Review Debat Capres Putaran 1 47

Jumat, 19 Jun '09 12:45

Jarang sekali ada debat capres yang memuaskan. Bahkan di negeri Paman Sam, debat capres sering dikritik karena terlalu hambar. Di sana, debat yang monumental bisa dihitung dengan jari. Kita memang selalu terjebak dalam delivery, tepatnya kita mendambakan debat yang menggelegar, tajam, dan juga—terkadang—sesat.

Tapi delivery selalu mengaburkan konten. Delivery hanya bungkus, yang harus dicermati pemilih adalah isinya. Dari esensi argumentasi kita bisa mengetahui bagaimana capres melihat permasalahan. Langkah-langkah yang mereka tawarkan otomatis menunjukkan pemahamannya atas kompleksitas tiap masalah sekaligus sejauh mana mereka telah berpikir untuk menyelesaikan permasalahan itu sendiri.

Dan malam itu, Megawati nampak gugup. Ia terdengar seperti tidak siap karena sering menghabiskan jeda 1-2 detik tiap akan menjawab pertanyaan. Di tengah pidato nadanya semakin tinggi, seolah tidak nyaman dengan perkataannya sendiri. Argumentasi Mega, walaupun cukup banyak mengidentifikasi masalah, tapi nihil solusi. Contoh-contoh kasus yang tidak tepat—seperti masalah KTP dan pengendara motor yang tidak pakai helm—memberikan kesan kurangnya pengetahuan dan pola pikir sistemik yang wajib dimiliki seorang pemimpin.

SBY tampil lumayan. Ia memang tidak menjanjikan sesuatu yang "wah", tetapi SBY mampu melihat permasalahan secara menyeluruh dan menyajikan solusi yang cukup sistemik. Programnya agak lemah ketika membahas TKI, tapi bagus ketika menyentuh alutista TNI dan lumayan untuk HAM.

JK bisa dibilang mengecewakan, karena ekspektasi kita memang sangat tinggi untuk sosok lincah ini. Ia terdengar kelabakan dan tidak siap ketika memaparkan visinya tentang Good Governance dan HAM. Solusinya untuk masalah kenegaraaan menunjukkan lemahnya pengetahuan JK tentang gagasan bernegara. Akan tetapi, JK menjanjikan sebuah konsep yang menarik ketika membahas penyelesaian atas masalah TKI.

Walaupun saya berniat mereview konten debat capres tadi malam, tapi dengan segala maaf saya bener-benar tidak tahu berkata apa untuk Mega. Argumentasinya yang sama sekali tidak jelas, memunculkan keraguan apakah Ibu yang satu ini memiliki visi untuk negara ini.

SBY dan JK muncul sebagai pemenang malam itu, walaupun penampilan mereka tidak spektakuler. SBY menunjukkan kapabilitasnya sebagai seorang pemimpin yang melihat permasalahan secara makro, tetapi kurang mengeri permasalahan pada skala mikro. JK justru sebaliknya, ia seperti tidak paham konsep-konsep bernegara, tetapi juara ketika membahas isu-isu yang dekat dengan keseharian kita.

Keduanya memang seperti kombinasi yang ideal dan saling melengkapi. Tapi kita semua tahu kombinasi SBY-JK tidak akan bisa jalan mulus.


Tag: KPU, SBY, jk, megawati, debat, debat capres

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Terkait:

Media Terkait:

    Siapa saja yang merating artikel ini:

    Komentar:

    Arian 0 0
    *kecewa gak nonton debat semalam...*
    Striding Cloud 0 0
    ada siaran ulang ndak?

    I got caught up in more important things....
    Herman Saksono 0 0
    Mungkin di YouTube ada.
    Samz 0 2 tidak suka |
    Sorry OOT dikit. Kata "Putaran 1" sebagaimana juga diulang-ulang Helmy Yahya semalam jadi terasa semacam menegasikan iklan "Satu Putaran" Denny JA.
    daengrusle 1 suka | 0
    betul yang anda katakan, JK mengecewakan. Bahkan si sesi awal kelihatan belepotan dengan kata-kata pemerintahan effektif, bersih yang diulang2 berkali-kali.

    Tidak kelihatan beliau bisa dengan lugas menjawab pertanyaan dengan sederhana tapi tuntas sebagaimana yg disajikan dalam banyak kampanyenya..

    Setelah sesi awal itu, saya memilih tidur saja : )
    Riyono 1 suka | 0
    Herman Saksono: "Keduanya memang seperti kombinasi yang ideal dan saling melengkapi. Tapi kita semua tahu kombinasi SBY-JK tidak akan bisa jalan mulus."

    Lima tahun ini mulus tidak ya? Kalau besok mau mulus atau tidak kan keputusan mereka.

    P.S.: Debat cawapresnya juga direview ya Herman Saksono. : D
    lat 4 suka | 0
    [....kombinasi yang ideal dan saling melengkapi.]

    ...................

    [Dulu] bersama kita bisa,
    [kini] kami lanjutkan.

    [Dulu] kita berkoalisi kerakyatan,
    [kini] kami punya kongsi.

    [Dulu] kita berbagi tugas,
    [kini] kami lepas.

    [Dulu] kolega
    [kini] berlaga

    Amboi
    Andai waktu berpihak
    Kita tidak terjebak

    ........................

    heriyadi 1 suka | 0
    Mega tadi malam buat saya sudah jauh lebih baik diawal, walau ditengah kebelakang kembali berputar-putar dalam jawabannya.

    SBY, hmmm pas pembukaan selalu melihat ke kertas teks pidato.

    JK tetap paling bagus, walau tidak seramai biasanya.
    Herman Saksono 0 0
    heriyadi: iya, bagian SBY yang selalu mengintip catatan itu nggak bagus. Kalau di AS itu udah gak boleh tuh, SBY bisa langsung disetrap.
    just_me 0 3 tidak suka |
    kalau pemimpinya suka nyontek, jangan salahkan ada sekolah yang gak lulus 100% gara-gara konon katanya salah kunci jawaban yang dijadikan bahan contekan
    Ibnu Muslim 2 suka | 0
    Tentang alutsista sby tidak memberikan solusi yang jelas, hanya sumir mengatakan "peningkatan anggaran secara bertahap" dan tidak menjelaskan bagaimana penanganan alutsista TNI yang sudah tidak layak digunakan. JK Lebih jelas dalam penanganan alutsista, "menggrounded pesawat yang sudah tidak layak, melakukan pembelian persenjataan baru secara efektif dan memberdayakan industri persenjataan dalam negeri.

    Untuk isu UU Pengadilan Tipikor, ke 3 pasangan hanya menjawab dengan hal-hal normatif yaitu SBY, akan mengeluarkan PERPU kalau tengat waktu MK tentang UU Pengadilan Tipikor Desember tidak terpenuhi. JK juga menjawab sama dengan SBY, padahal JK bisa mencuri poin dengan mengatakan "saya akan perintahkan fraksi Golkar untuk menuntaskan segera RUU ini" karena Golkar memiliki 126 anggota dewan saat ini.

    Untuk kasus Lapindo semua Capres tidak ada yang berani mengajukan solusi penegakan hukum atas kasus ini. Yang ditunggu-tunggu banyak orang adalah "saya akan kaji ulang tentang siapa penyebab terjadinya lumpur ini dan akan menuntut pihak yang pertanggung jawab ke pengadilan" namum kalimat itu tidak pernah muncul. Hanya Mega yang sedikit menyinggung tentang status hukum kasus ini, itupun tidak terlalu tegas.

    Semua capres sepertinya tidak berani "bermain terbuka" seperti Barcelona mengalahkan MU di Liga Champion kemarin (curhat colongan) : ))

    Semua capres mendapatkan nilai sama.

    abah 0 0
    udah berekspektasi tinggi jk akan 'menghibur', nyatanya sering belepotan...
    meskipun kotennya bagus....
    spidolhitam 0 0
    dan salah kita semua yang diam saja ketika duet ini (SBY-JK) berpisah : (

    *ajukan cause untuk kembalikan SBY-JK*
    Riyono 0 0
    spidolhitam: meskipun rakyat menghendaki, masalahnya kan mereka nya mau apa nggak : D
    Nenda Fadhilah 0 0
    Btw, cuma JK yang pake kemeja dan jas. SBY dan Mega kompak pake baju merah2.
    MFH 0 0
    Setuju banget dengan tulisannya.

    Dari konten SBY lebih menguasai makro, tapi sebenarnya teknis juga lumayan khusus untuk analisis alusita...sama bicara good government (yang menganggapi penjelasan JK).

    JK, ok untuk TKI, mungkin memang sudah dari dulu menjadi menkokesra...tapi sayang ketika jadi wapres ko yang dikatakannya ga jalan ya???

    Mega...bagian mana ya??? kayaknya masih ngawang-ngawang, dan kadang memberi contoh yang kurang pas.

    Tapi Mega sudah berani ngomong hi..hi...: )

    Kalau saya untuk tadi malam SBY B, JK B-, Mega C
    lat 0 0
    MFH: kayak pendadaran ya bu...
    cosmiclawyer 0 0
    SBY pede banget...beliau sempat bilang kan kalau beliau terpilih (lagi), sebagai presiden punya wewenang untuk melakukan inisiatif baik membuat uu maupun merevisi uu dalam bentuk Perpu yang nantinya akan menjadi uu...

    ya iyalah...Perpu kan harus diundangkan...artinya harus mendapat persetujuan di dpr...secara mayoritas di dpr dr partainya doi...demokrat...pas banget neh...

    ; ))
    heriyadi 0 0
    cosmiclawyer: kenapa ngga dicoba sekarang aja, kalo ditolak DPR nama dia naik sebagai Presiden yang terzalimi. : )
    heriyadi 0 0
    Striding Cloud: udah ada di youtube linknya sama dengan yang lagu Iwan fals, itu bagian dari debat tadi malam
    cosmiclawyer 0 0
    heriyadi: ; )) politik itu udah kaya sinetron...yang tersiksa, dihina2 justru naik pamornya...

    mungkin ada benarnya juga sebuah ayat di alkitab...jika kamu ditampar pipi kirimu, berikan pipi kananmu...tapi jangan lupa...tamparan itu harus dilakukan di depan umum ; ))

    Asbun 1 suka | 0
    Herman Saksono: setuju berat dengan tulisannya, terutama tentang mega. Terus terang tiap lihat penampilan mega beberapa kali ini istri Asbun selalu tutup muka dan telinganya (kadang pake bantal atau bahkan taplak meja) katanya karena ga tega lihatnya
    anti-fenomena 0 0
    Yang paling menarik pada saat Anies mengangkat visi CAPRES dalam menanganani lumpur LAPINDO. Menurut saya visi JK yang paling bagus, karena pada saat menjelaskan penanganan lumpur LAPINDO, identifikasi masalahny cermat dan komprehensif dan solusinya menjanjikan, dibanding CAPRES yang lain.
    Striding Cloud 1 suka | 0
    Asbun: HAHGAHHGHAH kok sama sih?! gw jg langsung ngecilin sampai kecil sekali.... miris rasanya....

    I thought i was the only one who think that way....
    Asbun 2 suka | 0
    Striding Cloud: yang heran waktu Mega presentasi di depan IDI para dokter dengan khikmat mengangguk2 sambil tersenyum2 setuju, waktu di depan Majelis Rektor para rektor juga bereaksi sama. Kadang2 Asbun mikir apa Asbun otaknya lagi kecapean kerja sehingga kata2 sang Ibu kedengaran seperti bunyi2an yang ga jelas maknanya ? Apalagi kalau Asbun nengok ke istri Asbun di samping yang kepalanya terbungkus taplak meja... Asbun sering bertanya "ada apa dengan keluarga kami ini", kenapa kami sulit sekali memahami kata2 si Ibu satu ini, kenapa orang lain sepertinya tidak seperti kami ?
    DorZie 0 0
    saya baca skimming aja, bagian terakhir menarik.. usefull article nih..
    heriyadi 1 suka | 0
    Asbun: kan karena kata2 si Ibu memakai bahasa rakyat kecil, jadi kalo Asbun: sekeluarga tidak mengerti berbahagialah karena berarti sudah tidak termasuk rakyat kecil : p
    lat 0 0
    anti-fenomena: memang slogan LANJUTKAN! klo tanpa JK kan nggak enak dibaca coba lafalkan LANUTAN! : ))
    Asbun 0 0
    heriyadi: ooo begitu ya, baru pertama kali ini Asbun bisa bersyukur karena tidak mengerti, hebat juga ya ibu ini bisa bicara dalam bahasa rakyat kecil padahal dia sendiri "besar"
    MFH 0 0
    Kata Gusdur tidak ada yang layak jadi presiden selain dia....
    heriyadi 0 0
    Asbun: no comment udah masuk ke SARA tuh buat perempuan, ngomongin berat badan
    Asbun 0 0
    heriyadi: bukan berat lhoh... tapi "besar", maksudnya dia kan rakyat besar alias orang besar alias terhormat, gitu... hehe argumen anti UU ITE
    Ibnu Muslim 0 0
    Totally penampilan Mega jauh lebih baik dibandingkan penampilan mega tahun 2004 soal dalam tanda petik besar, saya gak ikutan : ))
    republikfoto 0 0
    ohhh... semalem debat ya?
    kok ada yang baca text kaya waktu pidato ya? : )
    Davi 0 0
    semua kandidat dapat nilai A minus. A untuk sopan santun, minus substansi & agenda : p
    boiga 1 suka | 0
    semalam itu tepatnya sharing pendapat, bagi2 misi sepotong2..
    yang juara semalam itu menurut saya iwan fals..
    Casper 0 0
    Debat menarik kalo antar 2 kandidat aja. Kalo kandidatnya 3, harusnya dibikin kayak liga, jadi tiap tampil 2 orang saja. Kan lebih seru. 1-2,1-3,2-3. Ada 3 sesi. Lagian lumayan juga duitnya buat pemasukan op seluler sama TV.
    pujangga 0 0
    semuanya jelek...semuanya dapet D. soalnya kalo dapet F, nanti presidennya siapa?

    "siap jadi followernya SRI BINTANG PAMUNGKAS"
    Sania Waniarsih 0 2 tidak suka |
    Ada kekeliruan bila sifat baik atau santun hanya dimiliki salah satu capres saja. Seorang pemimpin harus mampu menempatkan diri, ketika ia harus berlaku santun maka ia akan menerapkan santun kepada pihak lain tapi bila memperjuangkan kesejahteraan rakyat, kemandirian bangsa dan melawan kapitalis serta neoliberal maka pemimpin harus sungguh-sungguh memperjuangkannya. Lebih cepat lebih baik, JK Win.
    kampungraja 0 2 tidak suka |
    SBY dan Megawati salaman. Pura-pura ..jangan pilih pemimpin yang tidak dewasa atau ngajak sopan santun tapi ngurus tim suksesnya aja nggak beres. Vote JK !
    dhekawans 0 2 tidak suka |
    LANJUTKAN tanpa JK akan menjadi LANUTAN gk enak di bacanya....
    hehehe

    http://www.mediai…iskriminatif
    MosheDayan 0 0
    Ibnu Muslim:

    "...Semua capres sepertinya tidak berani "bermain terbuka" seperti Barcelona mengalahkan MU di Liga Champion kemarin (curhat colongan)..."

    Iyaaa mas...ihihihihihihihi....sependapat dng mas....kok bisa2nya ingat sih mas ini........ihihi: D
    Pena Budaya 1 suka | 0
    Saya baru selesai nonton di youtube dan setelah melihat acara debat (sincerely, saya sering cepetin karena sempet bosen berat dengan ocehan panjang lebar gak keruan), kok saya malah jadi males milih. Jawabannya tidak ada yang memuaskan atau memberikan inspirasi.

    Apalagi ketika ditanya soal TKI, loh kok jawaban rata-rata seragam sih? Tapi setidak-nya untuk topik ini JK paling lengkap, sayang dia gak berani kritik jawaban Mega. Masalah TKI juga mencakup perjanjian bilateral dengan negara yg kita kirimin TKI sebenarnya sangat lemah, dan kedutaan Indonesia di LN itu suka gak jelas kerjaannya apaan. Indonesia harus memberdayakan para dubes dan diplomat supaya menjadi cerdas dan pintar melobi administrator dari host country supaya bisa memberikan perlindungan maksimal bagi TKI.

    aaarrggh....ini bukan acara debat, tapi acara tanya jawab.. : )
    adi dirgantara 0 1 tidak suka |
    ketika kita perhatikan dengan seksama, hal tsb mejadi DAGELAN POLITIK di Indonesia saja
    fanni_g 0 1 tidak suka |
    Saya melihat kombinasi SBY-Boediono juga ada yang kurang...

    Mungkin sosok boediono yang terlalu 'neolib'.

    Ketika masyarakat sudah tahu akan konotasi negatif neolib dan antipati kepada SBY.

    Jalan keluarnya SBY akan mengganti cawapresnya dengan pilihan baru 'washington'.
    Kamal Katjo 0 0
    Debatx memang kelihatanx adem-adem saja. menurut sy sih kalo bisa debatx itu melibatkan tim sukses masing2, soalx kalo berharap capres/cawapresx saja yang ngomong sepertinya kurang detil, sedangkan yg kita butuhkan kan gambaran yang lebih detil bkn cuma ttran normatifx sj. misx kalo megapro menggambrkan kalo kondisi negara ini seperti "ini" lengkap dengan data/parameterx, sby-boediono bsrt timsesx kalo tdk stju, yah memapprkn jg bantahanx lengkap dgn data/parameter jg spy masyrkt bisa sedikit banyak mengambil kesimpulan yg mana lbh masuk akal, bgt pula degn JK-Wiranto. Sy pikir kita tdk usah lg trllu berpikir ini tggg rasa or tdk, silhkan sj berdebat mau kers ke' tdk apa2, yg penting jgn adu fisik gtu. drpd ketemu kelihatan pd santun, dibelakang saling nyindir kan g elegan, munafik gt. yg penting peace love & gaul he he
    perempuan api 0 0
    Pena Budaya: setuju, ini bukan debat tapi tanya jawab. ga ada tuh bagian debatnya : p

    Silahkan login untuk memberikan pendapat