PKS Ancaman NKRI? 200
Selasa, 19 Mei '09 15:44, dibaca 206 kali
Membaca buku Ilusi Negara Islam (INI), sungguh membuat bulu kuduk merinding. Ternyata, Indonesia sudah berasa di tubir jurang perpecahan. Partai Keadilan Sejahtera (PKS) bersama-sama Hisbuth Tharir Indonesia (HTI), Dewan Dakwah Islam Indonesia (DDII) dan sejumlah ormas Islam lain, menurut buku INI, ternyata masuk dalam kategori ancaman bagi masa depan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Buku yang merupakan laporan penelitian terhadap aktivis-aktivis gerakan Islam (yang selama ini dikenal sebagai Islam garis keras) di 17 provinsi itu, menunjukkan dengan gamblang kiprah politik mereka dalam rangka membangun sebuah pemerintahan Islam sedunia atau Khilafah Islamiyah.
Oleh karena itu, saya sangat maklum ketika PKS ngambek ketika Yuhdoyono memilih Boediono sebagai pasangannya dalam pemilihan presiden/wakil presiden mendatang. Isu neoliberalisme dimunculkan, menurut saya, sekaligus memanfaatkan momentum gerakan-gerakan perlawanan terhadap globalisasi ekonomi, privatisasi dan gerakan antiutang yang juga diusung banyak civil society organizations (CSOs).
Barat yang sudah pasti menjadi musuh utama gerakan Wahabi dan Ikhwanul Muslimin karena dianggap sebagai biang kekacauan dunia, khususnya kemunduran Islam di berbagai belahan dunia, ‘dijual’ sebagai isu utama. Harapannya, gerakan itu akan emmperoleh dukungan dari banyak kalangan, tak cuma para aktivis dan komunitas muslim semata.
Di buku itu ditunjukkan, misalnya, betapa organisasi Islam sebesar Muhammadiyah sudah sedemikian parah ‘diacak-acak’ anggotanya sendiri yang merangkap sebagai aktivis PKS. Banyak masjid dan lembaga-lembaga pendidikannya ‘diserobot’ orang-orang partai. Begitu pula NU, yang hanya di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, saja sudah ‘kehilangan’ 11 masjid/mushala.
Yang tak kalah mengagetkan, gerakan transnasional Islam model Wahabi/Ikhwanul Muslimin ini pernah pula berupaya masuk Istana Presiden. Sebuah proposal tawaran kerjasama dengan pemerintah dengan nilai ratusan juta dolar Amerika disodorkan, bahkan gamblang disebutkan sebagiannya bisa dimanfaatkan untuk operasional kabinet, hanya sebuah rekomendasi legal untuk sebuah proyek di Indonesia.
Ilusi Negara Islam merupakan buku yang mencerahkan, memberi gambaran gamblang tentang gerakan Islam di Indonesia. Bagaimana banyak BUMN dikuasai aktivis-aktivis Wahabi/Ikhwanul Muslimin/Hisbuth Tharir, juga parlemen dan banyak perusahaan-perusahaan swasta di Jakarta dan berbagai kota.
Buku INI tak hanya layak jadi bacaan wajib masyarakat Indonesia, namun utamanya justru bagi Yudhoyono, Megawati dan Jusuf Kalla, supaya dia lebih berhati-hati memilih tokoh-tokoh dalam kabinetnya kelak. Selain itu, menarik pula dijadikan rujukan bagi para penerima mandat sebagai penjaga keamanan dan kedaulatan Indonesia untuk lebih berhati-hati.
Kita tahu, sering gosip mampir ke telinga kita, bahwa sejumlah oknum perwira (dan penisunan) polisi dan militer melakukan ‘kerjasama’ di bawah tangan dengan kelompok-kelompok garis keras. Terlepas dari persentase kebenaran isi buku (hasil penelitian itu), saya kira kita harus mengapresiasi kerja intelektual mereka dalam membangun peradaban Indonesia yang lebih bermartabat, tak ada diskriminasi dan lebih dari itu, saling hormat-menghormati tanpa memandang latar belakang agama, keyakinan, etnisitas dan sebagainya.
Selayaknya pula, PKS, HTI, DDII dan ormas-ormas yang merasa dirugikan dengan publikasi buku itu, membuat klarifikasi kepada publik secara gentle dan terhormat.
Kita, tentu tak ingin ancaman pembunuhan kepada salah seorang Ketua PBNU di Mesir oleh seorang pimpinan partai Islam garis keras hanya demi perasaan tak suka Sang Ketua PBNU membuka fakta yang sesungguhnya tentang gerakan Islam di Indonesia.
Terbitnya Ilusi Negara Islam sungguh merupakan sumbangan sangat berharga bagi masyarakat Indonesia untuk memilih dan membentuk peradaban yang lebih baik di masa mendatang. Kita juga diuntungkan oleh orang-orang seperti KH Abdurrahman Wahid, Prof. DR. Buya Ahmad Syafi’i Maarif, KH Ahmad Musthofa Bisri dan semua pihak yang terlibat dalam penelitian itu.
Tanpa kerja keras dan rasa cinta mereka pada Indonesia, tak mungkin buku yang sangat penting itu bisa terbit dan beredar di sini. Tak berlebihan bila buku semacam itu menjadi bacaan utama pelajar dan mahasiwa Indonesia, agar tatanan kehidupan yang lebih adil, saling menghargai dan menghormati itu bisa segera terwujud, setidaknya beberapa tahun mendatang.
Semoga apa yang dilakukan Abdurrahman Wahid, Buya Syafi'i Maarif dan kawan-kawan bisa menjadi amal jariyah yang tak ternilai bagi Indonesia. Amin.
Tag: indonesia, PKS, HTI, wahabi, NKRI, DDII, Hisbuth Tahrir, KH Abdurrahman Wahid, Musthofa Bisri, KH, Buya Ahmad Syafi \'i Maarif
Terkait:
-
Ethical Research Misconduct dalam ‘Ilusi Negara Islam’
Sabtu, 22 Agu '09 14:46 -
HNW: Saya Difitnah Wahabi dan Anti NKRI
Kamis, 30 Apr '09 22:47 -
65 TAHUN NKRI FREEPORT MEMBAWA MALAPETAKA BAGI RAKYAT PAPUA
Sabtu, 14 Agu '10 14:34
Siapa saja yang merating artikel ini:
-
ErwienSamantha: Penting
-
hamatamu: Menarik
-
Google: Penting
-
GaraMata: Menarik
-
Yesterday is Today: Menarik
-
ichanx:
-
kodama: Menarik
-
R A P: Penting
-
boiga: Biasa
-
Denx: Biasa
-
Mita: Penting
-
babyloniamaria: Biasa
-
Wonggantenk:
-
Edo Segara:
-
banino14:
-
opiniherry: Penting
-
Ridwan:
-
MangKutak: Biasa
-
Aad Gym:
-
andrisetiawan:
-
tennomeiji17:
-
iloenx: Penting
-
kak inco: Menarik
-
kakilangit: Penting
-
Herman Saksono: Penting
-
denologis ybs: Inspiratif
-
curiosity: Penting
-
Sang Pengumam:
-
Yons:
-
Sri Kirana: Menarik
-
Ardani P: Bagus
-
Pedy:
-
uceenk:
-
afreeze: Biasa
-
Lorem Ipsum: Penting
-
MIB: Penting
-
Hamdi:
-
agoos: Biasa
-
Munafik: Penting
-
Po':
-
dony: Penting
-
Om Punto:
-
amalthea:
-
cK: Penting
-
krisnov:
-
Akasa Prabhasa: Penting
-
jawi: Menarik
-
mufa: Biasa
-
Fikirkan:
-
AndyMSE:
-
Dan: Menarik
-
Xaliber von Reginhild: Menarik
-
Jauhari:
-
Jeka:
-
rukia:
-
Knalpot Putih: Menarik
-
Catshade: Menarik
-
hoho:
Komentar:
Mungkin Dh2L juga mau membantu translate ke bahasa nya
pemahaman Barat terhadap Indonesia juga akan membaik. Insya Allah. dengan begitu, kian banyak investasi (bukan utang), dan lapangan pekerjaan kian banyak.
saya yakin, buku itu akan memiliki resonansi yang dahsyat. Amin.
lihatlah Gus Dur kalau sudah bicara NKRI, pluralisme, multikultur dan sebagainya. urusan politik praktis, anggap saja Gus Dur sedang guyonan supaya syarafmu tak rusak
jadi, akiasik gak perlu kaget
sudah bukan rahasia lagi kalo gusdur itu ngambek sama pks dll karena mengecilkan perannya sebagai tokoh besar islam di negeri ini...
negatif thinking mode : off
semua hal harus dilihat dari banyak sisi, kalo hanya dilihat dari satu sisi, memang kelihatannya hanya satu itu yang benar, semuanya salah...
"bayangin jika nanti semua masyarakat Indonesia mengehendaki indonesia jadi negara islam, betapa gembiranya para pendukung kilafah ya....."
khilaf, ahhhh.........
[Selayaknya pula, PKS, HTI, DDII dan ormas-ormas yang merasa dirugikan dengan publikasi buku itu, membuat klarifikasi kepada publik secara gentle dan terhormat.]
logika mas Blontank Poer ... maaf aja... terlalu bodoh! apa gak sebaiknya dibalik mas.... yang bikin fitnah aja (kalo ngerasa punya data yang bener valid), tuntut dong PKS dll ke pengadilan... Kan berarti PKS dkk sama aja dengan menggalang persiapan pemberontakan terhadap NKRI kan?
Lewat pengadilan saya pikir lebih fair daripada maen merusak opini publik ala "tokoh islam" yang... maaf.... tidak lebih islam dari orang yang jarang shalat seperti saya...
duuuuh.... gus dur ituh...... speechless
maafkan saya yang tidak sepintar anda.
Anda sudah tahu apa kriteria yang digunakan penulis buku untuk memasukkan PKS sebagai fundamentalis belon?
Sebab seperti komen saya sebelumnya, saya kemungkinan akan memasukkan mereka sebagai fundamentalis dalam hal kasus budiono tersebut.
ah... kayak tak tau aja...
inget omongan MH Ainun Nadjib : gusdur itu sudah tidak sholat, karena tidak bisa sujud saking buncit perutnya...
yang saya masalahkan bukan islaman mana situ ama saya atau ama dia.... tapi data fitnah yang ditulis di buku itu (yang kebetulan ditulis oleh seorang KYAI) dijadikan pembenaran oleh Blontank Poer untuk menunjuk hidung PKS dll sebagai seorang penjahat...
Ichanx, nuntut di pengadilan itu gak gampang. ada proses, mekanisme, administrasi dan sebagainya.....
Lagian kalau lewat pengadilan, kalaupun berhasil, mereka akan terlihat seperti martir yang menarik masyarakat kelas bawah yang tiap hari disuapi propaganda ala Sabilli.
Lah kalo anda capek dengan penebar fitnah, sikap anda terhadap media semacam majalah yang saya sebutkan di atas itu bagaimana?
Habis saya gemes jika dah soal fitnah memfitnah. Padahal kriterianya sendiri belon jelas.
Kalo bukunya gusdur dkk betul, ini berarti udah jadi tonggak penting untuk menggagalkan niat menggulingkan NKRI oleh sekelompok ISLAM FUNDAMENTALIS loh.... masa cuma berakhir di buku dan opini? Sayangkan banget... Apalagi risetnya udah gila-gilaan... Sebagai orang yang cinta Indonesia, harusnya ngelaporin dong kalo dia tau ada rencana makar....
tak apa, aku menikmati kelucuanmu. demi Allah.....
*sumpah, bisa digebugin sekeluarga kalo ketahuan ngomong begitu*
Lagian, anggap aja buku ini sebagai first step
dicari temen2 tuch di komentar yang satunya !! disana anda dituntut untuk menunjukkin tuduhan anda bahwa bahwa buku itu fitnah dan belum anda jawab !!! ....
ehh disini lagi-lagi ngumbar kata finah !!!
ati-ati dengan kata fitnah dechh !!!
peace dech mas ichank
salam kenal
Mita
*misuh2 sendiri*
Aduh jangan lupa tulisan di atas donk !!!
Beda itu boleh .... tapi pakai nalar dan argument yang ilmiah dech .... nggak perlu meluap-meluap emosinya !!
Peace yaaa semuanyaa !!
kok kayak makan buah simalakama aja. bagaimanapun identitas keindonesiaan kita memang sedang dalam bahaya
Lah, sapa yg mau dijajah? Koq yo mau
teruuusss saja tidak sadar opininya bisa dijadikan pembenaran.. dia itu orang besar (setidaknya dianggap besar oleh sebagian orang).. bikin buku berisi tuduhan-tuduhan gitu kan kurang pantes..
tuduh-tuduhan itu pantesnya di pengadilan dur..
disini yang baca buku gak semua pinter, gak semua sejalan.. konflik jangan diundang, konflik yang ada udah banyak kok.. malah dibikin makin repot..
Bagi umat Islam, tolong menolong dan nasehat menasehatilah dalam kebaikan untuk sesama muslim
Umat Islam haruslah berlaku adil terhadap terhadap pihak non muslim dan kalau berdebat dengan mereka, pakailah cara yang baik.
Itu pesan Al Qur'an
ada heboh2 nggak di muhammadyah, nu & pks? jangan2 mereka yg nulis buku itu lagi sakit ati sama hnw,
siapa tau cw yg dikawin hnw itu simpenannya gus dur..
cuma sikap kayak ichanx yg membuat bangsa ini kebal dari hasutan.
matur nuwun, lho...
Padahal kalau menurut Perintah Al Qur'an umat Islam itu harus mengejar ilmu, kekayaan dunia dan akhirat secara berimbang dan sesuai kemampuannya masing - masing
Dan saya setuju dengan ichanx dan @rif
sami-sami pak, mohon daftarnya diposting pak, biar kita semua tau siapa2 yang gak mudah kena hasut
mereka orang2 baik dan berilmu
menurut saya PKS tu perwakilan suara Islam untuk duduk di pemerintahan NKRI sebagai agama mayoritas
Gus Dur itu orang aneh, agamanya islam tapi sukanya ngejelek2in islam. omongannya g usah didengerinlah. di john pantau aja pancasila g afal
#itu baru ulama...
Belum baca bukunya sih, tapi melihat komentar yang beredar di sini, sepertinya kebanyakan juga belum baca bukunya atau orang-orang anonim tak jelas identitasnya yang entah kloningan siapa, hihihi
*kipas2 bara*
Belom cek gmail lg sih... tapi kemaren pas Herman Saksono mau ngirimin via YM gak bisa... ya maklum juga sih, sinyal wi-fi apartemen lemot berat kalo di kamar ^^;
bukaaaaaannnnnnn. sueeerrrrrr bukan cangkokan apalagi expansion pack....
Sante aja lageh, jadi kafir aja sante
*pdhl anonim
*makan kebab turki*
kritiknya bagus, sayang, di poltikana komentar ga bisa dirating
#kenapa gak Federasi saja?
terserah mo nasionalis, mo liberalis, mo sariah, mo islam, mo hindu, mo budha, mo kristen
dari pada dipaksakan NKRI?
Kalau dijajah barat kita jadi sekuler..tapi kalau dijajah Arab ntar agama Islam diseragamkan..hmmm pilih dijajah barat aja
Final mulu, kapan keluar pemenangnya...
kayaknya karena Indonesia make demokrasi, gak akan ada bentuk pemerintahan yang bener2 Final, paling tidak selalu terbuka adanya perubahan ... ...
*bayangin tahun 2014 rakyat semua minta tiap pulau jadi negara sendiri, mau apa coba pemerintah... ... ...*
Pikiran Gus Dur yang sudah tak lurus dijadikan pegangan, Ahmad Syafii Maarif yang selalu iri dan cemburu dengan kesuksesan PKS, dan saya tahu persis beberapa pimpinan Muhammadiyah yang jadi kader PKS, sementara yang lari dari PAN justru bertambah karena ketidakprofesionalan organisasi dan kekotoran berpolitiknya.
Gus Dur juga sudah banyak kehilangan kader direkrut PKS, dan bagaimana kondisi ikatan kekeluargaan di PKS, cobalah anda rasakan, benar-benar sejuk dan Islami, sementara partai lain termasuk yang berbasis Islam selalu panas dan penuh konflik.
NKRI akan dijadikanya negara Islam ? Justru saya bersyukur kalau orang-orang taat seperti mereka yang memimpin negeri ini, sementara PDIP atau PD atau PG yang tak jelas ideologinya kita justru kita biarkan saja bahkan mungkin sudah tersusupi oleh orang-orang komunis.
Biarkan sajalah kepada siapapun berkembang, selama mereka menggunakan cara-2 demokratis dan baik dalam berjuang menegakkan ideologinya.
Saya ibaratkan kasus zina anggota DPR dengan poligami Aa Gym. Kok malah yang sehat dan halal yang kita ributkan. Kendati saya tidak memilih Hidayat Nurwahid dalam Pemilu kemaren tetapi saya salut pada mereka dan rela kalau mereka yang memimpin negeri ini. Ekstrim / garis keras ? lebih keras Gus Dur dalam memerangi Muhaimin cs dan memberikan komentar2 tak bermaknanya. Mungkin hanya kecemburuan saja.
Lantas, kalo tak ada yang mau milih di pemilu ???
Karena mereka mempunyai prinsip: cuma Islam merekalah yg paling benar.
Buku ini sepertinya menarik walaupun saya belum baca. Kalaupun ga sependapat ga usah pakai ancam2 bakar toko buku orang.
Halah..
INDONESIA kakak...
gak suka gus dur
gak suka PKS...
sementara ikut ichanx
tapi data dan bukti serta kredibilitas penulisnya masih belum jelas.
saya kecewa ajah kalo temen2 di politikana yang katanya kritis ternyata terpengaruh oleh buku2 basi macam ini.
pengelola politikana kurang bijak juga tampaknya....
huahahaha...
#sradak sruduk
males ah liat headlinenya
*lo ngapain?
Elementary, my friend. Elementary.
Sejatinya saya sudah ndak mau komentar lagi tentang PKS di sini.
Sudah terlalu banyak bahkan sejak sebelum Pemilu caleg lalu..
Singkatnya, tak ada tai yang tidak bau meski dibungkus dengan apapun itu..
Itu saja...
Bila tidak setuju dengan buku ini silakan publikasikan dengan data dan fakta berdasarkan penelitian dan metode ILMIAH juga!... Jangan melebar ke hal-hal lain!...
Apa yang diungkap di buku ini adalah data, fakta dan analisis ILMIAH, bukan barang bukti untuk pengadilan... Tidak perlu pengadilan untuk menindaklanjuti isi buku ini, tapi langkah NYATA siapa pun yang nanti duduk di pemerintahan...
Pemilihan Boediono adalah sinyal tegas akan tindak lanjut SBY terhadap keprihatinan Gus Dur, Syafii Maarif dan Gus Mus tersebut... Bila sinyal ini tidak dilanjutkan, maka akan dilakukan PEMULIHAN seperti tahun 1965-1966!!!...
Muncul soalnya ada sinyal lagi ngomongin PKS
Nggak sih, sibuk aja hehehe.
kalau soal kebenaran subyektif dengan bumbu keyakinan yang berlebihan dijadikan pijakan, maka sesungguhnya itu hanya menunjukkan betapa kerdilnya kita.
pro-kontra itu wajar, suka-tidak suka itu wajar, maka Allah sudah mewanti-wanti kita, makhluk paling sempurna ini, dengan salah satu penggalan firmannya: "...bagiku agamaku, bagimu agamamu."
mengapa kita mengingkari firman-Nya?
sudah khatam pak
kalau sudah POKOKE, maaf, saya bukan tipe demikian. Anda telah salah menilai saya
*melirik http://politikana…-sudah-bubar
Apa itu belum cukup untuk membuka mata anda untuk menerima kritikan saya, Wonggantenk, @rap, dan yang lainnya?
[..pro-kontra itu wajar, suka-tidak suka itu wajar, maka Allah sudah mewanti-wanti kita, makhluk paling sempurna ini, dengan salah satu penggalan firmannya: "...bagiku agamaku, bagimu agamamu."..]
---------------
sepakat! lalu apakah fitnah-memfitnah bisa dianggap wajar juga?
Daripada koar2 serak2 basah di web
mbok sampeyan bikin buku yang mementahkan INI... Insya Allah, saya akan membeli 100 eksemplar untuk saya bagi ke teman-teman saya
Tapi jawaban mereka seperti biasa, menggantung
Nunggu keputusan rapat DEWA syuro kale yah
buku ini, tapi kok skarang
nggak ya?
Gpp bos, buku ini sudah menyebar dengan indah di berbagai forum dan blog
Elo bukannya Goog ? Sejak kapan elo jadi berkokok ? ha..ha..ha....
Go ahead, anyone!!!
Tarik Mang!!
[...batasan fitnah itu apa sih, ichanx?]
-------------
wah.. kalo batasan fitnah aja belum jelas, berarti batasan OBJEKTIF juga gak tau dong ya mas?
quote :
Blontank Poer 1 jam yang lalu
@Wonggantenk: mana yang tidak obyektif dari saya? kalau Anda benar-benar khatam, mestinya akal akan menuntun Anda pada kesimpulan TIADANYA PENYESATAN tulisan saya terhadap buku INI. kecuali, prasangka yang Anda pegang teguh dalam berdialog.
Apalagi kalau mereka bisa menjawab buku itu dengan baik....
klo debat disini rasanya nggak sreg dech ngikutin ...... klo udah keluar mazhab pokoknya .... mendhing pantau-pantau aja dech .... malas mo ngomong apa .....
semoga, buku bantahan segera terbit.
Penulis : Islam sebagai agama (private)
Yang ditulis : Islam sebagai ideologi (private dan publik).
Kenapa tidak dialog dan bersalaman?
lebih baik saya belajar dengan menjadi pendengar dan pembaca saja... yang penting, open mind dan gak mendahuukan prasangka biar gak celaka dalam menangkap maknanya.
Intinya Gusdur dkk JIL menolak Khilafah.
Laah....kalo endingnya umat Islam menginginkan Khilafah gimana ? Mau bunuh diri ? Kiek kiek kiekkk
[.....
JIL menolak Khilafah.
Laah....kal o endingnya umat Islam menginginkan Khilafah gimana ? Mau bunuh diri ? Kiek kiek kiekkk
....]
Apakah itu berarti Anda hendak menyatakan bahwa G-D bukan bagian dari umat Islam?
kalau seandainya dilakukan referendum, pilih khilafah atau bentuk yang sekarang, lalu siapa yang kalah keluar dari Indonesia gimana?
----------------
Makar dong
Koreksi, maksudku kalo mayoritas umat Islam menginginkan Khilafah.
GD tentu saja bagian dari minoritas yang menolak khilafah.
Melihat peta kekuatan, saya yakin 99% pilih Khilafah !
He..he..he...gak ada kamus harakiri.
Bukannya fakta menyatakan kalau mayoritas umat Islam Indonesia menolak Khilafah yah?
krisnov
========
Sayangnya itu pendapat anda....sementara kubu JIL dan donaturnya sudah ketar-ketir.
Kalo JIL dan donaturnya sependapat dengan anda, mereka tidak mungkin gerah sampai harus membuat buku fitnah tsb.
"Kalau saya itu kan menemukan fakta di lapangan. Kalau tidak diakui PKS ya biasa saja. Karena kan dilapangan belum tentu juga diketahui oleh pimpinan pusatnya. Boleh jadi itu sebagai sebuah strategi besar dari PKS," kata Guru Besar UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta ini.
http://www.inilah…s-itu-fakta/
kenapa argumen di sini makin njladrah ke mana-mana gini ya?
kalo ndak setuju, ya bikin postingan tandingan. dengan logika dan argumen yang "sebanding". data dilawan dengan data. penelitian dilawan dengan penelitian. bukan terus main tuduh fitnah ini dan itu..
Herman Saksono:
Konon Gus Dur sebenarnya memang secara personal termasuk pintar. Dulu pas tahun 80-an, dikatakan Gus Dur sering membimbing skripsi mahasiswa di UI. Walaupun bukan pembimbingnya, tapi Eep S Fatah sering melihat Gus Dur mondar-mandir waktu masih kuliah disana.
Cuma sebagai pemimpin kualitasnya memang berbeda. Sering ceplas-ceplos dan nggak ngeliat-liat situasi. Dan berbagai macam yang kita tahu.
---
PKS, Islam, dan Liberal; bahasan yang memuat salah satu dari tiga hal itu (atau justru semuanya sekaligus) kayaknya bisa jadi topik-topik yang berbuntut komentar banyak di Politikana.
Merdekaaaaaaaaaaaaaaaa aa...krak!
Islam = Teroris, pemarah, bomber manusia.
Yahudi = Konspirasi Menguasai Dunia (kayak Brain).
Kristen = Liberalis yang hobi pesta-pesti sambil berpesta seks di hari Valentine.
Yah kita puter-puter aja sesuka hati biar ngaco dan stereotipnya kebalik-balik
*lirik Sayuti*
Bisa ada yang tolong hapusin postingannya?
*ikutan jester lirik-lirik
tak banyak orang Indonesia berani mengambil risiko dicaci maki dan dimusuhi hanya demi mengingatkan pentingnya kebersamaan dalam keberagaman, seperti di sekitar kita ini.....
urang baik itu paling tinggal 1% penduduk singapore
Momon, gak usah mikirin Gus Dur. biarin aja dia menjalankan perannya seperti itu.
tak banyak orang Indonesia berani mengambil risiko dicaci maki dan dimusuhi hanya demi mengingatkan pentingnya kebersamaan dalam keberagaman, seperti di sekitar kita ini.....
========
Kebersamaan dalam keberagaman versi Gusdur cuma sebatas nasional Indonesia,
Tapi kebersamaan dalam keberagaman versi Islam yang dituduh Fundamentalis (HT) tidak terbatas (transnasional).
Hayo....lebih luas mana cita-cita kebersamaannya ?
maaf, Krisnov, saya tak punya dokar dan kuda. jadi gak bisa melayani gaya debat seperti Anda.
Mengingat peran serta LibForAll Foundation, maka polemik ini adalah persaingan menuju Transnasional itu.
#sama2 pengen? siapa bakal menang?
kalau percaya kebenaran hanya milik Allah, kenapa tidak kita serahkan semuanya kepada DIA? sehingga, kita hidup rukun saja menjalankan perintah-perintahnya. gak perlu bakar gereja, gak perlu nyerang sesama, gak usah adu domba. cool, kan?
Silahkan mulai jualan....semoga ada yang beli. Dagangan situ mereknya apa ya ?
Kalo saya "Khilafah". Situ ?
Ya, karena agak berbeda dengan biasanya jadinya menarik.
Herman Saksono:
Mungkin kapabilitasnya sebagai seorang yang personal dan publik itu berbeda. Kalau kata mas Eep, ada yang namanya "Gus Dur luar" dan "Gus Dur dalam".
lihat ini [ http://tinyurl.com/gdbaptis ]
#pastikan nama File Gambarnya
krisnov: asyik..... btw, kenapa kalau mengakui pengikut tiga kitab lain sebagai saudara, kok sering dan masih suka mengkafirkan sesama muslim, ya?
kalau percaya kebenaran hanya milik Allah, kenapa tidak kita serahkan semuanya kepada DIA? sehingga, kita hidup rukun saja menjalankan perintah-perintahnya. gak perlu bakar gereja, gak perlu nyerang sesama, gak usah adu domba. cool, kan?
========
Baru beli dokar dan kuda ? He..he..he..
Siapa mengkafirkan siapa ???
Yup, setuju....memang itu salah satu yang diperjuangkan agar tidak ada lagi pembakaran rumah ibadah apapun dan ketidakadilan terhadap sesama manusia.
Janganlah kau jual agamamu dan ayat - ayat Allah untuk keuntungan duniawi
Periksalah berita yang datang kepadamu, jangan sampai kau menyesal kemudian
wah, kelihatannya yang POKOKE bukan saya nih
pihak 1: memihak A + buruk sangka pada B
pihak 2: memihak B + buruk sangka pada A
sudahlah.. bikin capek..
Punya saya brandnya khilafah plus, pembaruan yg lama. Lebih jago dari punya anda.
Bikin artikel mengkritisi buku pak kyai gus dur ah
Saya tidak dalam mendukung PKS dan kwan2nya yang disebutkan dalam buku itu. Gusdur Oh Gusdur... Gitu Aja Kok repot
http://ebook.kuyokuyo.no-ip.info/[Harton o%20Ahmad%20Jaiz]%20Menangkal%20Bahaya%20JIL%2 0Dan%20FLA.pdf
bagi yang lain yang ingin tahu buku-buku seperti yang disarankan kosi; http://tinyurl.com/ebook-islam
ah, ya, yang Hartono Ahmad Jaiz itu kah... memang bukunya sangat...
Hardidjan; ada ide yang lebih baik? ayo urun rembug
Silahkan login untuk memberikan pendapat