Perlunya Kejelasan Identitas Penulis 97

Senin, 15 Jun '09 23:02, dibaca 605 kali

Dalam tulisan-tulisan yang muncul di berbagai situs internet, terutama yang berbau politik atau menyangkut kepentingan umum, nama penulisnya sering sekali ditulis sebagai anonim atau tanpa identitas jelas, misalnya dengan menggunakan "nick name". Memang, anonimitas di internet adalah hak yang di A.S. bahkan dijamin dengan UU. Akan tetapi, harus disadari media yang memberlakukan azas ini secara penuh akan berkurang kredibilitasnya. Tidak ada media massa terkemuka yang merahasiakan sumbernya tanpa alasan jelas. Apalagi, kalau sumbernya sendiri yang menulis tanpa identitas jelas.

Media massa dengan reputasi tinggi jelas hanya akan memuat tulisan dari mereka yang memiliki reputasi pula. Reputasi di sini tidak harus terkenal, tapi kompeten di bidangnya. Tidak diungkapnya identitas narasumber atau penulis biasanya karena alasan keselamatan. Namun, redaksi pasti tahu siapa sebenarnya nara sumber atau penulisnya. Jadi, tidak dibenarkan redaksinya bahkan tidak tahu siapa nara sumber atau penulisnya. Dalam hal ini, andaikatapun pengadilan memanggil redaksi yang diwakili pemimpin redaksi (pemred)-nya, sang pemred tetap dapat menolak mengungkapkan siapa sebenarnya nara sumber suatu tulisan. Hak ini disebut "hak tolak" dan diakui oleh hampir semua negara terutama yang menganut sistem demokrasi liberal.

Menurut Bill Kovach dan Tom Rosenstiel dalam bukunya The Rise of Anonymous Sourcing, hanya ada 7 kriteria yang dapat membenarkan penggunaan sumber anonim atau disembunyikan identitasnya. Ketujuh kriteria itu adalah:

  1. Sumber tersebut berada pada lingkaran pertama berita. Dia bisa pelaku, korban, atau saksi mata.
  2. Keselamatan sumber terancam bila identitasnya dibuka.
  3. Motivasi sumber murni untuk kepentingan publik. Bukan lempar batu sembunyi tangan.
  4. Integritas sumber utuh. Orang yang suka berbohong tidak diberi status anonim.
  5. Harus seizin redaktur.
  6. Keterangan anonim sumbernya minimal dua atau bisa diverifikasi secara independen.
  7. Perjanjian keanoniman akan batal dan nama sumber dibuka bila terbukti berbohong atau sengaja menyesatkan

Kesemua kriteria itu adalah upaya perlindungan nara sumber oleh redaksi dengan menjadikannya anonim dalam penulisan berita. Sebaliknya, menurut kaidah jurnalistik universal, suatu opini haruslah diketahui jelas siapa penulisnya. Ini agar pelanggaran terhadap kaidah nomor 3 di atas tidak terjadi. Sementara, saya memperhatikan di politikana.com ini banyak sekali penulis tanpa identitas. Padahal, biasanya penulis anonim itu justru yang keras tulisannya.

Agar politikana.com makin berkualitas, apalagi sekarang masih versi beta, perlu diadakan razia identitas penulis. Atau cara lain, bila memang masih mau mengakomodir penulis dengan "nickname", adalah memberikan tingkatan. Misalnya penulis yang terpercaya dan dikenal luas reputasinya diberi rank "gold" atau "master" atau apalah. Sementara yang tetap mempertahankan "nickname" mendapat rank jauh di bawahnya.Buat saja ada 10 tingkat kepenulisan misalnya.

Demikian pula dengan sistem rating yang saat ini seenaknya dan tidak adil, seharusnya terdapat pengimbang dengan sistem juri yang dipilih oleh redaksi politikana.com. Di Indonesia, sering sekali orang yang seharusnya berkualitas tidak mendapat tempat, semata karena adanya sistem penilaian yang tidak bisa dipertanggungjawabkan. Misalnya dalam pemilihan "bintang televisi via sms", apapun jenis pemilihannya. Sering sekali mereka yang lebih layak menang harus kalah karena mendapat sms lebih sedikit. Apalagi di internet, trolling amat mungkin terjadi. Penggunaan identitas lebih dari satu untuk menaikkan rating dirinya sendiri atau kenalannya mudah sekali dilakukan.

Bagaimana bisa misalnya, tulisan yang ditulis serius mendapat rating lebih jelek dari tulisan yang dibuat asal saja? Contohnya seperti tulisan hari ini oleh seseorang dengan identitas tidak jelas. Lebih-lebih isi tulisan dengan rating tinggi itu cuma omong kosong bercerita soal kondisi dirinya. Sama sekali tidak ada kaitannya dengan politik sesuai visi politikana.com.

Maka, kalau politikana.com mau jadi rujukan para politikus dan pengambil kebijakan, bukan cuma orang-orang frustrasi yang gemar memaki, mencaci sambil kritik sana-sini atau curhat tentang dirinya, seharusnya dimoderasi lebih ketat. Identitas penulis harus jelas. Karena bagaimanapun, tulisan opini seperti di politikana.com adalah produk jurnalisme. Maka, sudah seharusnya pula patuh pada kaidah jurnalisme sejati. Barulah politikana.com layak menjadi rujukan.

 

Penulis adalah pemilik blog LifeSchool

 

 


Tag: politikana, opini, anonim, identitas, jurnalisme, jurnalistik, penulis, Bill Kovach, Tom Rosenstiel, redaksi

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Terkait:

Siapa saja yang merating artikel ini:

Komentar:

Striding Cloud 2 suka | 0
[___Agar politikana.com makin berkualitas, apalagi sekarang masih versi beta, perlu diadakan razia identitas penulis. ___]

Okay, bye bye. I will not vote for you.
hamatamu 0 0
BMH: are you a fascist?
sawung 0 0
hmm saya justru menikmati anonim karena kepala kita tidak terframe akan kebesaran si penulisnya.
Striding Cloud 0 0
[__Bagaimana bisa misalnya, tulisan yang ditulis serius mendapat rating lebih jelek dari tulisan yang dibuat asal saja?___]


Jadi begini. Ada penelitian bahwa kemampuan menghargai "Satire" itu berbanding lurus dengan "intelligence" dan berbanding terbalik dengan "Dogmatism".

Dhanis adalah penulis jelek. No doubt about it. Ratingnya sendiri adalah -SATIRE-(yang dengan mudah dilihat dari commentaries).

ergo...
Chairman Mao 0 0
biar lebih makin berkualitas lebih baik lagi kalau masing masing dari tim juri tersebut diberi tanggung jawab me-monitor 10 user dimana tugasnya adalah memonitor setiap posting dan comment dari user tersebut, apabila ada yang dinilai tidak bermutu atau tidak sesuai dengan nilai nilai politikana maka juri tersebut mempunyai wewenang delete post, skors account, delete account atau bahkan bawa user ke pengadilan.

peng-recruitan anggota juri dipilih dari user dengan prilaku baik, dan dilakukan secara anonim sehingga tidak ada orang yang tahu dia anggota partai.. *ehm* maksud saya anggota juri atau tidak. sebagai gebrakan launching, seret satu user yang nakal ke pengadilan. seterusnya roda akan berputar dengan sendirinya karena the fear of being watched, tanpa tahu user itu kawan atau lawan akan dengan sendirinya menggiring user untuk tidak melanggar batas yang telah ditentukan.
alakazam 0 0
[ Misalnya penulis yang terpercaya dan dikenal luas reputasinya diberi rank "gold" atau "master" atau apalah. ]

Lah itu penulis tamu? Pilihan moderator?


[ Contohnya seperti tulisan hari ini oleh seseorang dengan identitas tidak jelas. Lebih-lebih isi tulisan dengan rating tinggi itu cuma omong kosong bercerita soal kondisi dirinya. Sama sekali tidak ada kaitannya dengan politik sesuai visi politikana.com. ]

Jika merasa artikel curhat itu memang ndak penting, kenapa nggak dirating ndak penting saja?


Anonim itu enak dan perlu...
LCFR 0 0
Vox populi, vox dei : D.
hamatamu 0 0
Forlorn Hermit, saya setuju dengan rating anda : D
Forlorn Hermit 0 0
hamatamu: He..he..he... ada yang keberatan dhanis dianggap 10+ penting, menurut saya lucu : D.
tkp 0 0
[...Karena bagaimanapun, tulisan opini seperti di politikana.com adalah produk jurnalisme...]..

ehm, kaidah jurnalisme mana ni? kaidah jurnalisme pasar ato real jurnalism? kalo pilihan pertama, bukan di politikana tempatnya, karena memang di sini bukan ajang press release yang penuh sensor untuk kepentingan pihak tertentu. kalo opsi yang kedua, tampaknya beberapa warga, contohnya rusdi mathari, udah memenuhi kriteria itu. Kaidah jurnalism bukan soal siapa yang memproduksi, tapi bagaimana hasil produk itu. Bukankah dengan menulis warga politikana itu sudah jadi seorang "jurnalis" karena sudah menghasilkan produk tulisan? jurnalis=seorang pembuat jurnal=pembuat tulisan=penulis.

So, di dunia politikana ini bukan soal siapa yang membuat, tapi esensi bahasannya. Namanya juga ajang diskusi bebas, siapa saja boleh berkecimpung dong. Soal yang mau merujuk, silahkan, kalo yang ragu, ya pilih saja opsi lain. Gitu aja kok repot.
dimsci 1 suka | 0
[Penulis adalah pemilik blog LifeSchool]

-1 Promosi Diri

[2. Keselamatan sumber terancam bila identitasnya dibuka.]

diberlakukannya UU ITE merupakan alasan yg jelas bagi saya untuk tetap berlindung di balik anonimitas,. : )
hamatamu 1 suka | 0
tkp, dimsci, Forlorn Hermit, jadi tulisan ini layak headline dengan rating lucu +1?! : D
NOS 0 0
Kalau ada razia, saya bisa pakai "jalan damai" nggak seperti sama polantas?
Striding Cloud 0 0
dimsci: [__diberlakukan nya UU ITE merupakan alasan yg jelas bagi saya untuk tetap berlindung di balik anonimitas,__]

Tapi, tapi.... foto anda mudah ditrace dari face recognition program...... : ))
samsara 0 0
[Agar politikana.com makin berkualitas, apalagi sekarang masih versi beta, perlu diadakan razia identitas penulis..]

Waduh razia? kok mirip gerak gerik satpol.pp ya? : D


Chairman Mao 0 0
dan agar menghindari kaidah no.3, sebaiknya system login diganti dari email jadi no: KTP, dengan juga akan mengurangi praktek clonning atau multiple id yang haram itu, disamping user jadi akan harus lebih berhati hati sebelum sembarangan menulis artikel yang tidak penting apalagi berbau blek kempein karena sudah tidak bisa lempar batu sembunyi tangan lagi. sudah saatnya para penulis menanggung beban tanggung jawab apa yang ditulisnya, apalagi kalau bertentangan dan merugikan kepentingan politikana.com

user yang melanggar peraturan juga dapat diberi peringatan terbuka terlebih dahulu di halaman home, apabila masih melanggar peraturan maka diberi hukuman terbuka juga.
tkp 0 0
hamatamu: lucu +10 baru layak jadi HL. Juga sesuai dengan keinginan yang bersangkutan, kalo tulisan yang berhak menonjol adalah: identitas penulisnya jelas dan kompeten di bidang yang ditulisnya. Mungkin beliau yang bersangkutan ini merasa sudah berkompeten menulis bahasan dalam artikel ini, karena itu layak jadi HL. Berkompeten untuk lucu.

*sigh..*
lat 0 0
sawung: setuju. bukan siapa yang menulis tetapi apa isi tulisannya...
@Bhayu MH: klo pake razia, kayak jaman Orla aja ada BABINSA, KOPKAMTIP... atau screening test...ntar pake surat kelakuan baik...waduh...padahal aku ngak baik2 amat..
dimsci: setali tiga uang lah..
dimsci 0 0
Striding Cloud:
[Tapi, tapi.... foto anda mudah ditrace dari face recognition program...... ]

hahaha,.
definisi anonimitas tidak terpatok dari "nama" saja kan bung?
atau ada istilah lain utk pmalsuan avatar??
sprti avatar hamatamu misalnya,.

bergabung di forum2 politik nan kritis sprti politikana ini saya rasa mayoritasnya sgt mngrti akan pentingnya anonimitas,.

hamatamu:
hahaha,.setuju,. ^^
muir 0 0
Yang penting isinya.... bukan penulisnya.. kan dah pada pinter menimbang mana benar mana salah, mana fakta dan mana bukan... kecuali ada yang lagi nge-List untuk siapa kawan siapa lawan... : )

Batman ajah kagak usah pake identitas tapi memerangi kejahatan..
boiga 0 0
pasti ente orang birokrasi ya? maunya segala teratur, tertata rapi, tapi suka menyingkirkan orang dari jalan... *huh*
alakazam 0 0
Chairman Mao: saya dengan sangat mudah mencari ratusan id KTP orang, baik yang saya kenal maupun tidak... malah repot
NOS 0 0
muir: kok bawa2 batman? : )) btw batman pakai mobil ny amalam terus ya...siang soalnya ada razia three in one ...: ))
lat 0 0
muir: Batman ?... 'kuburan' aja juga bisa nyanyi bagus n ngetop lho padahal ngak liat mukanya.... : ))

~salah jalur ngak ni~
Chairman Mao 0 0
alakazam: kan ada user agreement sebelum daftar, sehingga apabila ketahuan sangsinya sudah tentu akan lebih besar!
LCFR 0 0
Chairman Mao: sanksi...
Chairman Mao 0 0
LCFR: dengan adanya identitas yang jelas, orang ngocol kayak dia bisa gua samperin rumahnya~
samsara 0 0
Chairman Mao: Kalo orangnya ada di Belanda gimana? berat diongkos dong : ))
LCFR 0 0
Chairman Mao: lah, di antara kita semua, saya termasuk yang paling jelas identitasnya loh ; )).
Chairman Mao 0 0
samsara: di Belanda yah.. saya datengin setiap capres cawapres, markas partai, kantor berita, gugat dubes Belanda. sampai dia di deportasi balik ke Indo, baru gua samperin
NOS 0 0
wudge: kalau tdk ada perjanjian ekstradisi dimana : ))
Chairman Mao 0 0
@Bhayu MH: mas, sebagai pelopor kejelasan identitas penulis, mas tinggal dimana sih? no HP mas berapa?
samsara 0 0
Chairman Mao: Oh gitu, baiklah.

Trus kalo sudah dek Chairman Mao datangi, mau diapakan pengiat Politikana itu?

Aha mungkin diajarkan menulis yg benar ya? atau..?
Shouen 0 0
Chairman Mao
Sabar sen, gak usah esmosi... biarin aja orang kayak gini, nyari tenar... ; ))
Chairman Mao 0 0
NOS: gua tunggu dia medical check up ke singapore karena overdosis brownies belanda, terus samperin ke hotelnya.. teken tombol emergency di lift supaya dia ga bisa kabur turun, baru gua samperin
LCFR 0 0
Eh, orang dengan identitas terlengkap di Politikana itu kayaknya dia deh:
[http://politikana…mimpin.html]
Chairman Mao 0 0
samsara: yah minta diajarin cara nulis yang baik dan benar tooh, masa mo di silet silet dadanya~
hamatamu 0 0
LCFR, Chairman Mao, Shouen, mari pertahankan artikel tulisan Direktur Eksekutif Forum Ilmu Kajian Islam Rasional (FIKIR) dan Koordinator Utama Kelompok Kajian Mentari Pemikiran (KKMP) ini 'headline'
alakazam 0 0
hamatamu: wakakaka.... : )) anda kejam bung...
Shouen 0 0
hamatamu
Ini ad hominem kan? ; ))
hamatamu 0 0
Shouen, tujuan saya kan baik? : D
NOS 0 0
uradn: ente ep be ay....
tkp 0 0
akhirnya... benar2 yang teratas... selamat...
C e l o 0 0
Saya kok nggak menemukan korelasi antara anonimitas dengan kualitas tulisan ya? Kalo memang dia penulis yang baik, mau anonim 100% atau malah anonim 0% tulisannya tetep aja bagus.

masalah ratting. Lah itu pan masalah standarisasi aja. Baik bagi ketua suku di pedalaman papua pun bisa jadi nggak penting bagi anak-anak gawul ibukota.

masalah rujukan. Setau saya, bila ada yang salah rujuk dia akan mengubah rujukannya.
MosheDayan 0 0
Chairman Mao:

heh....ngomong ajah.....udah cepet ganti nama lo yg sebenernya.....

ini nama gue yg slai.....

sumpah demi alm bokap gue

: D: D: D
MosheDayan 0 0
NOS:
ayoo mas tunjukkan dirimu yg sebenarnya

habis ini mau diganti lagi juga ngak papa

hayoooo semuanya ...berani ngaaakk>>>///???

: D: D: D

kalo memang yakin dng apapun yg anda2 perjuangkan kenapa harus takut......

ayoooo...mariiii....

ehh om momod bisa nunjukin nama aslinya ngak yaaahhh....hehehhehee: D: D: D
NOS 0 0
nama asli saya: susilo jusuf sukarnoputra bin bambang mega kalla
Chairman Mao 0 0
MosheDayan: nooh~ : D
MosheDayan 0 0
NOS:

yaaah mas gitu siiihhhhh
NOS 0 0
udah sy coba tapi ngak bisa karena maskimal 25 karakter padahal nama asli saya panjang sekali
MosheDayan 0 0
Chairman Mao:

yaa sudah saya juga gantiii lageeee

untuk yg sudah terlanjur melihat , anggap saja saya ini khayalan yah

: D: D: D
MosheDayan 0 0
Chairman Mao:

its a pleasure to know you, Sir
MosheDayan 0 0
NOS:

yaaah minimal yg beneran gitu looh mas

kwkwkwkwkwkw: D: D: D

guling2 nih mas beneran

ngakak ampe laptop ku ampir jatuhhh



khahahahahahahahahaaaa
NOS 0 0
wah ternyata kalau nama aslinya diumumkan, namanya katro2 juga ya..: D
Chairman Mao 0 0
MosheDayan: Pleasure to know you too : D
Chairman Mao 0 0
WTF, nama pena ane udah kepake.. ga bisa balik ke nama pena sebelumna... wah wah
MosheDayan 0 0
Chairman Mao:

yang bener..????
NOS 0 0
udah saya ganti nih....ortu saya suka film2 james bond jadi inilah nama saya yg sebenarya....swear demi kodok menclok di peci capres
Striding Cloud 0 0
Jadi teringat ramalan gw sendiri di profilnya si Shouen:

"Ilusi kebebasan berpendapat yang kita rasakan sekarang, belum tentu bertahan selamanya."

See, sekarang sudah mulai razia-razia segala....
MosheDayan 0 0
Chairman Mao:

mungkin harus log out truzz restart com dulu

coba ajah dulu
MosheDayan 0 0
MosheDayan:

waaakkk kok begitu namanya


whahahahha ada2 ajah loooh


: D: D: D
Striding Cloud 0 0
ini nama asli saya (?)
Chairman Mao 0 0
MosheDayan: hehe mungkin kali yah~ coba nanti
MosheDayan 0 0
yaa sudaaah

its a honor for me, to know all of u

termasuk yg belum mau memberitahukan nama aslinya masing2

sekarang kembali ke perjuangan masing2....
hamatamu 0 0
Striding Cloud: kenapa saya familiar ya?
NOS 0 0
Blem: ente melanggar dua hal 1. tidak pakai nama asli 2. nama ente melanggar UU Pornografi ..: )) : ))
MosheDayan 0 0
NOS:

ayoo doong mas....

hahahahhahahaha

kwkwkwkkwkwkww

masi h ngak tahan ketawa niiihhhhhh



kwkwkwkkwkwkwkkwkkw

: D: D: D
Striding Cloud 0 0
NOS: eh? ini saru?

Saya ndak tau sama sekali!

*bukan jawa*
Forlorn Hermit 0 0
Apalah arti sebuah nama ...
NOS 0 0
Darien: maaf nama diganti sebagai pertanda empati sama tkw2 di malaysia...Darien masih ingat diskusi soal malaysia yg rasis mirror nya Israel? Pingin nulis masalah ini sebab aku agak kenal sama si jumhur
Striding Cloud 0 0
NOS: kita pernah diskusi tentang itu? saya lupa, dan siapa pula si jumhur?

lalu kenapa blem surotitil itu saru ? berikan pencerahan
MosheDayan 0 0
NOS:

ooohh...selama ini jadi mbak toooohh

waaaa...

maaf yah
NOS 0 0
Darien: jumhur hidayat ketua BNP2TKI mantan aktivis....kalau surotitil...saru karena masalah persepsi...: ))
Striding Cloud 0 0
oh... berarti persepsi Anda saja yang mesti diperbaharui ya?? : ))
NOS 0 0
Darien: itu dia UU pornografi mengkriminalisasi wanita tapi tidak mengkriminalsiasi persepsi laki2 berotak mesum..: ))
Yudiantoro 0 0
wahhh saya baru liat udah rame.... setuju razia!!!


*bengep ditabokin hamatamu, Striding Cloud, LCFR. NOS, laind, Shouen, MosheDayan*

beraninya keroyokan! ayo sendiri-sendiri

*ngutip Dhanis*
Apprayo 0 0
Btw, contoh identitas yang jelas mungkin ini: http://tinyurl.com/nlqmuo : D

Eh, tapi si penulis beridentitas jelas ini kok belum kasih tanggapan apa2 ya?
hamatamu 0 0
Yudiantoro: wah ga bisa headline lagi nih?
laind 0 0
Apprayo:
Panjangnyo... cerita tentang kehidupannya.
Apprayo 0 0
laind:
Lho, kan biar jelas : D
dimsci 0 0
Apprayo:
[Btw, contoh identitas yang jelas mungkin ini: http://tinyurl.com/nlqmuo : D

Eh, tapi si penulis beridentitas jelas ini kok belum kasih tanggapan apa2 ya? ]

*nunggu tanggapan penulisnya juga*
enda 0 0
identitas itu ada banyak bentuknya, yg paling tua dan paling dikenal memang nama, yg mana sudah mulai kehilangan fungsinya di internet.

masalah yg diungkap memang bukan masalah baru, dunia blog pun terkena masalah ini, justru karena itu politikana mencoba memberikan alternatif solusi terhadap masalah yang namanya REPUTATION SYSTEM ini.

intinya adalah masalah reputasi, bukan masalah nama benar atau nama nick

reputation system yg sudah built in di dalam politikana ini namanya PAMOR, coba cek masing2x halaman profil kita, maka kita akan menemukan angka pamor disitu.

PAMOR seseorang menentukan reputasi seseorang tersebut, bisa disimpulkan bahwa makin tinggi pamor seseorang maka seseorang tersebut makin layak percaya, karena pamor yg dia dapat dihitung berdasarkan kontribusi yang sudah dia lakukan di politikana

posting yg sudah dilakukan, dan apakah mendapat rating positif atau tidak, komen, rating dll
R A P 0 0
ugh... selamet...selamet ngga ikut dirazia Yudiantoro


*kabur lagi..., cari nickname baru ; ))
perempuan api 0 0
komentar dims patut diberi rating +2 penting.

Tujuh syarat anonim dari Bill Kovach memang sangat penting diingat oleh para Jurnalis. nah, tulisan berkualitas dan memenuhi kriteria Bill Kovach itulah yang jadi bahan diskusi di politikana. Politikana bukan situs berita, ga ada wartawannya di sini. walopun member politikana yang berprofesi sebagai wartawan memang ada yang aktif ikut berdiskusi di sini.

belajar menulis dengan baik dan benar, memang iya. belajar berdiskusi dengan santun juga iya. namanya tempat belajar, kesalahan sangat mungkin timbul, maka sangat wajar pula ada ketakutan pada UU ITE

so... mo ngomong apa tadi ya? LAWAN UU ITE!
perempuan api 0 0
upss...serasa komentar mewakili politikana : p ga liat udah ada mas Enda di atas...hihi...
rizki 1 suka | 0
you are who you write
not whats your name, whos your daddy, and what you do for a living
we dont care who you are

hey, wikileaks yang anonimous aja bisa jadi rujukan
amalthea 0 0
identitas memang penting, kalo anda ingin lebih mengetahui kevalidan dari tulisan tersebut... apalagi ingin digunakan untuk rujukan ilmiah..

tapi dunia internet adalah dunia yang dinamis... "content is the king" yang penting adalah isinya .... dan bagaimana isi tersebut dapat merangsang diskusi yang seru serta menambah wawasan orang2nya...
iyom 0 0
enda:

[---PAMOR seseorang menentukan reputasi seseorang tersebut, bisa disimpulkan bahwa makin tinggi pamor seseorang maka seseorang tersebut makin layak percaya, karena pamor yg dia dapat dihitung berdasarkan kontribusi yang sudah dia lakukan di politikana---]

bagaimana dengan profil Admin dengan pamor infinity, padahal nulis aja belum.. : D

*peace*
Po' 0 0
kang tutur

Pamornya gak turun turun.... orangnya kemana ya?

...miss your funny post kang tutur

: D
wawajie 0 0
wow, ni tulisan jadi headline tengah malam y?
Sayang, baru buka sekarang!

Setuju dengan semua yang mengatakan klo g penting sapa yang nulis yang penting isinya.
alakazam 0 0
itu saya udh pakai nama aseli, aseli palesu
enda 0 0
iyom: bhwahahaha saya juga baru liat, pamornya keren euy! saya juga maooooooooo hauhauahuah
BMH 0 0
Wah, tanggapannya numpuk euy. Mau mencerca atau mencinta, semua tanggapan diterima dengan lapang dada. Terima kasih ya buat semua. : )
hamatamu 0 0
perempuan api, wah yang pekerja media ; ))
Osama Umar 0 0
memberiken[kata pak Harto], lha kok malah jadi kemari ya..
krisnov 0 0
Yang penting "Opini"nya bukan "Siapa yang berOpini".

Hargai perbedaan....yang mau blak-blakan, terang-terangan sambil bernarsis ria ya silahkan...yang mau anonim ya silahkan juga....gitu aja kok terusik...he..he..he..
neilhoja 0 0
heu heu heu....

itulah mengapa anonimitas perlu, agar kita tidak prejudice duluan. "adil sejak dalam pikiran"

Silahkan login untuk memberikan pendapat