Spektrum politik 8
Sabtu, 6 Jun '09 04:46, dibaca 743 kali
Waktu baca-baca dan mencoba memahami jalan tengah, Yudhoyonomics yang disebut oleh Anas Urbaningrum, malah nemu beberapa diagram yang menjelaskan political spectrum, yang akhirnya kalau digabung dan direformat kira-kira jadi seperti gambar spektrum di artikel ini.

Dalam spektrum di atas diagonal yang ke kanan adalah sumbu politis, mulai dari yang authoritarian sampai ke libertarian. Sementara diagonal ke kiri adalah sumbu ekonomi, dari konservatif/kanan/free market, ke kiri, socialist.
Marxism, Facism, Liberalism rasanya sudah umum (lebih baik google sendiri daripada saya ngarang penjelasan yang salah). Tapi yang perlu diberi catatan sedikit bahwa Anarchy di diagram ini bukan anarki yang biasa kita pahami, tapi dalam pengertian an-archy (ketiadaan archy/pengaturan/penguasa).
Walaupun dari tiga sumber referensi diagram yang dipakai untuk membuat diagram diatas (satu dari websitenya anarchist, dua dari wikipedia) third way alias "jalan tengah" tidak ditunjukan posisinya dimana, tapi kira-kira ya di tengah situ. Kalau benar yang dimaksud Anas adalah Third Way yang ada di tengah-tengah (Centrism).
Paling ngga untuk third way masih bisa dikira-kira posisinya dalam spektrum politik ini. Akhirnya, bisa menempatkan salah satu dari 3 pasang capres di satu tempat yang jelas (ini kalo ndak ada sanggahan belakangan terhadap apa yang dibilang Anas).
Sementara untuk ekonomi kerakyatan dan dua pasang yang lain, saya masih ragu apa ada tempat yang pas dalam spektrum politik/ekonomi ini. Barangkali memang hanya konsep "dagangan politik" musim kampanye yang nanti terlupakan setelah selesai pemilu. Sekedar bilang bahwa orientasi kebijakan ekonomi nantinya akan pro-rakyat, bisa dikatakan oleh politisi dari sudut spektrum manapun.
Sepertinya penjelasan Anas ini bisa meredakan debat ekonomi kerakyatan vs neolib (yang definisinya sendiri tidak jelas). Personally I think its a clever political move to proclaim the third way. Jalan tengah, ndak harus liberal, ndak harus sosialis, ndak perlu lagi ribut-ribut kerakyatan vs neolib, problem solved.
Hanya ada detail minor yang bisa mengganggu, waktu saya sedang googling definisi facism untuk memahami diagram spektrum politik diatas, nemu paragraph ini di wikipedia (gak usah terlalu dipercaya lah :P) :
The fascists opposed both international socialism and liberal capitalism, arguing that their views represented a third way. They claimed to provide a realistic economic alternative that was neither laissez-faire capitalism nor communism.[19] They favoured corporatism and class collaboration, believing that the existence of inequality and separate social classes was beneficial (contrary to the views of socialists).[20]
Kebetulan ada di kalangan facists yang juga menganggap third way is the way (assuming its the same third way). Kalo si A berpendapat B dan C berpendapat B juga, ngga berarti ada hubungan antara A dan C, jadi bukan masalah sebenernya (apalagi kalau ternyata yang satu B dan satu lagi B' kebetulan aja mirip namanya).
Tapi kalau nanti ada yang iseng mempertanyakan dengan "logika kampanye" yang sering ngawur, mungkin pendukung SBY mesti siap-siap menjawab juga .. he..he..he...
---bukan-pendukung-siapa-siapa-namanya-juga-iseng---
Edit: Here's world smallest political quiz, in case you're wondering where you stand in this political spectrum.
Tag: SBY, third way, spektrum politik
Terkait:
-
Ketty Kamu Ngapain Saja Selama Ini…
Senin, 21 Mei '12 18:35 -
Plin Plan
Jumat, 4 Mei '12 15:17 -
Salah Pilih Bintang Iklan
Kamis, 3 Mei '12 11:55
Siapa saja yang merating artikel ini:
-
senjaklasik: Bagus
-
samsara: Menarik
-
Striding Cloud: Keren
-
abah: Bagus
-
hamatamu: Menarik
-
Catshade: Menarik
-
LCFR: Menarik
-
Pedy: Biasa
-
dony: Biasa
-
Yudiantoro: Menarik
-
yusro: Penting
-
Shouen: Menarik
-
Asbun: Penting
-
bys: Penting
-
heriyadi: Menarik

Komentar:
Spektrum diatas sepenuhnya merupakan spektrum politik.
Seorang liberal politically, sah saja memilih kebijakan ekonomi yang inclined to socialism (contoh obamanomics) atau sebaliknya (contoh: chinese capitalism on international trade)
Jika demikian halnya, maka tidak aneh jika seorang politically fascist mengklaim thirdway economics, dan seorang politically liberal seperti clinton juga mengklaim thirdway.
Bagaimana bentuknya spektrum ekonomi negara? Besar kecurigaan saya spektrum ekonomi hanyalah 1 dimensi, hanya ada kerjasama-kooperasi(autonomy-authoritarian), namun tidak memiliki left-right, atas dasar asumsi bahwa setiap negara memiliki cita-cita pemerataan yang sama.
Aslinya di diagram yang kedua, diagonal kiri itu antara capitalism dan sosialsm.
Hmm... ya ya ya. somethign is wrong with my concepts then.
Sebelumnya saya juga pernah menuliskan hal ini:
[ http://politikana…apitalisme-3 ]
Pada diagram kedua yang anda tunjukkan, penggambarannya adalah crossing antara ekonomi (capitalism-socialism) dan politik(statism-individualism).
Nah, problem saya menggunakan sumbu saling pengaruh adalah: bagaimana mendefinisikan china?
dengan state communism secara politik, namun capitalism di ekonomi, maka seharusnya dari definisi diagram diatas china masuk kedalam fascism?
Mohon penerangan.
Menurut saya sih mungkin.
Tunggu penjelasan dari orang yang bener-bener paham politik-ekonomi deh, jangan-jangan model diagramnya sendiri masih bisa dipertanyakan. Sekarang 3.00 am, tak liat besok kali-kali udah ada yang jawab
Menurut saya diagram diatas merupakan diagram politik saja.
Diagonal left-right, bukanlah diagonal ekonomi, namun diagonal radikalisme ideologi.
Left = radikal, right = reaksioner.
Itulah sebabnya mengapa para komunis menyebut tentara sebagai kaum reaksioner.
Dengan menganggap diagram ekonomi dan politik saling independen, maka china tetap bisa didefinisikan sebagai state comunism, biarpun ekonominya kapitalis.
Membahas just how communist/capitalist is china bisa jadi subject research sendiri kalo mau
Silahkan login untuk memberikan pendapat