Sampah Di Politikana (beta) 51

Kamis, 21 Mei '09 15:19

Saat itu seorang rekan memberikan URL Politikana kepada saya. Saat saya berkunjung, saya sangat senang ketika menjumpai banyak artikel tentang politik (dan kemudian agama juga) yang ditulis dari masyarakat dan tentu saja untuk masyarakat. Ya, saya senang karena saya menjumpai banyak tulisan yang bagus, berbobot dan dalam bahasannya.

Kini Politikana menjadi bacaan wajib saya setiap hari. Namun semakin hari saya semakin mengernyitkan dahi. Bukan karena bosan, toh banyak tulisan baru setiap hari, namun di samping artikel-artikel bermutu, saya juga banyak menjumpai artikel yang tidak bermutu, yang sangat tendensius, dan bahkan cenderung memecah belah. Tidak sedikit artikel yang setelah saya baca, saya menyimpulkan bahwa artikel tersebut ditulis oleh seseorang yang berwawasan dangkal. Menulis hanya dari satu sudut pandang dan mengabaikan sudut pandang yang lain.

Saya tidak akan menyebutkan satu per satu artikel yang saya maksud, karena saya yakin para pembaca pun bisa menemukan tulisan-tulisan tersebut. Terbukti banyak artikel yang mendapatkan rating minus. Dan ini murni penilaian langsung dari masyarakat.

Mohon maaf jika saya mengkritisi dengan bahasa yang keras. Namun ini adalah curahan hati saya yang paling dalam ketika saya semakin kesal membaca tulisan-tulisan kurang bermutu di Politikana.

Saya tahu bahwa Politikana memfasilitasi kebebasan berbicara dan beropini sesuai dengan azas demokrasi dan berpolitik sehat. Dan itu memang baik adanya. Saya tidak akan memungkirinya. Tapi jika ada tulisan yang sangat tidak bermutu, apakah tidak lebih baik jika dieliminasi? Seharusnya ada moderator yang memoderasi artikel-artikel di Politikana.

Kebebasan berbicara & beropini memang baik dan penting, tapi mengotori pikiran orang lain dengan opini buruk sama saja membuang sampah ke rumah Anda.


Tag: politikana, demokrasi, sampah

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Terkait:

Media Terkait:

    Siapa saja yang merating artikel ini:

    Komentar:

    Catshade 0 0
    Saya inget kutipan Neil Gaiman berikut:

    Freedom to write, freedom to read, freedom to own material that you believe is worth defending means you're going to have to stand up for stuff you don't believe is worth defending, even stuff you find actively distasteful, because laws are big blunt instruments that do not differentiate between what you like and what you don't, because prosecutors are humans and bear grudges and fight for re-election, because one person's obscenity is another person's art.

    Because if you don't stand up for the stuff you don't like, when they come for the stuff you do like, you've already lost.
    Striding Cloud 0 0
    Catshade, kok mirip ini:
    [ http://en.wikiped…st_they_came ]
    Admin 1 suka | 0
    Terima kasih atas komentarnya.

    Sejauh ini Moderator belum pernah menghapus artikel, dan semoga tidak akan pernah. Kami sadar bahwa seorang moderator tidak memiliki kearifan yang cukup untuk menentukan mana yang baik dan mana yang jelek.

    Oleh karena itu kami menyerahkan fungsi moderasi kepada Anda, warga politikana, karena kami merasa kearifan massa jauh lebih adil daripada kami.

    Satu-satunya cara yang kami tahu untuk menepikan artikel-artikel sampah adalah dengan mengimbanginya dengan artikel-artikel bagus. Dengan adanya mekanisme sosial yang hidup, pada akhirnya para penulis akan lebih rajin meningkatkan kualitas tulisannya.

    Sekali lagi, terima kasih. : )
    Striding Cloud 0 0
    ironinya adalah, artikel pertama Anda adalah artikel curhat tentang sampah do politikana.
    kang tutur 0 0
    : ))

    Asyeeemmm...!!!
    Knalpot Putih 0 0
    Admin bikin terharu. Hebat!
    Buat saya, hasil ga begitu penting dibanding dengan kerja-keras. Ada yg kerja keras bikin tulisan, eh jadinya jelek. Ada yang kerja-keras jadinya bagus.. Ada yang kerja ringan jadinya bagus... Di sini bagusnya Politikana. Siapa saja bisa menulis sambil terus belajar.

    Kalau Para Penulis tamu yang sudah jago nulis, barangkali mereka 10 menit sudah jadi essay klasik dan tangguh. Ini hal biasa. Sebuah kerja ringan.

    Tapi buat yang rookie2 (mayoritas Politikana) menerjemahkan ide aja udah sulit.. Mari kita hargai dan saling bantu...

    Biar kita2 sendiri yg menilai dengan menulis tandingan dan mendengarkan.. Saling memberi rating tujuannya menanamkan motivasi.. Bukan kontes, orang hadiahnya juga ga ada. : )

    Terima kasih...
    R A P 0 0
    ini pasti ulah para kloner..

    *pasang muka galak tapi maniezz.. : |
    Pedy 0 0
    Saya lebih terharu baca komen Knalpot Putih...
    R A P 0 0
    mas Pedy kok belakangan jadi mudah terharu ya... : )
    kang tutur 0 0
    ikutan terharu™ juga aaah...

    #solidaritas doms ; )
    Pedy 0 0
    Tipe pria romantis gitu lohh... : p
    MangKutak 0 0
    Yakin bangeth kalo Pedy Romantis™
    Pharaoh378 0 0
    Sangat susah untuk memfilter kebebasan memberikan pendapat, karena pada akhirnya menjadi tidak bebas. Jadi biarkan kebebasan itu sebebas-bebasnya, karena kebenaran pasti akan menang, tinggal kita mengkritisinya saja, yg mana propaganda, yg mana yg orderan, yg mana yg dari hati nurani, karena semua punya agenda masing-masing, tinggal tunggu saja yg mana yg akan menang, yg diback up oleh media secara luas atau kebenaran.
    kang tutur 0 0
    Terimakasih ke Admin yang sudah melengkapi Fitur anti dobel Nick (Nama Pena Ganda)

    #SALUT... MAJU TERUS POLITIKANA!!!
    Striding Cloud 0 0
    bohong loe ah... : D

    kangtutur memang pembohong sejati.
    MangKutak 0 0
    Iya bener koq... coba saja Ganti Profile, pake PenName yang sudah "ada" pasti gak bisa!!!

    #ikutan kang tutur : SALUT... buat Admin
    Google 0 0
    http://thechurcho…m/tutur.html
    Knalpot Putih 0 0
    Catshade
    setelah merem... melek... ngebayangin... akhirnya paham juga maksud dibawah ini:

    "...Because if you don't stand up for the stuff you don't like, when they come for the stuff you do like, you've already lost..."

    Gw catet nih buat kebetan kalo kepepet... : D

    @pedy
    (terharu) mengucapkan terimakasih...
    Sri Kirana 0 0
    Oh yaa? gak bisa ya? Yaay, anti klonengan bekerja : D
    RaunSabalik 0 0
    ; ))
    Wonggantenk 0 0
    makin bingung aja gw
    kang tutur 0 0
    Yah... kalo @ Tuvok bisa ganti berarti dengan kesimpulan sederhana "dia" adalah orang dalam...

    *aku tadi mo ganti gak bisa soalnya!

    ; ))

    Simple kan?
    ~Dewo 0 0
    Yang diperlukan adalah KEBEBASAN BERTANGGUNG JAWAB.

    Karena seringkali orang membonceng "kebebasan" demi maksud terselubungnya.
    kang tutur 0 0
    Wah, ada ~Dewo nih?

    Pakar™ juga nih...!

    *Tabik...
    Google 0 0
    Ok
    Striding Cloud 0 0
    [...
    Yah... kalo @ Tuvok bisa ganti berarti dengan kesimpulan sederhana "dia" adalah orang dalam...
    ...]

    Bukan koq.
    Rahwana_Candradimuka 0 0
    Setelah membaca komen2, rupanya saya lebih mengena dengan komennya ~Dewo.
    kang tutur 0 0
    I enjoy this game...

    #aku bener-bener tercerahkan...

    BARVO SEMUA WARGA
    kang tutur 0 0
    [...Setelah membaca komen2, rupanya saya lebih mengena dengan komennya ~Dewo...]

    #dari dulu aku juga berpaham begitu bung Rahwana_Candradimuka ; ))

    Wonggantenk 0 0
    wah, kalau di atas kangtutur beneran, tapi sekarang yang pake nickname kangtutur ada 3

    Naruto, ilmu pendekar bayangan
    kang tutur 0 0
    Silahkan anda coba ganti pake PenName ku Wonggantenk ; ))
    Wonggantenk 0 0
    kang tutur

    ndak usah lah da
    Wonggantenk 0 0
    Google dan Tuvok pun pake PenName kangtutur he he he
    kang tutur 0 0
    Biaselah... Ndak Manga Gai Tu Do

    #Nan paralu kan awak lah mangarati caro bapikie nyo... Ntah ko indak?

    LahjalaydekwaktuJo ; ))
    ndarualqaz 0 0
    oh.. aku terkejut...

    *gak nyangka sistem anti klonengan sudah aktif... tapi Striding Cloud kok masih berganda diri sama kang tutur ya...*
    Red-White Porridge 0 0

    Sampah di politikana

    judulnya menarik lho ... ; )
    rakjat ketjil 0 0
    mohon bimbingannya

    *saya tidak mau digusur : (
    gaplehExtreme 0 0
    .
    amalthea 0 0
    sampah itu penting..., menunjukkan adanya kehidupan... hehehehhe.... asal gak mbludak ajah... : D


    mari kita recycle sampahnya : )
    babyloniamaria 0 0
    1. pengen tahu nama rekan anda yang nyodorin url ini...
    dan jangan bavva ke ati deh politik kan emang bgtu kotor....itung-itung nambah temen, nambah pengalaman,kalo mau nambah musuh ganti nama klon aja...kayak mereka alumni smart itu...

    tapi nama saya diganti-gantipun orgnya itu-itu juga....
    just enjoy yourself....!!!
    lat 0 0
    knalpot putih ...setuju..

    termasuk aku.. kan baru belajar komen belum bisa nulis artikel ...perlu diingat...orang yang paling berbahaya itu adalah ide-nya, tapi orang yang paling berbahaya kalau tidak dia punya ide....


    lat 0 0
    maaf, koreksi...kalau dia tidak punya ide...
    Mita 0 0
    rating tidak selalu menunjukkan kualitas dan isi tulisan ...

    ada tulisan yang sebetulnya bagus tapi ratingnya jelek nggak menarik dst, mungkin karna bukan interestnya si peng-rating ....

    barangkali subyektifitas dan ideologi si pembaca menentukan rating yang dia buat ....


    hamatamu 0 0
    Rahwana_Candradimuka; ingat apa yang terjadi di milis apakabar akhir 90-an? kurang lebih sama ritmenya. semoga metode rating membantu ya (dengan catatan cloningan tidak menjamur)
    Asbun 0 0
    menurut saya politikana ini sudah sip, interfacenya OK, metode ratingnya OK pokoke sip
    muna 0 0
    si rahwana ini sby banget, maunya yang bersih, santun, jaim, eh ujung-ujungnya p4 deh.
    Wonggantenk 0 0
    muna

    ujung - ujungnya p4...maksudnya tidur?
    ~Dewo 0 0
    muna
    P4 penataran? Hihihi...

    *ga mudheng*
    Moderator 0 0
    Kalau menurut TS (Rahwana Chandradimuka) di Politikana banyak artikel sampah. Buat artikel yang bagus ajalah. Biar pembaca nanti lebih memilih artikel TS yang bagus dan bermutu. Dan akhirnya artikel sampah itu akan tenggelam dengan sendirinya.
    No Offense
    Rahwana_Candradimuka 0 0
    Moderator: Lho, ini kan sudah nulis artikel : p
    MR 0 0
    Moderator: setuju...
    Rahwana_Candradimuka: hati-hati loh bung...nanti anda terkena omongan sendiri...hheehe
    hargailah orang yang sedang dalam proses belajar

    Silahkan login untuk memberikan pendapat