The sooner, the better vs Slowly but sure 10
Jumat, 22 Mei '09 16:56
Saat-saat sekarang ini dan beberapa waktu mendatang, wajah politik negeri ini akan diwarnai oleh pertarungan persepsi dan citra untuk menarik simpat rakyat. Salah satu citra yang sedang gencar-gencarnya dikumandangkan adalah "the sooner, the better", atau "lebih cepat, lebih baik", sehingga menempatkan kompetitornya seakan-akan berada pada posisi yang mengusung citra "slowly but sure". Sang petarung politik ini nampaknya berusaha ingin menonjolkan citranya bahwa ia akan dapat menunjukkan kinerja yang lebih kinclong nantinya, jauh meningkat dari apa yang ada saat ini. Mungkin dalam analogi dunia korporasi saat ini, dia mau menunjukkan komitmen nya ke arah aliran Performance Breakthrough, bergaya quantum leap. Hal ini sepertinya menempatkan sang lawan pada posisi pecinta stabilitas, yang mungkin hanya mampu menunjukkan performance improvement yg transisional dan gradual.
Pertarungan akan semakin menarik jika saja nantinya para kandidat ini mampu menunjukkan turunan detail dan terukur dari strategi pencitraan yang diusung tersebut. Kembali ke analogi dunia organisasi bisnis, menarik untuk ditunggu apakah mereka mampu mengeluarkan semacam balanced scorecard dari strategi yang mereka pilih, sehingga kita dapat melihat apakah itu bisa dicapai atau hanya sekedar bualan belaka.
Nah, jika dilihat dari sudut pandang manajemen, maka pertarungan politik ini sebenarnya adalah pertarungan konsep dan sistem performance management yang mau dibangun oleh masing-masing kandidat. Ada yang mau menunjukkan bahwa sistem yang diusungnya akan membawa performance negeri ini melompat jauh ke depan, dengan birokrasi pemerintahan yang sangat profesional sehingga menunjang pencapaian pertumbuhan ekonomi hingga 8% dalam waktu yang segera. Seperti layaknya sistem performance management di organisasi manapun, termasuk organisasi negara dan pemerintahan, maka kunci penerapannya adalah ujung-ujungnya pada Sumber Daya Manusia (SDM) nya. Jikalau diterapkan dengan bantuan Balanced Scorecard, maka kembali pondasi nya adalah juga pada orang (Learning & Growth Perspective).
Disinilah kita dapat melihat bahwa untuk membuat "jualan" strategi pencitraan politisi negeri ini agar betul-betul nantinya berhasil direalisasikan, maka peran HR Management (Manajemen SDM) di organisasi negara ini menjadi sangat kunci. Jika kita tidak mendapatkan gambaran yang jelas dan kongkrit bagaimana strategi yang akan dilakukan untuk membenahi SDM di seluruh jajaran organisasi pemerintahan, maka sangat sulit rasanya mengharapkan terjadi lompatan kinerja yang hebat. Pengalaman saya yang pernah terlibat dalam beberapa program peningkatan sistem SDM dalam rangka reformasi birokrasi organisasi pemerintah, menunjukkan ada banyak tantangan yang harus diatasi agar kinerja birokrasi dan SDM pemerintah menjadi meningkat secara signifikan. Perubahan kultur organisasi dan perilaku orang di banyak organisasi pemerintah menjadi tantangan terberat, karena mentalitas non performance yang sudah lama melekat di diri dan pola kerja selama berpuluh-puluh tahun. Kondisi ini menunjukkan bahwa peran HR Department di seluruh organisasi pemerintahan harus menjadi lebih signifikan lagi jika kinerja SDM ini mau ditingkatkan secara drastis. Sayangnya apa yang terjadi selama ini, bagian SDM di organisasi pemerintahan selama ini tidak ditempatkan pada posisi yang strategis, dan komitmen pimpinan organisasi pemerintahan umumnya juga masih minim terhadap pengembangan SDM. Memang kelihatannya bernada pesimis terhadap kondisi kinerja SDM organisasi pemerintahan, tetapi setidaknya itulah gambaran realita performance SDM pemerintahan saat ini, yang ingin dibawa lari oleh sang politisi dengan citra "the sooner, the better".
Adakah beliau sadar akan peran HR Management untuk merealisasikan visi nya, sehingga meningkatkan peran HR untuk menjadi lebih strategis di seluruh organisasi pemerintah? Menjadi strategic partner dalam melonjakkan performance organisasi? Semoga ya pak Politisi yang terhormat :-)
Tag: Pemilu, kinerja, HR, Performance
Terkait:
-
rapuhnya akar administrasi musuh besar dalam pemilu 2009
Kamis, 11 Mar '10 00:43 -
Jangan Pernah Menyerah tetapi juga jangan pernah serakah dan takabur?.
Kamis, 4 Mar '10 10:07 -
Lowongan: Rakyat Indonesia mencari pemimpin
Minggu, 28 Feb '10 00:49


KRMT Roy Suryo Notodiprojo, Anggota Komisi I DPR RI

Komentar:
hukumnya adalah anda bisa dapat dua kombinasinya dari tiga (kecepatan dan harga; kualitas dan harga; atau kecepatan dan kualitas)
Kalau bisa ketiga - tiganya, biasanya diprediksi atau diasumsikan ada yang janggal
kalau dari artikel detik, kayaknya yang dimaksud JK adalah the faster
Silahkan login untuk memberikan pendapat