Antara Kampanye dan Political Deception 8

Kamis, 25 Jun '09 12:58

Belakangan ini kita sering mendengar retorika politik hambar yang bercampur dengan janji-janji klise. Kata-kata "Sejahterakan rakyat", "Mengabdi kepada rakyat" atau "Perangi korupsi" hampir menjadi refrain lagu usang yang selalu diucapkan oleh setiap capres/cawapres. Pertanyaannya, apakah mereka sungguh-sungguh dengan apa yang diucapkan? Bagaimana kita tahu bahwa mereka tidak mengucapkan slogan dan janji kosong belaka? Selain menggunakan instrumen polygraph atau lie detector tentunya. Are you political deception fool proof?

Ada sebuah website menarik http://www.truthtest.org yang bertujuan untuk "mempersenjatai" warga negara agar terhidar dari muslihat dan manipulasi politik, yang kerap digunakan politikus untuk menuai dukungan rakyat yang dikelabuhinya. Berikut adalah misi gerakan mereka:

Our mission is to combat political deception by arming citizens with the Truth Test - a simple four question test designed to tell whether a political statement is truth or deception.

Dalam The Truth Test tersebut ada empat pertanyaan fundamental, anatomi argumen yang utuh, pengenalan logical fallacies yang biasa digunakan politikus, sampai konsep The Pyramid of Political Deception. Lalu apa saja empat pertanyaan itu dan bagaimana cara kerjanya? Silahkan lihat overview dokumen mereka berikut:

Truth Test Brochure

Atau jika Anda ingin membaca dokumen detilnya:

Truth Pamphlet

Tugas negara sejatinya adalah melakukan riayah atau pelayanan kepada rakyat. Namun seringkali hal ini hanya menjadi slogan dan janji-janji kosong belaka. Rakyat pun akhirnya hanya diperalat dengan berbagai strategi dan rekayasa opini yang canggih. Sudah saatnya rakyat "dipersenjatai" pemikirannya agar terbebaskan dari siasat politik yang membius mereka.


Tag: Pemilu, Pilpres, kampanye, presiden, politik, pilpres 2009, capres, cawapres, debat, deception, siasat, muslihat

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Terkait:

Media Terkait:

    Siapa saja yang merating artikel ini:

    Komentar:

    ndableg 0 0
    nggak usah pake teori yang mumet2 kayak gini, rakyat juga sudah tau kalo politikus dan pejabat negara banyak menebar janji palsu dan mimpi kosong.

    jadi INTI-nya balik ke sistem khalifah-kah?
    hamatamu 0 0
    ndableg: : ))
    Pedy 0 1 tidak suka |
    ndableg: Wah anda sepertinya lebih rindu khilafah dibandingkan saya.. ; )
    ndableg 0 0
    @Pedy: itu kan jualannya sampeyan yang (ternyata) nggak laku2 di sini..

    Riyono 0 0
    Pertama kali baca judulnya kukira Decepticons : p
    krisnov 0 0
    ndableg:

    Wait and see.....it takes time. ; )
    Subroto 0 0
    Mereka ingin menjadikan Indonesia seperti Iran, itu aja koq : )
    tongat 0 0
    Subroto:

    Wah, jangan sampai deh.

    Silahkan login untuk memberikan pendapat