SBY-Boediono : Neoliberal/Kerakyatan/Kerakyatan Pro Pasar? 7

Kamis, 28 Mei '09 10:47

Sedikit menambahkan mengenai diri presiden SBY yang sekarang lagi ramai-ramainya dituduh sebagai Neolib. Ini saya dapatkan dari jurnal Manajemen Usahawan Indonesia No2 th XXXVI Februari 2007 hal 20 dengan judul MEMBANGUN EKONOMI KERAKYATAN karangan Prof Dr.Akhmad Syakhroza. Disini saya cuma mengutip paragraf awal dari jurnal beliau, sisanya bisa dibaca sendiri :D, tapi sedikit banyak dari paragraf awal ini kita bisa tahu apa garis besar dari jurnal tersebut.

"Kita semua berkeinginan Ekonomi Kerakyatan bisa tumbuh kembang sebagai tulang punggung Ekonomi Nasional, tentu dengan tetap memberi memberi peran kepada ekonomi pasar. Dengan struktur penduduk Indonesia yang dominan berperan di sektor pertanian dan pernelayanan maka menggerakkan potensi kekayaan alam adalah sangat penting. Apabila kita cermati secara jernih, maka sesungguhnya presiden SBY telah  menjalankan ekonomi kerakyatan yang pro pasar, konsisten dengan platform ekonomi sebagaimana ditawarkannya ada kampanye pilpres beberapa tahun yang lalu.
Komitmen ini tergambar secara jelas dari 4 strategi induk pemerintah yaitu : 1)Pro penciptaan lapangan Kerja

2)Pro pengentasan Kemiskinan

3)Pro pertumbuhan ekonomi

4)Pro pelestarian lingkungan

Dua strategi pertama adalah berorientasi kepada ekonomi kerakyatan, sedangkan 2 strategi terakhir adalah lebih berorientasi kepada ekonomi pasar. Berbagai program konkrit yang telah dilakukan oleh pemerintah pada tahun 2005 dan 2006 antara lain adalah menaikkan harga gaba, subsidi pupuk, subsidi bunga untuk RSS, menaikkan gaji golongan 1 dan 2 bagi pegawai negeri sipil/tentara/polisi, Program BOS, Bantuan Langsung Tunai, Raskin beras untuk rakyat miskin, bantuan Askeskin, pengadaan air bersih untuk rakyat, pembangunan infrastruktur pedesaan. Kita telah mendengar bahwa program ini telah dirasakan secara nyata oleh masyarakat golongan kecil meskipun kita juga melihat praktek-praktek di lapangan masih adanya penyimpangan-penyimpangan"

 

Di dunia ini memang tidak ada yang putih atau hitam murni, yang ada adalah abu-abu. Jadi jangan mentah-mentah menelan kata-kata para politisi yang asal tuding sistem yang diusungnyalah yang lebih baik.


Tag: SBY, Ekonomi, politik, neolib, pasar, Neoliberalisme, kerakyatan

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Terkait:

Media Terkait:

    Siapa saja yang merating artikel ini:

    Komentar:

    Catshade 0 0
    "Ekonomi kerakyatan yang pro pasar"? Blasteran macam apa lagi itu? : ))
    MFH 0 0
    bila para politikus tidak bisa kita percayai kata-katanya...maka tugas kita lah yang harus mengali info lebih banyak menyampaikannya ke publik...terlepas itu pro atau kontra...
    botaksakti 0 0
    Catshade: Blasteran Kumpeni dan Betawi !!!!
    Kucing Neolib 0 0
    saya pikir sih SBY itu Neo-Kerakyatan-Liberal..
    : p
    rianty 0 0
    satu lagi yg penting selain sistem yang diusung dan kebijakan yang dikeluarkan..: integritas pengusung/pelakunya.. dan seberapa bisa dia meluruskan penyimpangan di bawah2nya
    Retno I Palupi 0 0
    rianty: saya setuju. Masalahnya saat ini sebaik apapun kebijakan itu, entah pro rakyat atau pro pasar, selalu ada pelaku yg menyimpang, sehingga tujuan akhirnya tidak tercapai.
    adin 1 suka | 0
    Sejalan dengan TAP MPR RI Nomor IV/MPR/1999 Tetang Garis-Garis Besar Haluan Negara Tahun 1999-2004 (Bab IV, B. Ekonomi). Sistem Ekonomi Kerakyatan dalam Sistem Ekonomi Pasar: “Mengembangkan sistem ekonomi kerakyatan yang bertumpu pada mekanisme pasar yang berkeadilan dengan prinsip persaingan sehat. Jadi memanglah ekonomi kerakyatan ala indonesia ini merupakan subsistem dari ekolib ... ya gak ?

    Silahkan login untuk memberikan pendapat