Budaya plagiarisme Dalam Politik Praktis 0
Sabtu, 13 Jun '09 07:39
"Tak lagi sekadar bidang yang populer dan ilmiah seperti musik, film, karya sastra, karya ilmiah, dan sinetron yang bergelut dengan plagiarisme, tetapi juga blog pribadi. Kini banyak kita jumpai blog yang memasang rambu-rambu ”dilarang mengutip tanpa seizin pemiliknya” sekalipun itu hanya berisi resep masakan."(tatum Syarifah Adiningrum).
ternyata budaya plagiarisme juga menjalar pada tataran politik praktis- ini artinya bahwa mental palgiarisme masih akan bercokol di negeri ini. paling tidak untuk mencari celah dan manfaat untuk kepentingan pribadi, kelompok, golongan bahkan demi sebuah ambisi dan profit ekonomi dan kekuasaan.
tetapi yang pasti plagiarisme "merupakan sesuatu yang biasa dilakukan.' Immitation is the highest form of flattery."(park)
meskipun sesuatu yang biasa plagiarisme menjadi sebuah konotasi yang buruk bagi pelakunya. meskipun dalam realitasnya banyak orang melakukan plagiarisme, karena pada dasarnya meniru orang lain dalam hal apapun dapat juga di katagorikan sebagai plagiarisme. tak terlepas juga dengan isu di negeri ini yang telah mendapatkan tontonan politik pratis berbau palgiarisme.
namun yang menjadi pertanyaan adalah, apakah plagiarisme itu dosa? nah kalau dosa apakah ketika politik praktis mencoba menegakkan budaya plagiarisme dianggap sesuatu yang tabu?
nah, jika plagiarisme dalam politik praktis dianggap tabu, "dosa besar" apakah hukuman bagi mereka, jika plagiarisme dalam politik praktis itu salah apa hukuman yang pantas untuk mereka, atau adakah undang-Undang atau aturan yang mengatur hal itu?
jika tidak ada aturan hukum tentang plagiarisme dalam tataran politik praktis, tidak ada jerat hukum yang pasti, tidak ada aturan pemilu yang melarang plagiarisme dalam tataran politik praktis, maka apa yang dilakukan oleh tim sukse SBy tidak menjadi masalah, sebab secara hukum plagiarisme politik tidak diatur.
namun yang pasti budaya palgiarisme tidak berawal dari negeri sendiri, bukan produk lokal , tetapi merupakan produk impor, sebagaimana pendapat Tatum Syarifah Adiningrum mengutip pendapat PenniCook dan C Jan Swearingen bahwa akar budaya plagiarisme adalah dari dunia Barat.
dengan demikian kalaupun tim sukses SBy melakukan plagiarisme itu berarti sesuatu yang wajar secara manusiawi, tetapi yang pasti budaya plagiarisme bukan budaya lokal, tetapi budaya impor.
Tag: Pemilu, SBY, jk, Prabowo, Artikel, wiranto
Terkait:
-
Siapa Capres Yang Saya Contreng Besok?
Senin, 6 Jul '09 14:12 -
Samakah SBY dan Pak Harto ? (3 Bag. 2)
Kamis, 25 Jun '09 11:02 -
Debat Termehek-Mehek
Jumat, 19 Jun '09 02:47
Media Terkait:
Siapa saja yang merating artikel ini:
-
hamatamu: Biasa
-
LCFR: Biasa
-
Gus Muh: Bagus
-
dikrezz:
-
Yudiantoro: Biasa
-
R A P: Biasa
-
adnan mubarak: Bagus


KRMT Roy Suryo Notodiprojo, Anggota Komisi I DPR RI

Komentar:
Silahkan login untuk memberikan pendapat