Dialog Interaktif Tim Capres-Cawapres di Sumatera Barat 0
Sabtu, 4 Jul '09 02:22
Target MDGs Perlu Kerja Keras Pemerintah Mendatang
Bertempat di studio SIPP Female FM di kota Padang Sumatera Barat, pada Rabu 30 Juni 2009 diselenggarakan Dialog Interaktif dengan tema "Membedah Keterkaitan Program Kerja Capres-Cawapres Terhadap Pencapaian Target Millineium Development Goals (MDGs) 2015". Kegiatan ini dihadiri oleh tim sukses dari ketiga pasangan capres-cawapres, yaitu : Yulman Hadi (JK-Wiranto), Hidayat (Mega-Prabowo) dan Munarfitnur (SBY-Boediono), dan Hendri Teja dari Pusat Pengkajian dan Pengembangan Sumber Daya (P3SD) sebagai panelis.
Kegiatan ini dibuka dengan pemaparan ringkas tentang target MDGs 2015 oleh Arham selaku Sekwil JARI INDONESIA orwil Sumbar. Menurut Arham, MDGs atau biasa di sebut Tujuan Pembangunan Millienium merupakan kesepakatan negara-negara yang ditandatangani pada tahun 2000 yang mesti tercapai pada 2015. MDGs berisi delapan tujuan, 1) menghapus kemiskinan dan kelaparan, 2) mencapai pendidikan dasar bagi semua, 3) mendorong kesetaraan gender, 4) menurunkan angka kematian anak, 5) meningkatkan kesehatan ibu, 6) memerangi HIV/AIDS, malaria dan penyakit lainnya, 7) memastikan kelestarian lingkungan hidup, 8) mengembangan kemitraan global untuk pembangunan. Atas kesepakatan itu, maka target MDGs menjadi tolak ukur dalam penyelenggaraan pembangunan di Indonesia, baik di tingkat pusat maupun di tingkat lokal.
Salah satu perdebatan yang cukup menarik adalah perihal standarisasi kemiskinan yang berbeda-beda. BPS, BKKBN, Bappenas maupun Departemen Sosial memiliki perbedaan dalam mendefinisikan kemiskinan. Munarfitnur dari tim SBY-Boediono bertahan dengan peryataan kalau data kemiskinan tetap mesti didasarkan pada indikator-indikator kuantitatif yang dikeluarkan oleh BPS. Indikator itu mesti sama dan seragam se-Indonesia. Sementara Yulman Hadi (JK-Wiranto) mengkaitkan kemiskinan dengan daya beli masyarakat. Meskipun pendapatannya tinggi, tetapi bila daya belinya rendah maka seseorang dapat dikategorikan miskin.
Menurut Hendri Teja, setelah sembilan tahun implementasi MDGs di Indonesia, masih banyak masyarakat bahkan aparat pemerintah yang tidak mengenal MDGs, tujuan serta arti pentingnya bagi upaya percepatan penciptaan tata kehidupan yang baik. Kekurangpahaman itu adalah salah satu penyebab pencapaian MDGs menjadi tertatih-tatih. Akibatnya, MDGs secara praktek belum banyak diwujudkan dalam bentuk rencana aksi yang kongkrit.
"Mengingat target MDGs mesti tercapai pada tahun 2015, maka pemilu presiden 2009-2014 menjadi sangat strategis. Target MDGs hanya akan tercapai jika pemerintah 2009-2014 mau berjuang keras untuk mewujudkan komitmen itu. Maknanya, pencapaian MDGs 2015 akan sangat tergantung kepada komitmen presiden dan wakil presiden yang terpilih dalam Pilpres 8 Juli mendatang," papar Hendri Teja.
Dialog interaktif ini merupakan rangkaian kampanye MDGs di media massa yang diselenggarakan JARI INDONESIA. Pada pemilu legislatif yang lalu juga telah dilaksanakan kegiatan serupa. Rencananya sebelum Minggu tenag akan diselenggarakan kegiatan serupa di empat stasiun radio yang tersebar di kota Padang dan Bukittinggi.
Tag: Pemilu, politik, kemiskinan, MDGs
Terkait:
-
Masyarakat kita ramai bicara politik..
Selasa, 12 Jan '10 12:59 -
Pengurapan Terakhir (COPAS DARI ARTIKEL LAMA)
Rabu, 30 Des '09 09:31 -
Sebuah Negeri
Minggu, 13 Des '09 08:43



KRMT Roy Suryo Notodiprojo, Anggota Komisi I DPR RI

Komentar:
Silahkan login untuk memberikan pendapat