Tetap "Selamat" di Rumah Sakit 3
Kamis, 4 Jun '09 12:14, dibaca 394 kali
Kasus Prita Mulyasari seakan membangunkan kita kenyataan lama tentang adanya problem di dunia medis di Indonesia. Jelas, artikel ini bukan untuk membahas secara detil di mana problem-problem itu terselip, melainkan sebagai woro-woro (baca: warning) bagi kita, orang Indonesia yang kebanyakan miskin, dan masih punya kemungkinan untuk sakit dan menjadi pasien rumah sakit. Nah, bagaimana calon pasien punya kan lebih besar untuk tetap "selamat" meski terpaksa harus masuk rumah sakit? Ada baiknya membaca artikel ini pelan-pelan, dan pastikan tidak ada yang terlewat.
1. Sebelum masuk rumah sakit, pastikan anda benar-benar sakit
Ini poin terdasar. Pastikan kondisi anda benar-benar sakit. Misalnya sakit batuk, cobalah batuk beberapa kali dengan berbagai gaya dan intonasi yang berbeda. Bisa "uhuk-uhuk", "ihik-ihik" atau sekedar "ehem". Kalau merasa belum jelas jenis penyakit batuk yang anda rasakan, mintalah second oppinion. Bisa dari keluarga, atau sahabat. Orang lain juga bisa. Misalnya, batuk-lah di depan wajah orang itu. Semakin orang itu merasa terganggu, berarti semakin serius penyakit batuk yang anda derita. Kalau anda ditampar orang yang bersangkutan, bisa dipastikan anda LAYAK MASUK RS, karena benar-benar sakit.
2. Pastikan Memilih Rumah Sakit yang tepat
Oke, berdasarkan analisa pertama, anda harus masuk RS. Bagaimana memilih RS yang tepat? Sebelum ke RS, cobalah untuk telepon 108, untuk bertanya alamat dan nomor telepon rumah sakit. Menelepon 108 sekaligus menjadi diagnosa, telinga anda dalam keadaan baik atau tidak. Bila sudah tahu rumah sakit yang bersangkutan, datanglah dengan menggunakan kendaraan umum atau kendaraan pribadi yang paling "mengenaskan". Begitu sampai di satpam atau resepsionis RS, pura-puralah pingsan dan terjatuh di lobby. Ini akan menciptakan kesan pasien perlu untuk segera ditolong. Bila tidak, jangan heran bila pasien harus menunggu berjam-jam sebelum ditangani. Ditambah erangan-erangan tipissssss,...bolehlah.
3. Tambahan
a. Saat ketemu dokter, pasang wajah sumringah (meski aslinya sakit banget). Jangan lupa gunakan kata "tapi" untuk menjawab pertanyaan sang dokter. Misalnya. "Sakit apa?" tanya dokter. "Batuk dok,..tapi telinga saya masih berfungsi baik," jawab pasien. Dokter akan muncul kesan, meski sakit, tapi pasien ini tetap optimis. Kalau dokter mau "macam-macam", dia akan berpikir ulang.
b. Mintalah resep yang jelas dan obat-obatan yang rasanya manis. Murah dan mahal itu relatif. Tapi mending, mintalah yang manjur dan memiliki efek penyembuhan ganda. Misalnya, menyembuhkan batuk dan pegal-pegal atau pegal linu. Atau obat sakit kepala yang sekaligus berefek melancarkan rezeki dll.
c. Mintalah garansi. Ini sangat penting. Kalau bisa, garansi itu berbentuk fasilitas lain. Misalnya, menginap secara gratis di kamar VIP RS itu dengan fasilitas penuh, meski tidak dalam keadaan sakit.
*abaikan artikel ini secepat mungkin. :)
Tag: jakarta, rumah sakit, prita, OMNI International
Terkait:
-
Pengacara Omni: Trombosit 27.000 itu kabur dan gak jelas
Kamis, 4 Jun '09 11:25 -
Politikana dan Empat Lembaga Bela Prita
Rabu, 3 Jun '09 15:37 -
Ini Bukan Soal Ibu Prita atau RS Omni!
Sabtu, 6 Jun '09 08:43
Siapa saja yang merating artikel ini:
-
Catshade: Lucu
-
lat: Lucu
-
Moonlight: Lucu
-
Miranda: Lucu
-
Forlorn Hermit: Lucu
-
Striding Cloud: Lucu
-
Yudiantoro: Lucu
-
yusro: Lucu
-
republikfoto: Lucu
-
LCFR: Lucu
-
Shouen: Lucu
-
Riyono: Lucu
-
Roby Muhamad: Lucu
-
hamatamu: Lucu
-
alakazam: Lucu
Komentar:
Silahkan login untuk memberikan pendapat