Ketika Kebebasan Berpendapat di POLITIKANA di Kekang 34
Selasa, 30 Jun '09 21:32
Politikana sebagai situs politik yang pertama dan satu-satunya di Indonesia, dibentuk oleh para penggagasnya tentu didasari oleh banyak mimpi dan cita-cita besar. Situs ini begitu dinamis dan demokratis karena memberikan kebebasan berpendapat tanpa sensor pada para penggunanya. Akibat kebebasan berpendapat tanpa sensor tersebut maka dalam komunitas penggunanya sering terjadi benturan-benturan ide dan gagasan yang sangat tajam dan keras. Bahkan terkadang muncul tuduhan-tuduhan tanpa fakta muncul di POLITIKANA. Hal ini tentu masih wajar dan bisa dimaklumi, karena dalam sebuah komunitas yang anggotanya beragam usia, pendidikan, jenis kelamin, motif dan latar belakang pengetahuan, mengharapkan kesamaan ide dan gagasan adalah sesuatu yang sangat kecil kemungkinannya atau bisa jadi sangat tidak mungkin.
Di komunitas manapun anda bergabung, selalu terdapat persentase dimana anggota-anggotanya berbeda gagasan, berbeda sudut pandang, berbeda etika dan perilakunya dalam memandang sebuah permasalahan dan pemecahannya. Karena perbedaan adalah hal yang alamiah. Ada yang ahli beragitasi, maka biarkanlah dia beragitasi. Kalo anda tidak suka terhadap orang yang suka beragitasi, maka debatlah dia, katakan bahwa anda tidak suka orang yang suka beragitasi tapi jangan melarang agar dia berhenti berkreasi. Karena apa pun yang dia tulis tentu dia akan mempertanggung jawabkan. Ada yang senang dengan provokasi, maka berilah kebebasan untuk berprovokasi. Anda tidak suka provokasi, lawanlah dia dengan argumen sehingga dia berhenti berprovokasi dengan sendirinya. Berhenti bukan karena anda melarang berprovokasi. Kalo ada yang selalu bersikap bijak, maka kalo mau kita bisa mencontoh yang bersikap bijak dimana bisa melihat permasalahan dari segala penjuru mata angin. Dan mungkin ada juga yang sukanya hanya menonton, maka berikanlah dia tontonan yang menghibur dan merdeka. Semuanya adalah sebuah pilihan, dan setiap pilihan punya resiko dan tanggung jawab nya masing-masing.
Akhirnya semua kembali pada komunitas itu sendiri, bagaimana mampu menempatkan dan memandang sebuah perbedaan tidak hanya dari sudut pandang diri sendiri atau kelompoknya sendiri. Harapan kita komunitas POLITIKANA tentu mampu memberi sumbangan nyata ide dan gagasan besar untuk membangun Republik Indonesia tercinta dengan segala perbedaannya. Gagasan-gagasan liar di POLITIKANA hasil pemikiran "abnormal" penggunanya bisa jadi merupakan ide besar yang mampu memecahkan permasalahan bangsa. Jadi, tetap menjadikan POLITIKANA sebagai wadah beropini, berdiskusi, berdebat, beragitasi, berprovokasi dan mencari solusi tanpa kekangan adalah pilihan tepat untuk berkontribusi nyata memberikan pengalaman politik bagi penggunanya.Saya pribadi termasuk sangat menikmati permainan di POLITIKANA.
SALAM POLITIKANA !!!!!!!
Gambar: DEBATE
Tag: politikana, kebebasan berpendapat
Terkait:
-
Apakah POLITIKANA Sedang di RUWAT
Selasa, 7 Jul '09 01:21 -
Makan-Makan Warga Politikana Dibayarin Punggawa, Setuju? (via Tentukan.com)
Minggu, 7 Mar '10 18:42 -
Cita-Cita Awal: Selamat Ulang Tahun Politikana
Minggu, 7 Mar '10 11:47
Media Terkait:
Siapa saja yang merating artikel ini:
-
MosheDayan: Inspiratif
-
Sri Kirana: Keren
-
anti-fenomena: Menarik
-
tongat: Lucu
-
Herman Saksono: Menarik
-
heriyadi: Menarik
-
Chairman Mao: Inspiratif
-
Subroto: Penting
-
rif: Menarik
-
Arkilaus Arnesius Baho: Bagus
-
hamatamu: Menarik
-
extremoize: Bagus
-
wong gareng: Inspiratif
-
daengrusle: Menarik
-
lat: Menarik
-
Arian: Penting
-
mpokb: Inspiratif
-
Ardani P: Keren
-
kinanthi: Penting
-
Pedy: Biasa
-
Ibnu Muslim: Biasa
-
Mihael Ellinsworth: Keren
-
boiga: Biasa
-
gunawanrudy: Bagus



KRMT Roy Suryo Notodiprojo, Anggota Komisi I DPR RI

Komentar:
"pingin kayak Shouen"
Keren, hehehe
Karena apa pun yang dia tulis tentu dia akan mempertanggung jawabkan.
kalo komen?
kalo menurut anda sendiri, ada nggak?
------------------------------------- ---
Setuju-sependapat-sepakat-akur
saya juga komentar di artikel anda
[__dari postingan:
Karena apa pun yang dia tulis tentu dia akan mempertanggung jawabkan.
kalo komen?__]
Anu, mas dony, komen itu pake bahasa isyarat?
*kabur*
emang ada pengekangan berpendapat di POLITIKANA?
sing tenan?
Aku usul ada satu fitur lagi yaitu, Peluang bagi User untuk Menon-Aktifkan atau bahkan Menghapus Akunnya... IMHO ini juga bagian dari Kebebasas bukan?
PS: Aku sih, bukan niat ngapus akun
Demokrasi bukanlah kebebasan atau kemerdekaan dalam arti harfiahnya, tapi sebuah "pengakuan" akan keberadaan pihak lain.
karena didalam demokrasi juga ada larangan, yaitu: Anda dilarang untuk melarang orang lain berpendapat dll.
"anda dilarang" itu adalah sebuah pembatasan artinya tidak ada kebebasan yang tanpa batas.
salam demokrasi!
Kalo jadi beneran dipilih moderator, ya terang bakal jatuh gengsi dong moderatornya, kan sudah dibahas, diramalkan, dan diharapkan sama sebagian khalayak, hihihi...
uradn: ok, mungkin di artikel berikutnya, coba nanti kata politikana nya melebihi artikelnya shouen yg cuma 16
albert & riyono: tapi seneng juga, bung Herman Saksono udah ngasih rating menarik
jenggot: salam demokrasi!!!
kT: untuk menghapus akunnya sendiri khan, bukan menghapus akun orang lain?
daengrusle: belum ada bung. artikel ini tadinya substansi isinya sama persis dengan artikelnya shouen yg akhirnya jadi pilihan moderator. karena shouen duluan publish, akhirnya isi dan judul artikel ini saya modifikasi. biarlah terjadi seleksi alam di politikana.
harbinger of death: ikut kabur juga...
suneo: komen juga punya tanggung jawab...
siapa lagi ya...kayaknya udah semua
Saya ada 19 kata Politikana loh, hahahaha... *ngitungin juga akhirnya!* 19 itu termasuk tag, kutipan artikel, dan gambar
Silahkan login untuk memberikan pendapat