Kinerja Ekonomi Sepanjang SBY Memerintah 73
Jumat, 3 Jul '09 21:52
Sekadar berbagi beberapa indikator ekonomi sepanjang SBY memerintah. Silakan menganalisis sendiri.
Harga Bahan Bakar Minyak 2004 vs 2009 (Naik)
|
Harga |
2004 |
2009 |
Catatan |
|
Minyak Mentah Dunia / barel |
~ USD 40 |
~ USD 45 |
Harga hampir sama |
|
Premium |
Rp 1810 |
Rp 4500 |
Naik 249% |
|
Minyak Solar |
Rp 1890 |
Rp 4500 |
Naik 238% |
|
Minyak Tanah |
Rp 700 |
Rp 2500 |
Naik 370% |
Sumber: Bapenas
Pertumbuhan Ekonomi 2004-2009 (Turun)
|
Pertumbuhan |
Janji Target |
Realisasi |
Keterangan |
|
2004 |
ND |
5.1% |
|
|
2005 |
5.5% |
5.6% |
Tercapai |
|
2006 |
6.1% |
5.5% |
Tidak tercapai |
|
2007 |
6.7% |
6.3% |
Tidak tercapai |
|
2008 |
7.2% |
6.2% |
Tidak tercapai |
|
2009 |
7.6% |
~5.0% |
Tidak tercapai |
Sumber: Realisasi 2009 merupakan prediksi pertumbuhan yang dirilis oleh Menkeu. RPM 2004-2009. Realisasi Pertumbuhan Ekonomi : BPS RI - GDP (hal 1-3)
Tingkat Inflasi 2004-2009 (Naik)
|
Tingkat Inflasi |
Janji Target |
Fakta |
Catatan Pencapaian |
|
2004 |
|
6.4% |
|
|
2005 |
7.0% |
17.1% |
Gagal |
|
2006 |
5.5% |
6.6% |
Gagal |
|
2007 |
5.0% |
6.6% |
Gagal |
|
2008 |
4.0% |
11.0% |
Gagal |
Angka Kemiskinan atawa Jumlah Penduduk Miskin
|
Penduduk Miskin |
Jumlah |
Persentase |
Catatan |
|
2004 |
36.1 juta orang |
16.6% |
|
|
2005 |
35.1 juta orang |
16.0% |
Februari 2005 |
|
2006 |
39.3 juta orang |
17.8% |
Maret 2006 |
|
2007 |
37.2 juta orang |
16.6% |
Maret 2007 |
|
2008 |
35.0 juta orang |
15.4% |
Maret 2008 |
|
2009 |
|
8.2% ???? |
|
*Standard kemiskinan yang diambil oleh pemerintah (SBY) adalah Rp 6.000 sehari.
*Standard kemiskinan oleh BPS adalah Rp 182.636 per kapita per bulan (Rp 6.087 per hari)
*Standard kemiskinan oleh Bank Dunia $1 USD (+ Rp. 9,500 / per hari)
Sumber: Janji Menurunkan Angka Kemiskinan. RPM 2004-2009 Fakta Angka Kemiskinan : BPS 2008
Harga Kebutuhan Pokok
|
Harga Barang dan Jasa |
2004 (Rp) |
2009 (Rp) |
Keterangan |
|
Minyak Goreng per liter |
5000 |
7000 |
Naik 40% |
|
Beras per kilogram |
3000 |
4700 |
Naik 55% |
|
Telur per kg |
7000 |
12000 |
Naik 70% |
|
Terigu |
3500 |
6500 |
Naik 85% |
|
Tarif Angkutan Ekonomi |
81 per Km |
150 per Km |
Naik 86% |
Tag: SBY, Ekonomi, sembako, kemiskinan, Inflasi, indikator
Terkait:
-
Sistem Perbankan dan Hal-hal Ganjil Lainnya: Uang Palsu Hasil SUN (Bagian 2 dari 6)
Rabu, 24 Feb '10 21:57 -
Sistem Perbankan dan Hal-hal Ganjil Lainnya: Pendahuluan (Bagian 1 dari 6)
Selasa, 16 Feb '10 19:01 -
Di balik krisis
Rabu, 13 Jan '10 17:11
Media Terkait:
Siapa saja yang merating artikel ini:
-
perempuan api: Penting
-
sawung: Penting
-
pujangga: Penting
-
Fadhil: Penting
-
Striding Cloud: Menarik
-
heriyadi: Penting
-
Apprayo: Menarik
-
samsara: Penting
-
gunawanrudy: Penting
-
Herman Saksono: Penting
-
#nasigoreng: Penting
-
Denx: Menarik
-
pico: Penting
-
R A P: Penting
-
dresscode: Penting
-
MosheDayan: Menarik
-
wawajie: Penting
-
mardhiko: Penting
-
dimsci: Penting
-
eshape: Penting
-
Silly: Penting
-
sam arifin: Penting
-
Veuillez entrer: Penting
-
rd Limosin: Penting
-
NOS: Penting
-
Riyono: Penting
-
wong gareng: Penting
-
dony: Penting
-
SanKo: Penting
-
juveman: Penting
-
hamatamu: Biasa
-
sevenco: Bagus
-
Rahwana_Candradimuka:
-
OliverCain: Penting
-
hafudo: Penting
-
Jauhari: Penting
-
andikobe: Bagus
-
w-rizky:
-
Aad Gym: Inspiratif
-
kombor: Penting
-
Bambang BU: Penting
-
BapaJali: Biasa
-
ainun: Inspiratif
-
Logical Fallacy: Penting
-
joe_d_plumber: Penting
-
masardi: Penting
-
Setiawan: Inspiratif
-
Polie Thick: Penting
-
phery: Biasa
-
malika: Penting
-
DorZie: Penting
-
mata dewa: Penting
-
Tazlucu: Inspiratif
-
tugas s: Penting
-
opiniherry: Penting
-
Robertfel Fernando Sagala: Penting
-
Lintangpadang: Penting
-
Bocah nDeso: Penting


KRMT Roy Suryo Notodiprojo, Anggota Komisi I DPR RI

Komentar:
[ *Standard kemiskinan oleh Bank Dunia $1 USD (+ Rp. 9,500 / per hari) ]
Standar kemiskinan berdasar Bank dunia kalau pakai threshold $1 itu = Rp 3500an.
Standar kemiskinan versi SBY berarti masih 2 kali diatas bank dunia dong?
"sekedar bertanya atau tanya kenapa"
Nanya nih bung Tuvok: apa yg harus dilakukan BI untuk menekan laju inflasi 11% itu?
Itu dilema ekonomi bung.
Antara inflasi dan kekurangan likuiditas, dari sudut pandang moneter.
Dari sudut pandang regulator, untuk mempermurah barang, maka perdagangan harus dikurangi pembatasannya, = diliberalisasi lagi, tapi ini tidak populer betapapun akan mengurangi harga.
Dari sudut pandang produsen bahan baku seperti petani misalnya, inflasi berarti produk mereka semakin profitable, namun tidak demikian dari sisi konsumen.
Nah kalau kita melihat dari komposisi ekonomi indonesia yang 50%an berada pada sektor service, sedangkan pertanian dibawah 20%, tentunya inflasi lebih terasa memberatkan jika pemerintahnya lebih pro petani dengan menerapkan tarif impor tinggi.
Oh, gitu, seharusnya data adalah rata-rata.
Btw, yang [ Harga Bahan Bakar Minyak 2004 vs 2009 (Naik)] rasanya tidak pas, sebab menghilangkan kejadian diantara 2004 dan 2009.
Yang membuat saya bertanya lagi kemudian, ketika kebijakan moneter mengintervensi kegagalan kinerja regulator, apakah semata-mata hanya dengan menaikkan suku bunga bank ya?
[__nganu, ga usah dijawab deh pertanyaan saya yg ini, thanks bung.__]
hahah kenapa emangnya?
Kalau atas pertanyaan Anda itu, Pertanyaan saya adalah, apa lagi kewenangan bank sentral?
*duduk anteng nunggu fans club Pak Beye, soalnya saya ndak bisa membantu nih*
orang ekspot kita cuma sekitar 25% saja....
bukan karen pak beye pinter jika kita mampu bertahan dari krisis ekonomi sekarang....
bener nih...
disitulah kunci kenapa indonesia mampu bertahan dalam krisis ini
karena krisis yang real sebenarnya tidak ada di indonesia
saat ini hanya indoneisa, india dan china yang bebas dari krisis
"tanya kenapa?"
[kenapa tanya sih? emang ada yang mau njawab?]
abah....iyya bgtsss speechless
pilihan yang sekarang? GOLPUT maksudnya ...? heu heu
http://politikana…ediono-kalah
1) harga komiditas naik/turun tidak dikontrol pemerintah manapun; jadi imbas/untung akibat perubahan komoditi berdampak ke negara lainnya
2) pertumbuhan ekonomi juga tidak mutlak sbg pengukur; karena kalau global growth baik kita dgn hampir otomatis juga akan baik
Yang lebih tepat untuk mengukur dapat antara lainnya menggunakan:
1) program spesifik apa yang sukses?
2) program apa yang gagal?
3) pencapaian target apa lebih baik atau kurang baik dari target teoritis yg mestinya bisa dicapai
pada umumnya utk mengetahui program ekonomi sebuah pemerintahan itu sehat atau sakit-sakitan: sering diukur melalui >>>growth rate-real GDP (PDB)>>> serta inflasi.
Alat lainya bisa menggunakan HDI (human development index) dari UNDP dan tentu saja analisa ini hanya sebatas melihat sektor ekonomi saja.
Sektor apapun, sumber uangnya tetap sama: bank sentral.
Menyatakan bahwa ekonomi indonesia terselamatkan oleh sektor informal, berarti kita dapat menduga 3 hal:
1. Likuiditas amat penting bagi ekonomi Indonesia, thus, justru inflasi lah yang menyelamatkan ekonomi Indonesia(?)
2. Peran pemerintah yang hands-off/sedikit dari kegiatan perekonomian, justru membuat kita tahan krisis, apakah itu berarti Laissez-faire/liberalisme ekonomi lebih cocok untuk Indonesia?
3. Fakta bahwa ekonomi informal berjalan berarti distribusi uang dari sentral ke bawah terjadi. Apakah itu berarti trickle down economy sebenarnya terjadi di Indonesia, dan Indonesialah success story dari ekonomi tipe ini?
Saya pernah berargumen ditempat lain menggunakan kutipan Ronald Reagan: Bisnis Kecil adalah Bisnis Besar, seandainya pemerintah tidak ikut campur.
Jika demikian, maka kemauan pemerintah untuk tidak turut campur berperan meregulasi sektor informal, adalah dengan sendirinya prestasi(?)
sebenarnya menyebut ekonomi Indonesia terselamatkan oleh sektor informal agak bias... karena belum tentu sebelum krisis global ekonomi Indonesia sudah selamat..
tapi yang pasti adalah imbas krisis global hanya menyentuh porsi kecil dari perekonomian Indonesia di mana uang beredar lebih banyak pada sektor riil..
Sejak krisis moneter tahun 97, saya meragukan kemampuan pemerintah dalam melakukan kontrol terhadap peredaran uang (juga pasar uang) dan mencatat indikator-indikator ekonomi.. Jadi sepertinya kemampuan pemerintah dalam intervensi pasar memang belum pernah efektif sekali.. (mungkin sekarang sudah jauh lebih maju?)
Beberapa bulan yang lalu, seorang teman bercerita tentang pengalamannya dipekerjakan oleh BI untuk melakukan pendataan dan penghitungan peredaran uang di beberapa daerah.. dari ceritanya, kelangkaan sumber dan deadline yg mepet untuk laporan menyebabkan tidak ada hasil yg layak untuk dipresentasikan sebagai laporan.. tapi karena deadline itu, ya dipresentasikan juga setelah dipoles kanan-kiri...
Sembako dll bisa saja jadi murah, cuma kalo mo ngabarin info ke tetangga2 pakai kentongan, jalan2 naik kuda jd jalan ga beraspal gpp. Yah, macam itulah. Saya senang yang jd mahal justru sembako, brarti yg dpt duit justru petani peternak, yg dominan orang2 kt sendiri. Perasaan keluar duit sama aja. Dulu buat pulsa n warnet, skr buat sembako.
oh ya? taraf kesejahteraan para petani meningkat jugakah?
oh saya juga praktis.
kalau dari tempe yang sehari-hari saya goreng dan makan mungkin tidak seperti itu ya, tempe berbungkus daun pisang dan kertas koran dengan butiran kasar kedelai lokal, saya beli di pasar tradisional becek berharga 150 rupiah per potong.
padahal jauh murah tempe berbahan kedelai impor berbungkus plastik di carrefour yang berubin, sejengkal tempe itu seharga 2500 rupiah.
karena HP jadi gaya hidup dan kebutuhan, apa lantas itu jaminan kesejahteraan? karena TV adalah anak sulung bagi keluarga di Indonesia, apa lantas itu jaminan kesejahteraan?
ya saya juga praktis
[__tapi yang pasti adalah imbas krisis global hanya menyentuh porsi kecil dari perekonomian Indonesia di mana uang beredar lebih banyak pada sektor riil..__]
Saya kurang sepakat. Kita tidak terlalu terkena imbas krisis, semata-mata karena ekonomi kita tidak tergantung ekspor.
Dan itu semata-mata karena produk industri kita relatif gagal bersaing di pasar amerika.
Ketika Anda mengatakan sektor riil, itu juga jadi pertanyaan, apakah sektor riil produksi bahan baku? atau sektor riil pengolahan? atau sektor riil perdagangan dan service?
Data bank dunia menyebutkan di tahun 2007-2008, sektor service kita 50% valuenya terhadap gdp.
Dengan kata lain, ekonomi kita lebih banyak priyayi, pegawai dan pedagang, daripada di sektor-sektor yang benar-benar dapat melontarkan ekonomi, seperti bahan baku dan industri barang jadi.
Ya begitulah. Perspektif tiap orang beda, karena itu kandidat capres juga ga cuma satu. Ada yg puas ada yg harus kecewa, termasuk pendukungnya.
Tentang kedelai, kalau kalah sama asing, jangan tani kedelai. Berarti keunggulan kita bukan di situ. Praktis aja.
bukti kegagalan pemerintah SBY yg tidak bisa ditutupi....jutaan anak kurang gizi bahkan banyak busung lapar.
"bukti kegagalan pemerintah SBY yg tidak bisa ditutupi....jutaan anak kurang gizi bahkan banyak busung lapar""Kasus"
Informasi saya tapis dan tepis
Penulis hanya menggunakan indikator keuangan dalam tulisannya tapi tidak memperhatikan faktor politik, sosial, budaya, dan pertahanan-keamanan. Padahal faktor lain tersebut juga merupakan penopang dasar bagi sebuah bangsa.
Saya yakin, seandainya pres-wapres 2004 melanjutkan kepemimpinannya di periode 2004-2009, hasilnya tidak akan sebaik SBY-JK. Malah kalau boleh pesimis, hasilnya pasti jauh lebih buruk dari pada kepemimpinan SBY.
Menurut saya, angka-angka di atas adalah data yang terbaik yang dapat diraih oleh pemerintah & masyarakat Indonesia. Saya tidak yakin seandainya pres-wapres-nya bukan SBY-JK.
Gaya penulisan seperti ini sangat mirip dengan metode kampanye Mega-Pro.
Salam.
datanya semua ada di WDI 2008. Disana datanya tertulis, standar pertama itu Rp3900/hari, standar kedua Rp 7800/hari.
Sebelum september 2007, kita punya krisis-krisis lain.
Krisis bencana aceh, krisis gempa yogya, krisis lapindo, krisis minyak 2005.
Review2nya di luar negeri, mereka terheran2 Indonesia masih bisa bertahan relatif stabil, despite faktor dalam dan luar negeri tidak mendukung, sampai SM dapet penghargaan segala.
kalo inflasi rata2 4%/tahun berarti 2008 harusnya terima USD 115.7 = Rp 1,215,000. Aktualnya sekarang UMR 2008 rata2 Rp 850,000=USD 80.95. Lha kok malah turun..tambah banyak yg miskin dunk..
Inflasi dalam negeri kok ngitungnya pakai dollar?
Kalau kita ngitung dengan rata2 4%, maka seharusnya sekarang jadi Rp 336rb
Kalau kita ngitung dengan rata2 7%, maka seharusnya sekarang Rp 506rb
Kalau dengan inflasi rata2 10%, maka seharusnya dalam 12 tahun, umr = 706rb.
Nah, kalau mau dihitungnya dengan dollar ada 2 alternatif:
1. gabung dengan USSA
2. Hitungnya dengan Dollar PPP.
Data $PPP terakhir = Rp 3900, saya tidak tahu soal $PPP tahun 97.
perkiraan pemerintah mengenai pertumbuhan ekonomi 2009 juga ga minus (4,3%, (http://www.antara…EKB&s=MAK)). malah kita dipuji bank dunia karena berhasil mempertahankan pertumbuhan positif...
lagipula, tidak adil sekali kita hanya melihat dari perkiraan dan kenyataan. bukankah kenyataan pada Oktober 2008 adalah force majeur yang ga bisa diperkirakan bahkan oleh AS sekalipun?
bahwa ekonomi kita tidak tergantung pada ekspor, dan bahwa beberapa produk industri kita gagal bersaing di pasar Amerika.. saya setuju..
tapi yang saya maksud dengan:
"yang pasti adalah imbas krisis global hanya menyentuh porsi kecil dari perekonomian Indonesia di mana uang beredar lebih banyak pada sektor riil.." adalah dengan pemahaman:
sebuah perekonomian modern dapat dibagi dua sektor yaitu sektor riil dan sektor keuangan (finansial). Sektor riil adalah semua kegiatan ekonomi yang tidak terkait langsung dengan pasar uang, bursa saham, obligasi, dan instrumen investasi lainnya.
Krisis global saat ini, dimulai dari krisis pada sektor keuangan (jasa keuangan tepatnya).. meskipun saat ini sudah merambat ke sektor riil..
Sektor keuangan dalam perekonomian Indonesia yang terkait dengan investasi asing (terutama bursa saham dan asuransi) relatif kecil (antara lain karena pembatasan-pembatasan oleh pemerintah), sehingga ketika gonjang-ganjing bisnis finansial di Amerika terjadi, Indonesia tidak terlalu terpengaruh... Contoh: AIG, Manulife, CommonWealth dll hanya diperkenankan memiliki dan mengelola 15% dari anak perusahaannya di Indonesia.
Mengenai sektor jasa dan produksi bahan baku, saya kurang paham.
Dalam konteks di atas, bila ekonomi Indonesia lebih banyak dikuasai oleh para priyayi, pedagang dan pegawai maka mereka ini investasinya banyak pada sektor riil dan atau produk-produk jasa keuangan yang sedikit terpengaruh oleh asing (lebih lokal).
maab lagi susah nyusun kalimat..
[__Sektor riil adalah semua kegiatan ekonomi yang tidak terkait langsung dengan pasar uang, bursa saham, obligasi, dan instrumen investasi lainnya.__]
Itu pemahaman yang salah total.
Bahwa Industri Finansial jalurnya jauh untuk dapat dipengaruhi sektor riil, itu benar, tapi tidak demikian sebaliknya.
Karena segala kegiatan impor(baik produktif maupun konsumtif), tergantung pada ketersediaan devisa. Sedangkan Devisa tergantung pada surplus perdagangan, FDI, serta kiriman TKI.
FDI sendiri dipengaruhi oleh sektor finansial. Sedangkan Surplus perdagangan, tidak hanya tergantung pada seberapa mampu kita berproduksi, tapi juga seberapa besar demand.
Saya ambil contoh "Sektor Riil" yang paling vibrant di Indonesia: "Sektor Telekomunikasi".
Tumbuhnya sektor telekomunikasi, juga mengharuskan tumbuhnya produk multimedia seperti handphone.
Impor handphone sendiri tergantung pada nilai tukar dan ketersediaan devisa.
Jika Bank sentral tidak terus menerus mengelola dan mengintervensi pasar uang(yaitu dengan menghabiskan devisa), maka dengan sendirinya nilai tukar jatuh, yang menyebabkan mahalnya harga handset, sehingga menghantam sektor telekomunikasi yang riil tersebut.
Sektor riil lain yang terhantam adalah, Industri Kedelai. Jika nilai tukar jatuh, maka harga kedelai yang diimpor dari Amerika akan naik tinggi, akibatnya jelas, mulai dari pembuat tempe, sampai penjual dagangan pinggir jalan akan terkena imbasnya.
Itu baru sektor konsumtif, belum sektor produktif.
Nah dari sini dapat kita simpulkan, bahwa sebenarnya sektor finansial dan makro mempengaruhi sektor riil lebih dekat daripada yang Anda kira.
Untuk lebih jelas ke konteks diatas, Nanti saya buat diagram jalur uang dan devisanya, agar dapat difahami, kenapa persentase priyayi, pedagang dan pegawai yang berkutat di ekonomi lokal, hanya akan menambah inflasi.
*kabur*
Cadangan devisa tetap berkurang bung.
Malah, jika setelah dijual rupiahnya diconvert kedalam dollar, maka cadangan devisa berkurang DUA kali.
seandainya semua orang pelit dlm memberi rezeki pada orang lain,bagaimana roda perekonomian ini bisa berputar dan tentu saja dunia ini semakin sulit bukan,””Contoh nyatanya begini “”kalau kita memberi rezeki pada orang dlm bentuk apa saja contohnya memberi sesuatu terkadang kita menawar habis-habisan utk mendapatkan barang itu tanpa perduli pada si penjual.....tak perduli penjualnya mau makan apa,ongkos hidup,dll.bukankah itu semua demi ego diri sendiri.
Seandainya sipenjual hidupnya susah dan pas-pasan hanya utk makan sehari-hari saja,bagaimana ia bisa melanjutkan memberi sesuatu pada orang lain,sedangkan dirinya sendiri tidak mendapat rezeki yg cukup dari si pembeli tadi.......dan teruuuss berlanjut pada yg lain mengalami hal yg sama.....inilah yg namanya krisis ekonomi.....kenapa ini semua terjadi....mari kita semua bertindak sebelum terlambat.......
Oh iya jgn lupa masih banyak problem yg melanda negeri kita dan berlanjut entah sampai kapan bila setiap individu tidak bertindak dari skrg jg.....mari kita bangkit dan bekerja lebih giat lagi,belajar lebih giat lg,kalau perlu setiap individu sambil bekerja sambil belajar serta mendalami ilmu pengetahuan yg lain agar kita tidak ketinggalan yg lain.....emangnya enak lihat negara tetangga kita maju pesat,sedangkan negara sendiri sampai skrg masih tetap terjajah oleh faktor-faktor penyebab krisis dalam negeri kita.......
Ini dia daftar urutannya...ini akan menjadi PR kita selanjutnya
:1)keamanan tidak terjamin 2)system keadilan tidak berjalan sebagaimana mestinya 3)salah kaplah 4)terprovokasi oleh media informasi........5)kapitalis asing merajalela dikarenakan tidak ada system yg megatur itu semua akhirnya pesaing dalam negeri kita mati pelan-pelan 6) politik 7)pertumbuhan penduduk lebih pesat daripada lapangan kerja itu sendiri 8)SDM yg berkualitas masih sgt sedikit utk menciptakan lapangan kerja khususnya yg ada didaerah 9)dll .........
Atau JK mau cuci tangan soal perilakunya di saat itu ?
dari penjelasannya, tetap tidak terkait langsung... bahwa hubungan finansial --> riil lebih berpengaruh dibandingkan sebaliknya, saya setuju.. karena pengaruh riil --> finansial yg menonjol biasanya berbentuk sentimen dari berbagai aspek.
penjelasannya menarik sekali.. saya tunggu yah diagram jalur uang dan devisa..
Terima kasih
harga minyak kan fluktuatif dan yang kena krisis ekonomi kan nggak cuman Indonesia...
mmhhh...bukannya subsidi Premium memang sengaja dikurangin...?
Di mana JK?
Dan, kenapa tak ada data ekonomi sepanjang Mega-Hamzah memerintah?
[Persentase perolehan JK Nasional] - [Persentase perolehan JK Sulsel]
Silahkan login untuk memberikan pendapat