Itikad Baik di Balik Piplres Satu Putaran; sebuah Analogi 14

Selasa, 30 Jun '09 21:54


A: "Bung, pemilu mending satu putaran saja, biar menghemat pengeluaran negara"
B: "Alaah, lagak lu. Kalau dalihnya soal penghematan, kenapa tidak di setiap hal dilakukan yang macam begitu? Sudahlah, keluar pengeluaran besar tak apa, namanya juga demi pesta demokrasi, tak usah sok lah kau."
A: "..."
.
.
.
[Analogi yang Mendekati]
Suami: "Maa, kita liburannya ke tempat yang deket aja ya, nggak usah keliling Eropa, biar kita bisa menghemat uang simpanan"
Istri: "Alaah, Papa ini lagaknya. Kalau dalihnya soal penghematan, kenapa kemarin Papa beli kuda yang harganya selangit, lalu lukisan mahal nggak genah itu, berapa pula Papa beli? Sudahlah, keluar pengeluaran besar tak apa, namanya juga demi refreshing. Tak usah sok hendak berhemat, kalau kesehariannya aja sering boros sendiri."
Suami: "..."
.
.
.
[Analogi Paling Jauh]
X: "Bang, lebih baik ganja yang selama ini kita edarkan, kita kurangi, atau lebih baik kita stop saja, kita tobat, bentar lagi mau bulan Ramadhan, nggak enak diketahui masyarakat, apalagi Allah."
Y: "Alaah, lagak lu. Sok alim aja. Kalau dalihnya karena nggak enak sama masyarakat dan Tuhan, nape di hari-hari lain lu kagak pake dalih ini. Udahlah, jangan sok insyaf gitu lu, enek gua liatnya."
X: "..."


Tag: analogi, katarsis, pilpres satu putaran, pemilu satu putaran, why so serious

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Terkait:

Media Terkait:

    Siapa saja yang merating artikel ini:

    Komentar:

    as 0 0
    Dalih, o, dalih...
    tongat 0 0
    makasih untuk dalihnya, akan segera dipakai. : ))
    Chairman Mao 0 0
    two wrong doesn't make one right..


    *kabur*
    NOS 0 0
    Kalau analoginya seperti ini:

    Suami: Mah, anak kita kan 3, yang dua kan kemampuannya diragukan. Udah si Esti aja yang disekolahkan, kan buat menghemat biaya

    Istri: Lho Papah ini bagaimana? Anak kita masing-masing punya kelebihan dan kekurangan. Nggak boleh diskriminasi gitu dong...

    : )
    gunawanrudy 0 0
    Ganja itu dosakah?

    *pertanyaangakpenting*
    as 0 0
    @ tongat
    jyah! : ))

    @ Chairman Mao
    *kejar sampai loyo*

    @ Srimulat
    Sebagai counter-analogy, good, tapi substansinya saya lihat nggak kena dengan fakta. Sanggahan atas hasrat *halah* pilpres satu putaran tak sekalipun menyikut perihal diskriminasi. Analogi yang anda pakai pun lebih pada soal eliminasi entitas.

    : p
    Subroto 0 0
    Tepat : D
    as 0 0
    @ gunawanrudy
    kata ustat tetangga saya sih, itu macam opium lah, tiada perlu difertanyakan kembahali perihal dosa dan tidaknya.

    kalau saya pribadi ditanya gitu sih, paling saya nyorot soal mudharatnya sahaja :-"
    as 0 0
    @ subroto
    : D
    Ridwan 0 0
    hahaha, bisa aja nih yang nulis : ))
    pujangga 0 0
    hahahaha...politikana bener2 dinamis, kemaren bantai2an, hari ini lucu2an...
    DorZie 0 0
    Bos, numpang kopas di blog.. http://bit.ly/cCyub
    daengrusle 0 0
    analogi gw yang nyerempet : D

    A: bang, bikin pilpres satu putaran aja, menghemat 4T lho..
    B: klo mo hemat sih, gak usah pake pilpres langsung, balik aja ke UUD 45. Pake sistem perwakilan, Presiden dipilih ama MPR! pan hemat tuh...(cuman ya nambah ongkos buat bayar mulut anggota MPR itu...politik dagang sapi lagi...tp pasti gak bakal nyampe 4T deh)
    as 0 0
    @ momod
    : p

    @ pujangga
    demi mengembalikan ke kondisi semula, otot-otot kepala yang tegang gila-gilaan : p

    @ DorZie
    jyah! yang gini pantes dicopas yak? haha, silakan sahaja : p

    @ daengrusle
    itu bukan nyerempet, tapi nyelekit : p

    Silahkan login untuk memberikan pendapat