Ternyata Fatwa Facebook itu bohong 41
Sabtu, 23 Mei '09 09:21
saya juga kaget lihat ini
JAKARTA - Kabar para ulama Jawa Timur akan membahas fatwa Facebook ternyata tidak benar. Pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, KH Idris Marzuki membantah pernyataan tersebut.
Bahkan Kiai Idris membantah kenal dengan orang yang mengatasnamakan juru bicara Ponpes Lirboyo, Nabil Haroen yang sebelumnya menyatakan akan ada fatwa untuk Facebook. "Tidak ada itu, saya bahkan tidak kenal dengan Nabil," ujarnya saat dihubungi okezone di Jawa Timur, Jumat (22/5/2009).
Kiai Idris mengaku memang ada pertemuan para ulama di Jawa Timur dengan agenda membahas persoalan umat kontemporer. Namun pertemuan itu sama sekali tidak menyinggung tentang hukum Facebook. "Tadi malam pertemuannya selesai. Tapi tidak ada bahas itu," ungkapnya.
Sebelumnya, Associated Press memberitakan para tokoh muslim di Indonesia akan mengeluarkan fatwa tentang jejaring sosial di dunia maya. Sebab apabila disalahgunakan situs semacam Facebook dapat mengundang birahi. Dalam ajaran Islam hal itu diharamkan.
Dalam berita tersebut AP mengklaim mendapatkan sumber dari juru bicara Ponpes Lirboyo, Kediri, Nabil Haroen. Tapi belakangan pengasuh Ponpes Lirboyo KH Idris Marzuki membantah kenal dengan Nabil. (ful)
Kaget? demikian dengan saya. Kita ini gampang sekali percaya dengan berita berita seperti ini ya
Tag: politik, facebook, fatwa, MUI
Terkait:
-
Facebook Haram: Fatwa Ulama Ottoman Abad 21?
Jumat, 22 Mei '09 16:49 -
Fatwa Facebook?
Jumat, 22 Mei '09 12:00 -
Masyarakat kita ramai bicara politik..
Selasa, 12 Jan '10 12:59
Media Terkait:
Siapa saja yang merating artikel ini:
-
GaraMata: Terkini
-
andrisetiawan: Penting
-
ndarualqaz: Penting
-
hamatamu: Menarik
-
alakazam: Terkini
-
R A P: Terkini
-
Upik: Menarik
-
Ghazi Tjokroamidjojo: Terkini
-
Catshade: Terkini
-
Xaliber von Reginhild: Terkini
-
Sri Kirana: Terkini
-
Asbun: Terkini
-
ichanx: Terkini
-
Taufan: Penting
-
agoos: Terkini
-
kakilangit: Terkini
-
Yuniarty Utami: Penting
-
Herman Saksono: Terkini
-
hoho:
-
indira: Biasa
-
Penjor Bramantio: Terkini
-
Andre P. Siregar: Menarik
-
edogawa: Terkini
-
santa luia: Lucu


KRMT Roy Suryo Notodiprojo, Anggota Komisi I DPR RI

Komentar:
Aged Mosad
*bergegas mencari akun FB-nya*
kadang sukanya jadi pembuat berita..
*baca blog, lebih jujur, lebih curcol
Paling tidak ini bisa buka bahan baru utk berdiskusi, walopun kadang alot kalau bahasnya dengan tembok
Karet itu baru alot...
Awas ada gerakan meminggirkan ulama. Kalau nggak ada ulama, siapa lagi yang jadi panutan?
*ngecek lagi*
Terus terang agak sulit juga menyeleksi siapa dari teman-teman saya yang aman saya add. takut kecolongan chating dan poto porno.
Saya pernah ngeadd seorang teman lama, yang seingat saya dia dulu orang yang baik dan lurus-lurus aja, saya berharap ketika dia saya add sebagai teman tidak akan ada masalah apa-apa.... ternyata oh ternyata....dia suka ngomong yang menjurus porno dengan temannya di fbnya...dan yang lebih parah lagi dia mengapload poto-poto lagi koitus....astagfirullah....akhirnya terpaksalah bubye fb !
Masih banyak media silaturrahim yang lain, yang bisa kita kontrol sendiri, kalau fb memang agak riskan.
kalau saya, sekiranya ngga berkenan dengan salah-satu teman yang sudah terlanjur di add, ya tinggal remove from friend aja.. Kan ada fiturnya di fb..
buat saya sih pertemanan sangat bermanfaat, seperti sekarang berteman dengan mas Pedy...
Pedy : biarpun bukan saya yang ditanya, boleh ikutan urun pendapat ya? : D
kalau saya, sekiranya ngga berkenan dengan salah-satu teman yang sudah terlanjur di add, ya tinggal remove from friend aja.. Kan ada fiturnya di fb.. : ))
buat saya sih pertemanan sangat bermanfaat, seperti sekarang berteman dengan mas Pedy... ; )) , jadi banyak tambahan ilmu dan pengetahuan. Dari seratus teman di Fb, 10 orang jelek pun masih ada 90 yang baik..
===========
Kalo udah mutual friend terus di remove....saya gak enak...jaga perasaan dia....toh kalo mau keep in touch bisa lewat sms, e-mail atau chating via messenger.
Kembali ke pribadi masing-masing, kalo fb itu lebih banyak mudharatnya ya tinggalkan aja.
Saya sendiri lebih suka silaturrahim di dunia nyata..semuanya serba nyata dan terkontrol.
Terimakasih.
Yah, sebenarnya facebook ada baik buruknya, selama terkontrol sih tidak apa2.
Yang gawat kalau keranjingan politikana, gimana nih?
krisnov: Menarik. Saya malah pe sekarang gak punya akun fb. Sebenernya dari dulu mau buat, tapi belum jadi2, disamping gak ada waktu, saya belum tau persis manfaatnya apa. Lagian urusan kerjaan, nulis politikana dan blog, waktu dah tersita habis. Tapi katanya fb bisa luaskan komunitas ya? Menurut krisnov gimana enaknya?
==========
FYI, kenal ustad Felix Siauw, beliau syabab HT juga. Beliau punya fb, tapi gak selalu update status.
Fb emang bisa bikin lupa waktu bagi orang-orang yang suka menyia-nyiakan waktu dan gak bertanggungjawab dengan tugas utamanya.
Buat para ibu-ibu udah ada puisi sindirannya dari seorang anak kecil, judulnya "Ibu dan Facebook".
Saran saya, kalo Bung Pedy mau bikin fb, selektif dalam ngeadd teman, hanya teman-teman yang betul-betul sudah di kenal di dunia nyata dan mempunyai karakter yang baik yang di add sebagai teman. Atau teman-teman dari dunia maya yang sudah dekat dan juga berkarakter baik.
Gara-gara politikana, sua kali aku telat deadline...
Gara-gara politikana, dua kali aku telat deadline...
Gue dipanggil gara2 absen kritis...
Btw, agak lucu aja sihpendapat orang mengenai FB. Saya pribadi menggunakannya untuk menambah link melalui "temennya temen" yang direkomendasikan buat nyari event. Belom lagi group-group yang berguna buat nambah job
Dan alasan saya pindah ke FB karena di sini nggak ada cewe2 yang ngirim message nawarin jasa rental body kayak di situs lainnya, so...
Media yang seharusnya meminta maaf jika thread ini memang benar adanya.
Silahkan login untuk memberikan pendapat