"The Root of violence" menurut seorang Gandhi 13
Senin, 29 Jun '09 18:56
Kemarin, sengaja saya googling dengan kata kunci "quotes" dan "work", namun secara tak sengaja pula saya menemukan kutipan seorang Mohandas Karamchand Gandhi atau yang lebih kita kenal dengan Mahatma Gandhi, yang belum pernah saya baca sebelumnya dan menarik perhatian saya :
"The Roots of Violence: Wealth without work, Pleasure without conscience, Knowledge without character, Commerce without morality, Science without humanity, Worship without sacrifice, Politics without principles."
lalu saya kutip quote tersebut dan menulis komentar pribadi saya di status facebook saya : "So all of these happens here, huh? That's suck!"
Apakah anda berpikir hal yang sama dengan saya, bahwa kekerasan telah menjadi bagian dari beberapa bagian dari bangsa ini? bahwa solusi yang terbaik dari masalah akar-akar jahat itu adalah : kerja keras, ber-hati nurani, ber-karakter, ber-moral, ber-perikemanusiaan, semangat untuk berkorban, dan ber-prinsip? jawabannya ada pada diri kita masing-masing.
Tag: moral, bangsa, solusi, hati nurani, prinsip, karakter, the root of violence, gandhi, kerja keras, perikemanusiaan, berkorban
Terkait:
-
PAK BUD, BU SMI, PILIHLAH…….
Jumat, 5 Mar '10 17:38 -
Persamaan Tersamar : KATA dengan Kata Asing
Jumat, 5 Feb '10 04:39 -
BANGSA YANG BINGUNG ATAS PERMASALAHAN
Rabu, 27 Jan '10 17:04
Media Terkait:
Siapa saja yang merating artikel ini:
-
Orang Marginal: Penting
-
Cogito: Menarik
-
Sri Kirana: Biasa
-
boiga: Penting
-
Samz: Inspiratif
-
Dh2L: Penting
-
MosheDayan: Penting
-
NOS: Penting
-
dimsci: Inspiratif
-
heriyadi: Penting
-
hamatamu: Biasa
-
babyloniamaria: Bagus
-
Peminpin Tidak Besar Kaum Pendidik Anak Kurang Ajar: Keren



KRMT Roy Suryo Notodiprojo, Anggota Komisi I DPR RI

Komentar:
...
"Violence is the expression of physical force against self or other, compelling action against one's will on pain of being hurt"
Tidak perlu khawatir, karena ekspresi tersebut bukan monopoli bangsa ini saja, akan tetapi ekspresi bangsa lainnya juga di bumi INi...
Khususnya untuk kita mas, yg katanya kita ini tinggal di "surga", dua musim, sumber daya berserakan untuk memenuhi kehidupan....
Beberapa teori mengatakan bahwa, hal2 buruk tersebut disebabkan oleh Kapitalisme jalanan,....
Akan tetapi saya sendiri , tidak meyakininya dikarenakan budaya "AMOK" itu sudah tercatat oleh para tuan2 kolonial kita sedari dulu..
Dng alamnya yg sangat mendukung kehidupan, menyebabkan kita semua terlanjur untuk biasa hidup relatif senang tenang dibandingkan dng mereka2 yg hidup di 4 musim misalnya, yg kehidupannya relatif lebih keras atau bahkan sangat keras.
Keadaan kejiwaan yg relatif adem ayem itu pun memiliki "cermin negatif"nya, yaitu "penumpukan hasrat" yg bila tdk dikelola dng bijaksana oleh kita dan masyarakat dpt menghasilkan sebuah ledakan emosi yg tdk terkontrol....
Pendapat saya looo mas..
http://en.wikiped…rg/wiki/Amok
ini bisa dikembangkan jadi beberapa tulisan sih. Cuma saya nggak mampu menuliskannya. Ini topik penting karena kan demokrasi itu perlu keadaban (civility). Jadi kalau ada yg bisa menulis ttg Knowledge without character atau Commerce without morality atau Science without humanity atau Worship without sacrifice....akan sangat menarik
ndaru dan harbinger, saya kira qualified mereka..
saya sih...orang pinggiran sajah...
Sejiwa dan seirama, mengenai demokrasi nya
Hidup SMA gua, itu motonya.
Silahkan login untuk memberikan pendapat