunyi aja dulu.
Orang-orang seperti itu, saya anggap memiliki kesombongan yang sudah surgawi levelnya.
*macam seniman sufi, sekelas Abunawas dan Mulla Nashrudin
*bolak-balik album foto festival Isen Mulang beberapa tahun silam*
*minta traktiran gunawanrudy *
dimilisa IA juga kyk gitu tuh si mbak tie
di milis IA kita? oh ya? jadi penasaran gw
Ente kok tahu bro? jangan - jangan pengurus nih
kalo scorpio? entahlah... nanya ML yuk...
*pizzzzz man*
*semedi nyari nama yang keren..
Asal jangan Gantenksco_Kerensky TM yah
Gantengan saya jauh don,...
Eta mah klone makan klone
ha ha ha ha ha
hallahhh... maksa
ada undangan chat dari Sri Kirana
*ngiri: terlarang*
…Ya Allah damaikan, rukunkan, persatukan kami. sungguh hanya Engkaulah yang mampu membolak-balikkan hati kami. Berilah petunjukMu ya Allah.
kangtutur masih sibuk chatting sama clone-nya..
*ckckckckckckck*
peperangan dimananya? Semua rela kok..
iya kan dony n Wonggantenk ?
kang tutur...
milis IA jakarta bukan ia pusat.
wah, mbak tiur ini senang nyelonong rupanya
Well, at least disangka klonengan orang yang baik dan kreatif lebih baik daripada disangka klonengan orang yang ngomongnya begitu lagi, begitu lagi...
Pangeran kegelapan itu aslinya perempuan, mbak fara
Silahkan login untuk memberikan pendapat