Kinerja Ekonomi Sepanjang SBY Memerintah 73

Jumat, 3 Jul '09 21:52

Sekadar berbagi beberapa indikator ekonomi sepanjang SBY memerintah. Silakan menganalisis sendiri.

Harga Bahan Bakar Minyak 2004 vs 2009 (Naik)

 

 Harga

 2004

 2009

 Catatan

 Minyak Mentah Dunia / barel

 ~ USD 40

 ~ USD 45

 Harga hampir sama

 Premium

 Rp 1810

 Rp 4500

 Naik 249%

 Minyak Solar

 Rp 1890

 Rp 4500

 Naik 238%

 Minyak Tanah

 Rp 700

 Rp 2500

 Naik 370%

Sumber: Bapenas

 

 

Pertumbuhan Ekonomi 2004-2009 (Turun)

 

 Pertumbuhan

 Janji Target

 Realisasi

 Keterangan

 2004

 ND

 5.1%

 

 2005

 5.5%

 5.6%

 Tercapai

 2006

 6.1%

 5.5%

 Tidak tercapai

 2007

 6.7%

 6.3%

 Tidak tercapai

 2008

 7.2%

 6.2%

 Tidak tercapai

 2009

 7.6%

 ~5.0%

 Tidak tercapai

Sumber: Realisasi 2009 merupakan prediksi pertumbuhan yang dirilis oleh Menkeu. RPM 2004-2009. Realisasi Pertumbuhan Ekonomi : BPS RI - GDP (hal 1-3)

 

 

 

 

Tingkat Inflasi 2004-2009 (Naik)

 

 Tingkat Inflasi

 Janji Target

 Fakta

 Catatan Pencapaian

 2004

 

 6.4%

 

 2005

 7.0%

 17.1%

 Gagal

 2006

 5.5%

 6.6%

 Gagal

 2007

 5.0%

 6.6%

 Gagal

 2008

 4.0%

 11.0%

 Gagal

 

Angka Kemiskinan atawa Jumlah Penduduk Miskin

 

 Penduduk Miskin

 Jumlah

 Persentase

 Catatan

 2004

 36.1 juta orang

 16.6%

 

 2005

 35.1 juta orang

 16.0%

 Februari 2005

 2006

 39.3 juta orang

 17.8%

 Maret 2006

 2007

 37.2 juta orang

 16.6%

 Maret 2007

 2008

 35.0 juta orang

 15.4%

 Maret 2008

 2009

 

 8.2% ????

 

*Standard kemiskinan yang diambil oleh pemerintah (SBY) adalah Rp 6.000 sehari.

*Standard kemiskinan oleh BPS adalah Rp 182.636 per kapita per bulan (Rp 6.087 per hari)

*Standard kemiskinan oleh Bank Dunia $1 USD (+ Rp. 9,500 / per hari)

Sumber: Janji Menurunkan Angka Kemiskinan. RPM 2004-2009 Fakta Angka Kemiskinan : BPS 2008

 

Harga Kebutuhan Pokok 

 

 Harga Barang dan Jasa

 2004 (Rp)

 2009 (Rp)

 Keterangan

 Minyak Goreng per liter

 5000

 7000

 Naik 40%

 Beras per kilogram

 3000

 4700

 Naik 55%

 Telur per kg

 7000

 12000

 Naik 70%

 Terigu

 3500

 6500

 Naik 85%

 Tarif Angkutan Ekonomi

 81 per Km

 150 per Km

 Naik 86%

 

 


Tag: SBY, Ekonomi, sembako, kemiskinan, Inflasi, indikator

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Media Terkait:

    Siapa saja yang merating artikel ini:

    Komentar:

    perempuan api 0 0
    dokumentasikan!
    sawung 0 1 tidak suka |
    ough pantesan gak mau berjanji lagi karena kebanyakan ingkar janji
    Striding Cloud 0 0
    Koreksi ndoro:

    [ *Standard kemiskinan oleh Bank Dunia $1 USD (+ Rp. 9,500 / per hari) ]

    Standar kemiskinan berdasar Bank dunia kalau pakai threshold $1 itu = Rp 3500an.

    Standar kemiskinan versi SBY berarti masih 2 kali diatas bank dunia dong?
    pujangga 0 0
    artikel ini jadi pilihan moderator nggak ya?

    "sekedar bertanya atau tanya kenapa"
    samsara 0 0
    Striding Cloud: Kalo Inflasi sdh tumbuh lebih dari 10%, konon itu termasuk Galloping Inflation ya?

    Nanya nih bung Tuvok: apa yg harus dilakukan BI untuk menekan laju inflasi 11% itu?
    tongat 0 0
    minyak mentah bukannya $70 an ?
    Ndoro Kakung 0 0
    tongat: itu data sebelum bulan mei 2009
    Striding Cloud 0 0
    samsara:

    Itu dilema ekonomi bung.

    Antara inflasi dan kekurangan likuiditas, dari sudut pandang moneter.

    Dari sudut pandang regulator, untuk mempermurah barang, maka perdagangan harus dikurangi pembatasannya, = diliberalisasi lagi, tapi ini tidak populer betapapun akan mengurangi harga.


    Dari sudut pandang produsen bahan baku seperti petani misalnya, inflasi berarti produk mereka semakin profitable, namun tidak demikian dari sisi konsumen.

    Nah kalau kita melihat dari komposisi ekonomi indonesia yang 50%an berada pada sektor service, sedangkan pertanian dibawah 20%, tentunya inflasi lebih terasa memberatkan jika pemerintahnya lebih pro petani dengan menerapkan tarif impor tinggi.
    tongat 0 0
    Ndoro Kakung:

    Oh, gitu, seharusnya data adalah rata-rata.

    Btw, yang [ Harga Bahan Bakar Minyak 2004 vs 2009 (Naik)] rasanya tidak pas, sebab menghilangkan kejadian diantara 2004 dan 2009.

    Striding Cloud 0 0
    Ndoro Kakung: soal harga minyak yang sempat melonjak diatas 100 dollar gimana tuh?
    samsara 0 0
    Striding Cloud: Ah baiklah...pertnyaan saya dijawab sekaligus dari sudut pandang regulator sekalian...

    Yang membuat saya bertanya lagi kemudian, ketika kebijakan moneter mengintervensi kegagalan kinerja regulator, apakah semata-mata hanya dengan menaikkan suku bunga bank ya?
    samsara 0 0
    samsara: nganu, ga usah dijawab deh pertanyaan saya yg ini, thanks bung..: )
    samsara 0 0
    Striding Cloud: halah..kok jawab komentar sendiri, bah udah harus tidur...thanks again vok!
    Striding Cloud 0 0
    samsara:
    [__nganu, ga usah dijawab deh pertanyaan saya yg ini, thanks bung.__]

    hahah kenapa emangnya?

    Kalau atas pertanyaan Anda itu, Pertanyaan saya adalah, apa lagi kewenangan bank sentral?
    gunawanrudy 0 0
    pujangga: artikel penulis tamu nih, ya ndak mungkin jadi pilihan moderator lah. : p

    *duduk anteng nunggu fans club Pak Beye, soalnya saya ndak bisa membantu nih*

    : p
    pujangga 0 0
    Rudolf Guntler: thanks bro...just joke...
    abah 0 0
    ini seperti yang dikatakan fuadz bawadzier tempo hari di tv one, yang membuat andi malaranggeng kelabakan....
    abah 0 0
    Striding Cloud: ekonomi indoensia itu digerakan oleh sektor informal, jadi ketika resesi global terjadi indonesia nggak terlalu parah sakitnya...
    orang ekspot kita cuma sekitar 25% saja....
    bukan karen pak beye pinter jika kita mampu bertahan dari krisis ekonomi sekarang....

    eshape 0 0
    abah:
    bener nih...
    disitulah kunci kenapa indonesia mampu bertahan dalam krisis ini

    karena krisis yang real sebenarnya tidak ada di indonesia

    saat ini hanya indoneisa, india dan china yang bebas dari krisis

    "tanya kenapa?"
    [kenapa tanya sih? emang ada yang mau njawab?]
    Silly 0 0
    Ada rating nendang banget gak disini?... Makasih artikelnya, tertohok dan makin yakin akan pilihan yang sekarang : )
    Veuillez entrer 0 0
    @Ndoro Kakung..matur nuhun nggih info nya...smoga bs membukakan hati semua pemilih, NO SBY ...JK juga meragukan....aduhh pilih yg mn donk...untung sy golput wkwkwkkwwk*golput ko bangga*

    abah....iyya bgtsss speechless
    donnyreza 0 0
    Silly
    pilihan yang sekarang? GOLPUT maksudnya ...? heu heu
    jeung Medya 0 0
    gak salah keknya, saya berharap:

    http://politikana…ediono-kalah

    ; ))
    wong gareng 0 0
    Menurut saya tidak tepat untuk menggunakan parameter harga/ekonomi untuk mengukur kinerja ekonomi pemerintahan, alasannya:
    1) harga komiditas naik/turun tidak dikontrol pemerintah manapun; jadi imbas/untung akibat perubahan komoditi berdampak ke negara lainnya
    2) pertumbuhan ekonomi juga tidak mutlak sbg pengukur; karena kalau global growth baik kita dgn hampir otomatis juga akan baik

    Yang lebih tepat untuk mengukur dapat antara lainnya menggunakan:
    1) program spesifik apa yang sukses?
    2) program apa yang gagal?
    3) pencapaian target apa lebih baik atau kurang baik dari target teoritis yg mestinya bisa dicapai




    samsara 0 0
    wong gareng:

    pada umumnya utk mengetahui program ekonomi sebuah pemerintahan itu sehat atau sakit-sakitan: sering diukur melalui >>>growth rate-real GDP (PDB)>>> serta inflasi.

    Alat lainya bisa menggunakan HDI (human development index) dari UNDP dan tentu saja analisa ini hanya sebatas melihat sektor ekonomi saja.
    Striding Cloud 1 suka | 0
    abah, eshape:

    Sektor apapun, sumber uangnya tetap sama: bank sentral.

    Menyatakan bahwa ekonomi indonesia terselamatkan oleh sektor informal, berarti kita dapat menduga 3 hal:

    1. Likuiditas amat penting bagi ekonomi Indonesia, thus, justru inflasi lah yang menyelamatkan ekonomi Indonesia(?)

    2. Peran pemerintah yang hands-off/sedikit dari kegiatan perekonomian, justru membuat kita tahan krisis, apakah itu berarti Laissez-faire/liberalisme ekonomi lebih cocok untuk Indonesia?

    3. Fakta bahwa ekonomi informal berjalan berarti distribusi uang dari sentral ke bawah terjadi. Apakah itu berarti trickle down economy sebenarnya terjadi di Indonesia, dan Indonesialah success story dari ekonomi tipe ini?

    Saya pernah berargumen ditempat lain menggunakan kutipan Ronald Reagan: Bisnis Kecil adalah Bisnis Besar, seandainya pemerintah tidak ikut campur.

    Jika demikian, maka kemauan pemerintah untuk tidak turut campur berperan meregulasi sektor informal, adalah dengan sendirinya prestasi(?)
    samsara 0 0
    Striding Cloud: pertanyaan lo kok kngga dijawab ya sama Ndoro Kakung..?
    hamatamu 0 0
    samsara: sabar-sabar nanti kebagian : ))
    pico 0 0
    Striding Cloud
    sebenarnya menyebut ekonomi Indonesia terselamatkan oleh sektor informal agak bias... karena belum tentu sebelum krisis global ekonomi Indonesia sudah selamat.. : D
    tapi yang pasti adalah imbas krisis global hanya menyentuh porsi kecil dari perekonomian Indonesia di mana uang beredar lebih banyak pada sektor riil..

    Sejak krisis moneter tahun 97, saya meragukan kemampuan pemerintah dalam melakukan kontrol terhadap peredaran uang (juga pasar uang) dan mencatat indikator-indikator ekonomi.. Jadi sepertinya kemampuan pemerintah dalam intervensi pasar memang belum pernah efektif sekali.. (mungkin sekarang sudah jauh lebih maju?)

    Beberapa bulan yang lalu, seorang teman bercerita tentang pengalamannya dipekerjakan oleh BI untuk melakukan pendataan dan penghitungan peredaran uang di beberapa daerah.. dari ceritanya, kelangkaan sumber dan deadline yg mepet untuk laporan menyebabkan tidak ada hasil yg layak untuk dipresentasikan sebagai laporan.. tapi karena deadline itu, ya dipresentasikan juga setelah dipoles kanan-kiri...
    Casper 0 1 tidak suka |
    Yang penting ngenet gampang, nelpon murah, bli ponsel murah. Laptop juga murah, hotspot dimana - mana. Jalan2 pada dihotmix, jd irit servis. Kayaknya bangsa2 maju juga gitu. Yang mahal sembako, tapi yg lain jadi murah.

    Sembako dll bisa saja jadi murah, cuma kalo mo ngabarin info ke tetangga2 pakai kentongan, jalan2 naik kuda jd jalan ga beraspal gpp. Yah, macam itulah. Saya senang yang jd mahal justru sembako, brarti yg dpt duit justru petani peternak, yg dominan orang2 kt sendiri. Perasaan keluar duit sama aja. Dulu buat pulsa n warnet, skr buat sembako.
    hamatamu 0 0
    Casper: "Saya senang yang jadi mahal justru sembako, brarti yang dpt duit justru petani peternak, yang dominan orang2 kt sendiri"

    oh ya? taraf kesejahteraan para petani meningkat jugakah? : )
    Casper 0 1 tidak suka |
    Oh, banyak kok yang pada punya HP. Pertumbuhan pengguna HP pesat sekali. Banyak juga yg tadinya ga punya TV skr punya TV. Saya sih tipe praktis aja. Tambah enak atau nggak tanya langsung ke mereka.
    Casper 0 0
    Statistik itu manipulatif. Apa yang ditunjukkan selalu membawa kecenderungan.
    hamatamu 0 0
    Casper:

    oh saya juga praktis.

    kalau dari tempe yang sehari-hari saya goreng dan makan mungkin tidak seperti itu ya, tempe berbungkus daun pisang dan kertas koran dengan butiran kasar kedelai lokal, saya beli di pasar tradisional becek berharga 150 rupiah per potong.

    padahal jauh murah tempe berbahan kedelai impor berbungkus plastik di carrefour yang berubin, sejengkal tempe itu seharga 2500 rupiah.

    karena HP jadi gaya hidup dan kebutuhan, apa lantas itu jaminan kesejahteraan? karena TV adalah anak sulung bagi keluarga di Indonesia, apa lantas itu jaminan kesejahteraan?

    ya saya juga praktis
    hamatamu 0 0
    Casper: wah saya lupa belum membahas kehidupan petani kedelainya ya? mungkin karena saya tipe praktis ; ))
    Striding Cloud 0 0
    pico:
    [__tapi yang pasti adalah imbas krisis global hanya menyentuh porsi kecil dari perekonomian Indonesia di mana uang beredar lebih banyak pada sektor riil..__]

    Saya kurang sepakat. Kita tidak terlalu terkena imbas krisis, semata-mata karena ekonomi kita tidak tergantung ekspor.

    Dan itu semata-mata karena produk industri kita relatif gagal bersaing di pasar amerika.

    Ketika Anda mengatakan sektor riil, itu juga jadi pertanyaan, apakah sektor riil produksi bahan baku? atau sektor riil pengolahan? atau sektor riil perdagangan dan service?

    Data bank dunia menyebutkan di tahun 2007-2008, sektor service kita 50% valuenya terhadap gdp.

    Dengan kata lain, ekonomi kita lebih banyak priyayi, pegawai dan pedagang, daripada di sektor-sektor yang benar-benar dapat melontarkan ekonomi, seperti bahan baku dan industri barang jadi.
    Casper 0 1 tidak suka |
    hamatamu:
    Ya begitulah. Perspektif tiap orang beda, karena itu kandidat capres juga ga cuma satu. Ada yg puas ada yg harus kecewa, termasuk pendukungnya.

    Tentang kedelai, kalau kalah sama asing, jangan tani kedelai. Berarti keunggulan kita bukan di situ. Praktis aja.
    olive 0 0
    memanipulasi parameter agar kelihatan kemiskinan kecil. Emang pendapatan 182rb per bulan bisa dapet apa ya? buat beli nasi aking aja gak dapet tuh

    bukti kegagalan pemerintah SBY yg tidak bisa ditutupi....jutaan anak kurang gizi bahkan banyak busung lapar.
    Dh2L 1 suka | 0
    "memanipulasi parameter agar kelihatan kemiskinan kecil"Body Language"

    "bukti kegagalan pemerintah SBY yg tidak bisa ditutupi....jutaan anak kurang gizi bahkan banyak busung lapar""Kasus"

    Informasi saya tapis dan tepis
    Rahwana_Candradimuka 0 0
    Kalau saya memberikan penilaian -1 Jelek, itu karena tulisan ini memang begitu adanya. Penulis tidak memperhatikan faktor external seperti krisis global dan dampaknya bagi Indonesia.

    Penulis hanya menggunakan indikator keuangan dalam tulisannya tapi tidak memperhatikan faktor politik, sosial, budaya, dan pertahanan-keamanan. Padahal faktor lain tersebut juga merupakan penopang dasar bagi sebuah bangsa.

    Saya yakin, seandainya pres-wapres 2004 melanjutkan kepemimpinannya di periode 2004-2009, hasilnya tidak akan sebaik SBY-JK. Malah kalau boleh pesimis, hasilnya pasti jauh lebih buruk dari pada kepemimpinan SBY.

    Menurut saya, angka-angka di atas adalah data yang terbaik yang dapat diraih oleh pemerintah & masyarakat Indonesia. Saya tidak yakin seandainya pres-wapres-nya bukan SBY-JK.

    Gaya penulisan seperti ini sangat mirip dengan metode kampanye Mega-Pro.

    Salam.
    Striding Cloud 0 0
    olive: lhah... standarnya dari bank dunia koq.

    datanya semua ada di WDI 2008. Disana datanya tertulis, standar pertama itu Rp3900/hari, standar kedua Rp 7800/hari.
    hafudo 0 0
    Rahwana_Candradimuka: ini hasil kinerja 2004-2009 boss... krisis global bukanya November 2008?
    Striding Cloud 0 0
    hafudo: starting pointnya september 2007.

    Sebelum september 2007, kita punya krisis-krisis lain.

    Krisis bencana aceh, krisis gempa yogya, krisis lapindo, krisis minyak 2005.

    Review2nya di luar negeri, mereka terheran2 Indonesia masih bisa bertahan relatif stabil, despite faktor dalam dan luar negeri tidak mendukung, sampai SM dapet penghargaan segala.
    Patria Gintings 0 0
    Sorry, cara penyajian datanya kok mirip di salah satu blog yang pernah saya lihat ya?
    Patria Gintings 0 0
    Oh btw terimakasih sudah mengangkat data ini ke Politikana. Karena selama ini kalau No 1 yang menyajikan data ini, entah kenapa orang malah apriori
    Subroto 0 0
    Sepertinya memang kubu Mega paling getol menyoroti masalah data2 ekonomi ini, sementara kubu JK dengan goyang dangdutnya : D
    hamatamu 0 0
    Casper: padahal yang makan tempe banyak, yang memakai kecap juga banyak : D
    Striding Cloud 0 0
    hamatamu: lhah, apa ndak lebih baik makan subsidi amerika aja ndaru?
    andikobe 0 0
    Emang seh terkadang target itu bisa meleset, tapi kalau sesuai target dapet bonus kok : p
    Ojo Munafik 0 0
    UMR 1997 rata2 Rp 225,000 = USD 80.36
    kalo inflasi rata2 4%/tahun berarti 2008 harusnya terima USD 115.7 = Rp 1,215,000. Aktualnya sekarang UMR 2008 rata2 Rp 850,000=USD 80.95. Lha kok malah turun..tambah banyak yg miskin dunk..




    Striding Cloud 0 0
    Ojo Munafik:

    Inflasi dalam negeri kok ngitungnya pakai dollar?

    Kalau kita ngitung dengan rata2 4%, maka seharusnya sekarang jadi Rp 336rb

    Kalau kita ngitung dengan rata2 7%, maka seharusnya sekarang Rp 506rb

    Kalau dengan inflasi rata2 10%, maka seharusnya dalam 12 tahun, umr = 706rb.

    Nah, kalau mau dihitungnya dengan dollar ada 2 alternatif:
    1. gabung dengan USSA
    2. Hitungnya dengan Dollar PPP.

    Data $PPP terakhir = Rp 3900, saya tidak tahu soal $PPP tahun 97.
    laler istana 0 0
    Yang bikin target tahun 2004 itu Joyo. Over promised under delivered. Entah kenapa gak pernah muncul lagi. : )
    w-rizky 0 0
    whoops... harga minyal $65, ndoro... (http://www.bloomb…com/energy/)
    perkiraan pemerintah mengenai pertumbuhan ekonomi 2009 juga ga minus (4,3%, (http://www.antara…EKB&s=MAK)). malah kita dipuji bank dunia karena berhasil mempertahankan pertumbuhan positif...
    lagipula, tidak adil sekali kita hanya melihat dari perkiraan dan kenyataan. bukankah kenyataan pada Oktober 2008 adalah force majeur yang ga bisa diperkirakan bahkan oleh AS sekalipun?
    w-rizky 0 0
    whoops...!! ko ratingku malah 'cari masalah' ya?? heuheu, mestinya 'biasa', ndoro. wah, udah ga bisa diganti... : )
    pico 0 0
    Striding Cloud:
    bahwa ekonomi kita tidak tergantung pada ekspor, dan bahwa beberapa produk industri kita gagal bersaing di pasar Amerika.. saya setuju..

    tapi yang saya maksud dengan:
    "yang pasti adalah imbas krisis global hanya menyentuh porsi kecil dari perekonomian Indonesia di mana uang beredar lebih banyak pada sektor riil.." adalah dengan pemahaman:
    sebuah perekonomian modern dapat dibagi dua sektor yaitu sektor riil dan sektor keuangan (finansial). Sektor riil adalah semua kegiatan ekonomi yang tidak terkait langsung dengan pasar uang, bursa saham, obligasi, dan instrumen investasi lainnya.

    Krisis global saat ini, dimulai dari krisis pada sektor keuangan (jasa keuangan tepatnya).. meskipun saat ini sudah merambat ke sektor riil..

    Sektor keuangan dalam perekonomian Indonesia yang terkait dengan investasi asing (terutama bursa saham dan asuransi) relatif kecil (antara lain karena pembatasan-pembatasan oleh pemerintah), sehingga ketika gonjang-ganjing bisnis finansial di Amerika terjadi, Indonesia tidak terlalu terpengaruh... Contoh: AIG, Manulife, CommonWealth dll hanya diperkenankan memiliki dan mengelola 15% dari anak perusahaannya di Indonesia.

    Mengenai sektor jasa dan produksi bahan baku, saya kurang paham.

    Dalam konteks di atas, bila ekonomi Indonesia lebih banyak dikuasai oleh para priyayi, pedagang dan pegawai maka mereka ini investasinya banyak pada sektor riil dan atau produk-produk jasa keuangan yang sedikit terpengaruh oleh asing (lebih lokal).
    pico 0 0
    15% dari kepemilikan di anak perusahaannya di Indonesia..

    maab lagi susah nyusun kalimat..
    Striding Cloud 0 0
    pico:
    [__Sektor riil adalah semua kegiatan ekonomi yang tidak terkait langsung dengan pasar uang, bursa saham, obligasi, dan instrumen investasi lainnya.__]

    Itu pemahaman yang salah total.

    Bahwa Industri Finansial jalurnya jauh untuk dapat dipengaruhi sektor riil, itu benar, tapi tidak demikian sebaliknya.

    Karena segala kegiatan impor(baik produktif maupun konsumtif), tergantung pada ketersediaan devisa. Sedangkan Devisa tergantung pada surplus perdagangan, FDI, serta kiriman TKI.

    FDI sendiri dipengaruhi oleh sektor finansial. Sedangkan Surplus perdagangan, tidak hanya tergantung pada seberapa mampu kita berproduksi, tapi juga seberapa besar demand.

    Saya ambil contoh "Sektor Riil" yang paling vibrant di Indonesia: "Sektor Telekomunikasi".

    Tumbuhnya sektor telekomunikasi, juga mengharuskan tumbuhnya produk multimedia seperti handphone.

    Impor handphone sendiri tergantung pada nilai tukar dan ketersediaan devisa.

    Jika Bank sentral tidak terus menerus mengelola dan mengintervensi pasar uang(yaitu dengan menghabiskan devisa), maka dengan sendirinya nilai tukar jatuh, yang menyebabkan mahalnya harga handset, sehingga menghantam sektor telekomunikasi yang riil tersebut.

    Sektor riil lain yang terhantam adalah, Industri Kedelai. Jika nilai tukar jatuh, maka harga kedelai yang diimpor dari Amerika akan naik tinggi, akibatnya jelas, mulai dari pembuat tempe, sampai penjual dagangan pinggir jalan akan terkena imbasnya.

    Itu baru sektor konsumtif, belum sektor produktif.

    Nah dari sini dapat kita simpulkan, bahwa sebenarnya sektor finansial dan makro mempengaruhi sektor riil lebih dekat daripada yang Anda kira.

    Untuk lebih jelas ke konteks diatas, Nanti saya buat diagram jalur uang dan devisanya, agar dapat difahami, kenapa persentase priyayi, pedagang dan pegawai yang berkutat di ekonomi lokal, hanya akan menambah inflasi.
    Striding Cloud 0 0
    koreksi: *industri pengolahan kedelai.
    heriyadi 0 0
    Striding Cloud: Diitung pake dollar mungkin karena barang yang kita beli sebagian impor semua (peniti aja impor), jadi harga jualnya juga tergantung kurs dollar. Jadi nilai kurs dollar terhadap rupiah mesti dihitung kedalam pendapatan : D

    *kabur*
    Striding Cloud 0 0
    heriyadi:
    Cadangan devisa tetap berkurang bung.

    Malah, jika setelah dijual rupiahnya diconvert kedalam dollar, maka cadangan devisa berkurang DUA kali.
    aket 0 0
    suatu bangsa yg makmur dan sejahtera adil dan sentosa dimulai dari tingkah laku,prinsip yg benar,punya komitmen,attitude yg baik,pengertian terhadap sesamanya,tidak mendeiskriminasikan sesama manusia,mau berbagi suka dan duka,murah hati,murah senyum,mau berbagi rezeki terhadap sesamanya......pada diri setiap individu ( sifat manusia yg sejati )
    seandainya semua orang pelit dlm memberi rezeki pada orang lain,bagaimana roda perekonomian ini bisa berputar dan tentu saja dunia ini semakin sulit bukan,””Contoh nyatanya begini “”kalau kita memberi rezeki pada orang dlm bentuk apa saja contohnya memberi sesuatu terkadang kita menawar habis-habisan utk mendapatkan barang itu tanpa perduli pada si penjual.....tak perduli penjualnya mau makan apa,ongkos hidup,dll.bukankah itu semua demi ego diri sendiri.
    Seandainya sipenjual hidupnya susah dan pas-pasan hanya utk makan sehari-hari saja,bagaimana ia bisa melanjutkan memberi sesuatu pada orang lain,sedangkan dirinya sendiri tidak mendapat rezeki yg cukup dari si pembeli tadi.......dan teruuuss berlanjut pada yg lain mengalami hal yg sama.....inilah yg namanya krisis ekonomi.....kenapa ini semua terjadi....mari kita semua bertindak sebelum terlambat.......
    Oh iya jgn lupa masih banyak problem yg melanda negeri kita dan berlanjut entah sampai kapan bila setiap individu tidak bertindak dari skrg jg.....mari kita bangkit dan bekerja lebih giat lagi,belajar lebih giat lg,kalau perlu setiap individu sambil bekerja sambil belajar serta mendalami ilmu pengetahuan yg lain agar kita tidak ketinggalan yg lain.....emangnya enak lihat negara tetangga kita maju pesat,sedangkan negara sendiri sampai skrg masih tetap terjajah oleh faktor-faktor penyebab krisis dalam negeri kita.......
    Ini dia daftar urutannya...ini akan menjadi PR kita selanjutnya
    :1)keamanan tidak terjamin 2)system keadilan tidak berjalan sebagaimana mestinya 3)salah kaplah 4)terprovokasi oleh media informasi........5)kapitalis asing merajalela dikarenakan tidak ada system yg megatur itu semua akhirnya pesaing dalam negeri kita mati pelan-pelan 6) politik 7)pertumbuhan penduduk lebih pesat daripada lapangan kerja itu sendiri 8)SDM yg berkualitas masih sgt sedikit utk menciptakan lapangan kerja khususnya yg ada didaerah 9)dll .........

    aket 0 0
    seandainya negara kita punya lapangan kerja yg cukup atau lebih,barangkali tidak ada penggangguran lg,otomatis perekonomian akan tumbuh diatas 2 digit seperti yg terjadi di china.karena mereka negara industri yg telah diatur oleh system pemerintah yg tepat
    Aad Gym 0 0
    tulisan yang Super sekali !!!
    Dongeng Geologi 0 0
    Menkokesranya kan Aburizal yang orang Golkar separte dengan JK-Wir, Apakah data yang diatas ini juga ulahnya JK yang konon sudah mengaku menjadi real Presiden ditahun 2004-2009 lalu ?

    Atau JK mau cuci tangan soal perilakunya di saat itu ?
    kancilndeso 1 suka | 0
    Prabowo memang pinter. Dengan pakai data dan parameter ekonomi, dia nohok JK tanpa ngganggu Koalisi besar. Emang lebih Elegan dp cuman ngeklaim keberhasilan pemerintah dan mbocorin rapat kabinet ala JK.
    pico 0 0
    Striding Cloud:
    dari penjelasannya, tetap tidak terkait langsung... bahwa hubungan finansial --> riil lebih berpengaruh dibandingkan sebaliknya, saya setuju.. karena pengaruh riil --> finansial yg menonjol biasanya berbentuk sentimen dari berbagai aspek.

    penjelasannya menarik sekali.. saya tunggu yah diagram jalur uang dan devisa..
    Terima kasih : )
    kombor 0 0
    Jadi bagaimana tanggal 8 Juli 2009 lusa?
    BapaJali 0 0
    orang awam:

    harga minyak kan fluktuatif dan yang kena krisis ekonomi kan nggak cuman Indonesia...

    mmhhh...bukannya subsidi Premium memang sengaja dikurangin...?
    Polie Thick 0 0
    Terima kasih Ndoro.,...data2nya...
    Blogpreneur 0 0
    hamatamu: malah semakin parah....
    iloenx 0 1 tidak suka |
    Mengapa hanya sepanjang SBY....?
    Di mana JK?
    Dan, kenapa tak ada data ekonomi sepanjang Mega-Hamzah memerintah?
    DCN Bulo PongLabba 0 1 tidak suka |
    angka pemilih cerdas :
    [Persentase perolehan JK Nasional] - [Persentase perolehan JK Sulsel]
    Lintangpadang 0 0
    angka..angka...angka.... sementara ini apa maknanya ketika tidak digambarkan situasi di sekelilingnya, yang mungkin menjadi variabel pendukung atau yang merugikan. Angka.angka.angka.

    Silahkan login untuk memberikan pendapat