Ramos Horta: Bahasa Indonesia akan menjadi bahasa nasional Timor Leste! 20
Senin, 29 Jun '09 17:56
Ini yang baru dan mungkin akan menggugah nasionalisme kita (apalagi kalo abis nonton filem Garuda di Dadaku yg theme song nya njiplak abis lagu Apuse itu).
Diberitakan bahwa Ramos Horta, presiden Republik Demokratik Timor Leste berencana menjadikan bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional negeri lepasan Indonesia itu. Rencananya, peresmian bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional Timor Leste akan diumumkan pada bulan Agustus 2009 ini, bertepatan dengan peringatan 10 tahun referendum Timor-timur. (Atau mungkin dicocok-cocokin dengan ultah kemerdekaan RI).
Berita ini berseliweran di beberapa milis, diposting oleh A Umar Said, yang mendengar langsung dari Ramos Horta pada salah satu lawatannya ke restoran koperasi INDONESIA di Paris pada 27 Juni 2009.
Alasan pemberlakuannya, karena 80% penduduk Timor Leste berbahasa Indonesia, sebagai akibat dari kooptasi selama nyaris 30 tahun pemerintahan Orba. Bahasa Portugis dan bahasa Tetum (bahasa asli Timor Leste) yang sedianya sudah dijadikan bahasa resmi, karena alasan kepraktisan akan digantikan oleh Bahasa Indonesia.
Rencana tokoh penerima Nobel Perdamaian ini tentu sebuah kebanggaan tersendiri bagi Indonesia, di tengah makin terjungkalnya kehormatan bangsa dilumat negeri Jiran, soal TKI, Ambalat, dan lainnya termasuk prestasi olahraga kita yang menukik terus-terusan.
Satu hal lagi, kita turut mengapresiasi semangat pemerintah Timor Leste untuk menjalankan pemerintahan tanpa rasa dendam, termasuk terhadap pemerintah Indonesia atau pun tokoh-tokoh militer yang pernah mengangkangi negeri itu.
Tag: Nasionalisme, timor leste, bahasa indonesia
Terkait:
-
Antara Timor Leste dan Malaysia
Senin, 31 Agu '09 19:15 -
Watak Bahasa Indonesia
Jumat, 22 Mei '09 20:43 -
Alergi Sosialisme
Rabu, 3 Feb '10 15:57
Media Terkait:
Siapa saja yang merating artikel ini:
-
sawung: Inspiratif
-
hamatamu: Menarik
-
tkp: Penting
-
Sri Kirana: Menarik
-
wastingtime: Keren
-
gsvir: Menarik
-
jeung Medya: Inspiratif
-
Tai Chi Master: Menarik
-
boiga: Penting
-
Subroto: Terkini
-
andikobe: Bagus
-
Samz: Menarik
-
MosheDayan: Inspiratif
-
Nenda Fadhilah: Menarik
-
LCFR: Menarik
-
rakun: Keren
-
Ridwan: Menarik
-
heriyadi: Menarik
-
ryna89: Menarik
-
Danaro: Penting
-
lat: Menarik
-
Pedy: Biasa
-
Forlorn Hermit: Menarik
-
bambang: Terkini
-
conscientizacao: Menarik
-
Normanlahyaw: Inspiratif



Budi Agus Riswandi SH. M.Hum., Kepala Pusat Studi Hak Kekayaan Intelektual UII

Komentar:
[... http://static.rnw.nl/migratie/www.ranesi.nl/ar sipaktua/asiapasifik/timorleste/ramos-horta_op _australia070511-redirected ...]
*radio Nederland 11/05/07
walau argumen 80% itu cukup masuk logika, tapi apa sentimen lokal cukup besar hati untuk menerima?
jika demikian adanya, saya kasih jempol dua biji buat rakyat timor leste, buat indonesia nanti saja..
Jika Negara Lain Ingin Menggunakan bahasa Indonesia Sebagai Bahasa Nasional Mereka...
Maka Mereka Harus Menjadi bagian dari NKRI Terlebih dahulu...
TITIK...
busyet...hehehe....nasionalis sekali anda ini....
mulailah sedikit begeser menjadi agak2 neolib..
bayangkan kalau kita tidak punya hub diplomatik dengan mereka, wow..pasti kurus keringlah... mungkin mereka cuma bisa menyewakan wilayahnya jadi pangkalan militer asing untuk biayai pemerintahan.
Silahkan login untuk memberikan pendapat