Isyu Utama dalam PEMILU 12

Kamis, 18 Jun '09 11:19, dibaca 432 kali

Dari hasil googling, saya menemukan riset yang pernah dilakukan oleh CSIS tahun 2008 lalu. Dalam riset terhadap 3.000 orang responden tersebut dicoba untuk meraba bagaimana pemilih akan menggunakan haknya dalam Pemilu 2009 (saat itu jelas belum Pemilu). Hasil survei tersebut menghasilkan tiga bagian besar: dukungan terhadap partai politik di berbagai kelompok masyarakat, peluang para tokoh nasional untuk memenangkan pilpres 2009, dan isyu-isyu utama bagi pemilih saat ini. Saya tidak mengutip semuanya, hanya menggunakan bagian ketiga dari penelitian tersebut. (untuk melihat hasil lengkapnya, klik di sini).

Menurut survei tersebut, isyu-isyu yang berkaitan langsung dengan kesejahteraan rakyat seperti kemiskinan dan harga kebutuhan pokok akan menjadi perhatian utama masyarakat. Lebih dari 70% pemilih mengatakan isu utama buat mereka adalah harga kebutuhan pokok dan kemiskinan. Namun, isyu saja tidak cukup karena penilaian atau perasaan masyarakat terhadap keadaan ekonomi itu juga akan mempengaruhi pilihan politik seseorang. Mereka yang beranggapan kondisi perekonomian sudah membaik, akan cenderung memilih incumbent. Sementara yang tidak tentu sebaliknya.

Ternyata, dalam Pemilu legislatif lalu, perang isyu tidak begitu nampak. Mungkin karena begitu banyaknya parpol yang ikut. Atau, parpol dan para calegnya sibuk mengantisipasi peraturan KPU yang berubah-ubah. Misalnya soal sistem keterpilihan dari nomor urut caleg dalam DPT yang kemudian diubah ke sistem suara terbanyak. Sementara, dalam Pilpres kali ini, tampak sekali adanya perang isyu yang silih berganti. Meski proses kampanye masih berlangsung, saya coba mendaftar isyu utama apa saja yang jadi 'dagangan' para calon presiden dan wakil presiden.

 

  1. Ekonomi: Ekonomi Kerakyatan vs Neo-Liberalisme, Efektivitas Pemerintah dalam Menangani Kasus Perekenomian (soal hutang luar negeri misalnya).
  2. Kemanusiaan: pembelaan untuk Manohara dan Prita, korban lumpur Lapindo.
  3. Agama: Ketaatan beragama para calon, agama istri calon (terutama Budiono), isyu jilbab.
  4. Internasional/Bilateral: Hubungan dengan Malaysia dalam persoalan Ambalat, Manohara dan TKI.
  5. Tenaga Kerja/Perburuhan: Wacana Penghapusan Outsourcing, Perlindungan TKI di luar negeri. (kasus penganiayaan TKI di Malaysia).
  6. Pertahanan/Keamanan: Peran dalam perdamaian di wilayah konflik (Aceh, Ambon, Poso), modernisasi alutsista TNI, peranan industri senjata dalam negeri, kesejahteraan prajurit, menghadapi potensi konflik dengan Malaysia.
  7. HAM: Keterlibatan para calon dalam masalah HAM dalam negeri yang mencuat ke dunia internasional (Prabowo dan Wiranto untuk kasus 1997-1997, SBY untuk Kudatuli 1996).
  8. Kekayaan Calon (Prabowo yang kaya raya, SBY yang sederhana J).
  9. Pendidikan (anggaran pendidikan, nasib guru honorer).
  10. Kesehatan (akses kesehatan yang adil terutama dipicu kasus Prita vs RS Omni International Tangerang).
  11. Seni dan Budaya: perhatian para calon terhadap dunia seni-budaya dan kesejahteraan pekerjanya.
  12. Klaim keberhasilan program pemerintah: BLT, perdamaian di wilayah konflik, BBM, rasio hutang yang turun, stabilitas harga, Suramadu.
  13. Tata Cara Kampanye: pembubaran kampanye oleh Panwaslu terhadap kampanya sahabatmuda pro JK-Wiranto di Semarang, pengusiran Panswaslu oleh Hayono Isman jurkam SBY di Semarang, perusakan atribut kampanye (baliho dan spanduk) JK-Wiranto dan Mega Prabowo di Bekasi, penolakan iklan Mega-Prabowo oleh 9 stasiun TV, penertiban atribut kampanye di tempat terlarang, penggunaan fasilitas negara oleh calon.
  14. Kesejahteraan rakyat: harga naik, barang susah, rakyat miskin, pekerjaan sulit.
  15. Isyu lain: Seperti  peran parpol (terutama dalam pemilihan Calon Wakil Presiden Budiono pilihan SBY), dana kampanye dan keterlibatan konsultan, kesalahan ucap pendukung calon (kasus Ruhut dan Mubarok).
  16. Mungkin masih ada yang lain, tapi terlewat atau terlupakan oleh saya. Yah, namanya juga manusia.

 

Dari banyaknya isyu yang direspon para calon, tampaknya malah kesejahteraan rakyat walau pasti jadi dagangan utama malah jadi jarang dibicarakan. Tenggelam dalam tiga isyu besar:

  1. Kontroversi pemilihan Budiono dan latar belakangnya.
  2. Ekonomi Kerakyatan versus Neo-Liberal (Neolib).
  3. Pro-kontra klaim keberhasilan program pemerintah.

Kalau mau disimpulkan, tampaknya isyu kampanye yang digulirkan tidak terencana dan hanya reaktif belaka. Bagi saya pribadi, juga belum menyentuh persoalan dasar rakyat, yaitu bagaimana mengatasi masalah kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan rakyat. Artinya, sebagian besar masih sebatas retorika konsep abstrak dan belum tampak program nyatanya. Mustinya, tim sukseslah yang bertugas mengimplementasikannya, agar para calon yang sudah padat jadwalnya tidak kerepotan. Tapi nyatanya, tim sukses tampaknya juga jalan sendiri-sendiri. Jadi, bagaimana nasib bangsa ini ke depan?

 


Tag: Pemilu, kampanye, rakyat, politik, survei, nasional, kesejahteraan, CSIS, isyu

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Terkait:

Siapa saja yang merating artikel ini:

Komentar:

hamatamu 0 0
BMH; kata Ignas Kleden, "Argumentum ad populum"
daengrusle 0 0
@Bhayu MH:
kata baku nya isyu atau isu ya?
rimonaco 0 0
Bung...

Saya merasa keberatan dengan yang no.8 # Kekayaan Calon (Prabowo yang kaya raya, SBY yang sederhana J).

Bung yakin kalo SBY itu sederhana...???

Menurut data yang saya punya SBY untuk pencitraan Ibas menjadi caleg dibawah naungan FOX biayanya 10M dan untuk pencitraan dirinya dia sendiri sebagai capres merogoh kocek sebesar 450M...

Gimana mo dibilang sederhana bung...???
BMH 0 0
@ rimonaco: itu satire Bung. Huruf "J" di belakang kata "sederhana" itu mustinya emoticon, tapi nggak muncul. Jadi, saya sepakat dg Anda, ngetawain SBY ceritanya atas pengakuan sederhananya. Gitu....
@ uradn: mmm, apaan tuh? ("bego" mode on)
@ daengrusli: Wah, KBBI-nya ketinggalan. Tapi seingat saya sih waktu dulu bikin skripsi di Fak.Sastra ya "isyu". Mohon koreksi kalau salah.
hamatamu 0 0
BMH: silahkan baca esai Kompas, 9 Juni 2009
BMH 0 0
@ uradn: Thank's infonya, insya Allah saya belum lupa pelajaran saya waktu kuliah kok. Tadi saya becanda kaleee. Tapi gapapa, Anda informatif & membantu. Buat yg lain, ini link tulisan Ignas Kleden yg dimaksud uradn= http://www.mail-a…sg80156.html
MosheDayan 0 0
BMH:

Bila dinyatakan 100% abstrak tdk juga mas...

misalkan untuk ibu Mega... terobosan pengadaan alat utama sistem persenjataan (Mi-35P dan Su 27/ 30 dng dampak susulannya: D), KPK dan pemilu 2004 yg relatif baik

untuk pak SBY....kelanjutan pengadaan alat utama sistem persenjataan, BLT...

pak JK....bandara hassanudin, panser pindad...JK collections: D: D: D hehehhe.....

kurang lebih karena mereka bertiga, pernah dan sedang menjalankan pemerintahan.

Namun....hmmmmmm.....dari mereka bertiga yg benar2 memerhatikan perekonomian kerakyatan.....siapa yaaahhhh...: D: D: D

ihihihihihihihihihi
Sania Waniarsih 0 0
Masyarakat berusaha mencari pemimpin yang mengutamakan kesejahteraan rakyat, menjadikan rakyat yang mandiri, perekonomian yang memihak pada rakyat serta berani melawan kapitalis dan neoliberal juga mampu bebas dari hutang luar negeri. Lebih cepat lebih baik, JK Win.
hamatamu 0 0
BMH: oh belum lupa, bagus.
fanni_g 0 0
@Bhayu MH
Sepakat dengan tulisan anda, "Kalau mau disimpulkan, tampaknya isyu kampanye yang digulirkan tidak terencana dan hanya reaktif belaka".

Saya masih ingat ketika debat capres/cawapres amerika (GWBush vs Obama) disiarkan secara internasional sampai ke negara kita.

Melihat argumen2 mereka sangat menarik, berkualitas dan tidak keluar slogan. Sangat 'offensive' satu sama lain tapi data-data menjadi suatu 'dalil kuat' didalam perdebatan itu.

Tampak jelas ketika kubu Obama yang sangat 'detail' dalam meng-counter tema issue PENARIKAN MUNDUR PASUKAN US DI IRAK dan disitulah tanda-tanda kemenangan figur Obama sangat mencolok. Ibarat ekonomi kerakyatan yang membuat popularitas neolib mulai menghilang.

Selain itu seharusnya pihak-pihak yang terlibat langsung atau tidak pada pilpres dinegara ini harus mencontoh kepada suatu hal yang memang bagus dan positif, bukan sok ber-ide tapi bodoh dalam pelaksanaan dan hasil.

Seperti pada acara Debat Capres yang ditayangkan di tv 18-6-09 kemarin...=(
dhekawans 0 0
rakyat membutuhkan sosok pemimpin yg dpt mensejahterakan rakyat, membuat bangsa ini mandiri, menyelesaikan hutang negara dan anti neolib...

JK-WIN OK!
BMH 0 0
@ OneTwo: sori, saya menulis soal "Isyu Kampanye", bukan pekerjaan. Dan isyu seperti anda sebutkan saya masukkan ke "Klaim Keberhasilan Program Pemerintah"
@ fanni_g: thank you masukannya
@ Sania Waniarsih & dhekawans: no comment ; ) Kalau saya menulis sebagai saya, saya coba netral

Silahkan login untuk memberikan pendapat