Mafiaceli (2) 37

Sabtu, 13 Jun '09 18:10

Sang Pangeran

Apa yang membuat Celi begitu berani mengkhianati Megawati dan Taufik Kiemas justru pada saat keduanya membutuhkannya? Lupakan soal moral, dalam Mafiaceli, politik itu tidak lebih dari kriminalisme terkendali. Pengkhianatan hanyalah masalah kebutuhan, tergantung suasana hati kapan akan digunakan. Sebelum menyeberang ke kubu SBY dalam Pemilu 2004, Celi pernah sekali datang berkunjung ke rumah Cikeas.
Memberanikan diri, dia masuk ke perpustakaan pribadi. Di antara ribuan koleksi buku sang Jenderal, Celi melihat foto keluarga dalam pigura raksasa. Lama dia menatapnya, seorang Jenderal bersama ibunya dipotret bersama keluarga besar istrinya, keluarga Sarwo Edhi Wibowo. Ibu dan anak dari Pacitan dengan jubah kebesaran sang anak tetaplah orang kampung yang terasing di tengah keluarga besar Sarwo Edhi Wibowo. Celi terpikat dengan Sang Pangeran yang kesepian, yang mata istrinya lebih nyalang melihat kekuasaan dibanding matanya sendiri. Dia membayangkan, sang pangeran bisa menjadi alat untuk mempraktekkan Mafiaceli.
Lagipula, bukankah ini saatnya bagi Celi untuk sedikit menunjukkan jiwa sosialis yang dia dapatkan dari dosennya So Hok Djin alias Arif Budiman, coba membantu seseorang dari kampung entah berantah naik ke tangga kekuasaan.
Apalagi sang pangeran tengah meninggi popularitasnya di tengah-tengah masyarakat yang gandrung akan sinetron. Celi berangan-angan menciptakan Suharto baru, itu sebabnya mudah sekali dia mengkhianati Megawati.
Sang Pangeran memang bukan siapa-siapa. Bukan keturunan Sunan Kalijaga apalagi Gajah Mada. Hanya anak tunggal dari sebuah keluarga sederhana. Bapaknya pensiun dari tentara dengan pangkat perwira rendahan. Pada saat beranjak dewasa, kedua orang tuanya bercerai, Sang Pangeran mengalami guncangan. Untunglah, dia seorang anak yang cerdas di sekolah. Dalam turbulensi rumah tangga itu, sang pangeran entah berantah mendapatkan pelarian lewat sekolah. Dia selalu ingin tampil sempurna, berprestasi dan ingin dipuji. Menurut analisa Psikolog Niniek L Kariem dan Bagus Takwin sebagaimana dimuat di Kompas, 24 Juni 2004 (Susilo Bambang Yudhoyono; Anak Tunggal Yang Charming). Mengutip Alfred Adler, pelopor psikologi individual, menjelaskan bahwa anak tunggal dengan pengasuhan dan pendidikan yang baik akan menjadi orang yang dapat diandalkan karena mereka akan cenderung tampil baik di depan umum, menjaga agar perhatian orang lain tetap tertuju kepadanya. Ciri menonjolnya, akan selalu berusaha tampil charming, menjaga perilaku, dan mengontrol diri secara ketat.

Sang Pangeran nya Celi ini dalam penampilannya juga menunjukkan ciri sebagai anak tunggal yang charming. Penampilannya selalu terjaga, sikap tubuh tegak, wajah selalu menatap ke depan, dagu sedikit ditarik ke belakang, sorot mata awas, langkah tegap yang pasti, cara bicara teratur jelas dan rinci, serta kesigapan menanggapi stimulus di sekitar, semua itu mendukungnya untuk menjadi orang yang pantas diperhatikan dan dikagumi. Kelebihan-kelebihan itu menjadi penentu utama popularitas yang akan didapatkannya. Tetapi sebagaimana juga disadari oleh Celi, anak tunggal yang charming ini juga memiliki kelemahan. Anak tunggal ini cenderung peragu atau terlalu hati-hati. Kemampuan yang di atas rata-rata dan memungkinkannya mengambil keputusan tegas tidak sejalan dengan lambatnya ia mengambil keputusan. Tapi dalam mafiaceli tidak ada masalah yang tidak bisa diakali. Kurang kuatnya karakter sang pangeran bisa dibantu oleh karakter istrinya yang kuat. Menikahi puteri Gubernur Akmil Sarwo Edhi Wibowo tentu bukan pilihan yang salah dalam hidup sang pangeran. Kita bisa bayangkan putri dari seorang mantan Komandan RPKAD yang sangat garang dalam operasi penumpasan PKI di Jawa Tengah. Memiliki mata elang yang terus mencari, raut muka yang tegas dan cenderung dominan terhadap suami. Sarana yang cocok untuk menyelipkan Mafiaceli. She can do Any-thing.

Seorang pemimpin yang peragu dengan istri yang dominan membuka ruang luas untuk dimasuki oleh mafiaceli. Karena Sang Pangeran ingin terus berprestasi, tidak ingin terlihat tampil buruk di tengah khalayak maka dipilihnya seorang Bugis kecil, sembrono dan ceplas ceplos sebagai bemper untuk menghadapi rakyat. Jadi pelan tapi pasti Sang Pangeran pun mulai mempraktikkan Mafiaceli. Kalau ada hal-hal yang dianggap membanggakan, maka dia yang tampil ke depan. Giliran menghadapi rakyat yang kecewa maka si Kecil dari Bugis lah yang disuruh tampil ke depan. Jadi wibawa sang pangeran tetap terjaga. Dia tahu betul kapan harus muncul kapan pula harus sembunyi. Dan yang paling penting dalam mafiaceli sang pangeran harus mengerti bagaimana mengulur-ngulur sebuah keputusan yang akan mengundang kontroversi. Sang Pangeran juga harus mengamankan tentara dengan cara mengkatrol teman-teman se angkatan sekaligus menyingkirkan Jenderal lantang seperti Ryamizard. Satu lagi pelajaran penting yang didapatkan sang pangeran dari Mafiaceli adalah teknik konvensional pengalih isu dengan memunculkan isu baru. Rakyat rebut masalah BBM naik, dia naikin isu ambalat. BBM ribut lagi, muncul isu FPI lawan AKKBB. Ketidakberesan persiapan Pemilu dia alihkan dengan isu Ponari.

Karena gila akan penampilan, maka Mafiaceli mudah saja mempermak sang pangeran. Kantung matanya yang menggantung adalah kreasi dari perempuan-perempuan montok FOX Indonesia. Bila bencana terjadi yang dilakukan oleh sang pangeran bukan turun langsung ke daerah bencana, tetapi dengan lihainya dia mengirim Si Bugis Kecil Sembrono untuk melihat situasi. Sang Pangeran sibuk berbenah dulu memastikan penampilannya akan menunjukkan simpati yang mendalam. Bila kecelakaan pesawat terjadi, sang istri akan melakukan pertunjukan yang sama; menggendong anak-anak kecil dengan raut muka (sebenarnya) jijik tetapi memaksakan senyum tanda harapan ke depan. Politik menjadi area pribadi sang pangeran, keputusan lebih banyak di tangan istri sebab dia anak Jenderal Sarwo Edhi bukan? Nama yang akan membuat separuh kampung di Jawa kehilangan populasi pada saat operasi Trisula dulunya. Mafiaceli memastikan diri sebagai suami kedua; Celi mengirim Choel ke Cikeas. Sang istri rutin ber-blackberry dengan Choel. Dan ah, betapa santunnya Choel ketika mengirim pesan pada sang istri sampai membawa nama-nama Tuhan segala (catatan SMS nya Choel ini mudah di dapat, selama anda bisa tidur dengan salah satu perempuan montok FOX Indonesia). Choel and Ibu Ani is on Hotline Call.

Celi mengerti, anak tunggal punya kecenderungan sifat manja dan memiliki kegemaran masa kecil yang terbawa-bawa hingga dia dewasa. Bukan layaknya anak perempuan yang suka warna pink lengkap dengan boneka putri-putrian atau anak laki-laki yang suka mobil-mobilan, sang pangeran justru tergila-gila dengan angka 9. Dia lahir  pada 9-9-49, partai demokrat didirikan pada 9-9-(2009-8 alias 2001), dan tentu saja pemilihan presiden saat ini pada (9-1)-(9-2)-2009. Semuanya harus serba 9. Dalam Mafiaceli mitos itu tidak ada ada tetapi muslihat itu perlu. Nah, Celi dapat momennya, setiap tahun majalah TIME memilih 100 tokoh berpengaruh dunia. Ya, orang bilang Time itu kredibilatasny tinggi dan segala omongan tentang pers yang ideal lah. Tetapi apa sih yang ga bisa dibeli dengan mempertaruhkan bumi Indonesia yang kaya raya ini? Jadi, Mafiaceli bermain sehingga terpilihlah sang pangeran jadi tokoh berpengaruh dunia nomor 9 pada tahun 2009. Sang pangeran senang bukan kepalang, dasar anak tunggal gila prestasi, manipulasi mafiaceli ini dijadikan alat kampanye. Jadi apa yang didapatkan TIME (Amerika) dengan hadiah istimewa itu, tentu saja janji Mafiaceli bahwa sang pangeran akan dipermak layaknya calon presiden Amerika. TIME senang, Mafiaceli apalagi; cita-citanya untuk berlagak seperti Obama kesampaian sekarang. Jadi gara-gara angka 9, sang pangeran rela mengorbankan identitas negara merah putih. Sekarang dimana-mana dalam setiap kampanye ala Obama nya, muncul merah putih biru. Sang pangeran, layaknya raja-raja Jawa jaman dulu; demi kesenangan pribadi menggadaikan tanah air kepada bangsa asing. Inilah bahayanya anak tunggal yang gila akan prestasi dan haus akan pengakuan, Mafiaceli tahu bahaya itu, tetapi itulah politik, peduli setan semuanya.

Di negeri ini Mafiaceli telah jadi ideology. Bahkan guru besar emeritus liberal Indonesia, Profesor Doktor Gunawan Mohamad Mlib,Msex,MBA (gaya sosialis tetapi perilaku neolib), pun harus turun tangan membantu murid-muridnya. Dengan muslihat rubah berbulu domba, mereka membuat kesan Boediono sebagai orang lemah yang harus dibela. Mereka ingin mengulang cerita yang sama seperti dulu sang pangeran diberi peran menyedihkan dalam sinetron “Menkopolkam mengundurkan diri”, seolah-olah dizalimi oleh Megawati. Inilah trik membosankan ala anak tunggal yang manja. Setiap kali dia terdesak, maka di depan podium dengan kantung mata tebal dan wajah dibikin sendu, di akan mengatakan bahwa dia sedang dizalimi. Dia perlu simpati dan dikasihani. Mafiaceli percaya, 170 juta pemilih Indonesia gemar akan sinetron, itu sebabnya dia percaya sang pangeran akan terpilih kembali.

Lanjutan tulisan berjudul Mafiaceli Part 1 ( http://www.bukanblackcampaign.com/?p=150 )


Tag: SBY, Obama, politik, rizal, capres, megawati, PKI, Politics, Amerika, fox indonesia, Ani Yudhoyono, malarangeng, bugis, FOX, Choel, Mafiaceli, Pangeran, RPKAD, Sarwo Edhi Wibowo, Sex, SPG, Taufik Kiemas, Time Magazine

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Media Terkait:

    Siapa saja yang merating artikel ini:

    Komentar:

    NOS 1 suka | 0
    SBY kebanyakan dipoles...kayak mie instant yg kebanyakan dipoles penyedap rasa. Sayang kagak ada lawan SBY yg sepadan. Mega? Maaf si mbak Mega ini bodoh. Kalau ditanya wartawan ke utara, kok jawabannya ke selatan. Belum lagi Prabowo terlalu emosional. Zaman Mega korupsi juga masif. JK? Wah kalo Golkar berkuasa lagi korupsi bakal merajalela. KPK bakal dintervensi. Sayang kagak ada lawan SBU yg sepadan. Jadi terpaksa kita sama SBY lagi nih 5 tahun mendatang. Cuma kita kagak tahu apa nanti utang makin menggunung, sektor riil makin sekarat.....
    jeung Medya 0 0
    lanjutan yang ini?
    [ http://politikana…fiaceli.html ]

    apakah OliverCain = gagah ?
    OliverCain 0 0
    jeung Medya: betul, artikel yang saya publish di politikana sama, saya juga kontribusi artikel di www.bukanblackcampaign.com

    Oliver cain memang gagah walaupun cuku berumur sekarang, terima kasih atas pujiannya saya jadi malu. Tetapi Gagah bukan Oliver Cain.

    NOS: memangnya sekarang ini tidak ada korupsi? Sepengetahuan saya di pelabuhan tanjung priok setiap tahunnya korupsi di bidang pajak, bea dan cukai dan kepolisian RI, yang jumlahnya fantastis mencapai trilyunan dan makin besar dalam kurun 4 tahun belakangan ini, bahkan ada yang korupsinya mencapai nilai 100 trilyun lebih terjadi pada tahun 2006, yang dibungkam dipemerintahan sekarang dan kepolisian dan kejaksaan ikut terlibat. Dan semua pelaku bisnis di pelabuhan tersebut (logistik) sudah menjadi rahasia umum bagi mereka.

    Silahkan email saya di cain.oliver@yahoo.com
    Dan saya akan ceritakan data detail kepada anda.
    fanni_g 0 0
    NOS:
    Tolong anda jangan terlalu menyikapi SBY dengan fanatik buta.

    Komentar anda sepertinya 'pesimis' akan suatu perubahan.

    SBY memang merasa tiada lawan ketika ada amerika & FOX dibelakang punggungnya. Tapi SBY harus berpikir dua kali untuk melawan kekuatan rakyat.

    fanni_g 0 0
    OliverCain:
    Ada hubungannya tidak antara MafiaCeli dan fenomena ANGSA HITAM?

    Kalau ada, bisa tolong dijelaskan intinya saja...
    OliverCain 0 0
    fanni_g: halo fanni, coba bantu saya utk mengingatkan ttg operasi " black swan " tsb. krn sy krg jelas yg anda mau tny peran dari sang pangeran atau godfather nya?

    Terima kasih
    NOS 0 0
    OlicerCain: skrg korupsi masih banyak, tapi komitmen pemberantasan korupsi skrg jauh lebih baik dari zaman Mega atau jaman Gusdur. Temen saya direksi BUMN pingin ketemu Mega. Pintunya lewat Pramono Anung (kebetukan dia temen Pramono di ITB). Tahu nggak, utk janji ketemu aja harus bayar 200 juta. Katanya buat partai. Skrg korupsi masih banyak tapi komitmen pencegahannya lebih baik dari jaman Mega.
    OliverCain 0 0
    NOS: Kepada yang terhormat mas srimulat, saya hanya membantu nengingatkan kembali ke independen an dari KPK dan juga KPU. Dimana hampir setiap keberhasilan dari lembaga independent tersebut selalu di klaim sebagai keberhasilan dari pemerintah, lain halnya bila lembaga tersebut menemui kegagalan dalam menjalankan tugasnya, pemerintah justru mengingatkan kita bhw lemb.tsb independen dan tidak bertanggung jawab atas kegagalan tersebut.
    Selain itu coba anda search di google, mengenai komitmen GusDur terhadap pemberantasan korupsi, sebagai contoh diangkatnya Baharudin Lopa menjadi Jaksa Agung yang juga kita kenal sebagai orang bersih dan tokoh pemberantas korupsi yang tidak perlu diperdebatkan lagi kinerjanya yang meninggal sebelum tugasnya selesai, antara lain dimulainya pengusutan kasus Ginandjar Kartasasmita, penghidupan kembali kasus Pak Harto yang sudah di SP3, dan terakhir adalah perintah pengusutan Tomi Winata oleh GusDur kepada beliau, yang sekarang menjadi donatur terbesar kampanye SBY dari 2004 hingga 2009, dan tidak pernah diangkat kembali dan dilanjutkan penuntasan kasus kasusnya oleh kepala pemerintahan sekarang.
    Lalu mengenai komitmen ibu megawati, pernahkah anda tahu, bahwa pada masa pemerintahan beliau meresmikan lembaga yang bernama KPKPN dan KPK, dan pada akhir masa pemerintahannya, melalui kejaksaan agung dan polri banyak menangkap kepala daerah tingkat 1 dan 2, serta ketua dan anggota DPRD, itu semua dapat anda cari menggunakan Google.

    Bayangkan, saat ini... Dimana komitmen pemerintah terhadap korupsi menurut anda, masih lebih baik kah? Karena KPK bekerja sendiri, dan banyak kasus yang diangkat KPK, lalu dimentahkan kembali oleh POLRI dan Kejaksaan Agung dimana (POLRI & KEJAKSAAN AGUNG) adalah lembaga yang menurut amanat UUD 45 merupakan lembaga dibawah Presiden RI.

    Logikanya dimana anda bisa berpendapat bahwa kepala pemerintahan SBY sekarang lebih baik berkomitmen tentang pemberantasan korupsi dibanding GusDur dan Megawati, menggelikan bila anda masih menganggap 200 juta lebih penting dibanding masalah korupsi bernilai 100 trilyun.

    Tahukan anda saat ini apabila sebuah perusahaan besar untuk proyek pemerintah ada yang membawa dan mengatas namakan Ani Yudhoyono, kasus Dermaga 23 tanjung priok, danjen kopasus, kasum TNI, dirut bank Bukopin, bisa ditarik garis darah kepada istri Presiden RI, sudah bersihkah SBY menurut anda? Hanya dengan mengorbankan besan berharap bisa mendapatkan simpati sebesar-besarnya dari rakyat. Mulai berhitung juga dana kampanye SBY (dengan harta 8 Milyar + 200.000 USD) bisa mempunyai dana kampanye lebih dari 1 Trilyun tanpa menjanjikan "sesuatu" kepada masyarakat pro business. Sebagai gambaran harga sewa billboard 150-500 juta perbulan per sati titiknya, silahkan hitung sendiri.
    pujangga 0 0
    saatnya memberi pelajaran pada orang-orang yg sombong dan berwajah seribu...
    NOS 0 0
    Disclaimer buat semuanya: saya bukan pengikut SBY lho...aku sih golputer..: )). Yg incumbent diragukan, yg janji perubahan apalagi. Kalau capres nya Rizal Ramli mungkin masih lumayan
    NOS 0 0
    OliverCain: jadi Mega dan JK lebih bersih dari SBY? Nggak juga kan..
    OliverCain 0 0
    NOS: nampaknya anda tidak paham artikel dan komentar saya diatas, atau bisa juga anda tidak membaca dan mencoba memahaminya. Pertanyaan anda sudah bisa disimpulkan dari tulisan-tulisan diatas.

    Dan, tidak ada gunanya lagi anda mencoba membangun persepsi dan membentuk opini SBY anda lebih baik dibanding yang lain.

    Salam
    OliverCain 0 0
    NOS: nampaknya anda tidak paham artikel dan komentar saya diatas, atau bisa juga anda tidak membaca dan mencoba memahaminya. Pertanyaan anda sudah bisa disimpulkan dari tulisan-tulisan diatas.

    Dan, tidak ada gunanya lagi anda mencoba membangun persepsi dan membentuk opini SBY anda lebih baik dibanding yang lain.

    Salam
    MosheDayan 0 0
    @bro srimulat

    sayang sekali anda golput, bila nantinya kertas suara anda dipergunakan oleh pihak2 yg tdk bertanggung jawab, biarpun sebenarnya jikalau "bro...menconterng pun tdk ada jaminan suara broo akan terper hatikan juga sih"

    tapi minimal kan bro berusaha untuk berbuat sesuatu.
    NOS 0 0
    OliverCain: KPK itu kan amanat MPR. Kebetulan aja disahkan nya jaman Mega. Ingat waktu Pak Ruki mengeluh fasilitas KPK yg belum memadai ke Mega, Mega malah bilang: kalau urusan bikin gedung kantor jangan bilang ke saya! Gitu kata Mega. Sama seperti SBY tdk bisa klaim keberhasilan KPK, Mega juga tidak bisa klaim KPK dibentuk di jamannya. BTW Coba teliti korupsi di DPRD di daerah2. Yg banyak tersangkut itu politisi Golkar dan PDIP. Ingat mengapa Antasari terpilih? Itu karena lobby PDIP. Sudah tahu Antasari bermasalah, tapi masih dipilih juga sama PDIP (dan Golkar). Padahal sudah diingatkan oleh berbagai LSM termasuk ICW. Makanya skrg kasus Agus Condro yg melibatkan banyak org PDIP diusut lagi. Intinya politik kita itu babak belum dengan korupsi. Sama juga dengan demokrat (misalnya Sarjan Taher dan Jhonny Allen). Jadi kita tdk bisa menghantam SBY lalu diam2 mendukung kandidat lain (Mega atau JK). Saya terus terang Golput put put..: ))
    MosheDayan 0 0
    Srimulat:

    tambahan,...kita semua manusia biasa yg tidak terlepas dari berbagai kekurangan dan kelemahan, tetapi minimal kita bisa berusaha untuk melakukan yg terbaik bagi kita sendiri, keluarga dan bila Tuhan mengijinkan bagi negara bangsa ini.

    Jikalaupun dari ketiga calon, tidak ada yg sempurna, minimal (sekali lagi), pilihlah yg dapat membuat perubahan yg berarti, sehingga mungkin kita semua bisa mendapatkan pengharapan yg baru......

    Karena menurut saya, setelah kurang lebih 50 tahunan kita berada dibawah pengkultusan peribadi pimpinan nasional kita, sekarang adalah saatnya untuk melakukan reformasi kepemimpinan nasional secara berkala , sampai dng generasi "yg lalu" selesai pengabdiannya lalu kemudian dilanjutkan oleh generasi yg akan datang,.....

    saya sadari sepenuhnya, tidak lebih dan kurang, kita semua memiliki harapan yg sama, INDONESIA yg lebih baik dan lebih maju.

    : D
    NOS 0 0
    BabyOil: saya setuju...sebaiknya kita punya harapan ..btw saya kalau nulis kelemahan capres, saya tulis semuanya...biar fair lah. Saya tidak mau menghantam salah satu karena punya agenda lain sebagai pendukung capres tertentu...: ) Memang sebaiknya kita milih yg terbaik dari yg kandidat yg ada. Tapi kalau merasa tdk sreg memilih juga tidak bisa disalahkan kan : ) Sebab Golput juga sbg tanda protes yg penting. Kalau tidak elit2 itu keenakan menentukan sendiri agenda2 nya tanpa memperhatikan rakyat yg memilihnya. Pileg saya memilih, tapi pilpres kayaknya golput aja lah, ikut Gus Dur yg juga Golput : ))
    OliverCain 0 0
    Sebagi refrensi tentang Celi

    http://cewek.web.…i-orang.html
    MosheDayan 0 0
    Srimulat:

    Sayang loh mas, hak suaranya

    Akan tetapi , saya menghargai pilihan mas, minimal (ntuk k3 kalinya: D) mas adalah "Ksatria" yg menurut versi mas memilih jalannya masing2.

    Bukan seperti seseorang yg mengaku2 sebagai "Ksatria" di blog tetangga, .....pesawat dan helikopter jatuh saja .........apa susahnya sih mengaku bertanggung jawab....: D

    maaf mas emosi jiwa mas ........mendingan nonton catatan si boy saja mas, ...ihihihihihihihihihihihihihi: D: D
    NOS 0 0
    BabyOil: jangan esmosi dong : ) orang eskimo aja suka eskrim : )) BTW blog tetangga apa ya?
    red_son2009 0 1 tidak suka |
    menurut saya yang paling bersih adalah JK-WIN udah paling jelas deh pokoknya... hidup JK-WIN
    Chairman Mao 0 0
    red_son2009: eh, murah ga?
    Chairman Mao 0 0
    red_son2009: tiket Hongkong - Jkt
    MosheDayan 0 0
    Srimulat:

    kom.as.ana mas

    mari gabung atau sudah?????

    : D: D: D
    adi dirgantara 0 0
    Sudahlah....

    apapun judulnya, SBY telah salah memilih pasangan utk pemilihan selanjutnya..

    Rakyat dan bangsa Indonesia akan melihat, betapa kecewanya mereka karena calon pemimpin mereka masih menjabat director di salah satu lembaga pemberi hutang terbesar bagi Negara Keatuan Republik Indonesia...
    Tee Tow 0 0
    ...
    Satu lagi pelajaran penting yang didapatkan sang pangeran dari Mafiaceli adalah teknik konvensional pengalih isu dengan memunculkan isu baru...

    ini bukannya produk orde baru??

    trus, pengkultusan sosok di PD sekarang bukankah sama spt yg tjd di orde baru??

    ==> sejarah berulang??
    tentu tidak!! untungnya presiden boleh dipilih hny utk dua priode. tp pikiran yg sedikit mengusik adalah; bagaimana jika any(the)one maju sbg capres di 2014... disitulah br lahir obama yg mengalahkan Ny Clinton di konvensi demokrat... wakakakakaaka
    MFH 0 0
    Ada beberapa hal yang terpikir di benak saya ketika membaca artikel dan komentar yang ada:

    1. Anda secara pribadi, apa yang anda ingin bangun di diri anda pribadi? apakah image dimasyarakat juga anda pertimbangkan? Dari sisi ini saya kurang suka dengan pembahasan diatas. Bukan saja kita pribadi, jika kita punya anak sendiri kita juga suka wanti-wanti agar dia juga bersikap baik, kita tidak mau anak kita dicap jelek, tidak punya aturan atau apalah yang negatif. Contoh lain, jika anda punya anak perempuan, apakah anda suka misalnya prilakunya seperti anak laki-laki, jelas tidak...anda juga ingin anak anda berperilaku normal layaknya anak perempuan lain.

    Jadi kalau pun "si pangeran" jaim ya mungkin sosok dia secara pribadi. Terserah anda suka atau tidak silahkan simpan dalam hati, karena itu adalah hak pribadi masing-masing, setiap orang punya pandangan berbeda.

    2, track record perlu..saya setuju dengan ini. Dari sisi ini saya setuju saja dipaparkan apa sih sisi kelam yang bersangkutan, karena itu bisa jadi tambahan info buat teman-teman yang lain yang belum tahu, dan bisa dijadikan pertimbangan untuk menimbang-nimbang siapa yang lebih pantas,tentunya dengan referensi yang jelas, jadi bukan isu-isu belaka.

    3. Sudah jadi sifat manusia, kita lebih cenderung untuk bicara yang baik tentang kita, dan bicara yang tidak baik tentang orang lain. Suatu kerancuan berpikir. Pada hal kita tidak senang dibicarakan buruk tapi kita malah membicaakan orang lain sebaliknya.

    Saya bukan pendukung SBY, walau banyak yang mengcap demikian. Saya hanya konsen pada pembembicaraan yang menghujam pada personaliti bukan pada track record atau fakta yang sudah diperbuat seseorang, tidak peduli itu saipa orangnya.


    muir 1 suka | 0
    Mba...kalo yang namanya BANDIT itu gak perlu dipikir2 lagi track recordnya....

    Fakta..?? Bukannya semua orang yang membahas masalah ini sudah berdasarkan fakta...???

    Mungkin mba merasa hal ini bukan fakta...tolong dunk mba berikan kami fakta yang sebenarnya...

    Pernah tau kan pepatah "Panas 1 Tahun hapus dengan hujan 1 hari..."
    gagah 0 0
    yang salah adalah.. kenapa SBY menggunakan jasa FOX Indonesia.. terlihat sekali kalo SBY aja di atur.. setiap pertanyaan2 sebelumnya SBY udah ada jawabannya jadi tidak ada spontanitas dari kehebatan SBY dalam menjawab setiap peranyaan.. di dalam suatu acara televisi.. berbeda dengan capres lainnya....
    MosheDayan 0 0
    adi dirgantara:

    naah informasi mengenai masih aktifnya salah satu cawapres di sebuah organisasi internasional, yg secara nyata memberikan kita semua kesulitan yg luar biasa, saat kita sedang diterjang krisis moneter 8 tahun silam, minimal bisa menjadi bahan rujukan yg berguna...

    Tee Tow:

    pengkultusan adalah masa lampau (mudah2 an), semoga generasi yg selanjutnya tidak perlu merasakannya lagi

    MFH:

    saya juga bukan pendukung JK, saya berpendapat seharusnya golkar dibubarkan saja waktu kejatuhan orba kemarin itu, dan dilarang dipergunakan nama itu untuk selama lamanya

    akan tetapi kita hidup hari ini untuk menggapai masa depan, masa lalu adalah ingatan yg harus dipergunakan sebaik2nya agar kita tidak terperosok ke dalam lubang yg sama.

    regenerasi kepemimpinan nasional pada pilpres saat ini adalah keharusan tanpa memandang asal sang calon dari mana, yg ternyata setelah kita amati secara teliti , baik ketiga2 nya IDEM: D

    : D
    heriyadi 0 0
    MosheDayan: adi dirgantara: cawapres itu otomatis menjadi Direktur di lembaga itu karena dia Gubernur Bank Sentral, sekarang karena dia sudah tidak menjabat sebagai Gubernur Bank Sentral mestinya ya digantikan oleh Gubernur Bank Sentral, tapi karena Gubernur Bank Sentral yang baru belum dipilih mungkin prosesnya tertunda. (Ngomong2 katanya Presiden mau mengajukan calon Gubernur Bank Sentral yang baru secepatnya, koq ngga ada kabar beritanya lagi ya)
    jamur 0 0
    anti tesisnya wimar..
    Under World 0 0
    setiap parpol memang memang ada penghianatan partai...
    karna kebijakan tidak pernah ad yang sama, maka terjadilah saling iri..

    untung parpol JK WIN di kendalikan oleh 1 pemimpin saja, jadi tidak ada unsur kriminalnya..

    JK WIN memang hebat
    Sania Waniarsih 0 0
    Untuk sahabat-sahabatku yang golput, kenapa golput? Bila sampai Indonesia tidak memiliki pemimpin maka Indonesia akan memiliki presiden dari Freeport, Exxon, Coca-cola, AIG atau Indonesia nanti dipimpin oleh pemain bola dari Inggris? Jangan sampai terjadi seperti itu, para pahlawan Indonesia sudah bertukar nyawanya untuk kemerdekaan kita pada hari ini, kemerdekaan ini jangan pernah diberikan ke pihak asing seperti kapitalis dan neoliberal. Bangsa Indonesia harus sejahtera dan mandiri. Lebih cepat lebih baik, JK Win.
    susana 0 0
    Bila kepemimpinan saat ini masih belum maksimal maka kewajiban kita untuk mendukung pemimpin untuk berbuat banyak untuk kesejahteraan rakyatnya. Bila pemimpin lupa, maka kewajiban kita mengingatkan kepada pemimpin untuk selalu satu kata satu perbuatan dengan ratusan juta rakyat Indonesia. Pemimpin Indonesia harus mengutamakan kesejahteraan rakyat, ekonomi kerakyatan dan kemandirian bangsa. Lebih cepat lebih baik, JK Win.
    MosheDayan 0 0
    heriyadi:

    maaf mas, bukannya beliau memang sudah lama berkecimpung di IMF...????

    butuh pencerahan : D: D: D
    fanni_g 0 0
    OliverCain:
    Peran sang pangeran dan godfather-nya, saya anggap mereka satu paket.

    Kalau melihat dari segi tiga 'BERMUDA' ini,
    SBY: The Prince
    FOX: The Godfathers
    Amerika: ?... The Planner.

    Pertanyaan saya, apa tujuan dan akibat dari konspirasi ini yang dapat dikatagorikan sebagai 'fenomena black swan' di Indonesia?

    Silahkan login untuk memberikan pendapat